Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Polres Tasikmalaya Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Sumatera

Polres Tasikmalaya Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Sumatera

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
  • visibility 79
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Doa bersama Polres Tasikmalaya digelar untuk korban banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatera.

albadarpost.com, HUMANIORA – Doa bersama Polres Tasikmalaya digelar di Gedung Pertemuan Warga (GPW) Tasikmalaya, Kamis, (4/12/2025), sebagai bentuk kepedulian atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Kegiatan ini menjadi ruang solidaritas yang mempertemukan aparat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk mendoakan para korban dan menguatkan dukungan publik terhadap penanganan bencana. Doa bersama Polres Tasikmalaya disebut penting karena memperlihatkan keterlibatan warga dalam isu kemanusiaan lintas daerah.

Aipda Triana Anggraeni, Kepala Seksi Humas Polres Tasikmalaya, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut digagas sebagai respons atas musibah yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di tiga provinsi sekaligus: Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. “Ini bentuk kepedulian kami kepada saudara-saudara yang sedang menghadapi cobaan berat,” ujar Triana.

Solidaritas dari Tasikmalaya

Triana menyebut banjir dan longsor yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan dampak besar, mulai dari korban meninggal hingga rusaknya fasilitas umum. Situasi itu, menurut dia, mengharuskan dukungan moral dari masyarakat luas, termasuk di Tasikmalaya. Polres Tasikmalaya menilai bahwa doa bersama Polres Tasikmalaya merupakan langkah sederhana namun bermakna dalam merawat empati sosial.

Salat gaib juga dilaksanakan dalam rangkaian acara. Triana mengatakan kegiatan tersebut menjadi simbol duka dan doa yang dikirimkan kepada warga yang kehilangan keluarga akibat bencana. “Melalui doa bersama ini, kami berharap masyarakat di tiga provinsi tersebut diberikan kekuatan, ketabahan, dan keselamatan,” katanya.

Tokoh agama setempat hadir dan memimpin doa, sementara perwakilan masyarakat memberikan dukungan moral untuk para penyintas di Sumatera. Suasana berlangsung khidmat, tanpa agenda seremonial berlebihan. Polres menyebut format tersebut dipilih agar kegiatan berjalan fokus pada inti: solidaritas kemanusiaan.

Dukungan Publik Meluas

Triana menambahkan bahwa kesedihan warga Tasikmalaya tak hanya disampaikan melalui doa. Sejumlah komunitas telah mulai membuka ruang donasi dan penggalangan bantuan. Ia berharap gelombang kepedulian ini dapat meningkat dalam beberapa hari ke depan, sejalan dengan kebutuhan logistik yang masih mendesak di wilayah bencana.

Baca juga: Hujan Deras Picu Banjir di Tasikmalaya, Warga Minta Penanganan Serius

Ia menegaskan bahwa musibah di Sumatera memanggil rasa kemanusiaan kolektif. Kehadiran aparat dalam acara tersebut, menurut dia, bukan sekadar simbol institusional, tetapi bagian dari kewajiban moral untuk terus menguatkan jaringan sosial di masyarakat. “Semoga proses penanganan bencana dapat berjalan lancar dan kondisi segera pulih,” ujarnya.

Dalam catatan Polres Tasikmalaya, kegiatan semacam ini pernah dilakukan pada peristiwa-peristiwa bencana besar sebelumnya. Polres menyebut bahwa konsistensi tersebut penting untuk menjaga kepekaan publik terhadap isu kebencanaan yang sering berulang. Pemerintah daerah juga mencatat bahwa keterlibatan masyarakat umum biasanya berdampak pada percepatan bantuan di lapangan.

Konteks nasional menunjukkan bahwa banjir dan longsor di Sumatera terjadi akibat hujan ekstrem yang berlangsung hampir merata di wilayah barat Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan terkait kondisi cuaca yang diperkirakan masih fluktuatif. Meski kegiatan doa bersama tidak berkaitan langsung dengan mitigasi teknis, Polres Tasikmalaya menyebut langkah ini tetap penting sebagai pengingat bahwa bencana bukan hanya urusan daerah terdampak, tetapi juga urusan manusia secara umum.

Acara ditutup dengan ajakan agar masyarakat Tasikmalaya ikut membantu melalui lembaga resmi untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Doa bersama Polres Tasikmalaya menggarisbawahi bahwa empati adalah modal dasar saat bencana muncul di mana pun. (Red/Asep Chandra)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa menggunakan gadget di kelas saat isu transformasi pendidikan dan penurunan literasi menjadi sorotan di Indonesia

    Pendidikan Indonesia Darurat? Pemerintah Bongkar Fakta Mengejutkan

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Isu transformasi pendidikan kembali menguat, tetapi kali ini bukan sekadar wacana. Di tengah dorongan reformasi pendidikan Indonesia, fakta di lapangan justru bikin khawatir: literasi siswa melemah, interaksi menurun, dan penggunaan gawai makin tak terkendali. Pemerintah pun angkat suara—perubahan tidak akan terjadi jika semua pihak masih saling menunggu. Pemerintah Buka Fakta: Pendidikan Sedang […]

  • Audit K3 Proyek Daerah

    Dua Nyawa Melayang, Audit K3 Banjar Jangan Ditunda

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 51
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Tragedi robohnya tower saat proses pembongkaran di lingkungan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Banjar yang merenggut dua nyawa pekerja bukan sekadar kabar duka. Peristiwa ini harus menjadi momentum untuk melakukan audit K3 proyek daerah secara menyeluruh. Di tengah penyelidikan polisi, pemerintah perlu mengevaluasi sistem keselamatan kerja pada seluruh proyek […]

  • Ilustrasi Perang Hattin dengan pasukan Salahuddin Al-Ayyubi menghadapi tentara Salib di padang tanduk Hattin

    5 Fakta Perang Hattin yang Mengejutkan, Nomor 4 Bikin Merinding

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Perang Hattin bukan sekadar pertempuran biasa dalam sejarah dunia. Banyak orang mengenal Perang Hattin sebagai kemenangan besar pasukan Muslim di bawah kepemimpinan Salahuddin Al-Ayyubi. Namun, di balik kemenangan itu, tersimpan sejumlah fakta Perang Hattin yang jarang diungkap. Artikel ini mengupas sisi tersembunyi, strategi cerdas, dan dampak besar dari peristiwa penting dalam rangkaian […]

  • Ilustrasi yang menarik tentang kisah kurban Habil dan Qabil.

    Kurban Habil dan Qabil: Dosa Hasad Jadi Awal Tragedi Manusia

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kisah Kurban Habil dan Qabil selama ini sering dikenang hanya sebagai cerita pembunuhan pertama di muka bumi. Padahal sebelum tragedi itu terjadi, ada lapisan cerita yang jauh lebih dalam: tentang iri hati, penerimaan Allah, dan perang sunyi di dalam hati manusia. Di balik kisah dua putra Nabi Adam AS itu, tersimpan pelajaran […]

  • pemudik nyasar Google Maps

    Viral! Ratusan Mobil Pemudik Nyasar ke Sawah Setelah Ikuti Google Maps

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Peristiwa pemudik nyasar Google Maps mendadak viral setelah ratusan mobil masuk ke jalur sawah di wilayah Sleman, Yogyakarta. Video kejadian tersebut memperlihatkan antrean panjang kendaraan yang tersesat setelah mengikuti jalur mudik Google Maps yang dianggap sebagai rute tercepat. Awalnya para pengendara mencoba mencari jalan alternatif agar terhindar dari kemacetan jalur utama. […]

  • Bulan Safar

    Bulan Safar Bukan Bulan Sial, Ini 5 Fakta Sejarah Islam

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Masih ada masyarakat yang menunda pernikahan, pindah rumah, membuka usaha, bahkan bepergian jauh karena menganggap bulan Safar membawa kesialan. Keyakinan itu telah hidup sejak masa Arab Jahiliah. Namun, benarkah bulan Safar merupakan bulan sial? Sejarah Islam justru memperlihatkan fakta yang berbeda. Di dalam bulan Hijriah ini, Rasulullah ﷺ memimpin sejumlah ekspedisi penting, […]

expand_less