Beasiswa BAZNAS 2026 Dibuka, Kuliah Gratis ke Malaysia untuk Mustahik
- account_circle redaktur
- calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, HUMANIORA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi membuka Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) 2026 untuk studi di Al-Bukhari International University (AIU), Malaysia. Program ini kembali menjadi peluang besar bagi mahasiswa dari keluarga prasejahtera (mustahik) yang ingin menembus pendidikan internasional tanpa terbebani biaya.
Berbeda dari program beasiswa pada umumnya, Beasiswa BAZNAS 2026 tidak hanya menargetkan kelulusan akademik, tetapi juga mendorong perubahan status ekonomi penerima—dari mustahik menjadi muzaki.
Bukan Sekadar Beasiswa, Tapi Jalan Ubah Nasib
Pimpinan BAZNAS, Idy Muzayyad, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi besar pemberdayaan berbasis zakat.
“Ini bukan sekadar bantuan pendidikan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul yang bisa menjadi duta bangsa di level global,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Imdadun Rahmat. Ia menekankan bahwa zakat harus memberi dampak nyata, bukan hanya bersifat konsumtif.
“Melalui pendidikan, zakat bisa menjadi alat pengungkit untuk mengurangi kesenjangan sosial,” katanya.
Data Bicara: Alumni Sudah Go Internasional
Efektivitas program ini bukan sekadar klaim. Data BAZNAS menunjukkan hasil konkret:
- 153 mahasiswa telah menerima manfaat dari 22 provinsi
- 132 alumni telah lulus
- Lulusan bekerja di berbagai negara seperti Malaysia, Australia, Taiwan, hingga Thailand
- Banyak alumni kini berpenghasilan di atas nisab zakat
Fakta ini mempertegas bahwa beasiswa luar negeri BAZNAS bukan hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga menciptakan mobilitas sosial yang nyata.
Seleksi Dibuka Luas, Transparan
BAZNAS memastikan proses seleksi Beasiswa BAZNAS 2026 berlangsung secara terbuka dan transparan. Divisi Pendidikan dan Dakwah mengelola program ini dengan memperluas jangkauan sosialisasi agar lebih banyak calon pendaftar dapat mengakses informasi.
Langkah ini menjadi penting untuk menjangkau kelompok yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan tinggi, khususnya di level internasional.
Peluang Emas yang Tak Datang Dua Kali
Di tengah meningkatnya biaya pendidikan global, kehadiran Beasiswa Cendekia AIU 2026 menjadi peluang langka—terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi namun berprestasi.
Program ini sekaligus memperlihatkan wajah baru pengelolaan zakat: bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi solusi berkelanjutan untuk membangun kemandirian.
Beasiswa BAZNAS 2026 mengirim pesan kuat: keterbatasan ekonomi bukan akhir dari segalanya. Dengan sistem yang tepat, zakat mampu mengubah arah hidup—dari penerima bantuan menjadi pihak yang kelak memberi. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar