Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Sadis! Trenggiling Diburu dan Dijual Online di Tasikmalaya

Sadis! Trenggiling Diburu dan Dijual Online di Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 64
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus jual trenggiling kembali mencuat setelah polisi membongkar praktik perdagangan satwa dilindungi di Tasikmalaya. Aksi jual trenggiling ini melibatkan dua buruh harian lepas yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana transaksi. Modus jual satwa dilindungi tersebut akhirnya terungkap setelah polisi menangkap salah satu pelaku saat membawa tas mencurigakan.

Peristiwa ini langsung menyita perhatian publik. Selain melanggar hukum, praktik tersebut juga mengancam kelestarian satwa yang kini semakin langka.

Penangkapan Bermula dari Tas Mencurigakan

Plt. Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, Ipda Agus Suryana, menjelaskan bahwa petugas menangkap IR (32) saat membawa tas yang mencurigakan. Ketika polisi memeriksa isi tas, mereka menemukan satu trenggiling hidup, satu trenggiling mati, serta sisik trenggiling yang sudah dikuliti.

Temuan ini langsung membuka jalur pengembangan kasus. Polisi bergerak cepat dan mendatangi rumah JA (30) pada malam hari sekitar pukul 21.30 WIB. Kedua pelaku yang berasal dari Desa Cikapinis, Karangnunggal, akhirnya diamankan tanpa perlawanan.

Langkah cepat aparat menjadi kunci terbongkarnya jaringan kecil perdagangan ilegal ini.

Modus Berburu hingga Jual Online

Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkap pembagian peran yang cukup rapi. JA bertugas sebagai pemburu, sementara IR berperan sebagai penjual.

JA menggunakan anjing pelacak untuk menemukan trenggiling di kebun sekitar Kampung Beton. Saat anjing menggonggong, ia langsung mencari dan menangkap satwa tersebut. Ia kemudian membawa hasil buruannya pulang untuk diproses.

Selanjutnya, JA menyembelih salah satu trenggiling menggunakan golok. Ia menyiram tubuh hewan itu dengan air panas agar sisiknya mudah dilepas. Setelah itu, ia menjual hasilnya kepada IR.

IR kemudian menjalankan peran sebagai pedagang. Ia memasarkan trenggiling hidup, mati, hingga sisiknya melalui grup Facebook. Ia menggunakan sistem cash on delivery (COD) untuk menghindari kecurigaan.

jual trenggiling

Ilustrasi Trenggiling. (Foto: Wikipedia)

Harga Menggiurkan Jadi Pemicu

Motif ekonomi menjadi alasan utama kedua pelaku. Mereka tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga memilih jalan cepat untuk mendapatkan uang.

Harga jual menjadi daya tarik utama. JA menjual trenggiling kepada IR dengan harga sekitar Rp85 ribu per kilogram. Setelah itu, IR menjual kembali dengan harga Rp150 ribu per kilogram.

Bahkan, bisnis ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Pada 2024, IR menjual sisik trenggiling seharga Rp370 ribu per kilogram. Setahun kemudian, harga naik menjadi Rp500 ribu per kilogram untuk 2,5 kilogram sisik.

Kenaikan harga tersebut menunjukkan tingginya permintaan di pasar gelap.

Barang Bukti dan Ancaman Hukuman Berat

Dalam penangkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti penting. Petugas menyita dua ekor trenggiling, sisik yang sudah dikemas, golok, timbangan gantung, sepeda motor, serta dua ponsel yang digunakan untuk transaksi.

Kini, kedua pelaku harus menghadapi jeratan hukum. Mereka melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati.

Pasal yang dikenakan meliputi larangan berburu, membunuh, menyimpan, hingga memperdagangkan satwa dilindungi. Termasuk juga transaksi melalui media sosial.

Ancaman hukuman tidak ringan. Pelaku bisa menjalani hukuman penjara minimal tiga tahun hingga maksimal 15 tahun. Selain itu, mereka juga terancam denda mulai dari Rp200 juta hingga Rp5 miliar.

Ancaman Serius bagi Kelestarian Satwa

Kasus ini tidak hanya soal pelanggaran hukum. Dampaknya jauh lebih luas, terutama terhadap kelestarian lingkungan.

Trenggiling merupakan satwa yang berperan penting dalam menjaga ekosistem. Satu ekor trenggiling mampu mengonsumsi puluhan juta semut dan rayap setiap tahun. Peran ini membantu menjaga keseimbangan alam.

Namun, perburuan liar terus mengancam keberadaan mereka. Permintaan sisik trenggiling yang dianggap memiliki nilai tinggi menjadi faktor utama.

Jika kondisi ini terus berlanjut, populasi trenggiling berisiko semakin menurun.

Alarm Keras Perdagangan Satwa Ilegal

Kasus jual trenggiling di Tasikmalaya menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Praktik perdagangan satwa dilindungi masih terjadi, bahkan memanfaatkan media sosial sebagai jalur distribusi.

Penegakan hukum menjadi langkah penting, tetapi kesadaran masyarakat juga memegang peran besar. Tanpa permintaan, perdagangan ilegal tidak akan bertahan.

Kini, publik menunggu langkah lanjutan aparat untuk menekan praktik serupa agar tidak terus berulang. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Budaya Sunda Digital

    Saat Gen Z Garut Menjaga Budaya Sunda Lewat Konten Digital

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    nalbadarpost.com, BERITA DAERAH — Di tengah derasnya arus media sosial, tren viral, dan budaya global yang datang tanpa batas, muncul satu pertanyaan penting: siapa yang akan menjaga identitas budaya Sunda di masa depan? Jawaban itu setidaknya terlihat dalam Kreafest Digital Garut Festival 4.0, sebuah festival budaya digital yang mempertemukan kreativitas generasi muda dengan nilai-nilai tradisi […]

  • Ilustrasi kemacetan jalan raya dengan banyak kendaraan sebagai metafora kehidupan yang penuh tekanan dan pentingnya makna syukur

    Bukan Kurang Nikmat, Tapi Kurang Syukur: Ini Faktanya

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Makna syukur sering kita ucapkan, tetapi jarang kita rasakan sepenuhnya. Banyak orang memahami syukur sebagai sekadar ucapan “terima kasih,” padahal arti syukur, esensi bersyukur, dan nilai rasa cukup jauh lebih dalam dari itu. Ironisnya, di tengah hidup yang serba cepat, kita justru makin jauh dari makna syukur yang sebenarnya. Padahal, syukur bukan […]

  • Heboh Video TNI Pukul Warga, Dandim 0612 Bongkar Fakta Sebenarnya

    Heboh Video TNI Pukul Warga, Dandim 0612 Bongkar Fakta Sebenarnya

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Video TNI pukul tramadol, kabar anggota TNI pukul penjual tramadol, serta isu penertiban obat terlarang langsung menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Namun, klarifikasi resmi memastikan narasi tersebut tidak benar. Dandim 0612 Tasikmalaya menegaskan bahwa informasi yang beredar adalah hoax dan tidak sesuai fakta lapangan. Seiring cepatnya penyebaran informasi digital, […]

  • sup jamur creamy

    Sup Jamur Creamy Jadi Pilihan Menu Rumahan Praktis

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Sup jamur creamy berbahan sederhana jadi pilihan menu hangat, bergizi, dan mudah dibuat di rumah. albadarpost.com, FOKUS – Sup jamur creamy menjadi salah satu menu rumahan yang banyak dipilih karena rasanya ringan, bergizi, dan mudah diolah. Menu ini memadukan jamur portobello dengan kaldu ayam dan krim, menghasilkan sup hangat yang cocok dikonsumsi bersama keluarga. Selain […]

  • Suasana muslim berdoa dan membaca Al-Qur'an di masjid pada malam Ramadhan yang penuh ketenangan

    Rahasia Besar di Balik Bulan Ramadhan

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bulan suci selalu datang membawa harapan baru bagi umat Islam. Namun di balik euforia ibadah dan tradisi yang meriah, makna Ramadhan sering kali tidak benar-benar dipahami secara mendalam. Banyak orang fokus pada rutinitas puasa, sahur, dan berbuka, tetapi lupa pada hakikat Ramadhan, esensi puasa, serta tujuan spiritual Ramadhan yang sebenarnya. Padahal […]

  • Tugu Koperasi Tasikmalaya di Jalan Mohammad Hatta yang diusulkan menjadi kawasan cagar budaya dan pusat peringatan Hari Koperasi Nasional.

    Tugu Koperasi Tasikmalaya Diusulkan Jadi Cagar Budaya

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Di tengah lalu lintas kendaraan yang setiap hari melintasi Jalan Mohammad Hatta, berdiri sebuah monumen yang mungkin tidak lagi banyak diperhatikan warga. Namun di balik bentuknya yang sederhana, tersimpan jejak penting perjalanan ekonomi kerakyatan Indonesia. Tugu Koperasi Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi bersama Wakil Wali Kota […]

expand_less