Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dishub Tasikmalaya Jaga Ketat Jalan Gunungsari-Cipanas

Dishub Tasikmalaya Jaga Ketat Jalan Gunungsari-Cipanas

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 152
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pagi di Perempatan Cipanas Galunggung Sukaratu, Selasa (12/5/2026), terasa sedikit berbeda. Udara masih dingin. Kabut tipis belum sepenuhnya hilang dari sekitar Kampung Nyalindung, Jawa Barat. Namun di sisi jalan, tiga petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya sudah berdiri sejak pagi sambil memperhatikan kendaraan yang melintas satu per satu.

Sesekali suara rem angin truk terdengar keras dari kejauhan. Lalu kendaraan besar itu melambat. Sopir membuka kaca, berbicara singkat dengan petugas, kemudian memutar arah.

Situasi seperti itu terus berulang sepanjang pagi.

Di titik tersebut kini berdiri papan peringatan cukup mencolok bertuliskan larangan kendaraan besar dengan lebar lebih dari 2,1 meter memasuki Jalur Gunungsari-Cipanas. Jalan yang selama beberapa waktu terakhir dikeluhkan warga karena cepat rusak itu akhirnya mulai dijaga ketat.

Langkah Dishub Kabupaten Tasikmalaya ini langsung menjadi perhatian masyarakat. Sebab sebelumnya, warga berkali-kali menyuarakan keluhan soal aktivitas kendaraan tambang pasir yang melintas hampir setiap hari.

Warga Sempat Pesimistis, Kini Mulai Percaya

Tidak sedikit warga yang awalnya mengaku pesimistis. Mereka sudah terlalu sering mendengar rencana pengawasan, tetapi kondisi jalan tetap rusak.

Aspal yang baru diperbaiki perlahan kembali retak. Di beberapa titik bahkan sempat bergelombang akibat kendaraan bertonase berat yang terus melintas.

Karena itu, suasana audiensi antara warga dan Dishub pada Senin lalu berlangsung cukup tegang. Forum Antasari bersama sejumlah tokoh masyarakat meminta pemerintah bergerak lebih serius.

Dan ternyata, sehari setelah pertemuan itu, petugas benar-benar turun ke lapangan.

“Kami lihat sendiri sekarang ada penjagaan. Ini yang warga tunggu sebenarnya,” kata Kristiawan, Koordinator Forum Antasari.

Menurut dia, masyarakat tidak pernah melarang aktivitas usaha berjalan. Namun warga juga ingin jalan desa tetap aman digunakan anak sekolah, pengendara motor, hingga mobil warga yang setiap hari melintas.

Apalagi jalur tersebut baru selesai dibangun beberapa bulan lalu.

Jalur Desa Tak Mau Lagi Jadi Korban

Kepala Desa Gunungsari, Susandi, tampak beberapa kali ikut memantau kondisi di sekitar lokasi penjagaan

Jalan Gunungsari Cipanas. Ia menyebut pengawasan ini menjadi langkah penting agar pembangunan jalan tidak kembali sia-sia.

Baginya, jalan desa bukan sekadar akses penghubung antarwilayah. Jalan itu dipakai warga untuk bekerja, membawa hasil pertanian, hingga aktivitas ekonomi harian.

“Kalau rusak lagi, yang paling terasa ya masyarakat kecil,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kondisi anggaran pemerintah yang saat ini harus digunakan seefisien mungkin. Karena itu, menjaga jalan yang sudah dibangun dianggap jauh lebih penting dibanding terus melakukan perbaikan berulang.

Di sisi lain, suasana di lokasi penjagaan juga mulai berubah. Jika sebelumnya kendaraan besar bebas melintas, kini banyak sopir memilih berhenti lebih dulu sebelum masuk jalur Gunungsari.

Sebagian terlihat berdiskusi singkat dengan petugas. Ada pula yang langsung memutar kendaraan tanpa banyak bicara.

Dishub Mulai Tunjukkan Langkah Nyata

Dishub Kabupaten Tasikmalaya membagi pengawasan menjadi dua sesi, mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WIB. Pola itu dilakukan agar kendaraan tambang tidak lagi leluasa masuk pada jam-jam tertentu.

Warga menilai langkah tersebut jauh lebih terasa dibanding pengawasan sebelumnya yang hanya berlangsung sesaat.

Selain penjagaan langsung, muncul pula wacana pemasangan portal permanen sebagai solusi jangka panjang. Rencana itu masih dalam tahap kajian karena harus menyesuaikan aturan dan kebutuhan teknis di lapangan.

Meski begitu, masyarakat berharap pengawasan tidak berhenti setelah perhatian publik mereda.

Sebab bagi warga Gunungsari dan Tawangbanteng, persoalan ini bukan hanya soal jalan rusak. Ada rasa lelah karena bertahun-tahun melihat infrastruktur desa cepat hancur sementara aktivitas kendaraan besar terus berjalan.

Kini setidaknya ada tanda bahwa suara warga mulai benar-benar didengar.

Dan pagi itu, ketika satu per satu truk besar diminta putar balik di simpang Cipanas, banyak warga hanya berdiri memperhatikan dari pinggir jalan. Tidak bersorak. Tidak juga bertepuk tangan.

Tetapi dari wajah mereka, tampak ada rasa lega yang pelan-pelan kembali tumbuh.

Kadang warga desa tidak menuntut banyak. Mereka hanya ingin jalan yang dibangun dengan uang rakyat bisa bertahan lebih lama daripada debu dan roda truk yang setiap hari melindasnya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDAM Banjar

    PDAM Banjar Diprotes, Petani Soroti Pengukuran Lahan

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – PDAM Banjar menuai protes dari para petani penggarap di kawasan Mandalare, Kota Banjar, setelah proses pengukuran lahan untuk rencana pembangunan fasilitas penampungan air dilakukan tanpa koordinasi langsung dengan warga. Polemik protes petani Banjar itu tidak berangkat dari penolakan terhadap proyek pelayanan publik, melainkan dari cara pelaksanaannya yang dinilai mengabaikan komunikasi, etika […]

  • haid tanda baligh

    Baligh Perempuan Dimulai dari Pertama Haid

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 229
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Haid menandai baligh perempuan dalam Islam. Sejak titik itu, kewajiban ibadah berlaku penuh. Fakta ini membawa implikasi serius bagi kebijakan pendidikan agama, terutama di sekolah dan keluarga. Ketika negara dan lembaga pendidikan abai, risiko kesenjangan pemahaman syariat pada remaja perempuan semakin besar. Dalam fikih Islam, baligh tidak menunggu usia administratif. Ia ditentukan […]

  • Makan Gratis Tasikmalaya

    Kaget! Ini Jawaban Pemilik Cahaya Minang Saat Ditanya Soal Rugi

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 237
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Tepat ketika jarum jam mendekati pukul 12.00 WIB, suasana di Rumah Makan Cahaya Minang, Jalan Cigeureung, Kota Tasikmalaya, berubah berbeda dari hari biasanya. Aroma masakan khas Minang masih mengepul dari dapur. Namun, siang itu bukan suara kasir yang paling sering terdengar, melainkan ucapan, “Silakan makan.” Program makan gratis Tasikmalaya yang digelar rumah […]

  • Begal Subang

    Begal Subang Ditangkap, 26 Kasus Narkoba Juga Terbongkar

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Albadarpost.com, BERITA DAERAH – Begal Subang dalam kasus kekerasan yang menewaskan Suhendra di wilayah Purwadadi berhasil diamankan polisi. Pada momentum yang sama, Polres Subang juga mengungkap 26 kasus narkotika dengan 31 tersangka serta menyita sabu, obat farmasi, dan psikotropika. Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers Polres Subang di Lapangan Tatag Trawang Tungga, Senin, 10 Agustus […]

  • lagu Rukun Sama Teman

    Lagu “Rukun Sama Teman” dan Ujian Implementasi Pendidikan Karakter

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kebijakan pendidikan sering kali lahir dengan niat baik, tetapi diuji justru di ruang paling sederhana: halaman sekolah setiap Senin pagi. Mulai 2026, lagu Rukun Sama Teman resmi menjadi bagian dari upacara bendera nasional. Negara menempatkan pesan kerukunan sebagai ritual bersama pelajar. Pertanyaannya bukan lagi soal setuju atau tidak, melainkan sejauh mana kebijakan […]

  • reformasi birokrasi daerah

    Bupati Tasikmalaya Lantik 24 Pejabat Pemkab

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Bupati Tasikmalaya melantik 24 pejabat struktural sebagai langkah reformasi birokrasi daerah dan layanan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus melakukan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan. Salah satunya melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 24 pejabat struktural di lingkungan Pemkab Tasikmalaya, Selasa (6/1/2026). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Tasikmalaya H. […]

expand_less