Herdiat Tegur ASN Mengantuk Saat Acara Resmi
- account_circle redaktur
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya memberikan sambutan dalam Program GENIUS di Aula Setda Ciamis sambil mengingatkan ASN tentang disiplin dan literasi keuangan. Rabu (29/7/26).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Herdiat tegur ASN menjadi sorotan dalam pelaksanaan Program Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS) di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Rabu (29/7/2026). Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menghentikan sambutannya sejenak setelah melihat sejumlah aparatur sipil negara (ASN) tampak mengantuk saat acara berlangsung. Selain menegur soal disiplin aparatur, Herdiat juga mengingatkan peserta mengenai ancaman judi online (judol), pinjaman online (pinjol), serta pentingnya membangun karakter generasi muda di era digital.
Forum tersebut dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya Nofa Hermawati, anggota Komisi XI DPR RI, anggota DPRD Jawa Barat Heri Rafni Kotari, kepala sekolah, guru, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Ciamis.
Bagi Herdiat, forum yang membahas literasi keuangan dan pendidikan seharusnya menjadi contoh kedisiplinan aparatur pemerintah.
Herdiat Hentikan Sambutan, Tegur ASN yang Terlihat Mengantuk
Di tengah penyampaian sambutan, Herdiat memilih berhenti sejenak setelah memperhatikan beberapa ASN yang tampak mengantuk.
Ia kemudian menyampaikan teguran secara langsung di hadapan seluruh peserta.
“Jam sembilan sudah pada ngantuk. ASN macam apa ini? Malu lah. Jangan bikin malu. Nanti diambil fotonya sama media, malu kita semua,” kata Herdiat yang disambut riuh peserta.
Menurutnya, setiap aparatur sipil negara harus menjaga etika ketika menghadiri kegiatan resmi. Sikap disiplin tidak hanya mencerminkan profesionalisme individu, tetapi juga menjadi wajah pelayanan pemerintah di mata masyarakat.
Karena itu, ia meminta seluruh ASN menghargai setiap agenda pemerintahan, terutama kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan, pelayanan publik, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Literasi Keuangan Dinilai Penting di Tengah Tantangan Era Digital
Selain menyoroti kedisiplinan aparatur, Herdiat mengajak peserta melihat tantangan baru yang muncul seiring perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, digitalisasi memang menghadirkan banyak kemudahan. Namun, di sisi lain, perkembangan tersebut juga membawa berbagai risiko yang perlu diantisipasi sejak dini.
Ia secara khusus menyinggung maraknya praktik judi online dan pinjaman online yang kini tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga aparatur sipil negara.
“Dampak digitalisasi luar biasa. Manfaatnya besar, tetapi dampak negatifnya juga besar. Judi online dan pinjaman online sekarang bukan hanya terjadi di masyarakat, ASN juga banyak yang terjerat,” ujarnya.
Herdiat menilai literasi keuangan menjadi salah satu bekal penting agar masyarakat mampu mengambil keputusan secara bijak dalam memanfaatkan layanan keuangan digital.
Kasus Kekerasan Anak Ikut Menjadi Perhatian
Dalam kesempatan yang sama, Herdiat juga mengangkat persoalan meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Ciamis, sepanjang 2025 tercatat 83 kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dengan jumlah korban mencapai ratusan.
Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.
Ia menegaskan bahwa keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam membangun karakter anak agar mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab sekaligus memahami risiko yang muncul di ruang digital.
Program GENIUS Diharapkan Perkuat Karakter Pelajar
Melalui Program Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS), Herdiat berharap kepala sekolah dan guru tidak hanya mengajarkan cara mengelola keuangan sejak usia dini.
Lebih jauh, ia mendorong dunia pendidikan untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, integritas, dan kemampuan menyaring pengaruh positif maupun negatif dari perkembangan teknologi.
Menurut Herdiat, pembangunan karakter membutuhkan kerja sama banyak pihak. Pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat harus bergerak bersama agar generasi muda memiliki fondasi moral yang kuat.
“Bapak dan ibu guru harus menyampaikan kepada anak didik bagaimana mengelola keuangan sejak dini, sekaligus membangun karakter. Membangun fisik itu mudah kalau ada anggaran, tetapi membangun mental masyarakat membutuhkan kolaborasi semua pihak,” katanya.
Disiplin Aparatur dan Pendidikan Karakter Menjadi Pesan Utama
Program GENIUS di Ciamis tidak hanya membahas literasi keuangan.
Momentum tersebut juga menjadi ruang bagi pemerintah daerah untuk mengingatkan pentingnya disiplin aparatur, etika dalam pelayanan publik, serta kesiapan menghadapi tantangan era digital.
Melalui teguran yang disampaikan secara terbuka, Herdiat ingin menegaskan bahwa profesionalisme ASN harus terlihat dalam setiap kesempatan. Sementara itu, pendidikan karakter dan literasi keuangan diharapkan berjalan beriringan agar generasi muda mampu menghadapi perubahan zaman dengan lebih bijak.
Disiplin bukan sekadar hadir di ruang rapat, melainkan tercermin dari sikap, tanggung jawab, dan keteladanan. Ketika aparatur memberi contoh yang baik dan sekolah membangun karakter sejak dini, fondasi pelayanan publik yang berkualitas pun akan semakin kokoh. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar