Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kerajinan Bambu Lapas Tasikmalaya Jadi Cenderamata Premium, Ini Faktanya

Kerajinan Bambu Lapas Tasikmalaya Jadi Cenderamata Premium, Ini Faktanya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di sebuah ruang kerja sederhana di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, suara gesekan bambu dan aroma kayu kering menjadi latar yang tidak biasa. Dari tempat yang kerap dipersepsikan penuh keterbatasan itu, kerajinan bambu Lapas Tasikmalaya justru lahir dan berkembang menjadi cenderamata bernilai tinggi yang mulai dilirik.

Tidak semua orang mungkin membayangkan bahwa di balik tembok tinggi itu, ada aktivitas seni yang berjalan setiap hari. Namun kenyataannya, sejumlah warga binaan justru menghabiskan waktu mereka dengan mengolah bambu, akar kelapa, hingga material alam lain menjadi karya yang cukup detail dan rapi.

Bagi sebagian dari mereka, ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu. Lebih dari itu, ada proses panjang yang perlahan membentuk ulang cara pandang tentang keterampilan, kesabaran, dan kesempatan kedua dalam hidup.

Karya yang Tidak Lahir Seketika, Ada Proses yang Sering Terputus

Salah satu warga binaan, EH (54), yang berasal dari Mangkubumi, bercerita dengan nada datar namun penuh pengalaman. Ia sudah cukup lama terlibat dalam kegiatan kerajinan tangan di dalam lapas.

Ia mengaku, ritme kerja di dalam lapas tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya pekerjaan harus berhenti mendadak, terutama ketika ada kunjungan atau agenda lain yang melibatkan banyak pihak.

“Kadang kalau ada tamu, ya berhenti dulu. Jadi pekerjaan bisa mundur. Yang harusnya cepat selesai, bisa lama,” ujarnya sambil melanjutkan pekerjaan kecil di tangannya.

Di situ terlihat bahwa proses kreatif mereka bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga soal adaptasi terhadap situasi yang serba berubah.

kerajinan bambu lapas

Warga binaan ciptakan rumah adat sunda terpampang di aula lapas, Sabtu(9/5/2026).

Dari Bambu Sederhana Jadi Karya yang Punya Nilai Jual

Jika dilihat sekilas, bahan yang digunakan tampak sederhana: bambu, kayu, dan akar kelapa. Namun di tangan para warga binaan, bahan itu berubah menjadi bentuk yang cukup beragam.

Ada miniatur rumah adat Sunda, bentuk hewan seperti biawak yang dibuat dari akar kelapa, hingga replika rumah Minangkabau yang disusun dengan detail cukup telaten. Tidak semuanya mudah, bahkan menurut EH, tantangan terbesar justru ada pada tahap membangun konsep.

“Yang paling sulit itu membayangkan bentuknya. Harus benar-benar pas dulu di kepala, baru dikerjakan,” katanya.

Beberapa karya bahkan membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan awal. Bukan karena kurang kemampuan, tetapi karena proses sering terhenti oleh kondisi operasional di dalam lapas.

Seleksi Ketat, Tidak Semua Warga Binaan Bisa Masuk

Di balik aktivitas yang terlihat kreatif itu, ternyata ada proses seleksi yang cukup ketat. Tidak semua warga binaan otomatis bisa mengikuti program kerajinan tangan tersebut.

Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Tasikmalaya, Arief Setiyo Budiarto, menjelaskan bahwa pihaknya lebih dulu melihat potensi dan minat masing-masing warga binaan sebelum menempatkan mereka di bidang keterampilan tertentu.

“Kami lihat dulu kemampuannya. Kalau ada bakat dan serius mau belajar, baru kami bina,” ujarnya.

Pendekatan ini, kata dia, penting agar pembinaan tidak berjalan asal-asalan. Sebab, tujuan akhirnya bukan hanya mengisi waktu, tetapi benar-benar menciptakan keterampilan yang bisa digunakan setelah mereka kembali ke masyarakat.

Pembinaan yang Pelan Tapi Punya Arah Jelas

Program kerajinan ini pelan-pelan membentuk ekosistem kecil di dalam lapas. Ada yang fokus di ukiran, ada yang lebih kuat di perakitan, dan sebagian lain belajar memahami bentuk dan desain.

Meski terlihat sederhana dari luar, aktivitas ini punya dampak psikologis tersendiri bagi para warga binaan. Mereka memiliki ruang untuk berkarya, sekaligus membangun rasa percaya diri yang perlahan tumbuh kembali.

Di sisi lain, pihak lapas juga melihat bahwa keterampilan ini berpotensi menjadi bekal nyata setelah masa hukuman selesai.

Dari Ruang Sempit, Lahir Harapan yang Lebih Luas

Tidak banyak yang tahu bahwa sebagian karya ini bahkan mulai memiliki nilai ekonomi. Beberapa cenderamata dari bambu dan akar kelapa disebut memiliki daya tarik tersendiri karena bentuknya yang unik dan tidak massal.

Di titik ini, cerita tentang kerajinan bambu Lapas Tasikmalaya bukan lagi sekadar aktivitas rutin. Ia berubah menjadi simbol kecil tentang bagaimana keterbatasan ruang tidak selalu membatasi kreativitas.

Dan mungkin, di balik setiap potongan bambu yang dibentuk dengan sabar itu, ada satu pesan yang pelan-pelan ingin disampaikan: bahwa kesempatan untuk berubah selalu ada, meski datang dari tempat yang tidak terduga.

Di balik jeruji yang keras, bambu-bambu itu justru menemukan bentuknya yang paling halus—dan manusia di dalamnya, perlahan menemukan kembali arah hidupnya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tradisi pondok pesantren santri belajar kitab kuning bersama kiai di lingkungan pesantren tradisional Indonesia

    Di Balik Kehidupan Santri: 7 Tradisi Pesantren yang Jarang Terungkap

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Tradisi pondok pesantren menjadi bagian penting dalam kehidupan santri di Indonesia. Budaya pesantren atau tradisi santri tidak hanya membentuk karakter religius, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, serta penghormatan kepada guru. Banyak orang mengenal pesantren sebagai tempat belajar agama Islam. Namun di balik aktivitas mengaji dan belajar kitab, terdapat berbagai tradisi pondok […]

  • MBG Santri

    15,6 Juta Santri Masuk Target MBG, Kemenag Kebut Integrasi Data

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 46
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Program MBG santri mulai memasuki fase paling menentukan. Pemerintah kini tidak hanya berbicara soal distribusi makan bergizi gratis, tetapi juga membenahi fondasi utama: data penerima. Tanpa data yang presisi, program bantuan gizi santri berisiko meleset dari target. Sejak awal, program makan bergizi gratis, intervensi nutrisi, dan penguatan gizi santri memang dirancang untuk […]

  • Sejarah BPK

    Sejarah BPK dan Arah Baru Pengawasan Keuangan Negara

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Perjalanan sejarah BPK dari 1947 hingga reformasi yang membentuk lembaga audit negara yang independen. albadarpost.com, PELITA – Kekuatan sebuah negara sering terlihat dari cara ia memperlakukan uang publik. Sejarah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi contoh bagaimana arsitektur pengawasan negara dibentuk, diubah, dan disesuaikan dengan arah politik Indonesia sejak 1947. Perjalanan lembaga ini memperlihatkan bagaimana pengawasan […]

  • Prediksi Bayern vs Real Madrid dengan analisis statistik, peluang gol, dan performa terbaru di Allianz Arena

    Bayern vs Real Madrid: Data Terbaru Bikin Kaget, Siapa Sebenarnya Unggul?

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Prediksi Bayern vs Real Madrid langsung menyita perhatian publik. Duel Bayern Munich vs Real Madrid bukan hanya soal siapa menang, tetapi siapa yang siap bertahan di tekanan tertinggi. Banyak yang mencari prediksi Bayern Munich vs Real Madrid, analisis Bayern vs Madrid, hingga peluang Bayern vs Real Madrid—semuanya mengarah pada satu hal: laga ini bisa mengubah arah […]

  • Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin saat membuka training center MTQH Jawa Barat 2026 di Pendopo Baru Tasikmalaya.

    Bupati Cecep Yakin Tasikmalaya Bisa Jadi Kabupaten Qur’an

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (8/5/2026), terlihat lebih ramai dari biasanya. Sejumlah peserta khafilah tampak datang sejak pagi dengan membawa map dan mushaf Al-Qur’an di tangan mereka. Di beberapa sudut ruangan, peserta terlihat berbincang pelan sambil menunggu kegiatan dimulai. Di tempat itulah Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, membuka Training Center […]

  • manuskrip kuno Indramayu

    Manuskrip Kuno Indramayu Ungkap Ramalan dan Harapan Pembangunan Daerah

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Manuskrip kuno Indramayu ungkap ramalan dan harapan pembangunan daerah, pesan leluhur yang tetap relevan hingga kini. albadarpost.com, CENDIKIA — Sebuah manuskrip kuno Indramayu yang diyakini ditulis langsung oleh pendiri sekaligus pemimpin pertama Kabupaten Indramayu, Raden Arya Wiralodra, kembali menjadi sorotan publik. Naskah bersejarah ini tidak hanya memuat catatan kehidupan di masa lalu, tetapi juga berisi […]

expand_less