Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pulang Nobar Persib, Remaja Tasikmalaya Tewas Dikeroyok

Pulang Nobar Persib, Remaja Tasikmalaya Tewas Dikeroyok

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 99
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus bobotoh tewas di Tasikmalaya usai menonton bareng pertandingan Persib Bandung kembali menyita perhatian publik. Seorang remaja berinisial MI (18), warga Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan brutal saat perjalanan pulang dari acara nobar laga Bhayangkara FC melawan Persib Bandung.

Peristiwa tragis itu kini resmi dilaporkan ke Polres Tasikmalaya oleh pihak keluarga pada Selasa (12/5/2026). Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/108/V/2026/SPKT/Polres Tasikmalaya/Polda Jawa Barat.

Keluarga korban meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus kematian suporter muda tersebut dan segera menangkap para pelaku yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Korban Diduga Dihadang Saat Pulang Dini Hari

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi pada Jumat dini hari, 1 Mei 2026, sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu MI pulang bersama rekannya setelah mengikuti acara nobar pertandingan sepak bola.

Namun ketika melintas di kawasan Kampung Golacir Gunung, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, motor yang mereka kendarai diduga dihadang sekelompok orang.

Situasi jalan saat itu disebut cukup sepi. Di tengah kondisi minim aktivitas warga, korban diduga langsung menjadi sasaran pengeroyokan.

Menurut keterangan keluarga, pelaku memukul korban secara brutal hingga menyebabkan luka serius di bagian kepala dan wajah. Korban sempat tersungkur di jalan sebelum akhirnya warga sekitar datang memberi pertolongan.

Beberapa warga yang mendengar keributan kemudian membantu membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Namun nyawa MI tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 04.30 WIB akibat luka berat yang dialaminya.

Kabar meninggalnya remaja pendukung Persib Bandung itu langsung menyebar cepat di lingkungan tempat tinggalnya. Suasana duka tampak menyelimuti rumah keluarga korban di Kecamatan Taraju.

Kuasa Hukum Keluarga Minta Polisi Bertindak Cepat

Kuasa hukum keluarga korban, Ade Sugiri, menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses hukum hingga pelaku berhasil ditangkap.

Ia meminta kepolisian bekerja serius dan terbuka dalam menangani kasus tersebut karena menyangkut hilangnya nyawa seorang remaja.

“Keluarga ingin ada kejelasan. Kami berharap proses penyelidikan berjalan transparan dan para pelaku segera diamankan,” ujar Ade, Selasa (12/5/2026).

Selain itu, pihak keluarga juga meminta aparat tidak menganggap kasus ini sebagai peristiwa biasa. Menurut mereka, tindakan kekerasan yang menyebabkan korban meninggal harus menjadi perhatian serius.

Ade menyebut keluarga masih sangat terpukul atas kejadian tersebut. Korban diketahui berpamitan untuk menonton pertandingan sepak bola bersama teman-temannya, tetapi pulang dalam kondisi tak bernyawa.

“Ini bukan hanya soal sepak bola. Ini soal keselamatan dan nyawa anak muda,” katanya.

Kekerasan Suporter Kembali Jadi Sorotan

Kasus bobotoh tewas di Tasikmalaya kembali memunculkan kekhawatiran terkait kekerasan yang masih membayangi dunia suporter sepak bola.

Ironisnya, kejadian kali ini tidak berlangsung di stadion, melainkan di jalan saat korban pulang dari acara nobar.

Sejumlah warga di sekitar lokasi mengaku terkejut karena kawasan tersebut biasanya relatif sepi pada dini hari. Mereka juga berharap aparat segera mengungkap pelaku agar situasi tetap kondusif.

Di media sosial, kabar meninggalnya MI memicu banyak reaksi dari sesama pendukung Persib Bandung. Banyak warganet menyampaikan belasungkawa sekaligus mendesak penegakan hukum berjalan cepat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polres Tasikmalaya terkait perkembangan penyelidikan maupun identitas pelaku yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

Sementara itu, keluarga korban masih menunggu langkah konkret aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus yang merenggut nyawa anggota keluarga mereka.

Sepak bola seharusnya melahirkan sorak kemenangan, bukan kabar duka. Ketika seorang remaja pulang nobar lalu kehilangan nyawa di jalan gelap, yang tersisa bukan lagi rivalitas—melainkan luka panjang bagi sebuah keluarga. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • gaji debt collector

    Gaji Debt Collector Tarik Mobil

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Gaji debt collector tarik mobil dibayar per unit berdasarkan tingkat kesulitan, dengan risiko lapangan dan aspek hukum. albadarpost.com, FOKUS – Profesi debt collector kembali menjadi perhatian publik, bukan semata karena besaran fee penarikan mobil, tetapi karena apa yang tersirat di balik sistem kerja tersebut. Skema gaji debt collector tarik mobil yang berbasis hasil membuka pertanyaan […]

  • Ilustrasi Luqman al-Hakim menasihati anaknya tentang tauhid, akhlak mulia, dan tanggung jawab sosial dalam Al-Qur’an Surat Luqman.

    Pesan Abadi Luqman al-Hakim untuk Generasi Masa Depan

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Suatu hari di masa depan, ketika dunia bergerak semakin cepat dan nilai-nilai kerap tergeser oleh ambisi, seorang anak mungkin akan bertanya: apa yang bisa menjadi pegangan hidup di tengah kebisingan zaman? Jawabannya ternyata telah lama hadir dalam Al-Qur’an, melalui wasiat Luqman al-Hakim kepada anaknya, yang terabadikan dalam Surat Luqman ayat 13–19. Luqman […]

  • Ilustrasi seseorang tertawa berlebihan lalu merenung setelah membaca hadis Nabi tentang menjaga hati dan perilaku.

    Kenapa Rasulullah Melarang Tertawa Berlebihan? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Suara tawa pecah di sebuah warung kopi kecil selepas magrib. Beberapa orang duduk melingkar sambil menatap layar ponsel. Video lucu lewat. Disusul video lain. Lalu tawa kembali meledak. Kadang keras sekali. Sampai ada yang menepuk meja. Pemandangan seperti itu sekarang terasa biasa. Di media sosial pun sama. Orang tertawa hampir tanpa jeda. […]

  • Defisit APBD Tasikmalaya

    Kota Tasikmalaya Diuji Disiplin Fiskal

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Defisit APBD Tasikmalaya membuka soal disiplin fiskal dan peran pengawasan DPRD terhadap belanja daerah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Angka-angka di laporan keuangan sering tampak dingin. Barisan persentase, grafik serapan, dan tabel pendapatan kerap dibaca sekilas, lalu dilupakan. Namun di balik laporan APBD Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2024, ada pesan yang seharusnya membuat kita berhenti sejenak. […]

  • Padepokan Maung Hideung

    DPD Padepokan Silat Pusaka Maung Hideung Tasikmalaya Resmi Dilantik

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Dewan Pengurus Daerah Padepokan Silat Pusaka Maung Hideung Kota Tasikmalaya resmi dilantik oleh DPP Padepokan Silat Pusaka Maung Hideung, Minggu (25/1/2026). Pelantikan ini menandai perluasan jaringan organisasi seni bela diri tersebut di empat kecamatan dan memperkuat perannya dalam pelestarian budaya pencak silat di daerah. Kegiatan berlangsung di Perum Mutiara Citra RW 12, […]

  • Alumni SDN 1 Sukajadi

    Alumni SDN 1 Sukajadi Satukan Generasi Lewat Jalan Sehat

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Alumni SDN 1 Sukajadi kembali menunjukkan bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga ruang yang mampu menyatukan generasi. Melalui kegiatan jalan sehat yang digelar di Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, para alumni berhasil menghadirkan semangat kebersamaan yang melibatkan siswa, guru, orang tua, dan masyarakat dalam satu momentum yang penuh […]

expand_less