Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Moratorium Penebangan Hutan: Strategi Jawa Barat Jaga Penyangga Ekologi

Moratorium Penebangan Hutan: Strategi Jawa Barat Jaga Penyangga Ekologi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
  • visibility 121
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jawa Barat akan menerapkan moratorium penebangan hutan untuk menekan risiko bencana dan kerusakan ekologis.

albadarpost.com, HUMANIORA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menerapkan moratorium penebangan hutan di kawasan rawan bencana. Kebijakan ini disiapkan untuk menahan laju kerusakan lingkungan dan meminimalkan potensi banjir, longsor, serta krisis ekologis. Moratorium hutan disebut akan diluncurkan dalam waktu dekat, menyasar area yang selama ini menjadi penyangga ekologi Jawa Barat.

Langkah itu mengemuka setelah maraknya laporan deforestasi dalam lima tahun terakhir di sejumlah wilayah seperti Sukabumi, Tasikmalaya Selatan, hingga kawasan utara Cianjur. Tren penebangan yang berkelanjutan, baik legal maupun liar, dinilai mempercepat degradasi lahan, menurunkan kualitas resapan air, dan mengubah struktur geomorfologi lereng gunung. “Penebangan hutan menjadi faktor yang memperbesar risiko bencana,” kata Dedi dalam rekaman resmi yang diterima media pada Selasa, 2 Desember 2025. Ia menekankan, moratorium hutan bukan sekadar kebijakan simbolik, tetapi instrumen pembatasan kegiatan bisnis dan tata ruang.

Menurut Dedi, upaya reboisasi tidak selalu menjawab kerusakan yang sudah terjadi. Bibit pohon yang ditanam sering kali gagal tumbuh karena tanah sudah tidak lagi stabil. “Menanam seribu pohon belum tentu hidup seratus pohon. Menebang seribu pohon pasti menghilangkan banyak manfaat lingkungan,” ujarnya.


Dampak Kebijakan pada Areal Rawan Bencana

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan lebih dari 60 persen bencana hidrometeorologi di Jawa Barat berkorelasi dengan kerusakan tutupan hutan. Longsor di selatan Tasikmalaya dan banjir bandang di Sukabumi pada musim hujan sebelumnya menjadi bukti keterkaitan tata ruang yang tidak seimbang. Pemerintah daerah sering memberi konsesi penebangan dan izin lahan tanpa mitigasi.

Moratorium hutan akan merevisi model pengawasan sebelumnya yang hanya bergantung pada dokumen analisis dampak lingkungan (AMDAL). Model lama dianggap mudah dilanggar karena tidak mengukur risiko spasial, kontur tanah, serta jejak penebangan lama. “Kita perlu menyadari kesalahan dalam kebijakan tata ruang dan menyetopnya,” ujar Dedi. Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota mengoreksi keputusan yang berkontribusi pada bencana masa lalu.

Baca juga: BPS Jabar Ungkap Pergeseran Mobilitas Wisman Jawa Barat ke Whoosh

Kebijakan ini diperkirakan menyasar perusahaan perkayuan skala besar, penambang ilegal, hingga pelaku usaha yang membuka lahan di kawasan konservasi. Di wilayah selatan Jawa Barat, pembukaan hutan menjadi kebun hortikultura kerap dilakukan tanpa kajian geologi. Pemangkasan akar pohon tua membuat tebing kehilangan struktur penahan air, memicu endapan tanah yang mudah bergerak saat curah hujan tinggi.


Tantangan Implementasi dan Pengawasan

Moratorium hutan berpotensi menghadapi resistensi pelaku ekonomi. Di wilayah Priangan Timur, ribuan pekerja bergantung pada industri kayu. Pemerintah Provinsi diwajibkan menyiapkan skema transisi agar masyarakat tidak kehilangan sumber pendapatan. Opsi yang dibahas termasuk pergeseran ke agroforestri, wisata alam berbasis konservasi, dan program padat karya pemulihan kawasan.

Baca juga: BNPB Laporkan Korban Banjir Sumatera Melonjak Hingga 442 Jiwa

Namun, beberapa akademisi kehutanan mengingatkan risiko moratorium tanpa pengawasan lapangan. Pengalaman di kabupaten pesisir menunjukkan kebijakan kerap tidak ditegakkan karena lemahnya penindakan dan relasi ekonomi antara pejabat lokal dan pelaku industri. Dalam konteks ini, moratorium hutan hanya efektif jika disertai sanksi administratif, kategorisasi zona rawan bencana, serta pemutakhiran data satelit.

Dedi menutup pernyataannya dengan menyerukan perubahan perilaku kolektif. “Kita tinggal di bumi. Bumi harus dirawat, bukan dirusak,” katanya. Ini bukan sekadar ajakan moral; krisis ekologis di Jawa Barat telah menggerus kualitas air sungai, memicu migrasi fauna, dan menimbulkan kerugian ekonomi jutaan rupiah saat bencana terjadi. Moratorium hutan menjadi penanda bahwa pembangunan tidak bisa lagi mengorbankan penyangga alam.

Moratorium penebangan hutan Jawa Barat menjadi langkah kunci mencegah bencana dan menjaga ekologi dari kerusakan jangka panjang. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • remisi Lapas Ciamis

    228 Terima Remisi, 4 Warga Binaan Lapas Ciamis Langsung Bebas

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Remisi Lapas Ciamis menjadi salah satu momentum penting dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak 228 warga binaan Lapas Kelas IIB Ciamis menerima remisi pada Senin, 17 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, empat orang memperoleh Remisi Umum II (RU II) dan langsung bebas setelah pengurangan masa pidana membuat mereka tidak […]

  • Wali Kota Banjar

    Wali Kota Banjar Raih Penghargaan, Komitmen Lingkungan Disorot

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, kembali mendapat apresiasi. Kali ini, penghargaan yang diterimanya menyoroti komitmen terhadap lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat. Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Tokoh Inspirasi Peduli Lingkungan Hidup dan Kemajuan Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Produksi LASQI Provinsi Jawa Barat (BPLJB), Kamis malam, 20 Agustus 2026. Namun, penghargaan […]

  • Jalur Gentong

    Polres Tasikmalaya Kota Perketat Jalur Gentong Saat Nataru

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya Kota memperkuat pengamanan Jalur Gentong untuk mencegah macet dan kecelakaan Nataru. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota memperketat pengamanan Jalur Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, selama libur Natal dan Tahun Baru 2025. Langkah ini diambil karena Jalur Gentong merupakan jalur nasional penghubung Tasikmalaya–Garut yang rawan kemacetan dan kecelakaan, terutama saat lonjakan […]

  • Ilustrasi konflik tetangga seperti suara bising malam, parkir liar, dan pembakaran sampah sesuai hukum 2026

    Hukum Tetangga 2026 Resmi Berlaku, Bakar Sampah Saja Bisa Dipidana

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 209
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Jam menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Suara karaoke masih terdengar keras dari rumah sebelah. Anak kecil terbangun. Tetangga mulai terganggu. Dulu, situasi seperti ini sering dianggap hal biasa. Paling jauh hanya berujung sindiran atau cekcok kecil antarwarga. Namun sekarang, lewat penerapan Hukum Tetangga 2026 dan KUHP Nasional terbaru, sejumlah gangguan lingkungan mulai […]

  • Doa Kebangsaan Monas

    Monas Bergema Doa, Harmoni Lintas Iman Menguat

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA NASIONAL — Lebih dari 100 ribu jemaah memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026) malam, untuk mengikuti Doa Kebangsaan Monas atau Zikir Kebangsaan sebagai pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Bukan hanya dihadiri tokoh agama dan pejabat, kegiatan tersebut juga mempertemukan lansia, anak-anak, santri, mahasiswa, hingga mahasiswa asing […]

  • banjir bandang Bandung Barat

    BPBD Bandung Barat Tangani Banjir Bandang yang Merendam Area Wisata

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Banjir bandang Bandung Barat merendam area wisata dan sawah, disertai longsor di dua kecamatan. albadarpost.com, HUMANIORA – Banjir bandang Bandung Barat kembali memicu kerusakan pada area wisata dan lahan pertanian, Kamis ini. Peristiwa yang dipicu cuaca buruk itu menegaskan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah selatan Jawa Barat, terutama pada puncak musim hujan. Cuaca ekstrem […]

expand_less