Buruh Garut Sampaikan Tuntutan, Bupati Syakur Soroti Formula Upah
- account_circle redaktur
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peringatan May Day Garut 2026 berlangsung penuh perhatian terhadap isu kesejahteraan pekerja. Dalam momentum Hari Buruh Internasional itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menerima langsung audiensi serikat pekerja dan serikat buruh di Lapangan Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Jumat 1 Mei 2026.
Dalam dialog tersebut, berbagai persoalan terkait hak buruh, formula pengupahan, hingga kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Garut menjadi topik utama yang disampaikan para pekerja.
Bupati Garut menegaskan bahwa buruh memiliki posisi penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjadi bagian utama dalam pembangunan sosial masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menjaga keseimbangan antara kepentingan pekerja, keberlangsungan perusahaan, dan stabilitas investasi di Garut.
Bupati Garut Tegaskan Buruh Jadi Pilar Ekonomi Daerah
Dalam pertemuan tersebut, Abdusy Syakur Amin menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh Internasional kepada seluruh pekerja di Kabupaten Garut.
Ia berharap berbagai aspirasi yang disampaikan para buruh dapat direalisasikan secara bertahap melalui komunikasi dan kerja sama yang baik.
Menurutnya, keberadaan buruh tidak hanya berhubungan dengan dunia industri, tetapi juga menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Garut.
Karena itu, pemerintah daerah menilai perlindungan terhadap hak pekerja harus berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan iklim usaha yang sehat.
“Ya tentu saja pertama kami mengucapkan selamat hari buruh internasional, khususnya kepada buruh di Kabupaten Garut semoga ke depan harapan buruh itu bisa sedikit-sedikit terealisasi. Karena buruh itu adalah bagian yang sangat penting dalam masyarakat Kabupaten Garut,” ucap Bupati Garut.
Selain mendengarkan tuntutan pekerja, Bupati Garut juga menjelaskan langkah-langkah yang telah disiapkan pemerintah daerah untuk menjaga kondusivitas hubungan industrial.
Ia bahkan berencana melakukan kunjungan langsung ke sejumlah perusahaan guna memastikan hak-hak pekerja tetap terpenuhi.
Namun di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan operasional perusahaan agar penyerapan tenaga kerja tetap berjalan.
Formula Upah Jadi Sorotan Buruh Garut
Salah satu isu utama yang mencuat dalam audiensi tersebut berkaitan dengan formula pengupahan.
Para pekerja meminta adanya kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan buruh di tengah meningkatnya kebutuhan hidup.
Menanggapi hal itu, Bupati Garut mengakui bahwa sistem pengupahan memang membutuhkan evaluasi agar lebih relevan dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini.
Ia menyebut pemerintah daerah akan mencari solusi terbaik terkait formula upah tanpa mengganggu stabilitas dunia usaha.
Menurutnya, kebijakan pengupahan harus disusun secara hati-hati karena menyangkut kepentingan banyak pihak.
Selain mempengaruhi kesejahteraan pekerja, kebijakan tersebut juga berkaitan langsung dengan keberlanjutan investasi dan pertumbuhan lapangan kerja di Garut.
Karena itu, pemerintah daerah menilai dialog terbuka antara buruh, pengusaha, dan pemerintah menjadi langkah penting untuk mencari titik keseimbangan.
Produktivitas Buruh Garut Dinilai Punya Daya Saing Tinggi
Di tengah tuntutan kesejahteraan pekerja, Abdusy Syakur juga memberikan apresiasi terhadap kualitas tenaga kerja di Kabupaten Garut.
Ia menilai produktivitas buruh Garut sudah memenuhi standar yang baik dan mampu bersaing di dunia industri.
Menurutnya, hal itu terlihat dari meningkatnya minat investor yang terus masuk dan memperluas usaha di wilayah Garut.
Bahkan beberapa perusahaan disebut kembali melakukan ekspansi karena melihat potensi tenaga kerja lokal yang dinilai kompetitif.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal positif bahwa sektor ketenagakerjaan di Garut masih memiliki daya tarik di tengah tantangan ekonomi nasional.
Selain itu, meningkatnya investasi juga dinilai dapat membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Namun demikian, pemerintah daerah mengingatkan bahwa pertumbuhan investasi harus tetap berjalan beriringan dengan perlindungan hak-hak pekerja.
May Day Jadi Momentum Perkuat Dialog Buruh dan Pemerintah
Peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian tuntutan pekerja.
Lebih dari itu, momentum May Day di Garut juga menjadi ruang dialog antara buruh dan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
Bupati Garut berharap komunikasi yang baik dapat terus dijaga agar setiap kebijakan yang diambil tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.
Ia menilai hubungan harmonis antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Karena itu, pendekatan dialog dan sinergi dinilai jauh lebih efektif dibandingkan konflik berkepanjangan yang justru merugikan semua pihak.
Buruh dan Investasi Harus Tumbuh Bersama
Di tengah tekanan ekonomi global dan persaingan industri yang semakin ketat, kesejahteraan pekerja kini menjadi isu yang tidak bisa diabaikan.
Namun di sisi lain, keberlangsungan investasi juga tetap menjadi kebutuhan penting bagi daerah untuk membuka lapangan kerja baru.
Karena itu, keseimbangan antara hak buruh dan iklim usaha menjadi tantangan besar yang harus dijaga bersama.
Dan ketika dialog mulai dibuka dengan lebih jujur, harapan tentang dunia kerja yang lebih adil bukan lagi sekadar tuntutan.
Tetapi bisa menjadi fondasi kuat bagi masa depan ekonomi Garut yang lebih sehat dan manusiawi. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar