Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Densus 88 Ungkap Grup Medsos Ekstremisme Anak

Densus 88 Ungkap Grup Medsos Ekstremisme Anak

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 130
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Densus 88 mengungkap puluhan grup medsos terafiliasi TCC Community Indonesia yang menyebar ideologi kekerasan.

albadarpost.com, HUMANIORA – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri mengungkap keberadaan puluhan grup media sosial yang terafiliasi dengan jaringan TCC Community Indonesia dan diduga menyebarkan ideologi kekerasan serta ekstremisme. Yang mengkhawatirkan, sasaran utama dari aktivitas grup-grup tersebut adalah anak-anak dan remaja yang aktif di ruang digital.

Temuan itu disampaikan Densus 88 sebagai bagian dari upaya pencegahan dini terhadap paparan paham ekstrem di kalangan usia muda. Aparat menilai ruang digital saat ini menjadi medium yang rawan dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menyebarkan narasi kekerasan secara terselubung.

Menurut Densus 88, grup-grup tersebut beroperasi di berbagai platform media sosial dan aplikasi pesan instan. Konten yang dibagikan tidak hanya berkaitan dengan kisah kriminal, tetapi juga memuat simbol, glorifikasi kekerasan, serta narasi ideologis yang berpotensi mempengaruhi cara pandang anak.

Modus TCC Community Indonesia Menyasar Anak

Dalam penjelasannya, Densus 88 menyebut TCC Community Indonesia kerap menggunakan pendekatan yang tampak “ringan” dan menarik bagi anak-anak. Awalnya, grup-grup tersebut membungkus konten dengan tema true crime, diskusi kasus kriminal, atau film dokumenter kejahatan.

Baca juga: Nilai TKA Rendah: Learning Loss dan Kesenjangan Sekolah

Namun, seiring waktu, materi yang dibagikan berkembang menjadi konten yang lebih ekstrem. Beberapa di antaranya menampilkan simbol ideologi kekerasan, narasi pembenaran tindakan brutal, hingga ajakan untuk mengidolakan pelaku kejahatan. Pola ini dinilai berbahaya karena dapat membentuk persepsi keliru pada anak yang masih dalam tahap perkembangan psikologis.

Densus 88 menilai anak-anak rentan terpapar karena akses gawai yang luas dan minimnya pengawasan. Rasa ingin tahu yang tinggi membuat mereka mudah bergabung ke grup-grup tersebut tanpa memahami risiko di baliknya.

Ancaman Nyata bagi Keamanan Digital Anak

Paparan ideologi kekerasan di usia dini bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda. Densus 88 menegaskan bahwa konten ekstrem dapat memengaruhi perilaku, emosi, dan pola pikir anak dalam jangka panjang.

Dalam beberapa temuan, aparat mendapati anak-anak yang mulai meniru simbol ekstrem, menggunakan istilah kekerasan dalam percakapan, hingga menunjukkan ketertarikan berlebihan pada aksi brutal. Kondisi ini menjadi sinyal penting bagi orang tua dan pendidik untuk lebih waspada terhadap aktivitas digital anak.

Baca kuga: Perjuangan Buruh Uji Kebijakan Upah Pemerintah

Densus 88 juga mengingatkan bahwa ekstremisme digital tidak selalu muncul dalam bentuk ajakan langsung. Banyak konten disusun secara halus, perlahan, dan berulang, sehingga anak tidak menyadari bahwa dirinya sedang dipengaruhi.

Peran Orang Tua dan Lingkungan

Menanggapi temuan tersebut, Densus 88 mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan gawai dan media sosial anak. Komunikasi terbuka dinilai lebih efektif dibandingkan larangan sepihak, agar anak merasa aman untuk bercerita tentang aktivitas onlinenya.

Selain keluarga, peran sekolah dan lingkungan sosial juga dinilai krusial. Literasi digital perlu diperkuat agar anak mampu mengenali konten berbahaya dan memahami batasan dalam berinteraksi di dunia maya.

Densus 88 menegaskan bahwa upaya penindakan hukum akan terus dilakukan terhadap pihak-pihak yang terbukti menyebarkan ideologi kekerasan. Namun, pencegahan melalui edukasi tetap menjadi kunci utama untuk melindungi anak dari paparan ekstremisme.

Pengungkapan puluhan grup media sosial terafiliasi TCC Community Indonesia oleh Densus 88 menjadi peringatan serius tentang ancaman ekstremisme di ruang digital. Anak-anak, sebagai kelompok paling rentan, membutuhkan perlindungan bersama dari orang tua, sekolah, dan negara. Di tengah kemajuan teknologi, kewaspadaan dan literasi digital menjadi benteng utama agar ruang maya tetap aman bagi generasi masa depan. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebijakan ASN

    Larangan Hukuman Fisik di Sekolah Resmi Diterbitkan Pemprov Jabar

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar terbitkan Larangan Hukuman Fisik bagi guru, menyusul kasus tampar siswa di Subang yang viral. albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerbitkan kebijakan Larangan Hukuman Fisik bagi seluruh guru setelah mencuat kasus guru menampar siswa di SMP Negeri 2 Jalancagak, Subang, yang viral dan memicu kecaman publik. Surat edaran ini menjadi langkah baru […]

  • digital publik

    Website DPRD Tasikmalaya: Hak Publik yang Terabaikan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kinerja digital DPRD Kota Tasikmalaya kembali menjadi sorotan. Website resmi lembaga legislatif kota tersebut dinilai belum mampu menjalankan fungsi utama sebagai sarana keterbukaan informasi publik. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat hak masyarakat untuk mengakses informasi kerja-kerja DPRD secara mudah dan akurat. Sorotan tersebut muncul setelah dilakukan perbandingan sederhana terhadap sejumlah website […]

  • ASN angkutan umum

    Garut Berlakukan Wajib ASN Naik Angkutan Umum Dua Hari Sepekan

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Pemkab Garut mewajibkan ASN naik angkutan umum setiap Senin dan Jumat untuk mengurangi kemacetan dan mendukung sektor transportasi. albadarpost.com, LENSA – Kepadatan kendaraan di pusat Kabupaten Garut beberapa bulan terakhir menuai keluhan warga. Pemerintah daerah menilai sumber masalahnya bukan hanya volume kendaraan warga, tetapi juga mobilitas aparatur sipil negara (ASN) yang menggunakan kendaraan pribadi. Mulai […]

  • shalat istikharah

    Shalat Istikharah Sebagai Pedoman Pengambilan Keputusan

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Urgensi shalat istikharah kembali ditekankan sebagai pedoman utama umat Islam dalam mengambil keputusan penting. Praktik ibadah ini tidak sekadar ritual, tetapi menjadi sarana menunjukkan ketergantungan penuh kepada Allah SWT sekaligus upaya mencari pilihan terbaik dalam setiap urusan krusial. Bagi umat, shalat istikharah memiliki dampak langsung. Di tengah tekanan hidup modern, keputusan yang […]

  • Menjaga kesehatan dalam Islam

    Heatstroke di Piala Dunia 2026, Apa Pesan Islam?

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menjaga kesehatan dalam Islam bukan sekadar anjuran, melainkan bagian dari ajaran agama yang sangat mendasar. Di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026, pembahasan mengenai menjaga kesehatan kembali menjadi perhatian setelah sejumlah penonton dilaporkan mengalami heatstroke akibat cuaca ekstrem saat Fan Festival di Texas. Dikutip dari Primaya Hospital, heat stroke adalah kondisi ketika suhu […]

  • korupsi dana desa

    Mantan Sekdes Sukaresik Diduga Selewengkan Dana Desa, Polisi Ungkap Kerugian Rp 706 Juta

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Kasus korupsi dana desa Sukaresik menyeret eks Sekdes. Polisi ungkap modus pencairan fiktif dan kerugian Rp 706 juta. albadarpost.com, HUMANIORA – Penanganan kasus korupsi dana desa di Kabupaten Pangandaran kembali mencuat setelah penyidik Satreskrim menangkap mantan Sekretaris Desa Sukaresik, YS, 31 tahun. Ia diduga menyalahgunakan alokasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun […]

expand_less