Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Viral Salat Wanita Latsarmil, Ini Penjelasan Fikih Islam

Viral Salat Wanita Latsarmil, Ini Penjelasan Fikih Islam

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Sebuah video viral salat Latsarmil yang memperlihatkan sejumlah perempuan melaksanakan salat berjamaah wanita sambil mengenakan seragam Latihan Dasar Militer (Latsarmil) menjadi perbincangan di media sosial. Video yang diunggah akun Instagram news_kurangakurat6 pada 30 Juni 2026 itu telah memperoleh lebih dari 417 tanda suka dan lebih dari 513 komentar saat artikel ini ditulis.

Namun, unggahan tersebut tidak menjelaskan kapan maupun di mana salat berjamaah itu berlangsung. Meski demikian, kolom komentar langsung dipenuhi beragam pendapat. Sebagian mempertanyakan sah atau tidaknya salat dengan seragam latihan, sebagian lain menyoroti posisi imam perempuan, sementara ada pula yang membahas aspek sinematik video. Fenomena ini menarik dikaji, bukan untuk menghakimi pelakunya, melainkan untuk memahami bagaimana Islam mengajarkan sikap ketika menghadapi informasi yang belum utuh.

Tabayun Lebih Didahulukan daripada Menghakimi

Perkembangan media sosial membuat sebuah video berdurasi singkat mampu memancing ribuan komentar dalam waktu singkat. Akan tetapi, Islam mengingatkan umatnya agar tidak menjadikan potongan informasi sebagai dasar mengambil kesimpulan.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepadamu seorang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan, yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu.”
(QS. Al-Hujurat: 6)

Ayat tersebut menjadi fondasi penting dalam menyikapi setiap informasi yang beredar, termasuk video viral. Tanpa mengetahui konteks, waktu, lokasi, maupun kronologi secara lengkap, seorang Muslim dianjurkan mendahulukan tabayun daripada prasangka.

Lebih jauh lagi, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi pengingat bahwa setiap komentar yang ditulis di media sosial tetap akan dimintai pertanggungjawaban.

Apakah Salat dengan Seragam Latsarmil Tetap Sah?

Salah satu perdebatan yang paling banyak muncul berkaitan dengan penggunaan seragam latihan dasar militer saat salat.

Dalam fikih Islam, ukuran sah atau tidaknya salat tidak ditentukan oleh model pakaian, melainkan oleh terpenuhinya syarat-syarat salat. Pakaian harus suci dari najis, menutup aurat, serta tidak menghalangi pelaksanaan rukun salat.

Allah SWT berfirman:

“Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap memasuki masjid.”
(QS. Al-A’raf: 31)

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa Islam tidak mewajibkan jenis pakaian tertentu ketika salat. Selama pakaian memenuhi syarat syariat, salat tetap sah.

Dalam kitab Al-Majmu’, Imam An-Nawawi menerangkan bahwa yang menjadi ukuran ialah tertutupnya aurat dan kesucian pakaian, bukan bentuk atau model busana yang dikenakan.

Artinya, penggunaan seragam Latsarmil tidak otomatis membatalkan salat. Penilaian harus kembali kepada terpenuhinya syarat-syarat ibadah tersebut.

Imam Perempuan, Apa Kata Ulama?

Komentar lain yang ramai diperbincangkan ialah mengenai posisi imam perempuan.

Mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i, Hanbali, dan sebagian ulama lainnya membolehkan perempuan menjadi imam apabila seluruh makmumnya juga perempuan.

Dalil yang sering dijadikan dasar ialah riwayat tentang Ummu Waraqah radhiyallahu ‘anha yang mendapat izin dari Rasulullah SAW untuk mengimami penghuni rumahnya.

Dalam praktik fikih, imam perempuan tidak berdiri jauh di depan sebagaimana imam laki-laki, melainkan berada sejajar atau sedikit di depan saf pertama agar tetap menjaga adab berjamaah.

Karena video yang beredar hanya menampilkan potongan tertentu, masyarakat tidak memiliki informasi yang cukup untuk memastikan susunan saf secara utuh. Oleh sebab itu, menyimpulkan adanya kesalahan hanya berdasarkan cuplikan video tentu bukan sikap yang bijak.

Jangan Sampai Visual Mengalahkan Ilmu

Fenomena media sosial sering kali membuat perhatian masyarakat terfokus pada visual. Padahal, inti ibadah bukan terletak pada sudut kamera, kualitas sinematik, atau pakaian yang dikenakan.

Allah SWT berfirman:

“…Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu lahir dari ketakwaan hati.”
(QS. Al-Hajj: 32)

Ayat tersebut mengingatkan bahwa ibadah memiliki dimensi ruhani yang jauh lebih besar daripada penampilan lahiriahnya.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, diskusi ilmiah mengenai fikih tentu diperbolehkan. Namun, prasangka, ejekan, atau vonis tanpa ilmu justru bertentangan dengan akhlak seorang Muslim.

Jadikan Viral Sebagai Sarana Belajar, Bukan Menghakimi

Setiap konten viral dapat menjadi momentum untuk memperluas pemahaman agama apabila disikapi dengan ilmu dan adab. Sebaliknya, jika hanya memancing komentar emosional, media sosial justru menjauhkan seseorang dari nilai-nilai Islam.

Selama fakta mengenai waktu, tempat, maupun kronologi video tersebut belum diketahui secara lengkap, sikap paling tepat ialah menahan diri dari kesimpulan yang berlebihan. Islam mengajarkan agar umatnya mendahulukan ilmu, menjaga lisan dan jemari, serta menghormati sesama Muslim.

Pada akhirnya, yang paling penting bukanlah apakah video itu menarik secara visual atau ramai diperdebatkan. Yang jauh lebih utama ialah memastikan bahwa setiap ibadah dilakukan sesuai tuntunan syariat, sementara setiap komentar lahir dari ilmu, adab, dan hati yang bersih.

Video hanya merekam beberapa detik, tetapi komentar bisa menjadi catatan seumur hidup. Sebelum menilai ibadah orang lain, pastikan ilmu berjalan di depan, adab berada di samping, dan tabayun selalu memimpin langkah. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • admin OPD

    Pemkab Tasikmalaya Perkuat Admin OPD, Standarisasi Informasi Publik

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya melatih admin OPD untuk menyatukan komunikasi publik dan memperkuat transparansi layanan pemerintah. Pemerintah Daerah Dorong Tata Kelola Informasi yang Seragam albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai menata ulang pengelolaan informasi publik di lingkungan birokrasi. Melalui pelatihan pengelolaan informasi bagi admin perangkat daerah, pemerintah daerah berupaya menyatukan pola komunikasi publik agar lebih […]

  • Heboh Video TNI Pukul Warga, Dandim 0612 Bongkar Fakta Sebenarnya

    Heboh Video TNI Pukul Warga, Dandim 0612 Bongkar Fakta Sebenarnya

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Video TNI pukul tramadol, kabar anggota TNI pukul penjual tramadol, serta isu penertiban obat terlarang langsung menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Namun, klarifikasi resmi memastikan narasi tersebut tidak benar. Dandim 0612 Tasikmalaya menegaskan bahwa informasi yang beredar adalah hoax dan tidak sesuai fakta lapangan. Seiring cepatnya penyebaran informasi digital, […]

  • Smelter Freeport Gresik

    Pasokan Tembaga Tersendat, Operasional Smelter Freeport Gresik Terancam Berhenti Akhir Oktober 2025

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Operasional Smelter Freeport Gresik terancam berhenti akhir Oktober 2025 akibat pasokan tembaga tersendat. albadarpost.com, LENSA – Kegiatan operasional Smelter Freeport Gresik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Jawa Timur, terancam berhenti total pada akhir Oktober 2025. Penghentian ini terjadi karena pasokan konsentrat tembaga dari tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia (PTFI) di Tembagapura, Papua Tengah, […]

  • korban TPPO

    WNI Korban TPPO di Kamboja Jadi Alarm Negara

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Kasus 9 WNI korban TPPO di Kamboja menyoroti lemahnya perlindungan migran dan bahaya jalur kerja ilegal. albadarpost.com, HUMANIORA – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja. Paspor mereka disita. Target kerja yang tak tercapai dibalas kekerasan. Kasus ini bukan sekadar tragedi individual, melainkan peringatan keras tentang lemahnya sistem […]

  • gencatan senjata lebanon

    Hezbollah Setuju Gencatan Senjata, Tapi Syaratnya Bikin Situasi Makin Rawan

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Suasana di wilayah selatan Lebanon belum benar-benar tenang. Di tengah isu gencatan senjata Lebanon, ketegangan masih terasa kuat. Hezbollah memang menyatakan dukungan terhadap gencatan senjata Lebanon, tetapi sikap mereka dalam konflik Israel Lebanon justru mengirim sinyal keras bahwa situasi belum aman. Ultimatum Tegas: “Tidak Ada Ruang untuk Dominasi” Hezbollah tidak menolak […]

  • Ilustrasi nasi putih yang cepat basi akibat kesalahan memasak dan penyimpanan yang sering tidak disadari

    Nasi Cepat Basi? Ini Kesalahan yang Sering Terjadi

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa heran karena nasi cepat basi, padahal baru dimasak beberapa jam lalu? Banyak orang mengira penyebabnya adalah kualitas beras. Padahal, nasi mudah basi, nasi cepat bau, dan teksturnya berubah sering kali terjadi akibat kesalahan memasak nasi yang tampak sepele dan jarang disadari sejak awal. Menariknya, kebiasaan yang terlihat “biasa saja” justru […]

expand_less