Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Hari Ini Rawat Alam, Besok Alam Jaga Kita: Momen Menggetarkan di Tasikmalaya

Hari Ini Rawat Alam, Besok Alam Jaga Kita: Momen Menggetarkan di Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 47 menit yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Udara pagi di kawasan Gunung Kokosan Kelurahan Cibunigeulis Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, terasa berbeda pada peringatan Hari Bumi 2026, Rabu 22 April 2026. Di tengah hijaunya pepohonan dan gemericik air, gaung ngarumat hulu cai menggema—bukan sekadar seremoni, melainkan ajakan nyata menjaga sumber kehidupan: air.

Sejak awal kegiatan dimulai, pesan tentang pelestarian sumber daya air langsung terasa kuat. Ngarumat hulu cai, yang berarti merawat kawasan hulu, menjadi simbol gerakan menjaga lingkungan, melindungi ekosistem, sekaligus memastikan masa depan tetap memiliki air bersih.

Dari Seremoni ke Aksi Nyata

Kegiatan ini tidak berhenti pada pidato. Peserta langsung terlibat dalam berbagai aksi—mulai dari edukasi lingkungan, membersihkan area, hingga penanaman pohon.

Langkah-langkah sederhana itu terlihat kecil. Namun jika dilakukan bersama, dampaknya bisa besar. Karena itu, suasana kegiatan terasa hangat sekaligus penuh kesadaran.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan tugas satu pihak saja.

“Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Pemerintah Kota Tasikmalaya selalu ingin bersinergi membangun masyarakat yang sejahtera,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menanam dan merawat pohon. Bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk generasi berikutnya.

Hulu Adalah Awal Segalanya

Banyak orang fokus pada hilir—banjir, kekeringan, atau krisis air. Namun kegiatan ini justru menyoroti hulu sebagai akar persoalan sekaligus solusi.

Ketika hutan di hulu terjaga, air akan tetap mengalir. Sebaliknya, jika kawasan hulu rusak, dampaknya akan terasa ke mana-mana.

Karena itu, pendekatan berbasis kearifan lokal seperti ngarumat hulu cai menjadi sangat relevan. Nilai tradisional ini tidak hanya berbicara soal alam, tetapi juga tentang tanggung jawab bersama.

Kolaborasi Dua Wilayah, Satu Tujuan

Kehadiran Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Chandra Negara, sebagai tuan rumah membuat suasana acara begitu hangat dan penuh keakraban.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa isu lingkungan tidak mengenal batas wilayah. Air mengalir tanpa melihat garis administratif, sehingga upaya menjaganya pun harus dilakukan bersama.

Dengan adanya sinergi ini, pesan yang disampaikan menjadi lebih kuat: menjaga alam adalah urusan semua pihak.

Kalimat Sederhana yang Mengena

Di tengah kegiatan, satu kalimat dari Asep Sopari terasa paling membekas:

“Hari ini kita merawat alam, dan besok kita akan dirawat oleh alam.”

Kalimat itu terdengar sederhana. Namun maknanya dalam. Ia mengingatkan bahwa hubungan manusia dan alam bersifat timbal balik.

Jika manusia menjaga alam, alam akan memberikan kehidupan. Tetapi jika diabaikan, dampaknya juga akan kembali kepada manusia.

Dari Gerakan Jadi Kebiasaan

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Sebaliknya, gerakan ini diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari.

Selain itu, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama. Tanpa partisipasi aktif, upaya pelestarian lingkungan hanya akan menjadi wacana.

Karena itu, edukasi terus didorong. Generasi muda perlu memahami bahwa menjaga alam bukan tren sesaat, melainkan kebutuhan jangka panjang.

Lebih dari Sekadar Peringatan Hari Bumi

Apa yang terjadi di Gunung Kokosan bukan hanya peringatan simbolis. Ada kesadaran yang perlahan tumbuh—bahwa menjaga alam tidak bisa ditunda.

Ngarumat hulu cai akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan. Ia berubah menjadi gerakan kolektif, yang mengajak semua orang untuk kembali peduli.

Dan mungkin, dari langkah kecil seperti menanam pohon hari ini, masa depan yang lebih baik sedang disiapkan. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertemuan Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya dengan pengelola lapangan padel bahas izin PBG dan SLF

    Izin Lapangan Padel Tasikmalaya Disepakati, Operasional Tetap Jalan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polemik izin lapangan padel Tasikmalaya akhirnya menemukan jalan keluar. Isu perizinan padel atau legalitas operasional lapangan padel yang sempat memicu sidak kini mulai mereda. Pemerintah daerah dan pengelola sepakat menjaga stabilitas usaha sekaligus memastikan seluruh proses izin padel Tasikmalaya berjalan sesuai aturan. Pertemuan yang digelar Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya pada […]

  • risiko gempa Jawa Barat

    Risiko Gempa Jawa Barat Meningkat

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Risiko gempa Jawa Barat meningkat. Data BMKG menunjukkan gempa jadi ancaman harian bagi keluarga dan komunitas. albadarpost.com, FOKUS – Gempa bumi di Jawa Barat sepanjang 2025 bukan lagi peristiwa sesekali. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.242 kejadian gempa terjadi di wilayah ini. Angka tersebut menegaskan satu realitas penting: risiko gempa Jawa Barat […]

  • perlindungan PMI

    Menggugat Sistem Perlindungan Negara

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Kematian PMI di Arab Saudi menegaskan lemahnya perlindungan negara atas pekerja migran. albadarpost.com, EDITORIAL – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Bandung Barat, Pupung (29), meninggal dunia di Arab Saudi setelah nekat melompat dari lantai dua tempat ia bekerja. Ia diduga mengalami tekanan berat akibat tidak digaji oleh majikannya. Peristiwa ini bukan […]

  • ilustrasi Rabi'ah al-Adawiyah bermunajat dalam kesunyian malam dengan nuansa spiritual dan cahaya lembut

    Rabi’ah al-Adawiyah: Perempuan yang Mencintai Allah Tanpa Syarat

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Siapakah Rabi’ah al-Adawiyah dalam sejarah Islam? Namanya kerap disebut sebagai simbol cinta Ilahi—bukan cinta biasa, tetapi cinta yang menghapus rasa takut dan harapan, lalu menyisakan ketulusan semata. Namun, ada satu hal yang membuat kisahnya berbeda. Ia tidak takut neraka. Ia juga tidak menginginkan surga. Ia hanya menginginkan Allah. Di titik itu, Rabi’ah […]

  • lagu erika itb

    Kontroversi Lagu Erika ITB, Publik Tak Lagi Diam Soal Etika Kampus

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Jagat media sosial mendadak riuh. Lagu Erika Institut Teknologi Bandung (ITB) viral dan memantik reaksi yang tidak sedikit. Lagu yang juga dikenal sebagai lagu Erika mahasiswa ITB atau lagu Erika viral kampus itu langsung menyebar luas, memunculkan perdebatan yang nyaris tak terbendung. Di satu sisi, ada yang menganggapnya bagian dari tradisi lama. Namun di sisi lain, tidak sedikit […]

  • modus penipuan AI

    OJK Jabar Ingatkan Modus Penipuan AI yang Makin Canggih

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 20
    • 0Komentar

    OJK Jabar memperingatkan peningkatan modus penipuan AI dan meminta warga lebih waspada menjaga data pribadi. albadarpost.com, PELITA – Peringatan baru dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat menyusul kenaikan kasus kejahatan digital berbasis kecerdasan buatan. Modus penipuan AI kini berkembang pesat, menghadirkan risiko serius bagi keamanan data dan aktivitas keuangan masyarakat. Peringatan ini penting mengingat […]

expand_less