Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Dunia Itu Manis, Tapi Diam-Diam Mematikan

Dunia Itu Manis, Tapi Diam-Diam Mematikan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 89
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Di tengah hiruk pikuk ambisi modern, tipuan dunia semakin tampak normal. Tipuan dunia, godaan kehidupan fana, dan ilusi kenikmatan materi hadir seolah sahabat setia manusia. Padahal sejak dahulu para ulama telah mengingatkan bahwa dunia bukan tempat tinggal, melainkan ruang ujian. Anehnya, manusia justru memperlakukan dunia seperti rumah permanen lengkap dengan renovasi mimpi tanpa batas.

Kita mengejar jabatan seperti mengejar bus terakhir, membeli barang seakan kebahagiaan tersedia dalam katalog diskon, lalu heran mengapa hati tetap kosong. Dunia memberi sensasi cepat, tetapi kebahagiaan lambat datangnya. Di sinilah satire kehidupan bekerja: manusia sadar dunia sementara, tetapi tetap hidup seolah kontraknya abadi.

Dunia: Panggung Drama yang Terlalu Serius Ditonton

Syeikh Ibnu ‘Athoillah dalam Kitab Al-Hikam mengingatkan bahwa Allah sengaja menjadikan dunia sebagai tempat kerusakan agar manusia merasa jenuh terhadapnya. Pernyataan ini terasa paradoks bagi manusia modern. Kita justru memperindah sesuatu yang memang dirancang agar tidak nyaman.

Ironinya, manusia berlomba membuat dunia terasa stabil. Kita menumpuk status sosial, mengoleksi validasi digital, bahkan mengukur harga diri melalui angka pengikut media sosial. Namun semakin kuat genggaman terhadap dunia, semakin licin ia terasa.

Allah berfirman:

“Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, dan saling berbangga di antara kalian.”
(QS. Al-Hadid: 20)

Ayat ini bukan larangan hidup di dunia. Sebaliknya, ayat tersebut mengajak manusia memahami karakter dunia yang sementara. Sayangnya, banyak orang membaca ayat itu seperti membaca syarat dan ketentuan aplikasi: dilewati tanpa direnungkan.

Nasihat Nabi: Cinta Allah Tidak Datang dari Kesibukan Mengejar Dunia

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Zuhudlah terhadap dunia, niscaya Allah mencintaimu. Zuhudlah terhadap apa yang dimiliki manusia, niscaya manusia mencintaimu.”
(HR. Ibnu Majah)

Hadis ini sederhana, tetapi terasa radikal di era kompetisi tanpa jeda. Hari ini manusia justru diajari sebaliknya: tampilkan segalanya, bandingkan semuanya, dan menangkan segalanya.

Akibatnya, manusia hidup dalam perlombaan yang garis akhirnya tidak pernah diumumkan. Ketika satu target tercapai, target baru muncul seperti notifikasi tanpa tombol mute.

Padahal zuhud bukan berarti miskin atau menolak kemajuan. Zuhud berarti hati tidak bergantung pada dunia. Kita boleh memiliki dunia, tetapi dunia tidak boleh memiliki kita.

Dunia Itu Ular Licin: Pesan Imam Ali yang Terlalu Relevan

Imam Ali radhiallahu ‘anhu pernah menulis kepada Salman Al-Farisi bahwa dunia ibarat ular yang licin disentuh namun racunnya mematikan. Perumpamaan ini terasa sangat modern.

Dunia memang tidak terlihat berbahaya. Ia datang dalam bentuk promosi karier, popularitas instan, atau pujian yang membuat dada mengembang. Namun racunnya bekerja perlahan: kesombongan, kecemasan, dan ketakutan kehilangan.

Imam Ali menasihati agar manusia berpaling dari kekaguman berlebihan terhadap dunia karena hanya sedikit yang bisa dibawa sebagai bekal akhirat. Kalimat ini terdengar sederhana, tetapi justru menusuk logika konsumtif manusia modern.

Kita membeli barang yang tidak dibutuhkan untuk mengesankan orang yang bahkan tidak peduli. Kita bekerja tanpa henti demi masa depan yang tetap tidak pasti. Satirnya, manusia takut miskin di dunia tetapi jarang takut miskin amal.

Mengapa Kita Tetap Tertipu?

Pertanyaan menarik muncul: jika semua peringatan sudah jelas, mengapa manusia tetap jatuh pada tipuan dunia?

Pertama, dunia menawarkan hasil instan. Kedua, ego manusia menyukai pengakuan. Ketiga, lingkungan sosial sering memuji pencapaian materi lebih keras daripada akhlak.

Imam Al-Ghazali pernah menjelaskan bahwa cinta dunia adalah akar banyak kesalahan karena hati menjadi sibuk dengan sesuatu yang fana. Ketika hati penuh dunia, ruang untuk ketenangan spiritual menjadi sempit.

Baca juga: Pesawat Stealth dan Bom Bunker-Buster Tembus Pertahanan Iran

Namun di sinilah harapan muncul. Kesadaran tidak menuntut manusia meninggalkan dunia sepenuhnya. Kesadaran hanya meminta manusia mengubah posisi dunia: dari tujuan menjadi alat.

Kita Semua Tahu, Tapi Berpura-pura Lupa

Manusia modern sebenarnya memahami bahwa dunia sementara. Kita mengucapkannya di ceramah, menuliskannya di status media sosial, bahkan mengutipnya saat merasa lelah. Akan tetapi, keesokan harinya kita kembali mengejar dunia dengan kecepatan penuh.

Inilah satire terbesar kehidupan: manusia takut kehilangan dunia yang pasti hilang, namun sering melupakan akhirat yang pasti datang.

Syeikh Ibnu ‘Athoillah seolah ingin mengatakan bahwa kejenuhan terhadap dunia bukan kegagalan iman, melainkan tanda kesadaran mulai tumbuh. Ketika seseorang mulai merasa lelah dengan hiruk pikuk dunia, mungkin itu bukan krisis hidup, melainkan panggilan pulang.

Karena pada akhirnya, dunia bukan musuh. Dunia hanyalah ujian yang terlalu sering kita anggap hadiah.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • negosiasi damai Iran Amerika

    Terungkap! 5 Fakta Kenapa Negosiasi Iran-AS Gagal Total

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Negosiasi damai Iran Amerika kembali menemui jalan buntu. Upaya perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang diharapkan mampu meredakan ketegangan justru berakhir tanpa hasil. Kegagalan negosiasi Iran-AS ini bukan hanya soal nuklir, tetapi juga melibatkan kepentingan politik, ekonomi, hingga strategi kawasan yang saling bertabrakan. Sejak awal, kedua pihak membawa agenda besar. […]

  • Persib vs Arema

    Statistik Bicara! Persib Lebih Unggul dari Arema FC

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Persib vs Arema kembali menjadi pusat perhatian pecinta sepak bola nasional. Laga Persib vs Arema ini bukan sekadar pertandingan biasa, tetapi duel dua tim dengan kondisi yang sangat kontras: Persib Bandung sedang berada di puncak performa, sementara Arema FC masih terseok mencari kestabilan. Di satu sisi, Persib datang dengan status pemuncak klasemen […]

  • Pengamanan Nataru Jawa Barat

    Amanakan Nataru, Polda Jabar Siagakan 25.000 Personel

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Polda Jabar kerahkan 25.000 personel untuk pengamanan Nataru Jawa Barat demi kelancaran arus mudik dan wisata. albadarpost.com, FOKUS – Kepolisian Daerah Jawa Barat menyiagakan sedikitnya 25.000 personel gabungan untuk mengawal pergerakan warga selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah ini diambil sebagai respons atas proyeksi lonjakan mobilitas masyarakat yang diperkirakan mencapai titik tertinggi […]

  • kompetensi profesional guru abad 21

    PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM MENGHADAPI ABAD 21 

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    (Studi Kasus di SDN Karyasari Desa Bunisari Kecamatan Agrabinta Kabupaten Cianjur) Oleh Maman Herman1, Heni Purnamasari2maman.herman@unigal.ac.id ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi kompetensi guru abad 21 di SDN Karyasari Desa Bunisari Kecamatan Agrabinta Kabupaten Cianjur belum optimal. hal ini berhubungan dengan kompetensi profesional guru. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui gambaran kompetensi professional guru dalam menghadapi […]

  • Forum Musda KNPI Tasikmalaya 2026 saat proses pemilihan ketua berlangsung tertib, demokratis, dan penuh sportivitas.

    6 Kandidat Ramaikan Musda KNPI Tasikmalaya, Ini Pesan Penting KNPI Jabar

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Musda KNPI Kabupaten Tasikmalaya 2026 sempat memanas dalam konteks kompetisi, namun tetap terkendali dan berjalan sesuai aturan organisasi. Forum pemilihan ketua ini langsung menyita perhatian karena menghadirkan enam kandidat yang sama-sama mengklaim siap membawa perubahan bagi organisasi kepemudaan di daerah. Sejak awal sidang dibuka, dinamika sudah terasa. Namun menariknya, suasana […]

  • Ilustrasi seorang Muslim sedang berdzikir dengan suasana tenang untuk menggambarkan ketenangan hati dalam Islam.

    Hati Gelisah dan Pikiran Kacau? Coba Amalkan Dzikir Ini

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah kehidupan yang semakin bising, banyak orang mulai mencari ketenangan dengan berbagai cara. Ada yang mencoba healing, menjauh dari media sosial, hingga mencari suasana baru agar pikirannya lebih tenang. Namun, sebagian justru menemukan jawaban paling sederhana: kembali berdzikir kepada Allah SWT. Amalan yang terlihat ringan itu ternyata menyimpan kekuatan besar bagi […]

expand_less