Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » UMKM Tasikmalaya dan Tantangan Daya Saing di Jawa Barat

UMKM Tasikmalaya dan Tantangan Daya Saing di Jawa Barat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Analisis kebijakan pembinaan UMKM Tasikmalaya dibandingkan Bandung dan Bekasi dalam memperkuat daya saing ekonomi daerah.

albadarpost.com, BERITA DAERAH KADIN Kota Tasikmalaya menggelar Business Summit 2025 sebagai bagian dari strategi memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal. Namun, di tengah persaingan antardaerah di Jawa Barat, pertanyaan yang lebih mendasar muncul: sejauh mana model pembinaan UMKM Tasikmalaya mampu mengejar praktik terbaik yang telah lebih dulu diterapkan di kota lain seperti Bandung dan Bekasi?

Forum bisnis semacam ini penting, tetapi dampaknya bergantung pada desain kebijakan lanjutan. Tanpa integrasi dengan kebijakan daerah dan indikator kinerja yang terukur, penguatan UMKM berisiko berhenti pada level wacana.


Model Pembinaan UMKM Tasikmalaya: Berbasis Forum dan Jejaring

Business Summit 2025 yang digelar di Hotel Harmoni Tasikmalaya, Sabtu, 13 Desember 2025, memperlihatkan pendekatan pembinaan UMKM yang masih bertumpu pada forum motivasi, jejaring, dan peningkatan kapasitas individu. KADIN Tasikmalaya melalui Academy Center menempatkan pelatihan dan inspirasi sebagai pintu masuk pengembangan usaha.

Model ini memiliki keunggulan pada aspek mobilisasi pelaku usaha. Ratusan UMKM terlibat dalam satu ruang dialog yang sama. Pemerintah daerah juga hadir, menandakan dukungan politik terhadap penguatan ekonomi lokal.

Namun, pendekatan ini cenderung bersifat episodik. Tanpa pendampingan berkelanjutan, transfer pengetahuan dari forum semacam Business Summit sering kali tidak bertransformasi menjadi perubahan praktik bisnis yang signifikan.


Bandung: Integrasi Pembinaan dengan Ekosistem Inovasi

Berbeda dengan Tasikmalaya, Kota Bandung mengembangkan model pembinaan UMKM yang lebih terintegrasi. Pelatihan kewirausahaan dipadukan dengan inkubasi bisnis, akses riset, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi dan komunitas kreatif.

UMKM di Bandung tidak hanya dilatih, tetapi juga ditempatkan dalam ekosistem inovasi. Pemerintah kota berperan sebagai orkestrator, bukan sekadar fasilitator acara. Program pembinaan diukur melalui indikator jelas: kenaikan omzet, perluasan pasar, dan keberlanjutan usaha.

Pendekatan ini membuat UMKM Bandung lebih siap masuk ke rantai nilai nasional, bahkan global. Tantangannya, model ini membutuhkan kapasitas birokrasi dan anggaran yang tidak kecil.


Bekasi: Pendekatan Industri dan Akses Pasar

Kota Bekasi menempuh jalur berbeda. Pembinaan UMKM diarahkan agar terhubung langsung dengan kawasan industri dan rantai pasok manufaktur. Fokusnya bukan hanya kreativitas, tetapi kepastian pasar.

Pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan industri sekitar, mulai dari standar produksi hingga sertifikasi. Pemerintah daerah berperan aktif membuka akses kemitraan antara UMKM dan perusahaan besar.

Model ini relatif efektif meningkatkan skala usaha UMKM, meski kurang ramah bagi sektor informal dan usaha mikro yang belum siap masuk pasar industri.


Di Mana Posisi Tasikmalaya?

Dibandingkan Bandung dan Bekasi, pembinaan UMKM Tasikmalaya masih berada pada tahap awal penguatan kapasitas dasar. Business Summit 2025 menunjukkan kesadaran akan pentingnya adaptasi dan inovasi, tetapi belum sepenuhnya terhubung dengan kebijakan ekonomi daerah yang lebih sistemik.

Tasikmalaya memiliki keunggulan pada sektor ekonomi berbasis komunitas dan budaya lokal. Namun, keunggulan ini belum diterjemahkan menjadi model pembinaan yang khas dan terukur. Tanpa diferensiasi strategi, UMKM Tasikmalaya berisiko kalah bersaing dalam perebutan pasar regional.


Implikasi Kebijakan: Dari Event ke Sistem

Agar lebih kompetitif, pembinaan UMKM di Tasikmalaya perlu bergeser dari pendekatan berbasis event menuju sistem pembinaan berkelanjutan. Business Summit seharusnya menjadi pintu masuk, bukan tujuan akhir.

Baca juga: Business Summit 2025 Jadi Strategi KADIN Perkuat UMKM Tasikmalaya

Pemerintah daerah dapat mengambil pelajaran dari Bandung dalam hal integrasi ekosistem, serta dari Bekasi dalam membuka akses pasar. Penyesuaian tentu diperlukan agar selaras dengan karakter ekonomi lokal Tasikmalaya.

Tanpa pembaruan kebijakan, forum-forum bisnis berisiko menjadi agenda rutin tanpa dampak struktural.


Tantangan dan Arah Baru

Business Summit 2025 menandai niat baik KADIN dan Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam memperkuat UMKM. Namun, dibandingkan kota lain di Jawa Barat, model pembinaan yang ada masih membutuhkan penguatan desain kebijakan dan indikator kinerja yang jelas.

Jika Tasikmalaya ingin meningkatkan daya saing UMKM di level regional dan nasional, pembinaan harus melampaui forum inspiratif dan bergerak menuju sistem yang terintegrasi dengan kebijakan ekonomi daerah.

Pembinaan UMKM Tasikmalaya perlu bertransformasi agar mampu bersaing dengan kota lain di Jawa Barat. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tumis kangkung menu sayur hemat keluarga sederhana

    3 Sayur Hemat Tapi Bikin Keluarga Lahap, Ini Resepnya

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak keluarga kini mencari resep sayur hemat agar dapur tetap mengepul tanpa membuat pengeluaran membengkak. Meski sederhana, menu sayur murah untuk keluarga tetap bisa terasa lezat dan bergizi jika dimasak dengan cara yang tepat. Bahkan, beberapa resep sayur ekonomis justru sering membuat anggota keluarga makan lebih lahap. Harga bahan makanan memang sering […]

  • bukti tanah adat

    Pemerintah Hapus Bukti Tanah Adat Mulai 2026, Warga Wajib Sertifikasi

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Bukti tanah adat tidak diakui mulai 2 Februari 2026. Pemilik wajib mengurus sertifikat resmi sebelum batas akhir. albadarpost.com, LENSA – Mulai 2 Februari 2026, bukti tanah adat seperti girik, petuk, atau letter C tidak lagi berlaku sebagai dasar kepemilikan yang sah. Perubahan ini merujuk pada PP Nomor 18 Tahun 2021, yang mengatur hak atas tanah, […]

  • UU Anti-Bullying

    Pemerintah Didorong Susun UU Anti-Bullying untuk Tutup Celah Regulasi

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Dorongan penyusunan UU Anti-Bullying menguat karena regulasi yang ada dinilai belum terpadu dan lemah di lapangan. albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus perundungan yang terus muncul—termasuk insiden yang sempat viral di Kota Malang—menegaskan bahwa Indonesia masih belum memiliki kerangka hukum yang padu untuk mencegah dan menangani kekerasan antaranak. Situasi itu memunculkan kembali kebutuhan mendesak atas UU Anti-Bullying, […]

  • korban banjir Sumatera

    BNPB Laporkan Korban Banjir Sumatera Melonjak Hingga 442 Jiwa

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    BNPB melaporkan korban banjir Sumatera terus bertambah. Ribuan warga mengungsi dan ratusan masih hilang. albadarpost.com, HUMANIORA – Jumlah korban banjir Sumatera mencapai 442 orang meninggal dunia hingga 30 November 2025. Sebanyak 402 orang masih hilang. BNPB menyampaikan data itu dalam siaran pers resmi pada Minggu, 30 November. Lonjakan korban menunjukkan skala bencana yang tidak hanya […]

  • realitas guru

    Fakta Mengejutkan! 9 Realitas Guru yang Jarang Diketahui Orang Tua

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Realitas guru sering kali tidak terlihat oleh orang tua murid. Banyak yang mengira pekerjaan guru hanya sebatas mengajar di kelas. Padahal, kehidupan guru, fakta profesi guru, dan tantangan pendidik jauh lebih kompleks. Oleh karena itu, memahami realitas guru menjadi penting agar muncul empati dan dukungan yang lebih besar. Selain itu, guru tidak […]

  • Ilustrasi kondisi kemiskinan di Tasikmalaya dengan warga beraktivitas di lingkungan sederhana mencerminkan kenaikan garis kemiskinan dan kesenjangan sosial.

    Angka Turun, Beban Naik: Fakta Kemiskinan Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kemiskinan di Tasikmalaya mengalami penurunan secara persentase. Namun demikian, kondisi tersebut tidak serta-merta mencerminkan perbaikan kesejahteraan masyarakat. Faktanya, kemiskinan Tasikmalaya masih menyisakan persoalan serius, terutama terkait kenaikan garis kemiskinan dan kedalaman kemiskinan yang membuat beban hidup warga tetap berat. BPS mencatat persentase penduduk miskin di […]

expand_less