Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Polres Tasikmalaya Tetapkan Tersangka dalam Kasus Perundungan Remaja

Polres Tasikmalaya Tetapkan Tersangka dalam Kasus Perundungan Remaja

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • visibility 93
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Polres Tasikmalaya menetapkan empat pelaku dalam kasus perundungan remaja dan memastikan proses hukum berjalan.

albadarpost.com, HUMANIORA – Polres Tasikmalaya Kota resmi menetapkan empat remaja perempuan sebagai tersangka dalam kasus perundungan terhadap LK (16), warga Kecamatan Cipedes. Penetapan ini dilakukan setelah penyidik memastikan adanya unsur kekerasan fisik dan tindakan merendahkan martabat korban. Kasus ini penting karena kembali membuka diskusi publik tentang keamanan remaja dan lemahnya deteksi dini terhadap perilaku kekerasan di lingkungan sosial.

Penyidik mengungkap bahwa kekerasan yang menimpa LK tidak berhenti pada tamparan dan siraman air. Rambut panjang korban dipotong paksa oleh para pelaku, sebuah tindakan yang memperlihatkan adanya unsur penghinaan dan dominasi. Polisi menegaskan bahwa bukti-bukti yang terkumpul mengarah pada tindakan kekerasan bersama-sama.

KBO Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Iptu Victor Sitorus, menyampaikan bahwa gelar perkara selesai dilakukan dan empat remaja perempuan telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 80 Undang-Undang Perlindungan Anak dan Pasal 170 KUHP. Menurut Victor, kedua pasal itu tepat diterapkan karena para pelaku melakukan kekerasan secara kolektif terhadap anak di bawah umur.

Detail Pemeriksaan dan Temuan Barang Bukti

Empat tersangka terdiri atas A (19), N (18), M (14), dan I (16). Dua pelaku berusia di bawah 18 tahun sehingga proses hukum akan menyesuaikan mekanisme peradilan anak. Penanganan ini, menurut polisi, dilakukan agar hak-hak anak tetap dijaga meskipun mereka terlibat tindak pidana.

Victor membenarkan adanya pemotongan rambut sebagai bagian dari aksi perundungan. Polisi menemukan potongan rambut korban di lokasi kejadian. Barang bukti itu tengah diperiksa untuk memastikan kesesuaian dan memperkuat konstruksi perkara. Penyidik juga mendalami peran masing-masing pelaku untuk mengetahui siapa yang memulai tindakan agresif dan bagaimana tekanan sosial di antara pelaku bekerja.

Kasus ini ramai setelah video kasus perundungan tersebut beredar luas di media sosial. Rekaman memperlihatkan LK dikeroyok empat temannya di sebuah saung atau gazebo di atas kolam. Korban terlihat ditampar, dijambak, disiram air, serta mendapat kekerasan verbal. Video itu memantik kemarahan warganet dan menimbulkan desakan kuat agar aparat bertindak cepat.

Kronologi Korban dan Akar Persoalan

Peristiwa terjadi pada Jumat siang, 5 Desember 2025, di wilayah Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Korban melapor ke polisi sehari kemudian setelah keluarganya mengetahui isi video. Dari keterangan korban, insiden bermula saat ia pulang dari rumah seorang teman laki-lakinya di kawasan Sindanggalih. Salah satu pelaku menjemputnya dan mengajaknya membeli makanan. Alih-alih membeli, LK justru dibawa ke lokasi tempat perundungan terjadi.

Baca juga: Cipasung Keluarkan Maklumat NU untuk Kendalikan Dinamika Organisasi

Di saung itu, situasi berubah cepat. Korban dituding mengunjungi rumah F, teman laki-laki yang tidak disukai salah satu pelaku. Cemburu, salah paham, dan dinamika pergaulan remaja kemudian mendorong aksi kekerasan. LK mengaku ditampar, dijambak, disiram air, bahkan hampir didorong ke kolam ikan. Ia mengalami luka lebam di bagian wajah.

Kasus ini menegaskan betapa rentannya remaja terhadap tekanan kelompok. Bentuk kekerasan yang direkam video memperlihatkan bagaimana relasi sosial bisa berubah menjadi tindakan agresif ketika tidak disertai kontrol lingkungan.

Tantangan Penegakan Hukum dan Ruang Aman bagi Remaja

Penetapan tersangka dalam kasus perundungan ini menunjukkan upaya aparat untuk mempercepat proses hukum di tengah tekanan publik. Namun, persoalan utamanya tidak berhenti pada penindakan. Dinamika pergaulan remaja di banyak daerah menunjukkan meningkatnya praktik kekerasan sebagai ekspresi konflik sosial. Pengawasan keluarga, sekolah, dan komunitas lokal masih menjadi titik lemah.

Kabupaten Tasikmalaya, seperti banyak daerah lain, menghadapi tantangan serupa. Ruang publik dan interaksi digital memperluas kemungkinan munculnya tekanan sosial. Kasus ini akan menjadi pengingat bahwa perlindungan anak membutuhkan pendekatan sistemik, bukan sekadar respons saat insiden terjadi.

Polres menetapkan empat tersangka dalam kasus perundungan remaja Tasikmalaya dan menegaskan penyidikan berjalan demi perlindungan anak. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pencurian motor

    Polres Tasikmalaya Tangkap Pasutri Pencuri Motor

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya menangkap pasutri pelaku pencurian motor dengan modus penipuan, mayoritas korbannya pelajar. albadarpost.com, BERITA DAERAH — Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya menangkap pasangan suami istri yang terlibat pencurian motor dengan modus penipuan dan penggelapan. Penangkapan ini menegaskan kembali kerentanan pelajar sebagai kelompok sasaran kejahatan jalanan, sekaligus membuka pola kejahatan yang memanfaatkan relasi sosial palsu. […]

  • ikhlas sabar syukur

    Perbedaan Ikhlas, Sabar, dan Syukur dalam Tasawuf

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 179
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ikhlas, sabar, dan syukur sering disebut dalam ajaran Islam, tetapi banyak orang masih mencampurkan maknanya. Dalam perspektif tasawuf, ketiganya bukan sekadar sikap, melainkan maqam (tingkatan spiritual) yang berbeda. Pemahaman tentang ikhlas sabar syukur ini penting karena akan menentukan kualitas ibadah dan ketenangan batin seseorang. Lebih jauh, tasawuf menjelaskan bahwa perjalanan ruhani tidak […]

  • kualitas layanan internet

    IndiHome dan Paradoks Laba vs Layanan

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Laporan keuangan menunjukkan pertumbuhan laba yang kuat. Namun di sisi lain, keluhan pelanggan terus bermunculan. Paradoks inilah yang kini melekat pada IndiHome, layanan internet rumah yang berada di bawah Telkomsel dan Telkom Group. Di tengah laba triliunan rupiah, kualitas layanan internet justru menjadi sorotan publik. Dalam beberapa hari terakhir, gangguan koneksi […]

  • Balik Nama Sertifikat

    Resmi! Urus Balik Nama Sertifikat Tak Boleh Molor

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Mengurus balik nama sertifikat selama ini kerap dikeluhkan karena memakan waktu cukup lama. Kini, pemerintah mencoba mengubah kondisi tersebut. Melalui kebijakan baru, proses balik nama sertifikat tanah ditargetkan selesai paling lama 10 hari kerja, sehingga masyarakat memperoleh kepastian waktu dalam mengurus administrasi pertanahan. Ketentuan itu ditetapkan oleh Kementerian Agraria dan Tata […]

  • status KTP

    Data KTP Keliru, Buruh Perkebunan Sulit Akses Layanan Sosial di Jember

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Masalah status KTP buruh perkebunan di Jember menghambat akses bantuan sosial dan kesehatan. albadarpost.com, HUMANIORA – Status KTP yang keliru membuat Buniman, 65 tahun, hidup di tengah kemiskinan ekstrem tanpa akses bantuan sosial maupun layanan kesehatan. Warga Perkebunan Kopi Silosanen, Kecamatan Silo, Jember, itu tercatat sebagai karyawan BUMN pada kartu identitasnya, padahal ia hanya buruh […]

  • Garut International Kite Festival 2026

    Garut International Kite Festival 2026 Segera Dimulai

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Langit Garut dipastikan akan tampil berbeda pada akhir Juli 2026. Ribuan layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara dijadwalkan menghiasi kawasan Agrowisata Tepas Papandayan dalam Garut International Kite Festival 2026 atau GIKF 2026. Festival layang-layang internasional tersebut akan berlangsung selama lima hari, mulai 29 Juli hingga 2 Agustus 2026, dan menjadi salah […]

expand_less