Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pedagang Cikurubuk Terjepit, Toko Sen Sen Tasikmalaya Jadi Sorotan

Pedagang Cikurubuk Terjepit, Toko Sen Sen Tasikmalaya Jadi Sorotan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polemik mengenai toko Sen Sen Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah pedagang Pasar Cikurubuk menyuarakan protes pada Senin (9/3/2026). Mereka menilai aktivitas usaha toko tersebut memicu persaingan yang tidak seimbang. Selain dikenal sebagai toko grosir, sejumlah pedagang juga menilai toko tersebut ikut menjual barang secara eceran, sehingga membuat pedagang kecil kehilangan pelanggan.

Situasi ini kemudian memicu keresahan di kalangan pedagang pasar tradisional. Sebab, selama ini banyak kios di Pasar Cikurubuk bergantung pada penjualan eceran kepada masyarakat sekitar. Ketika toko besar menawarkan harga lebih murah dengan sistem yang sama, pedagang kecil kesulitan mempertahankan omzet.

Karena itu, isu mengenai toko Sen Sen Tasikmalaya tidak sekadar persoalan persaingan dagang biasa. Persoalan ini juga menyangkut keberlangsungan ekonomi pedagang kecil yang selama puluhan tahun menggantungkan hidupnya di pasar tradisional tersebut.

Persaingan Dagang Dinilai Tidak Seimbang

Pedagang Pasar Cikurubuk menilai praktik usaha yang memadukan grosir dan eceran dapat menciptakan ketimpangan. Pasalnya, pedagang kecil membeli barang dari distributor dengan harga tertentu, lalu menjual kembali dengan margin tipis.

Namun sebaliknya, toko besar memiliki akses modal dan pasokan barang yang lebih kuat. Akibatnya, harga jual mereka bisa lebih rendah dibandingkan pedagang pasar.

Selain itu, pedagang juga khawatir kondisi tersebut akan berdampak pada kelangsungan usaha mereka. Jika konsumen lebih memilih berbelanja di toko besar, maka kios-kios kecil akan kehilangan pembeli secara bertahap.

Di sisi lain, pasar tradisional selama ini menjadi ruang ekonomi rakyat. Banyak keluarga bergantung pada aktivitas perdagangan di pasar. Oleh sebab itu, pedagang berharap pemerintah dapat menjaga keseimbangan usaha agar semua pelaku ekonomi mendapat kesempatan yang sama.

Pedagang Desak Penertiban Usaha

Sejumlah pedagang kemudian menyuarakan aspirasi mereka kepada pemerintah daerah. Mereka meminta adanya evaluasi terhadap izin usaha yang dimiliki toko Sen Sen Tasikmalaya.

Pedagang berharap pemerintah menertibkan praktik usaha yang dianggap tidak sesuai dengan izin yang berlaku. Selain itu, mereka juga meminta pengawasan perdagangan diperketat agar kejadian serupa tidak terjadi di masa mendatang.

Suasana demo di depan Toko Sensen Tasikmalaya, Senin (9/3/2026).

Para pedagang menegaskan bahwa mereka tidak menolak keberadaan toko besar. Akan tetapi, mereka menginginkan aturan usaha dijalankan secara adil. Dengan begitu, persaingan tetap sehat dan tidak merugikan pedagang kecil.

Regulasi Perdagangan yang Berlaku

Dalam praktik perdagangan modern, pemerintah sebenarnya telah mengatur hubungan antara usaha besar dan usaha kecil. Salah satu regulasi yang relevan yaitu Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern.

Peraturan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk mengatur keberadaan pusat perdagangan agar tidak mematikan pasar tradisional.

Baca juga: Tak Hanya Kolak, Ini 3 Bubur Khas Nusantara untuk Menu Buka Puasa

Selain itu, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 23 Tahun 2021 tentang Pedoman Pengembangan, Penataan, dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara usaha modern dan pedagang kecil.

Regulasi tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah dapat melakukan pengawasan terhadap izin usaha serta mekanisme penjualan yang dijalankan oleh pelaku usaha.

Dengan adanya aturan tersebut, pemerintah diharapkan mampu menciptakan ekosistem perdagangan yang adil bagi semua pihak.

Harapan Pedagang untuk Masa Depan Pasar Tradisional

Pedagang Pasar Cikurubuk berharap polemik mengenai toko Sen Sen Tasikmalaya dapat menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola perdagangan di daerah. Mereka menginginkan pasar tradisional tetap menjadi pusat ekonomi rakyat yang sehat dan berkelanjutan.

Selain itu, pedagang juga berharap pemerintah lebih aktif mendengar aspirasi mereka. Sebab, pedagang kecil merupakan bagian penting dari perekonomian daerah.

Jika keseimbangan usaha dapat dijaga, maka pasar tradisional akan tetap hidup di tengah perkembangan perdagangan modern.

Pada akhirnya, keberpihakan terhadap ekonomi rakyat menjadi kunci utama agar roda perdagangan berjalan secara adil dan berkelanjutan. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Grafik distribusi kekayaan Singapura 1% terkaya 14% total aset

    Kesenjangan Kekayaan Singapura: 1% Terkaya Kuasai 14% Aset Negara

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Ketimpangan kekayaan Singapura kembali menjadi perhatian publik setelah data resmi menunjukkan bahwa 1% rumah tangga terkaya menguasai sekitar 14% dari total aset nasional. Meski angka tersebut mencerminkan konsentrasi distribusi kekayaan Singapura yang cukup tinggi, pemerintah menilai tingkat kesenjangan ekonomi itu masih sebanding dengan negara maju lain. Data tersebut disampaikan oleh Jeffrey […]

  • Ketua Umum PBNU Gus Yahya menyampaikan pesan konsolidasi NU menjelang abad kedua dalam peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama

    Konsolidasi NU Menjelang Abad Kedua

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Nahdlatul Ulama resmi melangkah ke fase baru sejarahnya. Seratus tahun perjalanan NU bukan hanya penanda usia, melainkan titik refleksi sekaligus penentuan arah. Dalam momentum Harlah ke-100, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan pesan kunci yang tegas: konsolidasi organisasi menjadi syarat utama memasuki NU abad kedua. Pesan itu bukan sekadar seruan […]

  • Admin OPD

    Anggaran Komunikasi Publik Disorot, Admin OPD Tasikmalaya Dilatih

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya melatih admin OPD untuk mengefektifkan anggaran komunikasi publik dan memperbaiki kinerja informasi daerah. Pelatihan Admin OPD Jadi Titik Masuk Evaluasi Anggaran Komunikasi albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai menata ulang strategi komunikasi publik dengan menempatkan efektivitas anggaran sebagai perhatian utama. Melalui pelatihan pengelolaan informasi bagi admin organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah […]

  • Pekerja rumah tangga menggunakan smartphone untuk mendaftar BPJS Ketenagakerjaan melalui aplikasi JMO secara online dengan mudah

    PRT Kini Bisa Daftar BPJS dari HP, Begini Cara Mudahnya

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – BPJS PRT kini menjadi pintu masuk baru bagi jutaan pekerja rumah tangga untuk mendapatkan perlindungan kerja. Program BPJS Ketenagakerjaan untuk Pembantu Rumah Tangga (PRT)—yang juga dikenal sebagai jaminan sosial pekerja informal—membuka akses yang sebelumnya terasa jauh dan rumit. Kini, proses itu berubah drastis. Pendaftaran bisa dilakukan langsung dari ponsel. Tanpa antre, tanpa […]

  • kasus pencabulan Pangandaran

    Kepala SD Diciduk Usai Cabuli Remaja di Pangandaran, Polisi Telusuri Korban Lain

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Kasus pencabulan Pangandaran menyeret kepala sekolah. Polisi selidiki dugaan korban lain dan pendampingan bagi remaja. albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kasus pencabulan Pangandaran yang menyeret seorang kepala sekolah negeri dari Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan rapuhnya perlindungan anak di ruang publik. Seorang kepala SD berinisial UR, 55 tahun, digerebek warga di sebuah kamar hotel kawasan Pantai Pangandaran, […]

  • santri madrasah puasa Ramadan

    Meski Berpuasa, Santri Madrasah Tasikmalaya Ini Tetap Semangat Belajar

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Siang itu udara terasa hangat di Sukahurip, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Di sebuah ruang kelas sederhana, beberapa anak duduk mengelilingi meja kayu yang mulai tampak usang. Kepala mereka menunduk serius, tangan kecil bergerak menulis di buku tulis yang terbuka di depan. Tak banyak suara terdengar. Hanya goresan pensil, lembaran buku yang dibalik, […]

expand_less