Api dari Oven Hanguskan Pabrik Mie Lidi di Leuwisari Tasikmalaya
- account_circle redaktur
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Kebakaran.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran pabrik mie lidi di Tasikmalaya menghanguskan seluruh ruang produksi pada Selasa malam, 12 Mei 2026. Insiden itu terjadi di Kampung Kalieung RT/RW 005/002, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya. Api diduga muncul dari oven pengering mie lidi saat proses produksi masih berlangsung.
Peristiwa kebakaran pabrik mie lidi tersebut langsung menyita perhatian warga sekitar. Selain memicu kepanikan, kobaran api juga menghancurkan mesin produksi, oven, hingga stok bahan baku. Kerugian akibat kebakaran industri rumahan itu ditaksir mencapai Rp200 juta.
Api Muncul Saat Proses Produksi Berlangsung
Menurut keterangan Danru 1 Damkar Kabupaten Tasikmalaya, Yayu, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 23.08 WIB. Setelah menerima informasi, tim pemadam langsung bergerak dari Mako Damkar di Jalan Otista pada pukul 23.14 WIB.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 23.56 WIB. Saat itu, api sudah membesar dan melalap hampir seluruh ruangan produksi berukuran 4×8 meter persegi.
“Api berhasil kami kendalikan sekitar pukul 00.18 WIB,” ujar Yayu saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Sementara itu, Korlap RPB Ikbal menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh empat pekerja yang sedang memproduksi mie lidi di ruang pengopenan. Mereka melihat percikan api muncul dari area oven pengering.
Diduga kuat, panas oven menyambar mie lidi yang sedang dikeringkan. Karena bahan yang mudah terbakar menumpuk di dalam ruangan, api dengan cepat merambat ke seluruh bagian bangunan.
Mesin Produksi dan Bahan Baku Hangus
Kobaran api tidak hanya merusak bangunan produksi, tetapi juga menghancurkan sejumlah peralatan utama milik pemilik usaha. Satu unit mesin pengolahan mie lidi, satu unit oven, satu unit seleran, serta stok bahan baku hangus terbakar.
Selain itu, aktivitas produksi dipastikan berhenti total untuk sementara waktu. Pemilik usaha kini harus menghitung ulang kerugian sekaligus memikirkan pemulihan operasional pascakebakaran.
Warga sekitar sempat berusaha membantu memadamkan api menggunakan alat seadanya. Namun, besarnya kobaran membuat upaya tersebut tidak mampu menghentikan laju api.
Beruntung, seluruh pekerja berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Pabrik Mie Lidi Kalieung terbakar, petugas berupaya melakukan pemadaman api di dalam ruangan, Selasa (12/5/2026).
Polisi Pasang Garis Polisi di Lokasi Kebakaran
Tak lama setelah api berhasil dipadamkan, personel dari Polsek Leuwisari langsung datang ke lokasi untuk melakukan pengamanan area. Polisi kemudian memasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Petugas juga mulai mengumpulkan keterangan dari saksi dan pekerja yang berada di lokasi saat kebakaran terjadi. Langkah itu dilakukan untuk memastikan penyebab pasti munculnya api.
Hingga kini, aparat masih mendalami kemungkinan adanya korsleting listrik atau faktor panas berlebih dari oven pengering. Polisi belum memberikan kesimpulan resmi terkait sumber utama kebakaran.
Warga Khawatir Kebakaran Serupa Terulang
Insiden tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan warga sekitar, terutama karena banyak industri rumahan di wilayah itu menggunakan oven dan alat pemanas dalam proses produksi makanan.
Selain itu, sebagian warga menilai perlunya pengecekan rutin terhadap instalasi listrik dan sistem keamanan produksi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Kebakaran industri kecil seperti pabrik mie lidi memang sering memicu kerugian besar. Apalagi, sebagian besar bangunan masih menggunakan material yang mudah terbakar dan belum memiliki sistem proteksi kebakaran memadai.
Karena itu, warga berharap ada pendampingan keselamatan kerja bagi pelaku usaha rumahan agar risiko kebakaran bisa ditekan sejak dini.
Dalam hitungan menit, api meluluhlantakkan sumber penghidupan yang dibangun bertahun-tahun. Saat oven berubah jadi bara, malam di Leuwisari mendadak penuh kepulan asap dan kepanikan. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar