Diky Chandra Perkuat Sinergi dengan Pesantren
- account_circle redaktur
- calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
- visibility 56
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Wali Kota Tasikmalaya ,Rd. Diky Chandra, Kamis (6/8/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com | BERITA DAERAH — Di tengah tantangan pembangunan sumber daya manusia yang semakin kompleks, Pesantren Tasikmalaya dinilai memiliki posisi yang tidak tergantikan. Lembaga pendidikan Islam ini tidak hanya mencetak generasi berilmu, tetapi juga membentuk karakter, memperkuat nilai keagamaan, serta menjadi pusat pembinaan masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan pondok pesantren menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Pesan tersebut mengemuka saat Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Chandra Negara menghadiri Silaturahmi Pimpinan Pondok Pesantren bersama Pengurus Forum Pondok Pesantren (FPP) dan Muspika Kecamatan Tamansari di Pondok Pesantren Raudlatut Ta’alum, Kecamatan Tamansari, Kamis (6/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu tidak hanya menjadi ajang mempererat ukhuwah. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ruang membangun komitmen bersama agar pesantren terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Kota Tasikmalaya.
Pesantren Berperan Penting dalam Membangun SDM Berkualitas
Dalam sambutannya, Diky Chandra menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur atau pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kualitas manusia tetap menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah daerah.
Karena itu, pemerintah memandang pondok pesantren sebagai mitra yang memiliki kontribusi nyata dalam membentuk karakter generasi muda, memperkuat pendidikan, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis.
“Pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan pondok pesantren sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan, dakwah, dan pembinaan masyarakat,” ujar Diky Chandra.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya memandang pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai bagian penting dari pembangunan sosial yang mampu memperkuat kualitas masyarakat secara menyeluruh.
Sinergi Pemerintah dan Pesantren Perlu Terus Diperkuat
Silaturahmi ini mempertemukan pemerintah daerah, Forum Pondok Pesantren, serta unsur Muspika Kecamatan Tamansari dalam satu forum dialog.
Melalui pertemuan tersebut, berbagai pihak memperkuat koordinasi sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih intensif. Kolaborasi seperti ini dinilai penting agar berbagai program pembangunan mampu menyentuh kebutuhan masyarakat secara lebih luas.
Selain membahas pendidikan, forum juga menyoroti pentingnya dakwah yang moderat, pembinaan generasi muda, penguatan nilai kebangsaan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai keislaman.
Forum Pondok Pesantren Perkuat Kelembagaan
Keberadaan Forum Pondok Pesantren (FPP) menjadi salah satu wadah strategis untuk memperkuat kelembagaan pesantren di Kecamatan Tamansari.
Melalui forum tersebut, para pimpinan pondok pesantren dapat saling bertukar pengalaman, menyampaikan aspirasi, sekaligus membangun kerja sama yang lebih erat dengan pemerintah daerah.
Hubungan yang semakin kuat diharapkan mampu melahirkan berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kolaborasi Berbasis Nilai Keagamaan Menjadi Modal Pembangunan
Tasikmalaya dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki tradisi pendidikan pesantren yang kuat. Kepercayaan masyarakat terhadap pesantren menjadi modal sosial yang sangat besar untuk mendukung pembangunan.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan pesantren tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan. Sinergi tersebut juga berpotensi memperkuat dakwah, meningkatkan pembinaan masyarakat, mendorong pemberdayaan ekonomi umat, hingga memperkokoh kehidupan sosial yang harmonis.
Dengan komunikasi yang terus terjalin, berbagai potensi kerja sama diyakini akan berkembang lebih luas dan mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan.
Membangun Tasikmalaya dari Pendidikan dan Nilai-Nilai Keagamaan
Komitmen pemerintah menggandeng pesantren menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari proyek fisik. Penguatan kualitas manusia, pendidikan, moral, dan kehidupan sosial juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan daerah.
Kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, serta memiliki daya saing tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keagamaan.
Jalan yang mulus dapat mempercepat perjalanan, tetapi hanya pendidikan dan akhlak yang mampu menentukan arah masa depan. Ketika pemerintah dan pesantren berjalan berdampingan, yang dibangun bukan sekadar sebuah kota, melainkan peradaban yang kuat untuk generasi mendatang. (Red)
- Penulis: redaktur







Saat ini belum ada komentar