Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Perspektif: Nasib Pedagang Musiman Jalur Wisata Ciater

Perspektif: Nasib Pedagang Musiman Jalur Wisata Ciater

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
  • visibility 161
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penertiban jalur wisata Ciater menyisakan persoalan pedagang nanas di tengah lesunya wisata Nataru.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Libur Natal dan Tahun Baru lazimnya menjadi ruang harapan bagi pedagang kecil di kawasan wisata. Namun di jalur wisata Ciater, Subang, harapan itu justru mengendap. Lapak nanas kembali bermunculan, buah melimpah, harga jatuh, tetapi pembeli tak kunjung datang. Di balik pemandangan itu, ada kebijakan penertiban, perubahan pola wisata, dan kerentanan ekonomi warga yang kembali diuji.

Situasi ini penting dicermati sekarang, karena menyentuh titik temu antara kebijakan tata ruang, pengelolaan pariwisata, dan keberlanjutan nafkah warga lokal.

Fakta Kebijakan yang Sudah Final

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya menertibkan lapak dan kios pedagang nanas di jalur wisata Ciater. Penertiban dilakukan dengan pemberian kompensasi ganti rugi sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta per kios. Kebijakan ini membuat jalur wisata sempat steril dari pedagang.

Memasuki libur Nataru 2025–2026, pedagang kembali berjualan secara informal. Tanpa kios permanen, tanpa tenda, sebagian hanya menggelar dagangan di pinggir jalan atau menggunakan kendaraan bak terbuka. Aktivitas ini berlangsung di tengah musim panen nanas, durian, manggis, dan alpukat di Subang.

Masalah Publik di Balik Penertiban

Masalah utama bukan sekadar kembalinya pedagang ke pinggir jalan. Yang dipertaruhkan adalah keberlanjutan penghidupan warga kecil di tengah kebijakan penataan kawasan wisata.

Baca juga: Perspektif: Penagihan Pinjol dan Keamanan Warga

Pedagang seperti Neneng mengaku harga nanas madu turun hingga Rp5.000 per buah karena panen melimpah. Bahkan ada yang menjual Rp10.000 untuk tiga buah. Namun murahnya harga tidak berbanding lurus dengan penjualan. Dalam sehari, dagangan hanya laku 10–20 buah.

Situasi serupa dialami Dadang Kustiawan yang menjual durian dan alpukat. Harga durian dipatok mulai Rp25.000 per buah, alpukat Rp25.000 per kilogram. Tetap saja, kendaraan wisatawan jarang berhenti.

Artinya, persoalan pedagang Ciater bukan hanya soal tempat berjualan, tetapi soal turunnya arus wisata dan berubahnya peta destinasi.

Pilihan Negara: Prosedur vs Substansi

Dari sisi prosedur, penertiban lapak telah dilakukan dengan kompensasi. Secara administratif, negara bisa mengklaim kewajiban telah dipenuhi. Namun dari sisi substansi, pertanyaan publik belum terjawab: bagaimana kelanjutan ekonomi pedagang setelah penertiban?

Negara tampak fokus pada estetika dan ketertiban jalur wisata, tetapi belum sepenuhnya hadir dalam transisi ekonomi warga. Ketika kios dibongkar, pedagang tidak disiapkan dengan skema relokasi yang jelas, zona berdagang resmi, atau integrasi dengan tata kelola wisata yang baru.

Di saat bersamaan, pemerintah daerah juga mendorong pengembangan banyak objek wisata baru di berbagai kecamatan. Diversifikasi ini baik bagi pariwisata, tetapi berdampak langsung pada Ciater yang tak lagi menjadi satu-satunya magnet wisata.

Dampak Nyata bagi Warga

Bagi pedagang, dampaknya konkret dan harian. Modal terkuras, tenaga terbuang, dan ketidakpastian terus berulang. Mereka kembali berdagang karena kebutuhan hidup, bukan karena menentang kebijakan.

Bagi pelayanan publik, kondisi ini menimbulkan area abu-abu. Pedagang ada, tetapi tanpa payung regulasi yang jelas. Aparat di lapangan dihadapkan pada dilema antara penegakan aturan dan realitas sosial.

Baca juga: Tampilan Beda Kereta pada Nataru 2025–2026

Bagi kepercayaan masyarakat, situasi ini berisiko menumbuhkan rasa bahwa kebijakan berhenti di penertiban, bukan pada solusi jangka menengah.

Apa yang Perlu Diawasi Publik

Yang perlu diawasi ke depan adalah implementasi kebijakan pascapenertiban. Apakah pemerintah daerah akan menyediakan ruang berdagang yang legal dan terkelola? Apakah ada integrasi pedagang lokal dalam ekosistem pariwisata baru? Atau pedagang akan terus dibiarkan bertahan secara informal, menunggu musim liburan berikutnya?

Ruang kontrol publik juga penting untuk memastikan bahwa penataan kawasan wisata tidak meminggirkan warga yang selama ini menjadi bagian dari rantai ekonomi lokal.

Jalur wisata Ciater hari ini memberi pelajaran sederhana: menata ruang tanpa menata nafkah hanya memindahkan masalah, bukan menyelesaikannya. Di titik inilah kebijakan publik diuji, bukan oleh dokumen, tetapi oleh kehidupan warga di pinggir jalan.

Penataan wisata Ciater belum menjawab nasib pedagang kecil. Kebijakan rapi, tetapi nafkah warga masih menggantung. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Australia vs Turki

    Turki Kembali Setelah 24 Tahun, Tekanan Baru Dimulai

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Australia vs Turki, 14 Juni 2026, bukan pertandingan yang paling banyak dibicarakan menjelang Piala Dunia 2026. Namun justru di situlah letak menariknya. Di tengah sorotan besar yang mengarah ke Brasil, Argentina, Prancis, atau Inggris, ada satu kisah yang diam-diam menyimpan emosi besar. Kisah itu datang dari Turki. Selama 24 tahun, generasi […]

  • salah kelola amanah

    Nabi SAW Peringatkan Dampak Salah Kelola Amanah

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Rasulullah SAW memberi peringatan tegas tentang dampak penyerahan amanah kepada pihak yang tidak kompeten. Dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari, Nabi menyebut kondisi itu sebagai pertanda kehancuran. Pesan ini relevan dengan realitas publik hari ini, ketika banyak urusan strategis berdampak luas pada masyarakat ditangani tanpa keahlian dan integritas yang memadai. Hadis tersebut […]

  • Pengamanan Persib

    Euforia Persib Diprediksi Meledak, Polres Tasikmalaya Terapkan Pagar Betis

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Euforia Persib Bandung kembali memanas. Menjelang laga panas melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pengamanan Persib di wilayah Tasikmalaya langsung diperketat. Polisi memprediksi ribuan suporter akan turun ke jalan, terutama setelah pertandingan usai saat suasana kemenangan mulai pecah di berbagai titik nobar. Karena itu, Polres Tasikmalaya tidak […]

  • Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025

    Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025, Momentum Santri untuk Negeri

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025: dari Ithlaq Tebuireng hingga Expo dan Award, bukti nyata pesantren berkontribusi pada bangsa dan lingkungan. albadarpost.com, LENSA. Kementerian Agama mengumumkan Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025 sebagai rangkaian kegiatan nasional yang berlangsung mulai 22 September hingga puncaknya pada 25 Oktober. Agenda ini bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk nyata kontribusi […]

  • judi online

    Tasikmalaya dan Lahirnya Gelombang Judi Online

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menyoroti ledakan judi online di Kabupaten Tasikmalaya sebagai bukti kegagalan literasi digital dan tekanan ekonomi yang tak kunjung teratasi. Luka Sunyi yang Muncul dari Layar Kecil albadarpost.com, EDITORIAL – Ledakan judi online di Tasikmalaya bukan semata perkara moral. Ini adalah cermin luka ekonomi yang jarang diakui pemerintah daerah, tetapi terasa dalam setiap rumah […]

  • Kenaikan pangkat ASN Tasikmalaya

    Kenaikan Pangkat ASN Tasikmalaya, Penanda Regenerasi Birokrasi Daerah

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Transisi purna tugas ASN di Tasikmalaya diiringi kenaikan pangkat untuk menjaga kesinambungan pelayanan publik 2026. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memulai tahun kerja 2026 dengan menegaskan komitmen menjaga kesinambungan pelayanan publik di tengah transisi purna tugas aparatur sipil negara (ASN). Komitmen tersebut ditandai melalui kegiatan pelepasan ASN purna tugas sekaligus penyerahan dokumen kepegawaian, […]

expand_less