Mbappe Belum Aman, Messi Siap Rebut Golden Boot
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kylian Mbappe sesaat setelah membobol gawang Swedia, Rabu (1/7/2026). (Foto: FIFA).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DUNIA – Top Skor Piala Dunia 2026 memasuki babak paling menegangkan. Meski Kylian Mbappe masih berada di puncak daftar pencetak gol Piala Dunia, persaingan Golden Boot Piala Dunia 2026 sama sekali belum selesai. Lionel Messi terus membayangi dengan jumlah gol yang sama, sementara Erling Haaland tetap menjaga peluang meski harus melewati jalur yang lebih berat.
Memasuki fase gugur, setiap pertandingan memiliki arti berbeda. Bukan hanya menentukan nasib sebuah negara menuju final, tetapi juga menjadi panggung perebutan gelar pencetak gol terbanyak yang selalu menjadi sorotan di setiap edisi Piala Dunia.
Data statistik hingga babak 32 besar menunjukkan Mbappe mengoleksi enam gol dan dua assist. Messi juga mengantongi enam gol, sedangkan Haaland sudah mencetak lima gol. Selisih yang sangat tipis itu membuat persaingan masih sepenuhnya terbuka.
Keunggulan Mbappe Hanya Setipis Satu Momen
Posisi Mbappe memang berada di urutan teratas. Namun, keunggulan tersebut belum cukup membuat penyerang Prancis itu merasa aman.
Alasannya sederhana. Messi hanya kalah dalam perhitungan assist. Artinya, satu gol tambahan saja sudah cukup membuat persaingan berubah total apabila Mbappe gagal menambah koleksi golnya.
Situasi itu membuat setiap laga Prancis menjadi sangat menentukan.
Les Bleus dijadwalkan menghadapi Paraguay pada babak 16 besar. Jika mampu melewati rintangan tersebut, Mbappe masih berpeluang tampil hingga semifinal bahkan final. Semakin jauh perjalanan Prancis, semakin besar pula peluang sang penyerang memperlebar jarak di daftar pencetak gol.
Dalam lima edisi Piala Dunia terakhir, peraih Golden Boot hampir selalu berasal dari tim yang mampu melangkah setidaknya hingga semifinal. Fakta tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi Mbappe apabila Prancis mampu menjaga konsistensi permainan.
Messi Tinggal Menunggu Satu Kesempatan
Lionel Messi masih menjadi ancaman terbesar dalam perebutan Top Skor Piala Dunia 2026.
Kapten Argentina itu tetap mengoleksi enam gol. Bedanya, Argentina masih memiliki pertandingan yang belum dimainkan dibanding beberapa pesaing utama.
Itulah yang membuat peluang Messi masih sangat besar.
Pengalaman, ketenangan, dan kemampuannya membaca ruang sering menjadi pembeda pada laga-laga penting. Tidak sedikit gol Argentina lahir dari pergerakan atau penyelesaian akhir sang kapten.
Karena itu, satu pertandingan produktif sudah cukup membawa Messi kembali ke posisi teratas.
Jika Argentina mampu melangkah hingga semifinal atau final, peluang pemain berusia 39 tahun tersebut meraih Golden Boot tetap terbuka lebar.
Haaland Membawa Ancaman dari Jalur Sulit
Erling Haaland tidak boleh diabaikan.
Striker Norwegia itu telah mencetak lima gol dan hanya terpaut satu gol dari Mbappe maupun Messi.
Namun, jalan yang harus ditempuh jauh lebih berat.
Norwegia akan menghadapi Brasil pada babak 16 besar. Laga tersebut diperkirakan menjadi salah satu duel paling sengit pada fase gugur.
Jika Haaland kembali mencetak gol sekaligus membawa Norwegia lolos, persaingan Golden Boot akan semakin ketat. Sebaliknya, kekalahan akan mengakhiri peluangnya karena jumlah pertandingan otomatis berhenti.
Produktivitas Haaland tetap menjadi modal penting. Hanya saja, perjalanan timnya kini menjadi faktor yang menentukan.

Erling Haaland dengan jersey Manchester City (Foto: FIFA).
Masih Ada Kuda Hitam yang Bisa Mengejutkan
Persaingan ternyata tidak berhenti pada tiga nama besar.
Ousmane Dembélé sudah mengemas empat gol dan dua assist. Bermain bersama Mbappe membuat peluangnya terus terbuka karena Prancis menjadi salah satu tim dengan produktivitas tertinggi sepanjang turnamen.
Vinicius Junior juga belum keluar dari persaingan. Penyerang Brasil itu telah mengoleksi empat gol dan masih memiliki kesempatan menambah pundi-pundi apabila Selecao terus melangkah.
Selain itu, Harry Kane dan Matheus Cunha tetap berpeluang mencuri perhatian apabila tampil tajam pada fase gugur.
Piala Dunia selalu menghadirkan kejutan. Satu pertandingan luar biasa sering kali mampu mengubah seluruh daftar pencetak gol.
Perjalanan Tim Kini Lebih Penting daripada Jumlah Gol
Memasuki fase gugur, perebutan Top Skor Piala Dunia 2026 tidak lagi ditentukan oleh kualitas individu semata.
Jumlah pertandingan menjadi faktor yang sama pentingnya.
Pemain yang tampil hingga final berpotensi memainkan empat pertandingan tambahan. Sebaliknya, pemain yang timnya tersingkir kehilangan kesempatan menambah gol, seberapa tajam pun performanya.
Karena itu, peluang Mbappe dan Messi dinilai sedikit lebih besar dibanding Haaland. Selain sama-sama produktif, keduanya juga membela tim yang memiliki peluang kuat melangkah lebih jauh.
Meski demikian, sepak bola tidak pernah berjalan sesuai prediksi. Gol cepat, kartu merah, hingga adu penalti bisa mengubah arah turnamen dalam hitungan menit.
Belum Ada Raja Gol Sebelum Final Berakhir
Saat ini Mbappe memang berada di depan. Namun, selisih yang sangat tipis membuat gelar Golden Boot masih jauh dari kepastian.
Messi hanya membutuhkan satu gol untuk membalikkan keadaan. Haaland pun masih hidup dalam persaingan selama Norwegia terus bertahan.
Dengan maksimal empat pertandingan tersisa bagi tim yang melaju hingga final, perebutan pencetak gol terbanyak diperkirakan baru benar-benar berakhir ketika peluit panjang laga puncak dibunyikan.
Data top skor mengacu pada statistik turnamen hingga berakhirnya sebagian besar pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Trofi juara memang hanya menjadi milik satu negara. Namun, gelar Raja Gol lahir dari keberanian memanfaatkan setiap peluang. Di Piala Dunia, satu gol bisa mengubah klasemen, tetapi satu momen bisa mengubah sejarah. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar