Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Dunia Itu Manis, Tapi Diam-Diam Mematikan

Dunia Itu Manis, Tapi Diam-Diam Mematikan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 178
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Di tengah hiruk pikuk ambisi modern, tipuan dunia semakin tampak normal. Tipuan dunia, godaan kehidupan fana, dan ilusi kenikmatan materi hadir seolah sahabat setia manusia. Padahal sejak dahulu para ulama telah mengingatkan bahwa dunia bukan tempat tinggal, melainkan ruang ujian. Anehnya, manusia justru memperlakukan dunia seperti rumah permanen lengkap dengan renovasi mimpi tanpa batas.

Kita mengejar jabatan seperti mengejar bus terakhir, membeli barang seakan kebahagiaan tersedia dalam katalog diskon, lalu heran mengapa hati tetap kosong. Dunia memberi sensasi cepat, tetapi kebahagiaan lambat datangnya. Di sinilah satire kehidupan bekerja: manusia sadar dunia sementara, tetapi tetap hidup seolah kontraknya abadi.

Dunia: Panggung Drama yang Terlalu Serius Ditonton

Syeikh Ibnu ‘Athoillah dalam Kitab Al-Hikam mengingatkan bahwa Allah sengaja menjadikan dunia sebagai tempat kerusakan agar manusia merasa jenuh terhadapnya. Pernyataan ini terasa paradoks bagi manusia modern. Kita justru memperindah sesuatu yang memang dirancang agar tidak nyaman.

Ironinya, manusia berlomba membuat dunia terasa stabil. Kita menumpuk status sosial, mengoleksi validasi digital, bahkan mengukur harga diri melalui angka pengikut media sosial. Namun semakin kuat genggaman terhadap dunia, semakin licin ia terasa.

Allah berfirman:

“Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, dan saling berbangga di antara kalian.”
(QS. Al-Hadid: 20)

Ayat ini bukan larangan hidup di dunia. Sebaliknya, ayat tersebut mengajak manusia memahami karakter dunia yang sementara. Sayangnya, banyak orang membaca ayat itu seperti membaca syarat dan ketentuan aplikasi: dilewati tanpa direnungkan.

Nasihat Nabi: Cinta Allah Tidak Datang dari Kesibukan Mengejar Dunia

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Zuhudlah terhadap dunia, niscaya Allah mencintaimu. Zuhudlah terhadap apa yang dimiliki manusia, niscaya manusia mencintaimu.”
(HR. Ibnu Majah)

Hadis ini sederhana, tetapi terasa radikal di era kompetisi tanpa jeda. Hari ini manusia justru diajari sebaliknya: tampilkan segalanya, bandingkan semuanya, dan menangkan segalanya.

Akibatnya, manusia hidup dalam perlombaan yang garis akhirnya tidak pernah diumumkan. Ketika satu target tercapai, target baru muncul seperti notifikasi tanpa tombol mute.

Padahal zuhud bukan berarti miskin atau menolak kemajuan. Zuhud berarti hati tidak bergantung pada dunia. Kita boleh memiliki dunia, tetapi dunia tidak boleh memiliki kita.

Dunia Itu Ular Licin: Pesan Imam Ali yang Terlalu Relevan

Imam Ali radhiallahu ‘anhu pernah menulis kepada Salman Al-Farisi bahwa dunia ibarat ular yang licin disentuh namun racunnya mematikan. Perumpamaan ini terasa sangat modern.

Dunia memang tidak terlihat berbahaya. Ia datang dalam bentuk promosi karier, popularitas instan, atau pujian yang membuat dada mengembang. Namun racunnya bekerja perlahan: kesombongan, kecemasan, dan ketakutan kehilangan.

Imam Ali menasihati agar manusia berpaling dari kekaguman berlebihan terhadap dunia karena hanya sedikit yang bisa dibawa sebagai bekal akhirat. Kalimat ini terdengar sederhana, tetapi justru menusuk logika konsumtif manusia modern.

Kita membeli barang yang tidak dibutuhkan untuk mengesankan orang yang bahkan tidak peduli. Kita bekerja tanpa henti demi masa depan yang tetap tidak pasti. Satirnya, manusia takut miskin di dunia tetapi jarang takut miskin amal.

Mengapa Kita Tetap Tertipu?

Pertanyaan menarik muncul: jika semua peringatan sudah jelas, mengapa manusia tetap jatuh pada tipuan dunia?

Pertama, dunia menawarkan hasil instan. Kedua, ego manusia menyukai pengakuan. Ketiga, lingkungan sosial sering memuji pencapaian materi lebih keras daripada akhlak.

Imam Al-Ghazali pernah menjelaskan bahwa cinta dunia adalah akar banyak kesalahan karena hati menjadi sibuk dengan sesuatu yang fana. Ketika hati penuh dunia, ruang untuk ketenangan spiritual menjadi sempit.

Baca juga: Pesawat Stealth dan Bom Bunker-Buster Tembus Pertahanan Iran

Namun di sinilah harapan muncul. Kesadaran tidak menuntut manusia meninggalkan dunia sepenuhnya. Kesadaran hanya meminta manusia mengubah posisi dunia: dari tujuan menjadi alat.

Kita Semua Tahu, Tapi Berpura-pura Lupa

Manusia modern sebenarnya memahami bahwa dunia sementara. Kita mengucapkannya di ceramah, menuliskannya di status media sosial, bahkan mengutipnya saat merasa lelah. Akan tetapi, keesokan harinya kita kembali mengejar dunia dengan kecepatan penuh.

Inilah satire terbesar kehidupan: manusia takut kehilangan dunia yang pasti hilang, namun sering melupakan akhirat yang pasti datang.

Syeikh Ibnu ‘Athoillah seolah ingin mengatakan bahwa kejenuhan terhadap dunia bukan kegagalan iman, melainkan tanda kesadaran mulai tumbuh. Ketika seseorang mulai merasa lelah dengan hiruk pikuk dunia, mungkin itu bukan krisis hidup, melainkan panggilan pulang.

Karena pada akhirnya, dunia bukan musuh. Dunia hanyalah ujian yang terlalu sering kita anggap hadiah.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • peredaran obat keras

    Pengedar Obat Keras di Pedes Ditangkap, Ribuan Butir Disita Polisi

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Polres Karawang menangkap tiga pelaku peredaran obat keras tanpa izin edar di Pedes. albadarpost.com, LENSA – Polres Karawang mengungkap peredaran obat keras di wilayah pesisir utara dan menangkap tiga pelaku yang menyimpan ribuan butir obat tanpa izin edar. Kasus ini dianggap penting karena sebagian besar korbannya merupakan remaja dan pelajar. Pengungkapan peredaran obat keras dilakukan […]

  • pembinaan UMKM

    UMKM Tasikmalaya dan Tantangan Daya Saing di Jawa Barat

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Analisis kebijakan pembinaan UMKM Tasikmalaya dibandingkan Bandung dan Bekasi dalam memperkuat daya saing ekonomi daerah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – KADIN Kota Tasikmalaya menggelar Business Summit 2025 sebagai bagian dari strategi memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal. Namun, di tengah persaingan antardaerah di Jawa Barat, pertanyaan yang lebih mendasar muncul: sejauh mana model pembinaan UMKM Tasikmalaya mampu […]

  • Ilustrasi reflektif La Tahzan sebagai pesan Allah dalam Surah At-Taubah untuk menenangkan hati dan mengelola kecemasan hidup

    La Tahzan: Ini Pesan Allah untuk Hati yang Cemas

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ada masa ketika cemas datang tanpa suara. Dada terasa sesak, pikiran berisik, dan hati lelah menahan beban yang tak terlihat. La Tahzan —jangan bersedih— hadir bukan sebagai nasihat kosong, melainkan sebagai pelukan ilahi yang menenangkan jiwa. Dalam Surah At-Taubah, pesan ini menjadi jawaban bagi mereka yang sedang berjuang mengelola cemas dan mencari […]

  • Ilustrasi reflektif tentang manusia yang menatap masa depan dengan keikhlasan, menyadari rencana Allah selalu lebih baik dari keinginan manusia karena hikmah takdir Allah di masa depan

    Hari Esok Akan Membuktikan, Allah Tak Pernah Salah

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Suatu hari nanti, mungkin bukan besok atau tahun depan, kita akan menoleh ke belakang dengan mata yang berbeda. Luka yang hari ini terasa menyesakkan akan tampak seperti jalan sunyi yang ternyata menyelamatkan. Air mata yang jatuh diam-diam akan berubah menjadi bukti bahwa Allah sedang bekerja dengan cara paling lembut, meski saat itu […]

  • Sambal dadakan khas restoran terkenal dengan cabai segar, tomat, dan jeruk limau di atas cobek tradisional

    Rahasia Sambal Dadakan RestoranTerbongkar, Ternyata Simpel!

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak pecinta kuliner mencari resep sambal dadakan restoran terkenal karena rasanya selalu segar, pedas, dan bikin nagih. Sambal ini juga dikenal sebagai sambal dadakan ala restoran atau sambal segar khas rumah makan. Meski terlihat sederhana, racikan ini menyimpan teknik khusus yang membuat rasanya berbeda dari sambal rumahan biasa. Kenapa Sambal Dadakan Restoran […]

  • Kapolres Cup

    Mini Soccer Satukan Polisi dan Wartawan Tasikmalaya

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Prista Utama memilih cara berbeda untuk memperingati HUT Bhayangkara ke-80. Melalui Kapolres Cup, ia mempertemukan para perwira Polres Tasikmalaya dan Pokja Wartawan Kabupaten Tasikmalaya dalam pertandingan mini soccer. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Kapolres dan Ketua Pokja Wartawan, kegiatan ini bertujuan mempererat komunikasi dan membangun sinergi antara kepolisian dengan […]

expand_less