Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Putusan MK Tegaskan Garis Merah Sengketa Jurnalistik

Putusan MK Tegaskan Garis Merah Sengketa Jurnalistik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan batas tegas antara sengketa jurnalistik dan tindak pidana. Dalam Putusan Nomor 145/PUU-XXIII/2025, MK menyatakan bahwa karya jurnalistik tidak dapat langsung diproses secara pidana atau perdata tanpa melalui mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Putusan tersebut memperjelas posisi Dewan Pers sebagai pintu awal penyelesaian sengketa pemberitaan. Aparat penegak hukum tidak memiliki kewenangan untuk langsung memproses laporan pidana atas produk jurnalistik sebelum mekanisme pers dijalankan.

MK membacakan putusan ini dalam sidang pleno di Jakarta. Keputusan tersebut langsung menarik perhatian luas, terutama di tengah meningkatnya laporan pidana terhadap jurnalis dan perusahaan media dalam beberapa tahun terakhir.


Dewan Pers sebagai Filter Awal Sengketa

Dalam pertimbangan hukumnya, MK menilai bahwa sengketa yang lahir dari aktivitas jurnalistik memiliki karakter khusus. Sengketa tersebut tidak dapat disamakan dengan tindak pidana umum. Oleh karena itu, penyelesaiannya harus mengacu pada mekanisme etik dan profesional yang berlaku di dunia pers.

Baca juga: Kasus Penganiayaan Istri Siri di Sukabumi, Tipiring atau KDRT?

MK menegaskan bahwa Dewan Pers berwenang menilai apakah suatu karya memenuhi kaidah jurnalistik. Jika sengketa dapat diselesaikan melalui hak jawab, hak koreksi, atau rekomendasi Dewan Pers, maka jalur pidana tidak dapat ditempuh.

Penegasan ini sekaligus membatasi ruang intervensi aparat penegak hukum. MK menyatakan bahwa hukum pidana hanya dapat digunakan sebagai ultimum remedium, atau upaya terakhir, setelah seluruh mekanisme pers dijalankan.


Menutup Celah Kriminalisasi Pers

Putusan MK UU Pers 145/PUU-XXIII/2025 dipandang sebagai langkah penting untuk menutup celah kriminalisasi pers. Selama ini, laporan pidana kerap digunakan sebagai alat tekanan terhadap media dan jurnalis, terutama saat pemberitaan menyentuh kepentingan politik atau kekuasaan.

MK menilai praktik tersebut bertentangan dengan prinsip kemerdekaan pers yang dijamin oleh konstitusi. Pers memiliki fungsi kontrol sosial yang tidak boleh dibungkam melalui ancaman hukum pidana.

Namun, MK juga menegaskan bahwa kebebasan pers tidak bersifat tanpa batas. Media tetap wajib menjunjung akurasi, keberimbangan, dan etika jurnalistik. Karya jurnalistik yang melanggar prinsip tersebut tetap dapat dipersoalkan setelah mekanisme pers ditempuh.


Implikasi bagi Aparat dan Media

Putusan ini menuntut perubahan cara pandang aparat penegak hukum dalam menangani laporan terkait pemberitaan. Polisi dan jaksa tidak lagi dapat serta-merta memproses laporan pidana tanpa rujukan Dewan Pers.

Baca juga: Efisiensi Anggaran DPRD, Akankah Tasikmalaya Ambil Langkah Berani?

Di sisi lain, putusan ini juga menjadi pengingat bagi perusahaan media dan wartawan untuk memperkuat disiplin jurnalistik. Perlindungan hukum yang ditegaskan MK harus sejalan dengan tanggung jawab profesional.

MK menutup putusan ini dengan menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan pilar demokrasi. Tanpa perlindungan yang jelas, fungsi pers sebagai pengawas kekuasaan berisiko melemah.

Dengan putusan ini, MK tidak hanya menafsirkan UU Pers, tetapi juga memberi arah baru bagi relasi antara pers, masyarakat, dan negara. Implementasi di lapangan kini menjadi ujian nyata bagi komitmen semua pihak dalam menjaga kemerdekaan pers. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi kekerasan penagihan utang, penagih utang keroyok ibu hamil di Takalar hingga korban mengalami keguguran.

    Tragis! Ibu Hamil Dikeroyok Saat Ditagih Utang

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Praktik penagihan utang kembali menuai kecaman publik setelah aksi pengeroyokan menimpa seorang ibu hamil di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Kekerasan yang terjadi saat proses penagihan itu tidak hanya meninggalkan trauma, tetapi juga berujung pada keguguran yang dialami korban. Peristiwa tragis tersebut langsung menyita perhatian warga. Selain karena melibatkan penagih utang, korban diketahui […]

  • Ilustrasi bakwan jagung renyah berwarna keemasan di atas piring dengan cabai rawit dan suasana dapur rumahan.

    Resep Bakwan Jagung Renyah Anti Lembek, Dingin Pun Tetap Krispi

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bakwan jagung renyah masih jadi salah satu gorengan favorit di banyak rumah Indonesia. Rasanya gurih, teksturnya kriuk, dan aromanya sering langsung membuat orang berkumpul ke dapur bahkan sebelum matang sempurna. Karena itu, resep bakwan jagung anti lembek kini semakin banyak dicari, terutama oleh pecinta gorengan rumahan yang ingin hasilnya tetap renyah meski […]

  • rotasi kajari

    Kejaksaan Agung Mutasi Puluhan Kajari

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Kejaksaan Agung merotasi 43 kajari akhir 2025 untuk menjaga efektivitas dan integritas penegakan hukum daerah. albadarpost.com, FOKUS – Kejaksaan Agung Republik Indonesia kembali melakukan rotasi kajari secara besar-besaran menjelang penutupan tahun 2025. Sebanyak 43 kepala kejaksaan negeri resmi diganti dari total 68 pejabat kejaksaan yang dimutasi melalui Surat Keputusan Jaksa Agung Nomor KEP-IV-1734/C/12/2025 tertanggal 24 […]

  • kritik jalan rusak desa

    Kritik Jalan Rusak Berujung Intimidasi

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Kritik jalan rusak berujung intimidasi warga membuka persoalan tata kelola desa dan perlindungan hak berpendapat. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kritik warga terhadap kondisi jalan rusak yang seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah desa justru berujung intimidasi. Kasus yang terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, ini memantik perhatian publik karena memperlihatkan rapuhnya tata kelola pemerintahan desa dalam […]

  • penemuan jasad bayi

    Polisi Dalami Penemuan Jasad Bayi di Toilet Stasiun Citayam

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Penemuan jasad bayi di Stasiun Citayam mengusut motif pelaku, polisi kumpulkan saksi dan lakukan autopsi. albadarpost.com, HUMANIORA — Penemuan jasad bayi perempuan di toilet Stasiun Citayam mengubah rutinitas sore pengguna KRL menjadi laporan kriminal yang menuntut kejelasan. Senin, 1 Desember 2025, seorang petugas kebersihan menemukan bayi yang diperkirakan baru berusia lima hari di dalam sebuah […]

  • Beasiswa PJJ Kemenag

    Beasiswa PJJ Kemenag 2026 Dibuka, Peluang Emas bagi Ustaz dan Guru Ngaji

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Program Beasiswa PJJ Kemenag 2026 resmi dibuka dan langsung menjadi perhatian ribuan guru pesantren serta pengajar Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) di berbagai daerah. Lewat program kuliah daring gratis ini, para ustaz dan ustazah kini memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan aktivitas mengajar. Kementerian Agama membuka pendaftaran program Pendidikan Jarak Jauh […]

expand_less