Persib Bared Patroman U-12 Cetak Sejarah
- account_circle redaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pemain Akademi Persib Bared Patroman U-12 Kota Banjar merayakan keberhasilan lolos ke putaran tingkat Jawa Barat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Persib Bared Patroman kembali menjadi buah bibir di kalangan pecinta sepak bola usia dini. Akademi Persib Bared Patroman U-12 asal Kota Banjar sukses menembus empat besar Regional Priangan Timur dan memastikan langkah menuju putaran tingkat Jawa Barat. Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Kota Banjar terus berkembang dan mampu bersaing dengan daerah lain.
Namun, perjalanan menuju tiket tingkat provinsi tidak datang dengan mudah. Ada drama, ketegangan, hingga keberuntungan yang akhirnya berpihak kepada para pemain muda asal Kota Banjar.
Dari Juara Kota Banjar hingga Menembus Empat Besar Priangan Timur
Keberhasilan ini berawal dari status mereka sebagai juara tingkat Kota Banjar. Modal tersebut membawa Akademi Persib Bared Patroman mewakili daerah dalam ajang Regional Priangan Timur yang berlangsung di Stadion Jayaraga, Garut, pada 13-14 Juni 2026.
Kompetisi tersebut diikuti oleh 32 tim terbaik dari enam kota dan kabupaten di Priangan Timur.
Di tengah persaingan yang ketat, tim muda asal Kota Banjar itu mampu menunjukkan semangat juang yang luar biasa.
Selain mengandalkan kemampuan individu, para pemain juga memperlihatkan kedisiplinan dan kerja sama yang solid di lapangan.
Dua Kali Drama, Dua Kali Lolos
Perjalanan menuju semifinal menghadirkan cerita yang sulit dilupakan.
Pada babak 16 besar, Persib Bared Patroman U-12 harus menghadapi GTR Tasikmalaya. Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Kedua tim saling menyerang dan saling menekan hingga laga berakhir imbang 1-1.
Karena tidak ada tambahan gol hingga waktu normal usai, pertandingan berlanjut ke babak adu penalti.
Dalam situasi penuh tekanan tersebut, mental para pemain muda Kota Banjar berbicara. Mereka berhasil memenangkan adu penalti dengan skor 3-2 dan mengamankan tiket ke babak delapan besar.
Drama ternyata belum berakhir.
Pada perempat final, Persib Bared Patroman bertemu SSB Sukamantri Ciamis. Pertandingan berlangsung ketat dan minim peluang. Kedua tim sama-sama tampil disiplin sehingga tidak ada gol yang tercipta.
Adu penalti kembali menjadi penentu. Namun setelah skor tetap seimbang, pertandingan harus ditentukan melalui koin tos sesuai regulasi yang berlaku.
Di tengah ketegangan yang menyelimuti lapangan, keberuntungan akhirnya berpihak kepada wakil Kota Banjar.
Momentum tersebut sekaligus memastikan Persib Bared Patroman U-12 melaju ke semifinal dan mengunci tiket menuju tingkat Jawa Barat.
Ketenangan Kiper Muda dan Peluang yang Terbuang
Ada satu momen yang masih membekas dalam ingatan banyak orang yang menyaksikan pertandingan tersebut.
Kiper muda Aditia Noval yang dipercaya mengawal gawang tampil dengan tenang dalam situasi yang penuh tekanan.
Sementara itu, salah satu pemain SSB Sukamantri sebenarnya memiliki peluang emas untuk mencetak gol. Namun tendangannya justru melambung di atas mistar.
Sepak bola memang sering menghadirkan cerita yang sulit diprediksi.
Karena itu, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kualitas teknik semata, tetapi juga oleh ketenangan, keberanian, dan sedikit sentuhan keberuntungan.
Mimpi Kota Banjar Kini Berlanjut ke Pangandaran
Ketua Akademi Persib Bared Patroman Kota Banjar, Hendi Irnandi, mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraih para pemainnya.
Menurut dia, keberhasilan tersebut lahir dari kerja keras, kedisiplinan latihan, serta dukungan banyak pihak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PSSI Kota Banjar yang selama ini terus memberikan dukungan kepada Akademi Persib Bared Patroman. Terima kasih juga kepada masyarakat Kota Banjar dan seluruh pihak yang telah memberikan doa serta semangat kepada tim kami,” ujar Hendi.
Setelah memastikan tiket ke tingkat Jawa Barat, tim kini fokus mempersiapkan diri menghadapi putaran provinsi yang dijadwalkan berlangsung di Pangandaran pada 27-28 Juni 2026.
Hendi menegaskan target tim tidak berhenti di tingkat provinsi.
“Kami berharap bisa menjadi juara dan melangkah ke tingkat nasional yang rencananya akan digelar di Yogyakarta,” katanya.
Lebih dari Sekadar Kemenangan
Prestasi Persib Bared Patroman U-12 bukan sekadar soal lolos ke tingkat Jawa Barat.
Lebih dari itu, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan pemain muda di Kota Banjar terus menunjukkan hasil yang positif.
Di tengah derasnya perhatian terhadap sepak bola profesional, kisah anak-anak yang berjuang di lapangan hijau dengan semangat dan mimpi besar justru menghadirkan harapan baru.
Sebab, masa depan sepak bola Indonesia tidak lahir dalam semalam.
Ia tumbuh dari lapangan-lapangan sederhana, dari latihan yang tidak pernah berhenti, dan dari mimpi anak-anak yang percaya bahwa kerja keras selalu menemukan jalannya.
Kadang sepak bola ditentukan oleh penalti, kadang oleh koin tos. Namun mimpi besar selalu ditentukan oleh kerja keras. Dan kali ini, anak-anak Kota Banjar membuktikannya. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar