Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Nilai TKA Rendah: Learning Loss dan Kesenjangan Sekolah

Nilai TKA Rendah: Learning Loss dan Kesenjangan Sekolah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nilai TKA rendah mencerminkan learning loss dan kesenjangan struktural pendidikan yang belum tertangani secara sistemik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang rendah di berbagai daerah tidak dapat dipahami sekadar sebagai kegagalan siswa dalam menjawab soal. Data hasil TKA justru membuka persoalan yang lebih dalam: masalah struktural pendidikan nasional yang belum tertangani secara konsisten, terutama dampak learning loss pascapandemi.

Sejumlah laporan menunjukkan capaian siswa di mata pelajaran inti seperti matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris masih berada di bawah standar yang diharapkan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan penting: apakah sistem pendidikan telah benar-benar pulih, atau justru berjalan dengan asumsi pemulihan yang belum teruji?

Learning Loss dan Ketimpangan Akses Pembelajaran

Learning loss merujuk pada hilangnya capaian belajar akibat gangguan proses pendidikan dalam periode panjang. Pandemi Covid-19 mempercepat dan memperdalam masalah ini, terutama di wilayah dengan akses terbatas terhadap infrastruktur digital dan pendampingan belajar.

Di banyak daerah, pembelajaran jarak jauh berjalan tanpa kesiapan memadai. Guru kesulitan menyesuaikan metode, sementara siswa kehilangan interaksi belajar yang esensial. Dampaknya terasa hingga kini, tercermin dalam hasil TKA yang belum merata antarwilayah dan antarsekolah.

Baca juga: Pencurian Kotak Amal Tranding di Pangkep

Perbedaan capaian nilai menunjukkan bahwa ketimpangan akses pendidikan masih nyata. Sekolah dengan sumber daya terbatas menghadapi beban berlapis: keterbatasan sarana, kesiapan tenaga pendidik, serta dukungan lingkungan belajar yang tidak seimbang.

Soal Ujian Berubah, Kesiapan Sistem Tertinggal

Format TKA yang menekankan penalaran dan pemahaman konseptual menuntut perubahan pendekatan pembelajaran. Namun, perubahan ini tidak selalu diikuti kesiapan sistem secara menyeluruh. Banyak guru belum memperoleh pendampingan yang cukup untuk menyesuaikan strategi mengajar, sementara siswa terbiasa dengan pola hafalan.

Hasil TKA per mata pelajaran Nasional.

Akibatnya, ujian berfungsi sebagai alat pemetaan, bukan pemulihan. Nilai rendah muncul bukan karena siswa semata, tetapi karena sistem belum sepenuhnya menutup celah pembelajaran yang tertinggal selama bertahun-tahun.

Dalam konteks ini, learning loss menjadi isu kebijakan, bukan persoalan individu. Tanpa intervensi terarah, hasil ujian hanya akan mengulang pola ketimpangan yang sama dari tahun ke tahun.

Dampak Nyata bagi Masa Depan Pendidikan

Nilai TKA rendah memiliki implikasi jangka panjang. Ia memengaruhi kesiapan siswa memasuki jenjang pendidikan berikutnya, daya saing sumber daya manusia, serta kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan nasional.

Jika tidak ditangani secara sistemik, learning loss berpotensi memperlebar jurang sosial. Siswa dari kelompok rentan akan semakin tertinggal, sementara sekolah unggulan melaju lebih cepat. Pendidikan yang seharusnya menjadi alat mobilitas sosial justru berisiko memperkuat ketimpangan.

Baca juga: Strategi Manajemen Sekolah Efektif di Tengah Anggaran Terbatas

Pemerintah perlu memastikan bahwa hasil TKA digunakan sebagai dasar kebijakan pemulihan pembelajaran. Intervensi harus diarahkan pada penguatan kapasitas guru, perbaikan metode belajar, serta dukungan khusus bagi daerah dengan capaian rendah.

Evaluasi Berbasis Data, Bukan Sekadar Target

Pendekatan berbasis data menjadi kunci. Hasil TKA seharusnya dipakai untuk memetakan kebutuhan riil, bukan sekadar memenuhi target administratif. Program pemulihan belajar perlu disesuaikan dengan kondisi lokal, bukan diseragamkan.

Tanpa langkah korektif yang terukur, learning loss akan terus membayangi sistem pendidikan. Nilai ujian akan tetap rendah, bukan karena siswa tidak mampu, tetapi karena negara belum sepenuhnya hadir dalam memastikan hak belajar yang setara.

Nilai TKA hari ini menjadi pengingat bahwa pendidikan membutuhkan konsistensi kebijakan. Pemulihan pembelajaran tidak bisa ditunda, karena dampaknya akan dirasakan dalam waktu panjang. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pembayaran pajak kendaraan tanpa KTP pemilik pertama

    Resmi Berlaku di Jabar! Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik Pertama

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pembayaran pajak kendaraan tanpa KTP pemilik pertama kini resmi diterapkan di Jawa Barat. Kebijakan pembayaran pajak kendaraan tanpa KTP pemilik pertama ini menjadi solusi bagi masyarakat yang mengalami kendala administrasi. Aturan baru ini langsung menarik perhatian karena menawarkan proses yang lebih sederhana dan efisien. Kebijakan ini diumumkan oleh Dedi Mulyadi melalui […]

  • pendidikan pesantren

    Wapres ke Cipasung Soroti Peran Strategis Pendidikan Pesantren

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Pondok Pesantren Cipasung kembali menegaskan posisinya sebagai simpul penting kehidupan sosial dan pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya. Hal itu tercermin dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, ke pesantren yang telah lama menjadi rujukan pendidikan keagamaan di wilayah Priangan Timur tersebut. Kunjungan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial […]

  • hak asuh anak setelah perceraian

    Hak Asuh Anak Setelah Perceraian: Tanggung Jawab Orang Tua Menurut Hukum Islam dan UU Indonesia

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Hak asuh anak setelah perceraian diatur hukum Islam dan UU, demi kepentingan terbaik bagi anak. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perceraian bukan sekadar berakhirnya ikatan suami istri, tetapi juga permulaan babak baru yang menentukan arah hidup anak-anak mereka. Dalam konteks hukum Islam maupun sistem perundang-undangan Indonesia, hak asuh anak setelah perceraian bukan sekadar soal siapa yang berhak, […]

  • macam-macam gempa bumi

    Macam-Macam Gempa Bumi dan Cara Siaga Menghadapinya

    • calendar_month Selasa, 22 Nov 2022
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Macam-Macam Gempa Bumi dan Cara Siaga Menghadapinya. albadarpost.com, PERSPEKTIF — Indonesia berada pada salah satu kawasan paling aktif secara geologis di dunia. Kondisi ini membuat negara kepulauan tersebut kerap merasakan guncangan dalam berbagai skala. Karena itulah, memahami macam-macam gempa bumi menjadi penting, bukan hanya bagi lembaga penanggulangan bencana, tetapi juga bagi masyarakat yang hidup di […]

  • Kerang tutut cabe ijo pedas gurih dengan irisan cabai hijau dan tomat, disajikan hangat dalam wajan tradisional.

    Rahasia Masak Kerang Tutut Cabe Ijo Bumbu Melimpah

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESYLE – Kerang tutut sering dianggap makanan kampung. Namun, di tangan yang tepat, ia berubah menjadi hidangan berkelas dengan rasa yang berlapis. Kerang Tutut Cabe Ijo menghadirkan sensasi pedas segar, gurih pekat, dan aroma rempah yang menggoda sejak pertama kali masuk wajan. Pertama, kita bicara soal bahan utama. Gunakan 1000 gram remis atau tutut […]

  • arus balik Nataru 2026

    Arus Balik Nataru 2026 Dipantau di GT Kalihurip Utama

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    GT Kalihurip Utama menjadi titik pantau arus balik Nataru 2026. Lalu lintas ramai namun tetap lancar. albadarpost.com, FOKUS – Gerbang Tol (GT) Kalihurip Utama menjadi salah satu titik pantau utama dalam arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Gerbang tol yang menghubungkan arus kendaraan dari Bandung dan sekitarnya menuju wilayah Jabodetabek ini mencerminkan kondisi […]

expand_less