Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » BBKSDA Jabar Perkuat Reintroduksi Banteng Jawa di Pangandaran

BBKSDA Jabar Perkuat Reintroduksi Banteng Jawa di Pangandaran

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BBKSDA Jawa Barat memperkuat reintroduksi banteng jawa di Pangandaran guna menekan ancaman kepunahan.

albadarpost.com, HUMANIORA — Program reintroduksi banteng jawa kembali menjadi fokus konservasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi ancaman kepunahan banteng jawa (Bos javanicus) yang statusnya meningkat menjadi “sangat terancam punah”. Intervensi dilakukan di Pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran, kawasan konservasi yang menjadi laboratorium hidup upaya penyelamatan spesies.

Kepala Bidang Wilayah III Ciamis BBKSDA Jawa Barat, Achmad Arifin, menyampaikan tujuan utama program ini: meningkatkan populasi banteng jawa dengan kualitas genetik yang lebih baik. Ia menegaskan, pendekatan konservasi tidak bisa dilakukan sendiri. “Program reintroduksi di Cagar Alam Pananjung Pangandaran bertujuan untuk meningkatkan populasi banteng jawa dengan keragaman genetik lebih baik,” kata Achmad di Bandung.

Upaya reintroduksi merupakan kerja lintas pihak. BBKSDA menggandeng Kementerian Kehutanan, Taman Safari Indonesia, Star Energy Geothermal Darajat II Limited, Pemerintah Kabupaten Pangandaran, serta masyarakat. Menurut Achmad, dukungan lintas sektor menjadi penentu karena konservasi menghadapi spektrum tantangan yang melibatkan kebijakan, budaya lokal, hingga faktor ekonomi.

Edukasi publik juga menjadi strategi utama. Konservasi satwa liar memerlukan pemahaman masyarakat untuk tidak menjinakkan, memperdagangkan, ataupun memindahkan satwa dari habitat asal. “Edukasi publik merupakan poin penting untuk menyelamatkan dan melestarikan satwa liar dengan membiarkan mereka hidup di habitat alaminya,” ujar Achmad.


Tantangan Reintroduksi dan Tekanan Ekologi

BBKSDA Jawa Barat tidak menutup fakta bahwa reintroduksi banteng jawa merupakan proses panjang. Kesehatan satwa, daya hidup, perilaku, pakan, dan habitat menjadi prioritas. Di lapangan, sembilan petugas bertugas menjaga satwa mulai dari pemberian nutrisi tambahan, pemeliharaan kandang, pengecekan masa birahi, hingga keberlanjutan padang gembala.

Untuk memperkuat tata kelola, BBKSDA menyusun standar operasional reintroduksi dari sisi kesehatan, perilaku, habitat, serta sarana prasarana. Sistem ini ditopang pengembangan prototipe laporan digital sehingga kondisi satwa diketahui secara cepat. “Kami kembangkan laporan digital yang lebih ter-update untuk mengetahui kondisi satwa sehingga penanganannya cepat dan terukur,” kata Achmad.

Laporan International Union for Conservation of Nature (IUCN) pada 2024 memperburuk urgensi. Status banteng jawa naik ke tingkat critically endangered. Populasi globalnya menurun lebih dari 80 persen dalam dua dekade terakhir. Penyebab utamanya berlapis: perburuan liar untuk tanduk dan daging, hilangnya habitat akibat degradasi hutan, serta dampak bencana alam. Saat ini, populasi global diperkirakan sekitar 3.300 ekor.

Baca juga: Polisi Dalami Penemuan Jasad Bayi di Toilet Stasiun Citayam

Pangandaran dipilih sebagai lokasi reintroduksi karena merupakan habitat yang historis terbukti mendukung reproduksi banteng jawa. Program ini merupakan intervensi hilir: memperkuat populasi sebelum kehabisan basis genetik. Reintroduksi tidak hanya menambah jumlah, tetapi memastikan kualitas jangka panjang.


Sejarah Populasi dan Perkembangan Terbaru

Program reintroduksi banteng di Cagar Alam Pananjung punya riwayat panjang. Upaya pertama dilakukan pada 1922 oleh Y. Eycken yang menghadirkan empat banteng untuk dijadikan taman buru. Pada 1934, introduksi meningkat menjadi 60 hingga 80 ekor. Puncaknya, pada 1979 populasi sempat mencapai 90 ekor.

Namun letusan Gunung Galunggung pada 1982 menghapus seluruh fondasi konservasi. Dampaknya drastis: tahun 2003 populasi banteng menyusut hingga hanya satu ekor jantan tersisa. Situasi tersebut menjadi catatan kelam konservasi Jabar. Baru pada Desember 2024, Menteri Kehutanan melepasliarkan empat banteng dewasa — dua jantan dan dua betina — ke kawasan Pangandaran.

Empat indukan itu berasal dari tiga lembaga konservasi terpisah: satu betina dari Taman Safari Indonesia Bogor bernama Uchi, satu betina dari Taman Safari Indonesia Prigen bernama Bindi, serta dua jantan dari Bali bernama Bejo dan Senta. Strategi ini bertujuan memperlebar variasi genetik, menghindari inbreeding (perkawinan sedarah), dan memastikan daya hidup generasi berikutnya.

Perkembangan mulai terlihat. Hingga akhir 2025, dua kelahiran dicatat. Anakan pertama lahir pada Minggu, 27 Juli 2025 dari induk Uchi dan dinamai Eksploitasia. Anakan kedua lahir pada Kamis, 7 Agustus 2025 dari induk Bindi dan diberi nama Haruni. Dua kelahiran tersebut menunjukkan keberhasilan fase awal reintroduksi.


Reintroduksi Banteng Jawa sebagai Investasi Ekologi

Program reintroduksi banteng jawa di Pangandaran bukan sekadar proyek konservasi, melainkan koreksi atas sejarah eksploitasi satwa liar. Peningkatan status keterancaman menegaskan bahwa tekanan global terhadap satwa endemik semakin besar. Keberhasilan dua kelahiran baru memberi indikator penting: habitat yang pulih dan stabil mampu mengembalikan fungsi ekologis hewan pemakan rumput ini.

BBKSDA menargetkan keberlanjutan program melalui tata kelola berbasis data dan kolaborasi sektor publik-swasta. Seluruh proses reintroduksi dievaluasi secara berkala untuk memastikan kelangsungan populasi tanpa ketergantungan manusia.

BBKSDA Jawa Barat memperkuat reintroduksi banteng jawa di Pangandaran, menekan ancaman kepunahan melalui tata kelola berbasis data dan kolaborasi lintas pihak. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tempe crispy fine dining

    Tempe Goreng Naik Level: Dari Makanan Biasa Jadi Fine Dining Viral

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tempe crispy fine dining kini menjadi tren kuliner yang menarik perhatian pecinta makanan modern. Hidangan tempe goreng premium ini menghadirkan tekstur renyah yang konsisten dengan sentuhan teknik memasak ala restoran mewah. Bahkan, tempe goreng modern ini tampil elegan dengan saus pendamping unik yang memperkaya rasa. Perubahan ini bukan sekadar gaya. Sebaliknya, inovasi […]

  • Pengaduan Publik

    Pemkab Tasikmalaya Perkuat Sosialisasi Pengaduan Publik

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya memperkuat sosialisasi pengaduan publik sebagai dasar peningkatan layanan dan transparansi. albadarpost.com – LENSA – Kebijakan penguatan sosialisasi pengaduan publik kembali menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Agenda ini ditegaskan saat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tasikmalaya, Nana Heryana, membuka kegiatan sosialisasi keterbukaan informasi publik dan pengelolaan pengaduan di ruang operasi Setda, Selasa, 9 […]

  • Kolaborasi Persib Bandung dan operator liga dalam penyesuaian Jadwal BRI Super League 2025/2026 demi prestasi internasional

    Kolaborasi Klub dan Liga, Kunci Idealnya Jadwal BRI Super League 2025/2026

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Di tengah ketatnya kalender sepak bola modern, satu hal menjadi semakin jelas: kompetisi berkualitas lahir dari komunikasi yang sehat. Penyesuaian Jadwal BRI Super League 2025/2026 menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi klub dan operator liga mampu menjaga performa tim sekaligus martabat kompetisi nasional. Persib Bandung, yang tampil di dua panggung berbeda—domestik dan […]

  • delik aduan

    Penghinaan Lembaga Negara Kini Delik Aduan, Ini Dampaknya

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KUHP baru menetapkan penghinaan lembaga negara sebagai delik aduan, membatasi pelaporan dan mencegah penyalahgunaan hukum. KUHP Baru Batasi Pelaporan Kasus Penghinaan albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru mulai 2026 membawa perubahan penting dalam penanganan perkara penghinaan terhadap lembaga negara. Salah satu ketentuan krusial adalah pembatasan hak pelaporan pidana yang kini […]

  • kebiasaan malam

    Rahasia Malam Tenang: 10 Kebiasaan Kecil yang Ubah Hidupmu

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kebiasaan malam sering dianggap sepele, padahal rutinitas ini sangat menentukan kualitas hidup. Dengan membangun kebiasaan malam yang sehat, pikiran menjadi lebih tenang, tidur lebih nyenyak, dan hari esok terasa lebih ringan. Rutinitas malam yang baik juga membantu mengurangi stres, meningkatkan fokus, serta menjaga kesehatan mental secara keseluruhan. 1. Menjauh dari Gadget 1 […]

  • Grafik peningkatan loyalitas pelanggan pada UMKM melalui strategi berbasis data dan analisis bisnis

    Data Bicara! Ini 9 Cara UMKM Bikin Pelanggan Setia

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Meningkatkan loyalitas pelanggan UMKM kini tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan ramah. Pelaku usaha perlu memahami retensi pelanggan, membangun pelanggan setia, serta menggunakan strategi berbasis data. Berbagai studi menunjukkan bahwa pendekatan terukur mampu meningkatkan pembelian ulang sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan konsumen. Data Penting: Mengapa Loyalitas Pelanggan Sangat Krusial? Pertama, berbagai […]

expand_less