Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Bulan Safar Bukan Bulan Sial, Ini 5 Fakta Sejarah Islam

Bulan Safar Bukan Bulan Sial, Ini 5 Fakta Sejarah Islam

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Masih ada masyarakat yang menunda pernikahan, pindah rumah, membuka usaha, bahkan bepergian jauh karena menganggap bulan Safar membawa kesialan. Keyakinan itu telah hidup sejak masa Arab Jahiliah. Namun, benarkah bulan Safar merupakan bulan sial? Sejarah Islam justru memperlihatkan fakta yang berbeda. Di dalam bulan Hijriah ini, Rasulullah ﷺ memimpin sejumlah ekspedisi penting, meluruskan akidah umat, dan meninggalkan pelajaran besar tentang tawakal kepada Allah SWT.

Anggapan bahwa Safar identik dengan nasib buruk tidak memiliki dasar dalam syariat. Sebaliknya, berbagai literatur sejarah Islam mencatat sejarah bulan Safar sebagai bagian penting dari perjalanan dakwah Rasulullah ﷺ. Karena itu, memahami fakta-fakta sejarahnya menjadi penting agar umat Islam tidak terjebak pada mitos yang bertentangan dengan ajaran tauhid.

Mengapa Bulan Safar Sering Dianggap Bulan Sial?

Sebelum Islam datang, masyarakat Arab memiliki keyakinan bahwa Safar merupakan bulan yang membawa kesialan. Mereka enggan melakukan aktivitas penting karena khawatir tertimpa musibah.

Islam kemudian datang untuk menghapus kepercayaan tersebut.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada kesialan karena burung, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Para ulama, termasuk Imam An-Nawawi ketika menjelaskan hadis-hadis dalam Syarh Shahih Muslim, menerangkan bahwa sabda tersebut merupakan penolakan terhadap keyakinan masyarakat jahiliah yang menganggap bulan Safar memiliki pengaruh buruk terhadap kehidupan manusia. Dengan kata lain, Islam menegaskan bahwa waktu tidak memiliki kekuatan membawa keberuntungan maupun kesialan.

Hal senada ditegaskan Allah SWT:

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah.”

(QS. At-Taghabun: 11)

Ayat tersebut mengajarkan bahwa seluruh kejadian berada dalam kehendak Allah SWT sehingga seorang Muslim tidak boleh menggantungkan keyakinannya pada mitos.

Fakta Sejarah Bulan Safar yang Jarang Diketahui

Di balik mitos yang masih beredar, fakta bulan Safar justru menunjukkan peristiwa-peristiwa penting yang memperkuat posisi umat Islam pada masa awal dakwah.

1. Perang Al-Abwa’ Menjadi Langkah Awal Diplomasi Islam

Pada Safar tahun 2 Hijriah, Rasulullah ﷺ memimpin ekspedisi pertama menuju Al-Abwa’ atau Waddan.

Ekspedisi ini tidak berujung peperangan. Namun, Rasulullah ﷺ berhasil menjalin perjanjian damai dengan Bani Dhamrah. Kesepakatan tersebut memperkuat keamanan wilayah Madinah sekaligus membuka hubungan baik dengan kabilah di sekitar jalur perdagangan.

Peristiwa ini memperlihatkan bahwa diplomasi menjadi bagian penting dari strategi dakwah Islam.

2. Ekspedisi Buwath Menunjukkan Kesiapan Kaum Muslimin

Tidak lama berselang, Rasulullah ﷺ memimpin pasukan menuju Buwath.

Tujuannya adalah memantau kafilah Quraisy yang dipimpin Umayyah bin Khalaf. Meskipun rombongan Quraisy tidak berhasil ditemukan sehingga tidak terjadi pertempuran, ekspedisi ini menunjukkan kesiapan kaum Muslimin menjaga keamanan Madinah.

Selain itu, langkah tersebut memberikan pesan bahwa umat Islam mulai memiliki posisi strategis di jalur perdagangan Jazirah Arab.

3. Al-Usyairah Menguatkan Hubungan dengan Berbagai Kabilah

Menjelang akhir Safar tahun 2 Hijriah, Rasulullah ﷺ kembali memimpin perjalanan menuju Al-Usyairah.

Misi tersebut bertujuan mengawasi jalur perdagangan Quraisy sekaligus mempererat hubungan dengan beberapa kabilah di kawasan tersebut.

Walaupun tidak terjadi peperangan, hasil diplomasi yang dibangun pada masa itu menjadi modal penting bagi perkembangan dakwah Islam pada tahun-tahun berikutnya.

Menjelang Wafat, Rasulullah ﷺ Mulai Sakit pada Akhir Safar

Banyak kitab sejarah Islam menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ mulai mengalami sakit pada hari-hari terakhir Safar tahun 11 Hijriah. Sakit tersebut kemudian berlanjut hingga beliau wafat pada tanggal 12 Rabiulawal.

Sebagian sejarawan memang berbeda pendapat mengenai rincian tanggalnya. Namun, banyak riwayat menyebut awal sakit Rasulullah ﷺ terjadi menjelang berakhirnya bulan Safar.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap manusia, termasuk para nabi, tetap menjalani ketetapan Allah SWT dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Pelajaran Tauhid yang Tetap Relevan Hingga Kini

Barangkali warisan terbesar Rasulullah ﷺ terkait bulan Safar bukanlah ekspedisi militer, melainkan pelurusan akidah.

Beliau mengajarkan bahwa seorang Muslim tidak boleh merasa takut kepada waktu, angka, hari, atau bulan tertentu. Yang patut ditakuti hanyalah murka Allah SWT, sedangkan yang layak diharapkan hanyalah rahmat-Nya.

Allah SWT berfirman:

“Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia.”

(QS. Al-An’am: 17)

Karena itu, tidak ada alasan syar’i untuk menunda pernikahan, membatalkan usaha, menghindari perjalanan, atau menghentikan aktivitas baik hanya karena memasuki bulan Safar.

Sebaliknya, setiap bulan dalam kalender Hijriah merupakan kesempatan untuk memperbanyak ibadah, memperkuat silaturahmi, meningkatkan sedekah, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hikmah Bulan Safar bagi Umat Islam

Memahami sejarah bulan Safar memberikan beberapa pelajaran penting.

Pertama, tauhid harus berdiri di atas dalil, bukan mitos.

Kedua, perjuangan Rasulullah ﷺ membuktikan bahwa kemenangan tidak selalu diraih melalui peperangan, tetapi juga lewat strategi, diplomasi, kesabaran, dan perencanaan yang matang.

Ketiga, setiap musibah maupun keberhasilan hanya terjadi atas izin Allah SWT. Oleh sebab itu, seorang Muslim seharusnya lebih sibuk memperbaiki amal daripada mempercayai berbagai mitos yang tidak memiliki landasan syariat.

Bulan Safar akhirnya mengajarkan satu hal yang sangat mendasar: jangan pernah menilai sebuah waktu dari cerita turun-temurun, tetapi nilailah berdasarkan petunjuk Al-Qur’an, hadis sahih, dan penjelasan para ulama.

Mitos boleh bertahan selama ratusan tahun, tetapi satu hadis sahih sudah cukup untuk meluruskannya. Bulan Safar bukan bulan sial. Ia adalah saksi perjuangan Rasulullah ﷺ, penguat tauhid, dan pengingat bahwa takdir manusia hanya berada di tangan Allah SWT. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Curanmor Tamansari

    Curanmor Gagal Saat Magrib di Tamansari, Pelaku Babak Belur Diamuk Warga

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Curanmor Tamansari kembali membuat warga resah. Seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor gagal membawa kabur motor milik warga di Kampung Mulyasari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Rabu (20/05/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Aksi itu terbongkar saat pemilik motor memergoki kendaraannya sedang didorong pelaku dari area parkir sebuah tempat pangkas rambut. Korban spontan berteriak […]

  • Yajuj dan Majuj

    Misteri Yajuj dan Majuj Mulai Ramai Dibahas, Benarkah Sudah Dekat?

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Nama Yajuj dan Majuj belakangan kembali ramai di media sosial. Banyak orang mendadak mencari tahu siapa sebenarnya kaum misterius yang disebut dalam Al-Qur’an itu. Sebagian bahkan mulai menghubungkan berbagai kekacauan dunia dengan tanda-tanda kemunculan Yajuj dan Majuj menjelang kiamat. Pembahasan tentang kisah ini memang selalu memancing rasa penasaran. Bukan hanya karena kisahnya […]

  • Hari Jadi Tasikmalaya

    Napak Tilas Sambut Hari Jadi Tasikmalaya Ke-394

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hari Jadi Tasikmalaya ke-394 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk kembali menengok jejak sejarah daerah. Melalui kegiatan napak tilas sejarah Tasikmalaya, Bupati Tasikmalaya bersama jajaran pemerintah berziarah ke situs bersejarah sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus memperkuat semangat pembangunan yang berpijak pada nilai budaya dan kearifan lokal. Kegiatan tersebut berlangsung […]

  • Kebakaran Rumah Banjar

    Rumah Warga Banjar Hangus, Diduga Dipicu Obat Nyamuk

    • calendar_month 12 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran rumah Banjar kembali terjadi. Sebuah rumah terbakar di Banjar menghanguskan bangunan semi permanen milik seorang warga di RT 09 RW 05, Dusun Cilengkong, Desa Neglasari, Kota Banjar, pada Sabtu pagi. Peristiwa ini diduga dipicu oleh obat nyamuk bakar yang menyulut kasur di dalam kamar sebelum api merambat ke seluruh bagian […]

  • Ilustrasi reflektif tentang manusia yang menatap masa depan dengan keikhlasan, menyadari rencana Allah selalu lebih baik dari keinginan manusia karena hikmah takdir Allah di masa depan

    Hari Esok Akan Membuktikan, Allah Tak Pernah Salah

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Suatu hari nanti, mungkin bukan besok atau tahun depan, kita akan menoleh ke belakang dengan mata yang berbeda. Luka yang hari ini terasa menyesakkan akan tampak seperti jalan sunyi yang ternyata menyelamatkan. Air mata yang jatuh diam-diam akan berubah menjadi bukti bahwa Allah sedang bekerja dengan cara paling lembut, meski saat itu […]

  • Ilustrasi transaksi paylater melalui ponsel dengan simbol timbangan hukum Islam dan Al-Qur’an di latar belakang.

    Paylater Riba atau Bukan? Ini Penjelasan Tegasnya

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pertanyaan tentang paylater riba semakin sering muncul seiring maraknya layanan beli sekarang bayar nanti. Banyak orang juga mencari hukum paylater dalam Islam serta kejelasan apakah paylater termasuk riba. Karena itu, memahami konsep riba dalam syariat menjadi langkah awal sebelum menilai praktik paylater secara objektif. Secara umum, paylater adalah fasilitas pembayaran yang memungkinkan […]

expand_less