Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Pemkab Lebak Dinilai Abai Tangani Kemiskinan Ekstrem yang Berdampak pada Warga

Pemkab Lebak Dinilai Abai Tangani Kemiskinan Ekstrem yang Berdampak pada Warga

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
  • visibility 102
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kondisi kemiskinan ekstrem Lebak kembali muncul setelah seorang lansia dan anak ODGJ hidup tanpa bantuan pemerintah.


Kemiskinan Ekstrem Lebak dan Kelalaian Pengawasan Negara

albadarpost.com, HUMANIORA – Kondisi kemiskinan ekstrem Lebak kembali menjadi sorotan setelah seorang lansia dan putranya yang hidup dengan gangguan jiwa bertahan di gubuk rapuh tanpa dukungan negara. Kisah ini mencerminkan celah serius dalam pendataan, program bantuan sosial, dan pengawasan kesejahteraan warga yang tinggal tidak jauh dari pusat pemerintahan.

Udeng, warga 60 tahun di Kampung Kolelet Impres, Desa Pasirtangkil, Kecamatan Warunggunung, hidup bersama putra semata wayangnya dalam kondisi yang jauh dari standar kelayakan. Rumah berukuran sekitar tiga kali lima meter itu nyaris roboh, bagian atapnya berlubang, dan lantainya berupa tanah yang lembap. Situasi tersebut menunjukkan bagaimana kemiskinan ekstrem Lebak tidak sekadar statistik, tetapi kenyataan yang hadir di wilayah yang seharusnya mudah dijangkau oleh pemerintah daerah.

Udeng menuturkan bahwa ia dan anaknya kerap kehujanan ketika hujan turun. Beberapa genteng sudah jatuh, kayu penyangga rapuh, dan atap sewaktu-waktu bisa runtuh. “Kalau malam hujan, ya saya sama anak kehujanan. Mau bagaimana lagi keadaannya memang begini,” ujarnya. Kalimatnya pendek, tetapi mengungkap banyak hal: rumah tak layak huni, penghasilan tidak tetap, dan ketiadaan akses bantuan sosial.

Ia bekerja serabutan di kebun, sering tanpa upah. Ketergantungan pada belas kasihan tetangga membuat keberlangsungan hidupnya tidak pasti. “Kadang dikasih seratus ribu seminggu, itu pun kalau ada,” tambahnya.

Ketika ditanya soal bantuan sosial, Udeng menjawab singkat. Ia tidak mendapat BPNT, PKH, maupun beras dari desa. Pendataan pun tidak pernah menyentuh rumahnya. Kondisi ini memperlihatkan masalah struktural dalam sistem perlindungan sosial, khususnya bagi kelompok rentan yang tidak mampu mengakses informasi atau administrasi desa.

Selain kemiskinan, Udeng harus merawat putranya yang mengalami gangguan jiwa sejak kecil. Penanganan medis tidak pernah dilakukan karena keterbatasan biaya dan penolakan anaknya untuk berobat. “Dokter juga belum pernah datang,” ucapnya.

Situasi tersebut menunjukkan adanya lingkar persoalan antara kemiskinan, kesehatan mental, dan akses layanan publik—kombinasi yang memperburuk kerentanan warga miskin.


Celah Pendataan dan Sistem Perlindungan Sosial

Kisah Udeng memperlihatkan bagaimana kemiskinan ekstrem Lebak bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi juga kegagalan sistem dalam menjangkau warga yang paling membutuhkan. Jarak rumahnya ke pusat pemerintahan hanya sekitar 15 kilometer, tetapi ia tidak pernah tersentuh program bantuan sosial.

Dalam konteks kebijakan, pendataan menjadi titik paling krusial. Tanpa data yang akurat, program pemerintah sulit menyasar warga yang tepat. Kementerian Sosial dan pemerintah daerah sering menekankan validasi data terpadu, namun kasus seperti ini menunjukkan ketidaksinkronan antara administrasi desa, kecamatan, dan instansi kesejahteraan.

Tetangga Udeng, Ahmad Syarifudin, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung lama. “Untuk makan saja kadang ada, kadang tidak. Rumahnya bocor kalau hujan. Sudah tidak layak dihuni,” katanya. Ia berharap pemerintah turun tangan segera, bukan hanya memperbaiki rumah, tetapi juga memastikan adanya pendampingan kesehatan bagi anak Udeng.

Pengabaian seperti ini berdampak luas. Ketika satu keluarga hidup dalam situasi ekstrem tanpa bantuan, itu mencerminkan lemahnya sistem perlindungan sosial di tingkat lokal. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan program bantuan tepat sasaran, terutama bagi kelompok yang tidak mampu mengakses layanan.

Baca juga: DPR Desak Negara Perkuat Perlindungan Anak demi Tekan Risiko Penculikan

Kasus ini juga mengangkat ulang perbincangan mengenai target nasional pengentasan kemiskinan ekstrem. Jika warga yang tinggal puluhan menit dari pusat pemerintahan tidak terdata, bagaimana dengan warga yang tinggal di wilayah terpencil?


Konteks yang Lebih Luas

Fenomena ini bukan kasus tunggal. Banyak keluarga di Banten, terutama di daerah pedesaan, hidup dalam kondisi rentan tanpa perhatian negara. Kebijakan penanggulangan kemiskinan ekstrem menekankan pada intervensi cepat, bantuan sosial terarah, dan dukungan kesehatan. Namun pada tingkat implementasi, sering terjadi ketimpangan antara perencanaan dan pelaksanaan.

Dalam kasus Udeng, ketiadaan akses bantuan sosial menunjukkan adanya celah antara regulasi dan eksekusi. Pemerintah Desa Pasirtangkil dan Pemerintah Kabupaten Lebak perlu memperbaiki mekanisme pendataan, pengawasan rumah tangga miskin, serta memastikan keluarga rentan terhubung dengan layanan kesehatan mental.

Kasus Udeng menegaskan kemiskinan ekstrem Lebak membutuhkan pendataan akurat dan intervensi cepat agar warga paling rentan tidak kembali terabaikan. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi mahasiswa penerima beasiswa LPDP dengan latar bendera Indonesia dan dokumen kontrak kewajiban penerima beasiswa.

    Apa Itu Beasiswa LPDP dan Kewajibannya? Ini Penjelasan Lengkapnya

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Isu mengenai alumni penerima LPDP kembali menjadi perhatian publik. Banyak warganet mempertanyakan, APA itu beasiswa LPDP dan kewajibannya, serta apa saja tanggung jawab moral dan administratif yang melekat pada penerima dana pendidikan negara tersebut. Pertanyaan tentang apa itu LPDP, aturan beasiswa LPDP, serta kewajiban penerima LPDP langsung menjadi kata kunci yang ramai […]

  • Sejarah Kurikulum Indonesia

    Dari 1947 hingga Merdeka, Begini Evolusi Kurikulum Indonesia

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Bagi banyak orang Indonesia, pergantian kurikulum sering menjadi penanda sebuah generasi. Ada yang masih mengingat sistem caturwulan pada era 1990-an, ada yang tumbuh bersama istilah CBSA, ada pula yang akrab dengan Kurikulum 2013 dan proyek P5 dalam Kurikulum Merdeka. Meski berbeda nama dan pendekatan, perjalanan panjang Sejarah Kurikulum Indonesia ternyata mengarah pada […]

  • Prajurit TNI Kodim Tasikmalaya mengikuti latihan pemadaman kebakaran bersama tim Damkar dengan perlengkapan lengkap

    Latihan Damkar TNI Tasikmalaya: Prajurit Kodim 0612 Belajar Lawan Api

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Latihan Damkar TNI Tasikmalaya menjadi sorotan setelah puluhan prajurit Kodim 0612 terjun langsung mengikuti simulasi penanggulangan kebakaran bersama tim Damkar Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan bagian dari peningkatan kesiapsiagaan prajurit teritorial dalam menghadapi ancaman nyata di tengah masyarakat. Dalam latihan ini, simulasi kebakaran, teknik pemadaman api, dan […]

  • Universitas Islam Tasikmalaya

    Unitas Bertransformasi, Universitas Islam Tasikmalaya Memulai Babak Baru

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Universitas Islam Tasikmalaya resmi diluncurkan bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-52 Unitas Tasikmalaya. Transformasi kampus Islam di Tasikmalaya ini menjadi salah satu momentum penting bagi dunia pendidikan tinggi di Priangan Timur karena menandai langkah baru dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, riset, dan nilai-nilai keislaman dalam satu ekosistem akademik yang lebih luas. Bagi […]

  • ASN Pemkot Tasikmalaya

    ASN Pemkot Tasikmalaya Diduga Tipu Investasi Rp5 Miliar, Viman: Kenapa Harus Dilindungi?

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus ASN Pemkot Tasikmalaya yang diduga terlibat penipuan investasi Rp5 miliar mulai memicu perhatian publik. Dugaan kasus investasi proyek alat kesehatan tersebut bukan hanya menyeret aparatur sipil negara berinisial AG, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai integritas birokrasi. Di tengah sorotan itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi memilih mengambil sikap tegas dengan […]

  • penemuan jasad bayi

    Polisi Dalami Penemuan Jasad Bayi di Toilet Stasiun Citayam

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Penemuan jasad bayi di Stasiun Citayam mengusut motif pelaku, polisi kumpulkan saksi dan lakukan autopsi. albadarpost.com, HUMANIORA — Penemuan jasad bayi perempuan di toilet Stasiun Citayam mengubah rutinitas sore pengguna KRL menjadi laporan kriminal yang menuntut kejelasan. Senin, 1 Desember 2025, seorang petugas kebersihan menemukan bayi yang diperkirakan baru berusia lima hari di dalam sebuah […]

expand_less