Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » BBKSDA Jabar Perkuat Reintroduksi Banteng Jawa di Pangandaran

BBKSDA Jabar Perkuat Reintroduksi Banteng Jawa di Pangandaran

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • visibility 129
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BBKSDA Jawa Barat memperkuat reintroduksi banteng jawa di Pangandaran guna menekan ancaman kepunahan.

albadarpost.com, HUMANIORA — Program reintroduksi banteng jawa kembali menjadi fokus konservasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi ancaman kepunahan banteng jawa (Bos javanicus) yang statusnya meningkat menjadi “sangat terancam punah”. Intervensi dilakukan di Pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran, kawasan konservasi yang menjadi laboratorium hidup upaya penyelamatan spesies.

Kepala Bidang Wilayah III Ciamis BBKSDA Jawa Barat, Achmad Arifin, menyampaikan tujuan utama program ini: meningkatkan populasi banteng jawa dengan kualitas genetik yang lebih baik. Ia menegaskan, pendekatan konservasi tidak bisa dilakukan sendiri. “Program reintroduksi di Cagar Alam Pananjung Pangandaran bertujuan untuk meningkatkan populasi banteng jawa dengan keragaman genetik lebih baik,” kata Achmad di Bandung.

Upaya reintroduksi merupakan kerja lintas pihak. BBKSDA menggandeng Kementerian Kehutanan, Taman Safari Indonesia, Star Energy Geothermal Darajat II Limited, Pemerintah Kabupaten Pangandaran, serta masyarakat. Menurut Achmad, dukungan lintas sektor menjadi penentu karena konservasi menghadapi spektrum tantangan yang melibatkan kebijakan, budaya lokal, hingga faktor ekonomi.

Edukasi publik juga menjadi strategi utama. Konservasi satwa liar memerlukan pemahaman masyarakat untuk tidak menjinakkan, memperdagangkan, ataupun memindahkan satwa dari habitat asal. “Edukasi publik merupakan poin penting untuk menyelamatkan dan melestarikan satwa liar dengan membiarkan mereka hidup di habitat alaminya,” ujar Achmad.


Tantangan Reintroduksi dan Tekanan Ekologi

BBKSDA Jawa Barat tidak menutup fakta bahwa reintroduksi banteng jawa merupakan proses panjang. Kesehatan satwa, daya hidup, perilaku, pakan, dan habitat menjadi prioritas. Di lapangan, sembilan petugas bertugas menjaga satwa mulai dari pemberian nutrisi tambahan, pemeliharaan kandang, pengecekan masa birahi, hingga keberlanjutan padang gembala.

Untuk memperkuat tata kelola, BBKSDA menyusun standar operasional reintroduksi dari sisi kesehatan, perilaku, habitat, serta sarana prasarana. Sistem ini ditopang pengembangan prototipe laporan digital sehingga kondisi satwa diketahui secara cepat. “Kami kembangkan laporan digital yang lebih ter-update untuk mengetahui kondisi satwa sehingga penanganannya cepat dan terukur,” kata Achmad.

Laporan International Union for Conservation of Nature (IUCN) pada 2024 memperburuk urgensi. Status banteng jawa naik ke tingkat critically endangered. Populasi globalnya menurun lebih dari 80 persen dalam dua dekade terakhir. Penyebab utamanya berlapis: perburuan liar untuk tanduk dan daging, hilangnya habitat akibat degradasi hutan, serta dampak bencana alam. Saat ini, populasi global diperkirakan sekitar 3.300 ekor.

Baca juga: Polisi Dalami Penemuan Jasad Bayi di Toilet Stasiun Citayam

Pangandaran dipilih sebagai lokasi reintroduksi karena merupakan habitat yang historis terbukti mendukung reproduksi banteng jawa. Program ini merupakan intervensi hilir: memperkuat populasi sebelum kehabisan basis genetik. Reintroduksi tidak hanya menambah jumlah, tetapi memastikan kualitas jangka panjang.


Sejarah Populasi dan Perkembangan Terbaru

Program reintroduksi banteng di Cagar Alam Pananjung punya riwayat panjang. Upaya pertama dilakukan pada 1922 oleh Y. Eycken yang menghadirkan empat banteng untuk dijadikan taman buru. Pada 1934, introduksi meningkat menjadi 60 hingga 80 ekor. Puncaknya, pada 1979 populasi sempat mencapai 90 ekor.

Namun letusan Gunung Galunggung pada 1982 menghapus seluruh fondasi konservasi. Dampaknya drastis: tahun 2003 populasi banteng menyusut hingga hanya satu ekor jantan tersisa. Situasi tersebut menjadi catatan kelam konservasi Jabar. Baru pada Desember 2024, Menteri Kehutanan melepasliarkan empat banteng dewasa — dua jantan dan dua betina — ke kawasan Pangandaran.

Empat indukan itu berasal dari tiga lembaga konservasi terpisah: satu betina dari Taman Safari Indonesia Bogor bernama Uchi, satu betina dari Taman Safari Indonesia Prigen bernama Bindi, serta dua jantan dari Bali bernama Bejo dan Senta. Strategi ini bertujuan memperlebar variasi genetik, menghindari inbreeding (perkawinan sedarah), dan memastikan daya hidup generasi berikutnya.

Perkembangan mulai terlihat. Hingga akhir 2025, dua kelahiran dicatat. Anakan pertama lahir pada Minggu, 27 Juli 2025 dari induk Uchi dan dinamai Eksploitasia. Anakan kedua lahir pada Kamis, 7 Agustus 2025 dari induk Bindi dan diberi nama Haruni. Dua kelahiran tersebut menunjukkan keberhasilan fase awal reintroduksi.


Reintroduksi Banteng Jawa sebagai Investasi Ekologi

Program reintroduksi banteng jawa di Pangandaran bukan sekadar proyek konservasi, melainkan koreksi atas sejarah eksploitasi satwa liar. Peningkatan status keterancaman menegaskan bahwa tekanan global terhadap satwa endemik semakin besar. Keberhasilan dua kelahiran baru memberi indikator penting: habitat yang pulih dan stabil mampu mengembalikan fungsi ekologis hewan pemakan rumput ini.

BBKSDA menargetkan keberlanjutan program melalui tata kelola berbasis data dan kolaborasi sektor publik-swasta. Seluruh proses reintroduksi dievaluasi secara berkala untuk memastikan kelangsungan populasi tanpa ketergantungan manusia.

BBKSDA Jawa Barat memperkuat reintroduksi banteng jawa di Pangandaran, menekan ancaman kepunahan melalui tata kelola berbasis data dan kolaborasi lintas pihak. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kajian Isra Mikraj

    Majelis Taklim Hegarmanah: Spirit Keumatan lewat Kajian Isra Mikraj

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 186
    • 0Komentar

    albadarpost.com, KOLABORASI – Di tengah situasi umat yang dihadapkan pada tantangan sosial dan kemanusiaan, Majelis Taklim Hegarmanah menyelenggarakan kajian Isra Mi’raj sebagai ikhtiar memperkuat kesadaran keumatan. Kegiatan ini tidak hanya mengajak jamaah memahami makna spiritual perjalanan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menautkannya dengan tanggung jawab sosial antar sesama Muslim. Kajian akan berlangsung pada Jumat, 16 […]

  • Fitnah Akhir Zaman

    Media Sosial, Hoaks, dan Hadis Akhir Zaman yang Kini Terasa Nyata

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pembahasan tentang fitnah akhir zaman belakangan semakin ramai di media sosial. Banyak orang mulai mengaitkan hadis akhir zaman dengan kondisi dunia digital saat ini, mulai dari hoaks, adu domba, penyebaran kebencian, hingga manusia yang semakin mudah saling menyerang hanya lewat layar ponsel. Fenomena itu membuat sebagian umat Islam merasa hadis-hadis Rasulullah SAW […]

  • Pemotor Meninggal Mendadak

    Pemotor Tiba-Tiba Roboh di Simpang Purbaratu, Warga Panik

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peristiwa mengejutkan terjadi di kawasan Simpang Empat Tugu Kujang, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Minggu (21/6/2026) sore. Seorang pemotor meninggal mendadak saat melintas di lokasi tersebut sehingga mengundang perhatian warga yang berada di sekitar jalan. Kasus pemotor meninggal mendadak ini langsung menjadi sorotan karena korban sebelumnya terlihat mengendarai sepeda motor seorang diri […]

  • Laziiz Tasikmalaya

    Laziiz Tasikmalaya Dorong Camilan Desa Naik Kelas

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Laziiz Tasikmalaya mengembangkan camilan desa berstandar halal dan PIRT dengan dampak ekonomi lokal. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah persaingan industri makanan ringan yang semakin padat, konsumen kini tidak hanya mencari rasa. Mereka menuntut keamanan pangan, konsistensi mutu, dan dampak sosial yang nyata. Di Tasikmalaya, Laziiz Tasikmalaya hadir menjawab kebutuhan itu melalui camilan berbasis desa […]

  • Kobra Kota Banjar

    Kobra 3 Meter Masuk Perumahan, Damkar Kota Banjar Turun Tangan

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pagi di Perumahan Balokang Permai biasanya berlangsung tenang. Beberapa warga menyapu halaman. Anak-anak sesekali melintas dengan sepeda kecil di gang perumahan. Dari beberapa rumah, aroma masakan akhir pekan mulai tercium bersamaan dengan suara televisi yang menyala dari ruang keluarga. Namun suasana itu berubah dalam sekejap pada Sabtu, 6 Juni 2026. Seekor […]

  • jalan Padang–Bukittinggi

    Putusnya Jalan Padang–Bukittinggi Hambat Distribusi Bantuan ke Daerah Bencana

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Putusnya jalan Padang–Bukittinggi akibat banjir dan longsor menghambat distribusi bantuan ke wilayah terdampak. Padang–Bukittinggi Putus Total, Ratusan Kilometer Jalur Alternatif albadarpost.com, HUMANIORA – Jalan Padang–Bukittinggi terputus setelah banjir bandang dan tanah longsor menghantam kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat, dalam sepekan terakhir. Badan jalan di area pemandian Mega Mendung tergerus arus sungai pada Kamis (27/11). Kondisi […]

expand_less