Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Nilai TKA Rendah: Learning Loss dan Kesenjangan Sekolah

Nilai TKA Rendah: Learning Loss dan Kesenjangan Sekolah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 230
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nilai TKA rendah mencerminkan learning loss dan kesenjangan struktural pendidikan yang belum tertangani secara sistemik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang rendah di berbagai daerah tidak dapat dipahami sekadar sebagai kegagalan siswa dalam menjawab soal. Data hasil TKA justru membuka persoalan yang lebih dalam: masalah struktural pendidikan nasional yang belum tertangani secara konsisten, terutama dampak learning loss pascapandemi.

Sejumlah laporan menunjukkan capaian siswa di mata pelajaran inti seperti matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris masih berada di bawah standar yang diharapkan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan penting: apakah sistem pendidikan telah benar-benar pulih, atau justru berjalan dengan asumsi pemulihan yang belum teruji?

Learning Loss dan Ketimpangan Akses Pembelajaran

Learning loss merujuk pada hilangnya capaian belajar akibat gangguan proses pendidikan dalam periode panjang. Pandemi Covid-19 mempercepat dan memperdalam masalah ini, terutama di wilayah dengan akses terbatas terhadap infrastruktur digital dan pendampingan belajar.

Di banyak daerah, pembelajaran jarak jauh berjalan tanpa kesiapan memadai. Guru kesulitan menyesuaikan metode, sementara siswa kehilangan interaksi belajar yang esensial. Dampaknya terasa hingga kini, tercermin dalam hasil TKA yang belum merata antarwilayah dan antarsekolah.

Baca juga: Pencurian Kotak Amal Tranding di Pangkep

Perbedaan capaian nilai menunjukkan bahwa ketimpangan akses pendidikan masih nyata. Sekolah dengan sumber daya terbatas menghadapi beban berlapis: keterbatasan sarana, kesiapan tenaga pendidik, serta dukungan lingkungan belajar yang tidak seimbang.

Soal Ujian Berubah, Kesiapan Sistem Tertinggal

Format TKA yang menekankan penalaran dan pemahaman konseptual menuntut perubahan pendekatan pembelajaran. Namun, perubahan ini tidak selalu diikuti kesiapan sistem secara menyeluruh. Banyak guru belum memperoleh pendampingan yang cukup untuk menyesuaikan strategi mengajar, sementara siswa terbiasa dengan pola hafalan.

Hasil TKA per mata pelajaran Nasional.

Akibatnya, ujian berfungsi sebagai alat pemetaan, bukan pemulihan. Nilai rendah muncul bukan karena siswa semata, tetapi karena sistem belum sepenuhnya menutup celah pembelajaran yang tertinggal selama bertahun-tahun.

Dalam konteks ini, learning loss menjadi isu kebijakan, bukan persoalan individu. Tanpa intervensi terarah, hasil ujian hanya akan mengulang pola ketimpangan yang sama dari tahun ke tahun.

Dampak Nyata bagi Masa Depan Pendidikan

Nilai TKA rendah memiliki implikasi jangka panjang. Ia memengaruhi kesiapan siswa memasuki jenjang pendidikan berikutnya, daya saing sumber daya manusia, serta kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan nasional.

Jika tidak ditangani secara sistemik, learning loss berpotensi memperlebar jurang sosial. Siswa dari kelompok rentan akan semakin tertinggal, sementara sekolah unggulan melaju lebih cepat. Pendidikan yang seharusnya menjadi alat mobilitas sosial justru berisiko memperkuat ketimpangan.

Baca juga: Strategi Manajemen Sekolah Efektif di Tengah Anggaran Terbatas

Pemerintah perlu memastikan bahwa hasil TKA digunakan sebagai dasar kebijakan pemulihan pembelajaran. Intervensi harus diarahkan pada penguatan kapasitas guru, perbaikan metode belajar, serta dukungan khusus bagi daerah dengan capaian rendah.

Evaluasi Berbasis Data, Bukan Sekadar Target

Pendekatan berbasis data menjadi kunci. Hasil TKA seharusnya dipakai untuk memetakan kebutuhan riil, bukan sekadar memenuhi target administratif. Program pemulihan belajar perlu disesuaikan dengan kondisi lokal, bukan diseragamkan.

Tanpa langkah korektif yang terukur, learning loss akan terus membayangi sistem pendidikan. Nilai ujian akan tetap rendah, bukan karena siswa tidak mampu, tetapi karena negara belum sepenuhnya hadir dalam memastikan hak belajar yang setara.

Nilai TKA hari ini menjadi pengingat bahwa pendidikan membutuhkan konsistensi kebijakan. Pemulihan pembelajaran tidak bisa ditunda, karena dampaknya akan dirasakan dalam waktu panjang. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hijab Allah

    Hijab Allah: Ketika Dunia Terasa Lebih Nyata

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pernahkah kita merasa begitu gelisah ketika sinyal internet hilang, baterai ponsel hampir habis, atau saldo rekening tiba-tiba berkurang? Anehnya, kegelisahan yang sama sering kali tidak muncul ketika hati sudah berhari-hari terasa jauh dari Allah. Di situlah Hijab Allah bekerja dengan cara yang sangat halus. Menurut Syekh Ibnu Athaillah, tabir hati atau hijab […]

  • Biawak di Dapur

    Heboh Biawak 60 Cm Muncul di Dapur, Begini Aksi Damkar Ciamis

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Biawak di dapur membuat suasana siang yang semula tenang mendadak berubah tegang di Kabupaten Ciamis, Selasa (9/6/2026). Kemunculan reptil liar tersebut mengejutkan seorang ibu rumah tangga yang tengah memasak. Dalam hitungan menit, laporan masuk ke petugas Damkar Pos WMK Kawali dan proses evakuasi pun segera dilakukan. Peristiwa itu terjadi di Dusun […]

  • Bakwan Sayur

    Bakwan Sayur, Alternatif Camilan Hemat dan Bergizi

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 213
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bakwan sayur kembali menjadi pilihan banyak rumah tangga sebagai camilan praktis yang hemat biaya dan mudah diolah. Di tengah kenaikan harga sejumlah bahan pangan, menu sederhana berbahan wortel dan kol ini dinilai mampu menjawab kebutuhan pangan rumahan tanpa mengorbankan rasa dan nilai gizi. Bakwan sayur tidak hanya hadir sebagai gorengan pelengkap, tetapi […]

  • Pep Guardiola mengenakan keffiyeh saat menyampaikan pidato pro-Palestina dan mengkritik diamnya pemimpin dunia

    Pidato Pro-Palestina Pep Guardiola

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 209
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pep Guardiola tidak sedang membahas taktik atau trofi. Ia berdiri di atas panggung dengan satu pesan sederhana namun mengguncang: anak-anak Palestina terus terbunuh, sementara dunia memilih diam. Dalam sebuah acara amal di Barcelona, pelatih Manchester City itu menyampaikan pidato pro-Palestina yang langsung menyita perhatian publik internasional. Guardiola tampil mengenakan keffiyeh. Simbol […]

  • Poster rekrutmen AKP KKP 2026 lowongan awak kapal perikanan modern di Indonesia dengan informasi pendaftaran resmi

    Rekrutmen AKP KKP 2026 Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 325
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Rekrutmen AKP KKP 2026 atau seleksi terbuka lowongan awak kapal perikanan KKP kembali menjadi sorotan nasional setelah Kementerian Kelautan dan Perikanan membuka peluang kerja besar-besaran di sektor maritim. Program ini hadir untuk memperkuat tenaga kerja perikanan melalui seleksi Awak Kapal Perikanan (AKP) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini tidak […]

  • Perguruan Tinggi Jawa Barat

    Perguruan Tinggi Jawa Barat Catat Penyerapan Lulusan Tertinggi di Industri 2026

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Perguruan Tinggi Jawa Barat mencatat tingkat penyerapan lulusan tertinggi, didorong jejaring industri dan kualitas akademik. albadarpost.com, PELITA – Di tengah persaingan ketenagakerjaan yang makin ketat, Perguruan Tinggi Jawa Barat menunjukkan posisi penting dalam mempersiapkan lulusan yang cepat terserap industri. Data QS World University Rankings (QS WUR) 2026 memperlihatkan bahwa empat perguruan tinggi negeri di provinsi […]

expand_less