Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Prediksi Skor Piala Dunia, Bolehkah Menurut Syariat?

Prediksi Skor Piala Dunia, Bolehkah Menurut Syariat?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • visibility 107
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Judi bola menurut Islam kembali menjadi topik yang ramai diperbincangkan seiring berlangsungnya Piala Dunia 2026. Bersamaan dengan euforia sepak bola terbesar di dunia tersebut, aktivitas taruhan olahraga, prediksi skor berhadiah, hingga permainan fantasy league ikut menjadi bahan obrolan di berbagai tempat. Karena itu, tidak sedikit orang yang bertanya, apakah semua bentuk hiburan tersebut termasuk maysir atau perjudian yang dilarang dalam syariat?

Forbes memperkirakan transaksi taruhan selama Piala Dunia dapat mencapai puluhan miliar dolar. Di tengah perkembangan teknologi digital, batas antara hiburan dan perjudian pun kembali menjadi pembahasan menarik dalam fikih kontemporer.

Menjelang tengah malam, suasana di sejumlah warung kopi masih terlihat ramai. Suara komentator pertandingan bercampur dengan dentingan sendok yang beradu dengan gelas kopi. Sebagian penonton sibuk membahas peluang tim favorit mereka. Ada yang saling menebak skor akhir pertandingan, sementara beberapa lainnya terlihat membuka aplikasi fantasy league di telepon genggamnya. Sesekali terdengar candaan mengenai taruhan kecil antar teman yang dianggap sekadar hiburan.

Padahal, dari sudut pandang fikih, persoalan tersebut tidak sesederhana yang dibayangkan.

Islam Melarang Maysir atau Perjudian

Islam secara tegas melarang segala bentuk perjudian atau maysir.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, perjudian, berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah agar kamu beruntung.”

(QS. Al-Maidah: 90)

Selanjutnya, Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

Artinya:

“Sesungguhnya setan bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui khamar dan perjudian, serta menghalangi kamu dari mengingat Allah dan salat. Maka tidakkah kamu berhenti?”

(QS. Al-Maidah: 91)

Karena itu, para ulama sepakat bahwa maysir merupakan perbuatan yang diharamkan.

Apakah Prediksi Skor Termasuk Judi?

Selama Piala Dunia berlangsung, tradisi menebak skor pertandingan memang semakin marak. Bahkan, di antara sesama teman atau anggota komunitas, aktivitas tersebut sering dilakukan sekadar untuk menambah keseruan saat menyaksikan pertandingan.

Pada dasarnya, memprediksi hasil pertandingan tanpa adanya taruhan uang tidak termasuk perjudian.

Namun, keadaan akan berbeda ketika seluruh peserta mengumpulkan sejumlah uang, lalu pemenangnya mengambil hadiah yang berasal dari dana para peserta tersebut.

Dalam kondisi seperti itu, terdapat unsur untung dan rugi yang bergantung pada spekulasi. Karena itulah, mayoritas ulama memasukkannya ke dalam kategori maysir.

Bagaimana Hukum Fantasy League?

Fenomena fantasy league menjadi salah satu tren yang ikut berkembang selama Piala Dunia.

Sebagian orang memainkan permainan tersebut hanya untuk hiburan. Mereka menyusun tim virtual dan bersaing dengan teman-teman tanpa melibatkan uang sama sekali.

Dalam kondisi seperti itu, para ulama umumnya memandang aktivitas tersebut sebagai sesuatu yang diperbolehkan selama tidak melalaikan kewajiban.

Akan tetapi, hukum tersebut dapat berubah apabila peserta diwajibkan membayar sejumlah uang dan hadiah bagi pemenang berasal dari kumpulan dana peserta.

Pada kondisi inilah unsur perjudian mulai muncul.

Para ulama juga memiliki kaidah penting:

اَلضَّرَرُ يُزَالُ

Artinya:

“Bahaya harus dihilangkan.”

Kaidah tersebut menjadi salah satu dasar dalam menjaga kemaslahatan dan mencegah kerugian di tengah masyarakat.

Islam Membolehkan Hiburan, Tetapi Melarang Jalan Menuju Kemudaratan

Pada dasarnya, Islam tidak memusuhi hiburan. Rasulullah SAW pun memberikan ruang bagi umatnya untuk menikmati perkara-perkara yang mubah.

Namun, Islam juga mengingatkan agar kesenangan tidak berubah menjadi pintu menuju sesuatu yang diharamkan.

Rasulullah SAW bersabda:

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

Artinya:

“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.”

(HR. Ibnu Majah)

Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا

Artinya:

“Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atas dirimu.”

(HR. Bukhari)

Hadis tersebut mengandung pesan bahwa seorang muslim tidak boleh larut dalam kesenangan hingga melupakan kewajiban kepada Allah SWT.

Piala Dunia Akan Berlalu, Tetapi Setiap Harta Akan Dimintai Pertanggungjawaban

Di banyak tempat, sorak-sorai para suporter masih terdengar hingga dini hari. Ada yang tertawa karena tim jagoannya menang. Ada pula yang hanya bisa terdiam setelah tim favoritnya harus tersingkir.

Euforia seperti itu memang akan selalu menjadi bagian dari sepak bola.

Namun, kemeriahan tersebut pada akhirnya akan berlalu. Trofi akan berpindah tangan. Nama juara baru akan menghiasi catatan sejarah.

Yang sering terlupakan justru sesuatu yang jauh lebih penting.

Setiap harta yang dimiliki manusia akan dimintai pertanggungjawaban. Dari mana ia diperoleh dan untuk apa ia digunakan.

Karena itu, Piala Dunia seharusnya menjadi sarana menikmati hiburan yang sehat dan mempererat persaudaraan, bukan membuka jalan menuju sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT.

Sebab, kemenangan sejati bukanlah ketika prediksi skor kita tepat atau ketika tim favorit berhasil mengangkat trofi.

Kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika seseorang mampu menjaga hati, menjaga hartanya, dan tetap berada di jalan yang diridhai Allah SWT.

Suatu hari, sorak kemenangan akan berhenti, layar televisi akan padam, dan nama juara baru hanya tinggal catatan sejarah. Namun, setiap rupiah yang pernah masuk ke dalam genggaman manusia akan tetap dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Pada saat itulah, yang paling berharga bukan lagi kemenangan di lapangan, melainkan keselamatan amal yang dibawa pulang menuju kehidupan yang kekal. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tabung Gas Bocor

    Gas 3 Kg Bocor, Rumah Warga Tasikmalaya Nyaris Terbakar

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Minggu sore yang semula berjalan biasa mendadak berubah menjadi kepanikan di Jl Paseh RT 005 RW 003, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Sebuah tabung gas bocor memicu kebakaran di area dapur rumah warga. Dalam hitungan menit, api merambat ke tumpukan pakaian laundry dan membuat penghuni rumah khawatir kobaran semakin membesar. […]

  • Child Online Protection

    Internet Tak Lagi Aman untuk Anak? Ini Fakta dan Cara Cegahnya Sekarang

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Child Online Protection atau Perlindungan Anak di Dunia Maya bukan lagi sekadar istilah teknis, melainkan kebutuhan mendesak di era digital. Perlindungan anak di internet, keamanan anak digital, hingga pencegahan kejahatan siber kini harus dipahami semua orang tua. Sebab, di balik layar gadget yang tampak aman, ancaman justru sering bergerak tanpa suara. Banyak […]

  • doa ilmu bermanfaat

    Baca Doa Ini Sebelum Berjualan, Dagangan Lebih Lancar dan Laris

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 185
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah persaingan usaha yang makin ketat, banyak pelaku UMKM mengeluhkan dagangan yang sepi pembeli. Karena itu, doa sebelum berjualan harus diamalkan sebagai ikhtiar batin agar usaha lancar. Selain dikenal sebagai doa jualan laris, amalan ini juga disebut doa pembuka rezeki yang diyakini membantu pedagang mendapatkan keberkahan sekaligus menarik pelanggan. Fenomena ini […]

  • RUU PPRT DPR 2026 perlindungan pekerja rumah tangga Indonesia jamin hak hukum dan kesejahteraan PRT

    RUU PPRT Segera Disahkan, Harapan Baru 4,2 Juta PRT

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – RUU PPRT akhirnya mendekati garis akhir. Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga ini akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR untuk disahkan. Bagi sekitar 4,2 juta pekerja rumah tangga di Indonesia, ini bukan sekadar regulasi. Ini perubahan besar yang sudah lama ditunggu. Selama ini, banyak dari mereka bekerja tanpa kontrak. Tanpa jaminan sosial. […]

  • Ban Gundul

    Ban Gundul Bisa Melanggar Aturan, Ini Penjelasannya

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Ban gundul kembali menjadi perbincangan di media sosial setelah banyak warganet membandingkan ban kendaraan yang sudah aus dengan ban slick MotoGP yang sama-sama tampak tanpa alur. Sekilas memang terlihat mirip. Namun, dari sisi fungsi, peruntukan, hingga aturan penggunaannya, keduanya justru memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Melalui edukasi yang dibagikan NTMC Korlantas […]

  • reklamasi Laut China Selatan

    China Reklamasi Laut China Selatan, Peta Geopolitik Kawasan Berubah

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Upaya China mengubah lanskap geografis Laut China Selatan kembali menjadi sorotan. Melalui reklamasi pulau buatan berskala besar, Beijing tidak hanya menambah daratan di wilayah laut sengketa, tetapi juga memengaruhi dinamika politik, keamanan, dan lingkungan kawasan Asia Tenggara. Langkah ini membawa konsekuensi langsung bagi stabilitas regional dan kepentingan negara-negara di sekitarnya. Reklamasi […]

expand_less