Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dua hingga Tiga Bulan Tak Dibayar, Nasib Pendamping Tasikmalaya Jadi Sorotan

Dua hingga Tiga Bulan Tak Dibayar, Nasib Pendamping Tasikmalaya Jadi Sorotan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Keterlambatan pencairan honor pendamping di Kota Tasikmalaya mulai menjadi perhatian publik. Belum cairnya honor pendamping selama dua hingga tiga bulan memicu kekhawatiran terhadap keberlangsungan sejumlah program pelayanan masyarakat di Kota Tasikmalaya. Hingga kini, pendamping Dana Kelurahan dan pendamping Ohan Hafidz masih menunggu kepastian pembayaran hak mereka.

Di lapangan, aktivitas para pendamping tetap berjalan sebagaimana mestinya. Mereka terus mendampingi pelaksanaan program, membantu administrasi, melakukan koordinasi, hingga menyusun laporan kegiatan. Namun di sisi lain, honor yang menjadi hak mereka belum juga diterima.

Situasi ini tidak hanya menyangkut kesejahteraan para pendamping. Lebih jauh, keterlambatan tersebut berpotensi memengaruhi efektivitas program pelayanan masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting pembangunan daerah.

Pendamping Tetap Bekerja Meski Honor Belum Diterima

Sejumlah pendamping Dana Kelurahan mengaku belum menerima honor selama dua bulan terakhir. Sementara itu, pendamping program Ohan Hafidz disebut menghadapi keterlambatan yang lebih panjang, yakni mencapai tiga bulan.

Padahal, kedua program tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan sumber daya manusia di tingkat lokal.

Pendamping Dana Kelurahan berperan dalam mengawal pelaksanaan berbagai kegiatan berbasis masyarakat. Mereka membantu proses perencanaan, monitoring, hingga pelaporan program yang didanai pemerintah.

Di sisi lain, pendamping Ohan Hafidz menjadi bagian penting dalam pembinaan generasi muda melalui program keagamaan yang selama ini mendapat perhatian besar dari masyarakat.

“Kami tetap bekerja seperti biasa, tetapi honor belum cair. Jika memang ada kendala, kami berharap ada penjelasan yang terbuka agar tidak menimbulkan kebingungan,” ungkap salah seorang pendamping yang enggan disebutkan namanya.

Publik Mulai Menyoroti Dampaknya terhadap Program

Keterlambatan pembayaran honor memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat. Sebab, program Dana Kelurahan dan Ohan Hafidz merupakan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.

Banyak pihak khawatir jika kondisi tersebut berlangsung terlalu lama, semangat kerja para pendamping dapat menurun. Selain itu, proses administrasi dan pelaporan kegiatan berpotensi mengalami keterlambatan.

Pengamat kebijakan publik menilai pemerintah harus memastikan ketersediaan anggaran dan dukungan bagi para pelaksana lapangan agar program berjalan sukses.

Karena itu, kepastian pembayaran honor menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.

Di tengah situasi tersebut, sejumlah warga mulai mempertanyakan kondisi fiskal daerah. Meski demikian, hingga saat ini belum ada informasi resmi yang menyatakan adanya gangguan serius terhadap keuangan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Oleh sebab itu, berbagai spekulasi yang berkembang perlu disikapi secara hati-hati dan menunggu penjelasan dari instansi yang berwenang.

Transparansi Dinilai Menjadi Kunci Menjaga Kepercayaan Publik

Sejumlah kalangan menilai keterbukaan informasi menjadi langkah penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Apabila terdapat kendala administratif maupun teknis dalam proses pencairan honor, penjelasan resmi dinilai dapat memberikan kepastian kepada para pendamping dan publik.

Selain itu, komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan pelaksana program dapat mencegah munculnya informasi yang tidak akurat.

Dalam tata kelola pemerintahan modern, transparansi bukan hanya soal penyampaian data. Transparansi juga menjadi bagian dari upaya menjaga akuntabilitas dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.

Karena itu, banyak pihak berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya segera memberikan keterangan resmi mengenai penyebab keterlambatan honor serta jadwal pencairan yang jelas.

Langkah tersebut dinilai penting agar para pendamping dapat menjalankan tugasnya dengan tenang dan masyarakat tetap memperoleh pelayanan yang optimal.

Menunggu Kepastian dari Pemerintah Daerah

Hingga kini, para pendamping masih menjalankan tugasnya di lapangan sambil menunggu kepastian pencairan honor. Mereka berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan sehingga program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat tetap berjalan efektif.

Di sisi lain, masyarakat juga menantikan penjelasan resmi dari pihak terkait guna menghindari munculnya berbagai asumsi yang belum tentu sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Sampai berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tasikmalaya mengenai penyebab keterlambatan pembayaran honor maupun jadwal pencairannya.

Publik kini menunggu langkah pemerintah daerah untuk memberikan kepastian sekaligus memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi siluet manusia saling menunjuk dengan latar nuansa Islami dan suasana reflektif tentang adab dalam Islam

    Ketika Syariat Dipakai untuk Menghakimi, Adab Justru Menghilang

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Syariat dan adab semestinya berjalan beriringan. Namun belakangan, banyak orang terlihat lebih sibuk membawa dalil untuk menyalahkan sesama dibanding memperbaiki akhlak sendiri. Media sosial penuh ceramah keras, potongan ayat, hingga kalimat penghakiman yang dilontarkan seolah-olah surga sudah berada di tangan mereka. Ironisnya, sebagian orang begitu lantang membicarakan dosa orang lain, tetapi lupa bahwa […]

  • Balap sepeda Pangandaran

    Balap Sepeda Pangandaran 2026, Ribuan Wisatawan Diprediksi Datang

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH– Pemerintah Kabupaten Pangandaran resmi mengumumkan pelaksanaan Indonesia Road National Championship 2026 yang akan berlangsung pada 18 hingga 21 Juni 2026. Informasi tersebut disampaikan melalui akun resmi Pemkab Pangandaran pada Kamis, 18 Juni 2026, pukul 08.00 WIB. Ajang balap sepeda tingkat nasional itu akan menjadikan Pangandaran sebagai pusat perhatian para atlet, ofisial, dan […]

  • pembunuhan penjaga konter

    Buruh di Bandung Bunuh Penjaga Konter demi Judi Online

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Buruh di Bandung bunuh penjaga konter demi bayar utang judi online, polisi ungkap motif dan kronologinya. albadarpost.com, LENSA – Tiga hari pelarian seorang buruh berakhir di tangan polisi. Pelaku pembunuhan penjaga konter ponsel di kawasan Sukamulya, Kota Bandung, akhirnya ditangkap. Ia mengaku nekat menghabisi nyawa korban demi menutup utang judi online yang menjeratnya. Pelaku Pembunuhan […]

  • Ilustrasi pasangan suami istri muslim saling memaafkan dengan suasana hangat dan penuh ketenangan

    Minta Maaf Duluan dalam Rumah Tangga, Lemah atau Mulia?

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Minta maaf suami istri sering disalahartikan sebagai tanda kalah atau lemah. Padahal, dalam Islam, minta maaf dalam rumah tangga justru menunjukkan kematangan iman, kelapangan hati, dan kemampuan meredam emosi. Sikap ini bukan soal siapa benar atau salah, tetapi tentang menjaga keharmonisan dan menghargai pasangan. Di tengah banyaknya konflik rumah tangga, kebiasaan menunda […]

  • Ilustrasi keluarga dengan orang tua dan anak belajar menyelesaikan konflik secara sehat di rumah

    Saat Anak Diam Mengamati Pertengkaran Orang Tua

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Sering kali orang tua mengira anak tidak memperhatikan. Padahal, di sudut ruangan, anak justru menyerap semuanya—nada suara, raut wajah, hingga kata-kata yang terlontar saat orang tuanya bertengkar. Konflik dalam rumah tangga memang tidak terhindarkan. Namun, yang jarang disadari, cara mengelola pertengkaran di keluarga justru membentuk cara anak memahami emosi, hubungan, dan rasa […]

  • Ilustrasi 4 Sifat Wajib Rasul: Sidiq Amanah Tabligh Fathonah sebagai teladan kepemimpinan Islam.

    Sidiq Amanah Tabligh Fathonah: Teladan Kepemimpinan

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Empat Sifat Wajib Rasul—yakni Sidiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah—menjadi fondasi utama dalam memahami karakter nabi dan rasul dalam Islam. Empat sifat rasul ini bukan sekadar konsep teologis, melainkan teladan kepemimpinan dan akhlak mulia yang relevan sepanjang zaman. Melalui sifat jujur, terpercaya, menyampaikan kebenaran, serta cerdas dan bijaksana, para rasul menunjukkan standar moral […]

expand_less