Maroko Melaju Dramatis, Belanda Tersingkir Menyakitkan
- account_circle redaktur
- calendar_month 19 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gakpo, membuka keunggulan di awal permainan bagi Belanda (Foto : FIFA).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DUNIA – Maroko vs Belanda menjadi salah satu pertandingan paling dramatis di babak gugur Piala Dunia 2026. Atlas Lions memastikan tiket ke babak 16 besar setelah mengalahkan Belanda melalui adu penalti yang menegangkan. Laga di Stadion Monterrey itu menyajikan perpaduan emosi, ketangguhan mental, dan aksi gemilang dari penjaga gawang Yassine Bounou.
Belanda sebenarnya sempat berada di atas angin. Cody Gakpo membuka keunggulan Oranje dalam pertandingan yang penuh makna secara emosional baginya. Namun, Maroko menunjukkan karakter kuat dengan bangkit pada penghujung laga sebelum akhirnya mengunci kemenangan lewat babak tos-tosan.
Hasil tersebut membuat Maroko melangkah ke babak 16 besar dan akan menghadapi tuan rumah bersama, Kanada, di Houston pada 4 Juli.
Belanda Menguasai Awal, Maroko Membalas dengan Tekanan
Sejak peluit pertama dibunyikan, Belanda tampil agresif dan berusaha mengendalikan permainan. Meski demikian, peluang emas pertama justru datang dari Maroko.
Neil El Aynaoui menyambut sepak pojok Achraf Hakimi dengan sundulan keras. Akan tetapi, Bart Verbruggen menunjukkan refleks luar biasa untuk menggagalkan peluang tersebut.
Menjelang turun minum, Maroko kembali mengancam. Hakimi mengirim umpan matang ke tiang jauh, tetapi Ismael Saibari gagal menjangkaunya sehingga skor tetap bertahan tanpa gol hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Hakimi kembali menjadi motor serangan Atlas Lions. Bek kanan itu bahkan melepaskan tembakan yang membentur tiang gawang. Tidak lama kemudian, ia kembali menciptakan peluang, namun Micky van de Ven melakukan penyelamatan krusial melalui tekel bersih.
Gakpo Bawa Belanda Memimpin, Maroko Menolak Menyerah
Pelatih Ronald Koeman kemudian memasukkan Teun Koopmeiners dan Wout Weghorst untuk meningkatkan daya gedor timnya. Pergantian tersebut langsung membuahkan hasil.
Weghorst memenangkan duel udara sebelum bola diteruskan Crysencio Summerville kepada Cody Gakpo. Penyerang Liverpool itu dengan tenang menaklukkan Yassine Bounou dan membawa Belanda unggul.
Gol tersebut terasa sangat emosional. Dua hari sebelumnya, Gakpo mengumumkan kabar duka mengenai kehilangan calon buah hatinya. Selebrasi sederhana yang ia lakukan menjadi momen yang menyentuh di tengah pertandingan penting Piala Dunia.
Namun, Maroko belum menyerah. Ketika pertandingan memasuki fase akhir, pelatih melakukan pergantian yang terbukti sangat efektif.
Issa Diop yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil menyundul umpan silang Chemsdine Talbi dan mengubah skor menjadi imbang. Gol itu memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.
Bounou Menjadi Pembeda di Adu Penalti
Pada babak tambahan waktu, kedua tim sama-sama menciptakan peluang berbahaya.
Bart Verbruggen melakukan penyelamatan luar biasa saat menggagalkan peluang emas Soufiane Rahimi dari jarak dekat. Di sisi lain, lini belakang Maroko juga tampil disiplin sehingga Belanda kesulitan mencetak gol kemenangan.
Akhirnya, pertandingan ditentukan melalui adu penalti.
Kedua tim sama-sama gagal mengeksekusi dua tendangan pertama secara sempurna sehingga ketegangan terus meningkat. Momentum kemudian berubah ketika Yassine Bounou berhasil menghentikan tendangan Crysencio Summerville.
Setelah itu, Ismael Saibari melangkah sebagai eksekutor terakhir. Dengan penuh ketenangan, ia mengirim bola ke gawang Belanda sekaligus memastikan kemenangan Maroko.
Sorak-sorai para pendukung Atlas Lions pun pecah. Para pemain langsung merayakan keberhasilan yang membawa mereka melangkah ke babak 16 besar.
Tantangan Berikutnya Menanti Maroko
Kemenangan atas Belanda semakin menegaskan bahwa Maroko tetap menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan di Piala Dunia 2026. Semangat juang, disiplin bertahan, dan efektivitas saat menghadapi tekanan kembali menjadi kekuatan utama skuad asuhan mereka.
Meski demikian, tantangan yang lebih berat sudah menanti. Pada babak 16 besar, Maroko akan berhadapan dengan Kanada di Houston. Laga tersebut diperkirakan berlangsung sengit mengingat Kanada tampil impresif sepanjang turnamen sebagai salah satu tuan rumah.
Sementara itu, Belanda harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat dari yang diharapkan. Meski sempat tampil dominan dalam sejumlah fase pertandingan, Oranje gagal mempertahankan keunggulan hingga akhirnya harus menerima kenyataan pahit melalui adu penalti.
Bagi Cody Gakpo, pertandingan ini akan selalu dikenang sebagai malam yang penuh emosi. Ia mencetak gol penting untuk negaranya, tetapi harus melihat perjuangan Belanda berakhir di titik yang paling menyakitkan.
Maroko kembali membuktikan bahwa keberanian tidak selalu lahir dari tim unggulan. Ketika mental tetap kokoh hingga tendangan terakhir, mimpi besar pun berubah menjadi sejarah di panggung Piala Dunia. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar