174 Siswa Tasikmalaya Siap Berlaga di Porseni Jabar
- account_circle redaktur
- calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
- visibility 41
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra melepas 174 siswa kontingen Porseni Madrasah menuju tingkat Jawa Barat, Rabu (19/8/2026).(Foto: Pemkot Tasikmalaya).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sebanyak 174 siswa madrasah Kota Tasikmalaya bersiap membawa nama daerah ke ajang Porseni Siswa Madrasah tingkat Provinsi Jawa Barat 2026. Mereka terdiri atas peserta dari jenjang MI, MTs, dan MA yang akan berkompetisi dalam 13 cabang perlombaan.
Persiapan kontingen ditandai dengan apel kesiapan panitia sekaligus pelepasan kontingen Kota Tasikmalaya di Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya, Rabu (19/8/2026).
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Chandra Negara, hadir dalam kegiatan tersebut. Ia memberikan dukungan sekaligus motivasi kepada para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kompetisi dengan semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.
Bagi kontingen Porseni Madrasah Tasikmalaya, keberangkatan ke tingkat Jawa Barat bukan sekadar kesempatan mengejar prestasi. Ada nama daerah yang ikut mereka bawa.
174 Siswa, 13 Cabang Perlombaan
Berdasarkan informasi Pemerintah Kota Tasikmalaya, kontingen tersebut terdiri dari 56 peserta jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), 58 peserta Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 60 peserta Madrasah Aliyah (MA).
Jika dijumlahkan, totalnya mencapai 174 peserta.
Mereka akan mengikuti 13 cabang perlombaan, yang terdiri atas sembilan cabang seni dan empat cabang olahraga.
Angka tersebut menunjukkan bahwa Porseni bukan sekadar agenda seremonial. Bagi para siswa, ajang tingkat provinsi menjadi ruang untuk menguji kemampuan setelah menjalani proses persiapan di daerah.
Karena itu, setiap peserta datang dengan tantangan masing-masing. Mereka harus tampil percaya diri, menjaga konsentrasi, sekaligus mampu menghormati peserta dari daerah lain.
Kompetisi akhirnya bukan hanya soal siapa yang memperoleh hasil terbaik. Pengalaman selama mengikuti perlombaan juga menjadi bagian penting dari perjalanan para siswa.
Diky Chandra Titip Pesan Sportivitas
Dalam apel pelepasan tersebut, Diky Chandra memberikan dukungan kepada kontingen Kota Tasikmalaya.
Ia mendorong para siswa mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan penuh semangat. Selain itu, sportivitas menjadi pesan yang tidak boleh ditinggalkan selama kompetisi.
Pesan tersebut penting karena Porseni mempertemukan siswa madrasah dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Dalam suasana kompetisi, semangat untuk menang tentu menjadi bagian dari perjuangan. Namun, kemenangan bukan alasan untuk mengabaikan sikap saling menghargai.
Sebaliknya, kekalahan pun tidak seharusnya membuat peserta kehilangan kepercayaan diri.
Dari sinilah nilai pendidikan dalam sebuah kompetisi terlihat. Siswa belajar menghadapi tekanan, menghargai lawan, menerima hasil, dan tetap memberikan penampilan terbaik.
Bagi Tasikmalaya, sikap tersebut menjadi bagian dari upaya membawa nama daerah dengan cara yang positif.
Porseni Madrasah Bukan Hanya Tentang Medali
Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap keikutsertaan kontingen dalam Porseni tingkat Jawa Barat dapat menjadi momentum untuk meraih prestasi.
Namun, pemerintah daerah juga menempatkan kegiatan tersebut sebagai sarana untuk membangun karakter, kreativitas, dan semangat kebersamaan di kalangan siswa madrasah.
Pandangan itu membuat Porseni memiliki makna yang lebih luas.
Siswa tidak hanya berlatih untuk tampil di depan juri atau bertanding menghadapi lawan. Mereka juga mendapatkan pengalaman sosial yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas.
Mereka bertemu peserta dari daerah lain. Mereka belajar beradaptasi. Mereka merasakan atmosfer kompetisi. Kemudian, mereka membawa pengalaman itu kembali ke lingkungan sekolah dan masyarakat.
Karena itu, prestasi memang penting. Akan tetapi, karakter yang terbentuk selama proses tersebut juga memiliki nilai yang panjang.
Membawa Nama Tasikmalaya ke Panggung Jawa Barat
Keberangkatan kontingen Kota Tasikmalaya menjadi momentum bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan di tingkat provinsi.
Ada 174 peserta dengan latar jenjang pendidikan berbeda. Ada 13 cabang perlombaan yang menjadi ruang untuk menunjukkan bakat dan kemampuan. Di atas semua itu, ada nama Kota Tasikmalaya yang mereka bawa.
Tantangannya tentu tidak ringan.
Kompetisi tingkat Jawa Barat mempertemukan peserta dari berbagai daerah dengan kemampuan yang beragam. Karena itu, kesiapan mental menjadi sama pentingnya dengan kemampuan teknis.
Dukungan pemerintah daerah, panitia, guru, madrasah, dan lingkungan keluarga juga menjadi bagian dari perjalanan para siswa.
Jika hasil terbaik berhasil diraih, prestasi tersebut tentu menjadi kebanggaan bagi Tasikmalaya.
Namun, ada ukuran keberhasilan lain yang tidak kalah penting: para siswa pulang dengan pengalaman baru, mental yang lebih kuat, dan pemahaman bahwa prestasi harus berjalan bersama sportivitas.
Pada akhirnya, Porseni Madrasah Tasikmalaya bukan hanya tentang siapa yang membawa pulang penghargaan.
Ini tentang 174 siswa yang diberi kesempatan untuk berani tampil, berkompetisi, belajar menghargai orang lain, dan membawa nama daerah ke panggung yang lebih luas.
Sebab medali hanya menjadi simbol kemenangan. Tetapi keberanian untuk tampil, sportivitas saat bertanding, dan karakter setelah kompetisi berakhir adalah prestasi yang nilainya jauh lebih panjang. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar