Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Pelan Tapi Pasti: UU PRT 2026 Ubah Cara Kita Memperlakukan PRT

Pelan Tapi Pasti: UU PRT 2026 Ubah Cara Kita Memperlakukan PRT

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • visibility 66
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Selama ini, banyak orang melihat pekerjaan rumah tangga sebagai sesuatu yang “ya sudah begitu saja”. Tidak perlu aturan rumit. Tidak perlu kesepakatan tertulis. Semuanya berjalan berdasarkan kebiasaan.

Lalu UU PRT 2026 hadir.

Dan tiba-tiba, hal-hal yang dulu terasa wajar mulai dipertanyakan. UU PRT 2026, perlindungan pekerja rumah tangga, dan hak PRT kini bukan sekadar istilah, tapi mulai masuk ke percakapan sehari-hari.

Jujur saja, perubahan ini terasa sedikit mengganggu—terutama bagi yang sudah nyaman dengan cara lama.

Dulu Biasa, Sekarang Jadi Masalah

Coba ingat lagi.

Berapa banyak PRT yang bekerja tanpa kontrak jelas?
Berapa banyak orang yang tidak pernah benar-benar menghitung jam kerja mereka?

Dulu, itu dianggap normal.

Sekarang, tidak lagi sesederhana itu.

UU PRT 2026 menegaskan bahwa hubungan kerja di rumah tetaplah hubungan kerja. Artinya, harus ada kesepakatan. Harus ada batas.

Dan di titik ini, sebagian orang mulai merasa, “Kok jadi ribet?”

Namun, jika kita memikirkannya dengan lebih tenang, kita mungkin menyadari bahwa selama ini kita terlalu longgar.
.

Hak PRT: Yang Selama Ini Dianggap ‘Bonus’

Ada satu hal yang menarik.

Banyak hak PRT yang sebenarnya bukan hal baru. Namun, dulu banyak orang menganggapnya sebagai “kebaikan tambahan”, bukan sebagai kewajiban.

Misalnya soal upah yang layak.
Atau waktu istirahat.

Atau sekadar hari libur.

Sekarang, semua itu punya dasar hukum.

Tidak bisa lagi bergantung pada niat baik semata.

Dan di sinilah perubahan terasa nyata—bukan pada aturan, tapi pada cara kita memandangnya.

Kewajiban Tetap Ada, Bukan Hanya Hak

Di sisi lain, UU PRT 2026 tidak menghapus tanggung jawab.

PRT tetap harus menjalankan pekerjaan sesuai kesepakatan.
Menjaga kepercayaan.
Menghormati aturan yang sudah disepakati bersama.

Ini penting untuk diingat.

Karena sering kali, ketika bicara soal hak, orang lupa bahwa hubungan kerja tetap butuh keseimbangan.

Tidak bisa berat sebelah.

Yang Berubah Sebenarnya Cara Pandang

Kita melihat dengan lebih dalam bahwa UU ini bukan sekadar soal aturan baru.

Yang berubah justru cara pandang kita.

Dulu, banyak yang menganggap pekerjaan rumah tangga sebagai “bantuan pribadi”.
Sekarang, mulai dilihat sebagai pekerjaan profesional.

Perbedaannya mungkin terasa tipis.

Tapi dampaknya besar.

Karena dari cara pandang itulah muncul perlakuan yang berbeda.

Realita di Lapangan: Tidak Langsung Mulus

Namun, perubahan tidak selalu berjalan rapi.

Di satu sisi, ada yang menyambut baik.
Di sisi lain, ada juga yang merasa aturan ini terlalu mengikat.

Sebagian mungkin bingung harus mulai dari mana.
Sebagian lagi memilih menunggu.

Itu wajar.

Setiap perubahan besar memang butuh waktu.

Pertanyaan yang Jarang Diucapkan

Banyak orang mungkin tidak mengucapkan satu pertanyaan ini, tetapi mereka sering memikirkannya:

Kalau aturan ini sudah ada sejak dulu, apakah kondisi PRT akan berbeda?

Tidak ada jawaban pasti.

Namun, setidaknya sekarang ada arah yang lebih jelas.

Dan itu sudah menjadi langkah awal yang penting.

Bukan Tentang Siapa yang Salah

Pada akhirnya, UU PRT 2026 bukan tentang menyalahkan masa lalu.

Ini lebih tentang memperbaiki ke depan.

Tidak semua orang langsung siap.
Tidak semua perubahan terasa nyaman.

Jika kita ingin mewujudkan keadilan, kita memang harus memulainya dari sini.

Pelan-pelan saja. Yang penting bergerak. (Redaksi)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • doa Nabi Zakaria

    Kisah Nabi Zakaria Memohon Anak, Mukjizat yang Menggetarkan

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa Nabi Zakaria menjadi salah satu kisah paling menyentuh dalam Al-Qur’an. Kisah Nabi Zakaria memohon keturunan menggambarkan harapan besar seorang nabi yang telah memasuki usia sangat tua. Meski tubuh melemah dan istrinya dikenal tidak mampu melahirkan, Nabi Zakaria tetap memanjatkan doa memohon anak kepada Allah dengan penuh keyakinan. Kisah ini tidak hanya […]

  • Aksi Kemanusiaan Tasikmalaya

    Pemkot Tasikmalaya Gelar Aksi Kemanusiaan

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Aksi Kemanusiaan Tasikmalaya digelar untuk membantu korban bencana Sumatera-Aceh dan solidaritas Palestina. albadarpost.com, HIKMAH – Pemerintah Kota Tasikmalaya mengumumkan penyelenggaraan Aksi Kemanusiaan Tasikmalaya pada 7 Desember 2025 sebagai gerakan solidaritas bagi korban bencana di Sumatera (Aceh, Sumatera Barat, SUmatera Utara) dan dukungan kemanusiaan untuk Palestina. Ajakan ini datang langsung dari Wali Kota Tasikmalaya, yang menekankan […]

  • dana PEN

    Utang Masjid Al Jabbar Tekan APBD Jabar, Dana PEN Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadapi tekanan fiskal serius akibat beban utang pembangunan Masjid Raya Al Jabbar yang bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kewajiban pembayaran cicilan utang tersebut kini memengaruhi ruang gerak APBD, sekaligus memicu perdebatan soal prioritas belanja publik dan transparansi pengelolaan anggaran daerah. Masjid Raya Al Jabbar dibangun […]

  • manasik haji Tasikmalaya

    Bupati Tasikmalaya Soroti Pelayanan Haji Humanis, 655 Jamaah Ikut Manasik

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Manasik haji Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah ratusan calon jamaah mengikuti kegiatan terintegrasi yang digelar secara resmi di Gedung Islamic Center. Program ini tidak hanya menghadirkan simulasi ibadah, tetapi juga memperkuat bimbingan haji Tasikmalaya dan kualitas layanan jamaah secara menyeluruh. Melalui pendekatan terstruktur, pemerintah daerah berupaya memastikan setiap peserta memahami […]

  • kelompok penyembah setan 764

    Kelompok Penyembah Setan 764 Jadi Ancaman Online Serius, FBI dan Inggris Perketat Pengawasan Remaja

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Kelompok penyembah setan 764 jadi ancaman online global, FBI dan Inggris peringatkan bahaya bagi remaja. Remaja 14 Tahun Terjerat Kelompok Penyembah Setan 764 albadarpost.com, LENSA – Kasus remaja Inggris berusia 14 tahun yang terjerumus ke dalam kelompok penyembah setan 764 membuka kembali perhatian dunia terhadap ancaman kejahatan siber yang menargetkan anak-anak.Awalnya, sang ibu—disebut Christina—menganggap percakapan […]

  • literasi Al-Qur’an guru

    Kementerian Agama: Literasi Al-Qur’an Guru PAI Rendah

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Lebih 58 persen guru PAI SD belum fasih baca Al-Qur’an. Kemenag siapkan reformasi rekrutmen dan sertifikasi. albadarpost.com, HUMANIORA – Kementerian Agama mengungkap temuan krusial terkait kualitas pendidikan agama di sekolah dasar. Hasil asesmen nasional Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025 menunjukkan 58,26 persen guru PAI tingkat SD dan SDLB di Indonesia belum fasih membaca Al-Qur’an. Kondisi […]

expand_less