Tragis, Siswa SD di Tasikmalaya Meninggal Saat Perjalanan Pulang Sekolah
- account_circle redaktur
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 27
- comment 0 komentar
- print Cetak

Polisi dan petugas ambulan sedang berupaya membawa korban ke RSUD dr Soekarjo Kota Tasikmalaya, Selasa(9/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peristiwa siswa Sekolah Dasar (SD) tewas dalam kecelakaan lalu lintas kembali mengguncang Kota Tasikmalaya. Kabar duka itu datang dari Jalan Noenoeng Tisnasaputra, Kampung Pasawahan Cilolohan, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Selasa (9/6/2026). Korban, seorang pelajar sekolah dasar berinisial MKA, meninggal dunia dalam insiden yang kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Peristiwa tragis tersebut cepat menyebar melalui media sosial dan grup percakapan warga. Namun di balik kabar yang beredar, tersimpan duka mendalam bagi keluarga korban. Seorang anak yang pagi hari berangkat ke sekolah seperti biasa, siang harinya tidak pernah kembali ke rumah.
Kecelakaan Terjadi di Depan Bengkel Mobil
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, insiden terjadi di Jalan Noenoeng Tisnasaputra, tepat di depan sebuah bengkel mobil yang berada di kawasan Pasawahan Cilolohan.
Saat kejadian berlangsung, arus kendaraan di lokasi terpantau cukup ramai. Warga sekitar yang mendengar teriakan langsung berhamburan menuju titik kejadian.
Tak lama kemudian, kerumunan mulai terbentuk di tepi jalan.
Seorang warga bernama Heri mengaku terkejut ketika mengetahui korban merupakan anak sekolah dasar yang masih mengenakan seragam putih merah.
“Benar tadi ada kecelakaan. Informasinya korban sempat tersenggol kendaraan lain lalu terjatuh dan terlibat kecelakaan dengan truk sampah. Saya kaget karena korbannya masih anak sekolah,” ujarnya.
Keterangan tersebut masih merupakan informasi awal yang berkembang di lokasi dan belum menjadi kesimpulan resmi penyidik.
Suasana Lokasi Berubah Sunyi Setelah Kejadian
Beberapa menit setelah insiden, suasana di sekitar lokasi terasa berbeda.
Di depan bengkel tempat kejadian, sejumlah warga terlihat berdiri berkelompok sambil berbicara dengan suara pelan. Beberapa pengendara yang melintas tampak memperlambat kendaraan ketika mendekati titik kecelakaan. Ada yang berhenti sejenak di bahu jalan, ada pula yang hanya memandang ke arah lokasi sebelum melanjutkan perjalanan.
Sebuah sepeda motor terparkir tidak jauh dari kerumunan. Sementara itu, aktivitas di sekitar bengkel yang sebelumnya berjalan normal mendadak terhenti. Tidak terdengar lagi suara candaan atau percakapan keras seperti biasanya. Yang tersisa hanya wajah-wajah tegang dan rasa tidak percaya bahwa korban dalam peristiwa itu adalah seorang anak sekolah dasar.
Pemandangan seperti itu sering muncul setelah kecelakaan besar. Namun ketika korbannya masih anak-anak, suasananya terasa jauh lebih berat.
Polisi Lakukan Olah TKP dan Kumpulkan Keterangan Saksi
Tidak lama setelah kejadian, personel Polsek Tawang bersama Unit Gakkum Satlantas Polresta Tasikmalaya tiba di lokasi.
Petugas langsung mengamankan area, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta menghimpun keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat insiden terjadi.
Selain itu, aparat juga menelusuri berbagai informasi yang berkaitan dengan kronologi kecelakaan.
Hingga berita ini ditulis, proses penyelidikan masih berlangsung. Karena itu, polisi belum menyampaikan kesimpulan resmi mengenai rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Duka yang Menyentuh Banyak Orang
Kecelakaan yang melibatkan anak sekolah sering meninggalkan kesan yang berbeda di tengah masyarakat.
Bukan hanya karena korbannya masih berusia muda.
Tetapi juga karena banyak orang tua membayangkan anak mereka sendiri berada dalam perjalanan yang sama.
Setiap hari, ribuan pelajar berangkat dan pulang sekolah melalui jalan yang ramai kendaraan. Sebagian menggunakan sepeda motor, sebagian diantar orang tua, dan sebagian lainnya menumpang kendaraan umum.
Karena itulah, kabar tentang seorang pelajar yang tidak pernah sampai kembali ke rumah selalu menyisakan kesedihan yang mendalam.
Pengingat tentang Keselamatan Anak di Jalan Raya
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan berlalu lintas, terutama bagi anak-anak yang masih berada di usia sekolah.
Orang tua, sekolah, pengemudi kendaraan besar, hingga pengguna jalan lainnya memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kewaspadaan.
Selain itu, kawasan yang menjadi jalur aktivitas pelajar membutuhkan perhatian lebih agar risiko kecelakaan dapat ditekan semaksimal mungkin.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melanjutkan penyelidikan guna memastikan seluruh fakta yang terjadi di lokasi kejadian.
Bagi sebagian orang, siang itu mungkin hanya tercatat sebagai satu kecelakaan lalu lintas. Namun bagi sebuah keluarga, hari itu menjadi hari ketika seorang anak berangkat sekolah seperti biasa, lalu tidak pernah pulang untuk mengetuk pintu rumahnya lagi. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar