Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Pelan Tapi Pasti: UU PRT 2026 Ubah Cara Kita Memperlakukan PRT

Pelan Tapi Pasti: UU PRT 2026 Ubah Cara Kita Memperlakukan PRT

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • visibility 135
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Selama ini, banyak orang melihat pekerjaan rumah tangga sebagai sesuatu yang “ya sudah begitu saja”. Tidak perlu aturan rumit. Tidak perlu kesepakatan tertulis. Semuanya berjalan berdasarkan kebiasaan.

Lalu UU PRT 2026 hadir.

Dan tiba-tiba, hal-hal yang dulu terasa wajar mulai dipertanyakan. UU PRT 2026, perlindungan pekerja rumah tangga, dan hak PRT kini bukan sekadar istilah, tapi mulai masuk ke percakapan sehari-hari.

Jujur saja, perubahan ini terasa sedikit mengganggu—terutama bagi yang sudah nyaman dengan cara lama.

Dulu Biasa, Sekarang Jadi Masalah

Coba ingat lagi.

Berapa banyak PRT yang bekerja tanpa kontrak jelas?
Berapa banyak orang yang tidak pernah benar-benar menghitung jam kerja mereka?

Dulu, itu dianggap normal.

Sekarang, tidak lagi sesederhana itu.

UU PRT 2026 menegaskan bahwa hubungan kerja di rumah tetaplah hubungan kerja. Artinya, harus ada kesepakatan. Harus ada batas.

Dan di titik ini, sebagian orang mulai merasa, “Kok jadi ribet?”

Namun, jika kita memikirkannya dengan lebih tenang, kita mungkin menyadari bahwa selama ini kita terlalu longgar.
.

Hak PRT: Yang Selama Ini Dianggap ‘Bonus’

Ada satu hal yang menarik.

Banyak hak PRT yang sebenarnya bukan hal baru. Namun, dulu banyak orang menganggapnya sebagai “kebaikan tambahan”, bukan sebagai kewajiban.

Misalnya soal upah yang layak.
Atau waktu istirahat.

Atau sekadar hari libur.

Sekarang, semua itu punya dasar hukum.

Tidak bisa lagi bergantung pada niat baik semata.

Dan di sinilah perubahan terasa nyata—bukan pada aturan, tapi pada cara kita memandangnya.

Kewajiban Tetap Ada, Bukan Hanya Hak

Di sisi lain, UU PRT 2026 tidak menghapus tanggung jawab.

PRT tetap harus menjalankan pekerjaan sesuai kesepakatan.
Menjaga kepercayaan.
Menghormati aturan yang sudah disepakati bersama.

Ini penting untuk diingat.

Karena sering kali, ketika bicara soal hak, orang lupa bahwa hubungan kerja tetap butuh keseimbangan.

Tidak bisa berat sebelah.

Yang Berubah Sebenarnya Cara Pandang

Kita melihat dengan lebih dalam bahwa UU ini bukan sekadar soal aturan baru.

Yang berubah justru cara pandang kita.

Dulu, banyak yang menganggap pekerjaan rumah tangga sebagai “bantuan pribadi”.
Sekarang, mulai dilihat sebagai pekerjaan profesional.

Perbedaannya mungkin terasa tipis.

Tapi dampaknya besar.

Karena dari cara pandang itulah muncul perlakuan yang berbeda.

Realita di Lapangan: Tidak Langsung Mulus

Namun, perubahan tidak selalu berjalan rapi.

Di satu sisi, ada yang menyambut baik.
Di sisi lain, ada juga yang merasa aturan ini terlalu mengikat.

Sebagian mungkin bingung harus mulai dari mana.
Sebagian lagi memilih menunggu.

Itu wajar.

Setiap perubahan besar memang butuh waktu.

Pertanyaan yang Jarang Diucapkan

Banyak orang mungkin tidak mengucapkan satu pertanyaan ini, tetapi mereka sering memikirkannya:

Kalau aturan ini sudah ada sejak dulu, apakah kondisi PRT akan berbeda?

Tidak ada jawaban pasti.

Namun, setidaknya sekarang ada arah yang lebih jelas.

Dan itu sudah menjadi langkah awal yang penting.

Bukan Tentang Siapa yang Salah

Pada akhirnya, UU PRT 2026 bukan tentang menyalahkan masa lalu.

Ini lebih tentang memperbaiki ke depan.

Tidak semua orang langsung siap.
Tidak semua perubahan terasa nyaman.

Jika kita ingin mewujudkan keadilan, kita memang harus memulainya dari sini.

Pelan-pelan saja. Yang penting bergerak. (Redaksi)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Curanmor Cipatujah

    Persahabatan Berujung Penjara, Tiga Pemuda Cipatujah Diduga Curanmor

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus curanmor Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah polisi mengungkap dugaan aksi pencurian kendaraan bermotor yang melibatkan tiga pemuda asal Kecamatan Cipatujah. Perkara pencurian motor di Tasikmalaya Selatan ini menarik perhatian karena ketiga terduga pelaku diketahui berteman sejak kecil dan disebut beraksi bersama di sejumlah wilayah selama beberapa bulan terakhir. Pengungkapan kasus […]

  • Tawakal

    Rahasia Sukses Menurut Al-Hikam: Mulailah dengan Allah

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Mengapa ada orang yang bekerja tanpa mengenal waktu, tetapi hidupnya terasa jalan di tempat? Sebaliknya, mengapa ada yang melangkah dengan sederhana, namun pintu-pintu kemudahan seolah terbuka satu demi satu? Pertanyaan itu terus muncul dari zaman ke zaman. Jauh sebelum buku-buku motivasi memenuhi rak toko, Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari telah memberikan jawabannya melalui […]

  • Insentif Guru Honorer

    Insentif Guru Honorer Naik Mulai 2026, Pemerintah Siapkan Beasiswa dan PPG Massal

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Kenaikan insentif guru honorer jadi Rp400 ribu serta beasiswa dan perluasan PPG dimulai 2026. albadarpost.com, CENDIKIA – Insentif Guru Honorer menjadi salah satu kebijakan yang kembali disorot publik setelah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan adanya peningkatan dukungan kesejahteraan bagi tenaga pengajar non-PNS mulai tahun 2026. Pemerintah menyatakan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan tinggi […]

  • Menunda Amal

    Menunda Amal, Dosa yang Sering Menyamar Jadi Kesibukan

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menunda amal telah menjadi kebiasaan yang diam-diam dianggap wajar. Banyak orang berkata akan mulai mengaji setelah pekerjaan selesai. Ada yang berjanji memperbanyak sedekah ketika penghasilannya meningkat. Sebagian lagi ingin memperbaiki salat jika hidup sudah lebih tenang. Menunda amal, menangguhkan ibadah, atau menunggu waktu yang dianggap ideal terdengar masuk akal. Namun, menurut Syekh […]

  • Ilustrasi vape dengan indikasi kandungan narkoba yang berbahaya bagi kesehatan dan masyarakat

    Bahaya Vape Terungkap: Bukan Sekadar Rokok Elektrik!

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpsot.com, BERITA NASIONAL – Fenomena vape narkoba kini mulai mengkhawatirkan. Tidak hanya sekadar rokok elektrik, vape atau rokok elektronik diduga menjadi media baru penyalahgunaan zat terlarang. Isu ini langsung menarik perhatian publik karena berkaitan dengan meningkatnya penggunaan vape di kalangan anak muda. Selain itu, dugaan adanya zat psikoaktif dalam liquid vape memperkuat kekhawatiran bahwa tren […]

  • kasus suap Singapura

    Polisi Singapura Tolak Suap, Warga Malaysia Didakwa dalam Kasus Suap Singapura

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Seorang warga Malaysia didakwa dalam kasus suap Singapura setelah mencoba menyuap polisi 50 dolar.. albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus dugaan korupsi dalam bentuk penyuapan kembali diuji di pengadilan Singapura ketika seorang warga Malaysia, Lee Keh Meng, 44 tahun, didakwa atas percobaan menyuap seorang petugas polisi. Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana kasus suap Singapura ditangani dengan pendekatan nol […]

expand_less