Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Saat Anak Lain Libur, Santri Diniyah Tasikmalaya Justru Sibuk Ujian

Saat Anak Lain Libur, Santri Diniyah Tasikmalaya Justru Sibuk Ujian

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • visibility 113
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA — Saat sebagian sekolah formal mulai memasuki suasana akhir semester dan aktivitas belajar berangsur lebih longgar, para peserta UAS Madrasah Diniyah di Kabupaten Tasikmalaya justru sedang menghadapi pekan yang padat. Santri diniyah masih duduk di ruang kelas, membuka lembar soal, dan mengulang hafalan yang telah mereka pelajari selama berbulan-bulan.

Pemandangan itu terlihat pada pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Genap Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Tahun Pelajaran 2025/2026 yang diselenggarakan di bawah koordinasi FKDT Kabupaten Tasikmalaya.

Siang itu, suasana kelas terasa tenang.

Cahaya matahari masuk dari jendela yang terbuka. Dinding kelas sederhana tampak dipenuhi bekas tulisan yang mulai memudar. Di atas meja kayu yang sudah penuh goresan, lembar soal ujian terbentang rapi di hadapan para santri.

Seorang siswa laki-laki menggenggam pensil sambil menundukkan kepala. Sesekali ia berhenti menulis, lalu menatap soal beberapa detik sebelum kembali mengisi jawaban. Di sampingnya, seorang santriwati berjilbab cokelat tampak serius membaca pertanyaan demi pertanyaan. Tidak ada suara gaduh.

Yang terdengar hanya gesekan pensil dan lembar kertas yang dibalik perlahan.

Ujian yang Berbeda dari Sekolah Formal

Bagi sebagian masyarakat, ujian identik dengan Matematika, IPA, atau Bahasa Indonesia. Namun suasana di Madrasah Diniyah menghadirkan cerita yang berbeda.

Berdasarkan jadwal resmi FKDT Kabupaten Tasikmalaya, para santri mengikuti ujian praktik dan ujian tulis dengan materi yang berfokus pada pendidikan agama Islam.

Pada sesi praktik, peserta diuji kemampuan Tahfidz Al-Qur’an, Tahfidz Hadits, praktik ibadah, doa-doa harian, baca tulis Al-Qur’an, hingga keterampilan menulis Arab Pegon.

Khusus untuk kelas empat hingga enam, terdapat pula materi membaca Kitab Safinah serta keterampilan menulis Arab Pegon yang selama ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran diniyah.

Sementara itu, ujian tulis meliputi Al-Qur’an, Hadits, Aqidah, Akhlaq, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab.

Karena itu, UAS Madrasah Diniyah bukan hanya menguji kemampuan mengingat materi. Para santri juga dituntut memahami praktik ibadah serta nilai-nilai yang mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika Teman Sebaya Bermain, Mereka Mengulang Hafalan

Beberapa menit sebelum ujian dimulai, sebagian siswa masih terlihat membuka buku catatan tipis yang sampulnya mulai kusam.

Ada yang mengulang hafalan pendek dengan suara lirih.

Ada pula yang bertanya kepada temannya mengenai arti kosakata Bahasa Arab yang dipelajari minggu sebelumnya.

Pemandangan sederhana seperti itu mungkin tidak menarik perhatian banyak orang. Namun justru di sanalah terlihat proses pendidikan yang berlangsung setiap hari di ribuan Madrasah Diniyah.

Di luar kelas, beberapa orang tua tampak menunggu sambil berbincang ringan. Sesekali mereka melongok ke arah ruangan.

Ada yang menanyakan mata pelajaran yang sedang diujikan. Ada pula yang hanya memastikan anaknya tetap semangat hingga ujian selesai.

Momen kecil itu memperlihatkan bahwa pendidikan diniyah tidak hanya melibatkan guru dan santri. Dukungan keluarga juga menjadi bagian penting dari proses belajar mereka.

Menjaga Tradisi Belajar Agama di Tengah Perubahan Zaman

Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan hiburan digital, keberadaan Madrasah Diniyah masih memiliki tempat tersendiri di masyarakat Tasikmalaya.

Selepas pulang dari sekolah formal, banyak anak kembali mengenakan seragam diniyah dan mengikuti pelajaran agama pada sore hari.

Rutinitas tersebut berlangsung hampir setiap hari.

Mereka belajar membaca Al-Qur’an. Mereka mempelajari fiqih. Dan mereka menghafal hadis dan doa-doa. Perlahan, nilai-nilai itu tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Tidak semua proses itu terlihat di media sosial.

Tidak semuanya menjadi viral.

Namun hasilnya sering kali tampak dalam sikap, adab, dan kebiasaan yang terbentuk sejak usia dini.

Karena itulah pelaksanaan UAS Madrasah Diniyah memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar angka di rapor. Ujian ini menjadi penanda bahwa proses pendidikan agama terus berjalan dan tetap dijaga oleh masyarakat dari generasi ke generasi.

Ada Harapan yang Sedang Ditulis di Atas Lembar Soal

Di balik ruang kelas sederhana itu, para santri mungkin hanya sedang mengerjakan ujian semester.

Namun sesungguhnya ada sesuatu yang lebih besar yang sedang mereka bangun.

Ada disiplin yang sedang dilatih.

Ada kesabaran yang sedang tumbuh.

Dan ada akhlak yang sedang dibentuk.

Dan ada ilmu yang kelak akan mereka bawa jauh melampaui ruang kelas tempat mereka belajar hari ini.

Sore itu, ketika sebagian anak menikmati waktu luang setelah sekolah, para santri diniyah Tasikmalaya masih menunduk di atas lembar ujian. Mereka mungkin tidak menjadi pusat perhatian.

Tetapi dari ruang-ruang sederhana itulah masa depan yang berakar pada ilmu dan akhlak sedang dipersiapkan.

Ketika sebagian anak mengisi libur dengan hiburan, para santri ini memilih mengisi waktu dengan ilmu. Sebab mereka percaya, nilai ujian mungkin hanya bertahan sesaat, tetapi ilmu dan akhlak bisa menemani seumur hidup. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • dinamika internal PBNU

    PBNU Tegaskan Dinamika Internal Tak Pengaruhi Mandat Gus Yahya sebagai Ketua Umum

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Gus Yahya menegaskan tetap menjalankan amanah Muktamar di tengah dinamika internal PBNU yang berkembang. albadarpost.com, HUMANIORA — Di tengah menguatnya dinamika internal PBNU, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf memastikan mandat hasil Muktamar Ke-34 tetap dijalankan hingga akhir masa jabatan. Pernyataan ini menjadi garis tegas bahwa isu desakan mundur tidak memengaruhi […]

  • Ilustrasi zarah debu dengan cahaya timbangan amal QS Az-Zalzalah ayat 7-8 tentang balasan setiap perbuatan manusia.

    Tentang Zarah yang Tak Pernah Hilang

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ada kebaikan yang sering kita lakukan tanpa sadar. Senyum tipis yang lahir begitu saja. Kata yang sengaja ditahan agar tidak melukai. Niat baik yang bersemi di hati, lalu gugur sebelum sempat terucap. Kita kerap menganggapnya kecil. Terlalu kecil untuk dihitung. Terlalu sepele untuk dicatat. Namun Al-Qur’an, dengan caranya yang lembut sekaligus tegas, […]

  • Maroko vs Belanda

    Maroko Melaju Dramatis, Belanda Tersingkir Menyakitkan

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Maroko vs Belanda menjadi salah satu pertandingan paling dramatis di babak gugur Piala Dunia 2026. Atlas Lions memastikan tiket ke babak 16 besar setelah mengalahkan Belanda melalui adu penalti yang menegangkan. Laga di Stadion Monterrey itu menyajikan perpaduan emosi, ketangguhan mental, dan aksi gemilang dari penjaga gawang Yassine Bounou. Belanda sebenarnya […]

  • Potret Try Sutrisno saat menjabat Wakil Presiden RI periode 1993-1998 di masa akhir Orde Baru.

    Sunyi di Pusat Kekuasaan: Peran Try Sutrisno Saat Krisis 1998

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Nama Try Sutrisno 1998 kembali mengemuka ketika publik menelisik ulang fase akhir Orde Baru. Pada periode genting itu, Try Sutrisno menjabat sebagai Wakil Presiden RI dan berdiri tepat di pusat pusaran krisis. Sosok wapres militer ini hadir di ujung kekuasaan Orde Baru, mendampingi Suharto saat tekanan ekonomi dan politik mengguncang fondasi negara. […]

  • wawasan kebangsaan

    Pemkab Ciamis Perkuat Wawasan Kebangsaan ASN

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Pemkab Ciamis memperkuat wawasan kebangsaan ASN sebagai upaya menjaga persatuan dan mencegah ancaman sosial. albadarpost.com, CAKRAWALA – Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menegaskan pentingnya wawasan kebangsaan di tubuh aparatur sipil negara. Kebijakan ini tak hanya bertumpu pada seremonial, tetapi diarahkan pada penguatan kapasitas ASN sebagai perekat sosial di tengah ancaman narkoba dan meningkatnya intoleransi. Penguatan Nilai […]

  • PCINU ANZ

    Jelang Konfercab X, PCINU ANZ Gelar Tahlil dan Istighosah Kubro

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Di tengah berbagai dinamika organisasi, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Australia dan New Zealand (PCINU ANZ) memilih cara yang berbeda untuk menyambut Konferensi Cabang (Konfercab) ke-10. Alih-alih langsung berbicara soal kepengurusan atau agenda organisasi, PCINU ANZ terlebih dahulu mengajak warga Nahdliyin memperkuat ikatan spiritual melalui Tahlil dan Istighosah Kubro. Kegiatan bertajuk […]

expand_less