Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dihantam Retribusi, 800 Ruko Cikurubuk Tasikmalaya Jadi “Kuburan”

Dihantam Retribusi, 800 Ruko Cikurubuk Tasikmalaya Jadi “Kuburan”

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Retribusi Pasar Cikurubuk melonjak tajam dan langsung memukul aktivitas perdagangan di Pasar Induk Cikurubuk. Kenaikan retribusi pasar ini—yang oleh pedagang disebut mencapai 80 persen—mendorong eksodus besar-besaran. Akibatnya, sekitar 800 ruko kini kosong, terutama di zona jongko pakaian, sandal, dan fashion.

Sejak kebijakan itu berlaku, kondisi pasar berubah drastis. Arus pembeli menurun, sementara pedagang memilih angkat kaki. Banyak kios ditinggalkan karena biaya operasional tidak lagi sebanding dengan pendapatan harian.

Pedagang Tertekan, Penjualan Anjlok

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (Hipatas), Ahmad Jahid, menilai situasi sudah berada di titik kritis. Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak sekadar soal kenaikan biaya, melainkan menyangkut keberlangsungan hidup pedagang.

“Kalau dipaksa bayar retribusi naik, ini bukan lagi soal untung rugi. Ini soal hidup mati keluarga,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Di lapangan, pedagang mengaku dagangan sering tidak laku hingga menjelang siang. Bahkan, hingga pukul 11.00 WIB, banyak kios belum mencatat transaksi berarti. Kondisi ini menunjukkan penurunan daya beli sekaligus berkurangnya kunjungan konsumen.

Selain itu, suasana pasar dinilai tidak lagi nyaman. Pembeli cenderung menghindari lokasi yang sepi dan tidak terawat. Dampaknya, perputaran ekonomi di pasar semakin melambat.

800 Ruko Kosong, Pasar Kehilangan Daya Tarik

Fenomena ruko kosong menjadi indikator paling nyata dari tekanan yang dialami pedagang. Area yang sebelumnya ramai kini terlihat lengang. Beberapa pemilik bahkan mencoba menjual atau menyewakan kiosnya, tetapi tidak mendapat respons.

Kondisi ini memperkuat kekhawatiran bahwa Pasar Cikurubuk sedang kehilangan daya tariknya sebagai pusat perdagangan utama di Tasikmalaya. Ketika aktivitas ekonomi menurun, efek berantai pun muncul, mulai dari berkurangnya tenaga kerja hingga melemahnya sektor pendukung.

Sementara itu, pedagang yang masih bertahan harus beradaptasi dengan situasi sulit. Mereka menekan biaya, mengurangi stok, dan berharap kondisi segera membaik.

Protes Pedagang Menguat, Minta Tarif Ditinjau Ulang

Hipatas terus mendorong dialog dengan pemerintah. Mereka telah melakukan audiensi ke DPRD, pemerintah kota, dan dinas terkait. Namun hingga kini, keputusan revisi tarif belum juga muncul.

Menurut Jahid, pedagang tidak menolak retribusi. Mereka hanya meminta kebijakan yang realistis dan sesuai kondisi pasar. “Kalau tarif lama diberlakukan, pedagang siap bayar. Tapi kalau sekarang, kami merasa dicekik,” katanya.

Selain itu, pedagang juga menyoroti proses penyusunan Perda yang dinilai minim partisipasi. Mereka mengaku tidak dilibatkan dalam pembahasan, padahal kebijakan tersebut berdampak langsung pada usaha mereka.

Ketimpangan Kebijakan dan Dampaknya ke Ekonomi Rakyat

Kenaikan retribusi di tengah pasar yang sepi memunculkan pertanyaan besar. Di satu sisi, pemerintah menaikkan tarif untuk meningkatkan pendapatan daerah. Namun di sisi lain, kondisi riil di lapangan justru menunjukkan penurunan aktivitas ekonomi.

Ketidakseimbangan ini berpotensi mempercepat penurunan fungsi pasar tradisional. Jika pedagang terus keluar, maka ruang ekonomi rakyat akan semakin menyempit.

Lebih jauh, situasi ini juga berdampak pada masyarakat luas. Pasar tradisional selama ini menjadi tempat utama distribusi kebutuhan sehari-hari. Ketika pasar melemah, harga dan akses barang bisa ikut terpengaruh.

Antara Kebijakan dan Realitas Lapangan

Kasus Retribusi Pasar Cikurubuk menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan dapat berdampak langsung pada ekonomi rakyat. Kenaikan tarif tanpa mempertimbangkan kondisi lapangan berisiko mempercepat penurunan aktivitas perdagangan.

Kini, semua mata tertuju pada langkah pemerintah selanjutnya. Apakah tarif akan ditinjau ulang, atau kondisi pasar akan terus memburuk?

Bagi para pedagang, jawabannya tidak bisa ditunda. Karena bagi mereka, ini bukan sekadar angka—melainkan soal bertahan hidup. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi seseorang tersenyum dalam gemerlap kemewahan, simbol istidraj atau nikmat yang menipu menurut Alquran dan hadis.

    Istidraj: Saat Nikmat Jadi Jalan Kehancuran

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Istidraj sering terdengar sebagai istilah agama, tetapi maknanya jarang benar-benar direnungkan. Istidraj, atau nikmat yang menipu, adalah kondisi ketika seseorang terus menerima karunia Allah, sementara ia tetap tenggelam dalam maksiat. Dalam bahasa yang lebih tajam, istidraj adalah hadiah yang tampak indah, tetapi menyimpan jebakan yang halus. Syekh Ibnu Athaillah dalam Kitab Hikam […]

  • Ilustrasi pekerja Indonesia dengan kebijakan buruh 2026 seperti UMP, BSU, JKP, dan program subsidi rumah pemerintah

    Dampak Besar untuk Pekerja! Ini 6 Kebijakan Baru Kesejahteraan Buruh 2026

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah kembali menaruh perhatian besar pada Kebijakan Buruh 2026 yang menyentuh langsung kehidupan jutaan pekerja di Indonesia. Paket kebijakan ini tidak hanya bicara soal angka upah, tetapi juga menyentuh hal yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari perlindungan saat kehilangan pekerjaan, bantuan tunai, hingga mimpi memiliki rumah sendiri. Di lapangan, sejumlah […]

  • Deklarasi SWAKKA kolaborasi media lokal dan stakeholder pentahelix informasi daerah

    SWAKKA Dorong Kolaborasi Media & Pemerintah di Era Digital

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Deklarasi SWAKKA (Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif) menjadi momentum strategis bagi ekosistem informasi di tingkat daerah. Ketika wartawan, konten kreator, pemerintah, legislatif, penegak hukum, akademisi, dan pelaku bisnis berkumpul, maka kekuatan komunikasi publik meningkat. Sinergi ini lahir bukan secara kebetulan, melainkan sebagai bentuk respons nyata atas kebutuhan masyarakat akan informasi […]

  • Kolaborasi MUI dan Kemenag dalam program transmigrasi alumni pesantren untuk penguatan dakwah dan ekonomi umat.

    Strategi Baru Modernisasi Dakwah Bagi Alumni Pesantren

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pesantren tidak lagi berdiri hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan tradisional. Di tengah arus urbanisasi, perubahan ekonomi, dan tantangan ideologi global, pesantren dituntut tampil lebih adaptif. Di sinilah kolaborasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag) menemukan momentumnya. Program transmigrasi alumni pesantren yang tengah disiapkan MUI dan Kemenag bukan sekadar pemindahan penduduk. […]

  • Rp 53 Miliar

    Pensiun Tetap Cuan, Rp 53 Miliar Hasil Korupsi Masuk Kantong

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus dugaan pemerasan izin tenaga kerja asing (TKA) yang diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka fakta krusial: korupsi tidak berhenti ketika jabatan berakhir. Aliran dana Rp 53 miliar justru tetap berjalan meski salah satu tersangka telah pensiun dari aparatur sipil negara. Fakta ini menyingkap wajah lain korupsi birokrasi. Kejahatan tidak sekadar […]

  • banjir bandang Bandung Barat

    BPBD Bandung Barat Tangani Banjir Bandang yang Merendam Area Wisata

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Banjir bandang Bandung Barat merendam area wisata dan sawah, disertai longsor di dua kecamatan. albadarpost.com, HUMANIORA – Banjir bandang Bandung Barat kembali memicu kerusakan pada area wisata dan lahan pertanian, Kamis ini. Peristiwa yang dipicu cuaca buruk itu menegaskan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah selatan Jawa Barat, terutama pada puncak musim hujan. Cuaca ekstrem […]

expand_less