Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Densus 88 Ungkap Grup Medsos Ekstremisme Anak

Densus 88 Ungkap Grup Medsos Ekstremisme Anak

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 162
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Densus 88 mengungkap puluhan grup medsos terafiliasi TCC Community Indonesia yang menyebar ideologi kekerasan.

albadarpost.com, HUMANIORA – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri mengungkap keberadaan puluhan grup media sosial yang terafiliasi dengan jaringan TCC Community Indonesia dan diduga menyebarkan ideologi kekerasan serta ekstremisme. Yang mengkhawatirkan, sasaran utama dari aktivitas grup-grup tersebut adalah anak-anak dan remaja yang aktif di ruang digital.

Temuan itu disampaikan Densus 88 sebagai bagian dari upaya pencegahan dini terhadap paparan paham ekstrem di kalangan usia muda. Aparat menilai ruang digital saat ini menjadi medium yang rawan dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menyebarkan narasi kekerasan secara terselubung.

Menurut Densus 88, grup-grup tersebut beroperasi di berbagai platform media sosial dan aplikasi pesan instan. Konten yang dibagikan tidak hanya berkaitan dengan kisah kriminal, tetapi juga memuat simbol, glorifikasi kekerasan, serta narasi ideologis yang berpotensi mempengaruhi cara pandang anak.

Modus TCC Community Indonesia Menyasar Anak

Dalam penjelasannya, Densus 88 menyebut TCC Community Indonesia kerap menggunakan pendekatan yang tampak “ringan” dan menarik bagi anak-anak. Awalnya, grup-grup tersebut membungkus konten dengan tema true crime, diskusi kasus kriminal, atau film dokumenter kejahatan.

Baca juga: Nilai TKA Rendah: Learning Loss dan Kesenjangan Sekolah

Namun, seiring waktu, materi yang dibagikan berkembang menjadi konten yang lebih ekstrem. Beberapa di antaranya menampilkan simbol ideologi kekerasan, narasi pembenaran tindakan brutal, hingga ajakan untuk mengidolakan pelaku kejahatan. Pola ini dinilai berbahaya karena dapat membentuk persepsi keliru pada anak yang masih dalam tahap perkembangan psikologis.

Densus 88 menilai anak-anak rentan terpapar karena akses gawai yang luas dan minimnya pengawasan. Rasa ingin tahu yang tinggi membuat mereka mudah bergabung ke grup-grup tersebut tanpa memahami risiko di baliknya.

Ancaman Nyata bagi Keamanan Digital Anak

Paparan ideologi kekerasan di usia dini bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda. Densus 88 menegaskan bahwa konten ekstrem dapat memengaruhi perilaku, emosi, dan pola pikir anak dalam jangka panjang.

Dalam beberapa temuan, aparat mendapati anak-anak yang mulai meniru simbol ekstrem, menggunakan istilah kekerasan dalam percakapan, hingga menunjukkan ketertarikan berlebihan pada aksi brutal. Kondisi ini menjadi sinyal penting bagi orang tua dan pendidik untuk lebih waspada terhadap aktivitas digital anak.

Baca kuga: Perjuangan Buruh Uji Kebijakan Upah Pemerintah

Densus 88 juga mengingatkan bahwa ekstremisme digital tidak selalu muncul dalam bentuk ajakan langsung. Banyak konten disusun secara halus, perlahan, dan berulang, sehingga anak tidak menyadari bahwa dirinya sedang dipengaruhi.

Peran Orang Tua dan Lingkungan

Menanggapi temuan tersebut, Densus 88 mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan gawai dan media sosial anak. Komunikasi terbuka dinilai lebih efektif dibandingkan larangan sepihak, agar anak merasa aman untuk bercerita tentang aktivitas onlinenya.

Selain keluarga, peran sekolah dan lingkungan sosial juga dinilai krusial. Literasi digital perlu diperkuat agar anak mampu mengenali konten berbahaya dan memahami batasan dalam berinteraksi di dunia maya.

Densus 88 menegaskan bahwa upaya penindakan hukum akan terus dilakukan terhadap pihak-pihak yang terbukti menyebarkan ideologi kekerasan. Namun, pencegahan melalui edukasi tetap menjadi kunci utama untuk melindungi anak dari paparan ekstremisme.

Pengungkapan puluhan grup media sosial terafiliasi TCC Community Indonesia oleh Densus 88 menjadi peringatan serius tentang ancaman ekstremisme di ruang digital. Anak-anak, sebagai kelompok paling rentan, membutuhkan perlindungan bersama dari orang tua, sekolah, dan negara. Di tengah kemajuan teknologi, kewaspadaan dan literasi digital menjadi benteng utama agar ruang maya tetap aman bagi generasi masa depan. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persib vs DPMM

    Persib Menang Lagi, Statistik Bongkar Perubahan Besar

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA NASIONAL – Dua kemenangan beruntun membawa Persib Bandung ke puncak klasemen Grup A Piala Presiden 2026. Namun, bukan skor 1-0 atas DPMM yang paling menarik untuk dibahas. Dalam laga Persib vs DPMM, statistik pertandingan justru mengungkap perubahan yang mulai terlihat pada permainan Maung Bandung. Dominasi penguasaan bola, efektivitas serangan, hingga disiplin bertahan menjadi […]

  • Hijab Hati

    Hijab Hati, Penghalang yang Tak Terlihat tetapi Sangat Nyata

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ironinya bukan Allah yang jauh dari manusia. Justru manusialah yang perlahan menjauh dari Allah sambil merasa dirinya semakin dekat. Di situlah hijab hati, penghalang mengenal Allah, bekerja tanpa suara. Hati yang tertutup oleh kesombongan, penyakit hati, dan kecintaan berlebihan kepada dunia membuat cahaya iman terasa redup. Padahal Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya, […]

  • Peneliti menelusuri database flora digital Singapore Herbarium yang membuka akses global ilmu botani Asia Tenggara

    Ribuan Data Flora Asia Tenggara Kini Terbuka di Singapura

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Selama bertahun-tahun, pengetahuan tentang flora Asia Tenggara tersimpan rapi di balik lemari arsip. Hanya peneliti tertentu yang mampu mengaksesnya. Namun kini, sebuah perubahan besar sedang berlangsung. Digitalisasi herbarium Singapura perlahan menghapus batas antara ilmu pengetahuan dan dunia luar. Singapore Herbarium tidak sekadar memindahkan koleksi ke layar digital. Mereka sedang membangun masa […]

  • Ilustrasi hubungan dagang ART Indonesia–AS dan peluang tarif 0 persen untuk ekspor nasional.

    ART Indonesia–AS RI, Apa Dampaknya bagi Ekspor dan UMKM?

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – ART Indonesia–AS atau Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia Amerika Serikat (Agreement on Reciprocal Trade) menjadi sorotan publik setelah pemerintah merilis dokumen Frequently Asked Questions (FAQ). Kesepakatan dagang ini hadir sebagai respons atas kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat dan membuka peluang penurunan tarif, bahkan hingga 0 persen untuk sejumlah produk strategis Indonesia. Selain […]

  • Turis Tidur di Bandara

    Fenomena Turis Tidur di Bandara Changi Menuai Kritik saat Harga Hotel Melonjak

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Fenomena turis tidur di Bandara Changi saat F1 menuai kritik warga Singapura karena dianggap mencoreng reputasi bandara. albadarpost.com, LENSA – Fenomena Turis Tidur di Bandara Changi di Singapura menjadi sorotan publik setelah banyak wisatawan kedapatan bermalam di area-terminal selama akhir pekan penyelenggaraan ajang balap Formula 1. Tindakan itu dilakukan untuk menghindari biaya hotel yang melambung […]

  • Fadia Arafiq ditangkap

    OTT KPK Guncang Pekalongan, Kekayaan Fadia Arafiq Disorot

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Fadia Arafiq ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (3/3/2026). Penangkapan Bupati Pekalongan itu langsung memicu perhatian luas karena laporan kekayaannya dalam LHKPN tercatat mencapai Rp85,6 miliar. Kasus ini kembali mengangkat isu klasik tentang kekayaan pejabat publik dan potensi penyalahgunaan kekuasaan. KPK mengamankan sejumlah pihak dalam operasi tersebut. Namun, lembaga […]

expand_less