5 Kuliner Anak yang Paling Dicari Saat Libur Sekolah
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi anak-anak sedang makan es krim saat libur sekolah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, LIFESTYLE – Libur sekolah selalu membawa cerita kecil yang sulit dilupakan. Selain bermain bersama teman atau berkunjung ke rumah kerabat, banyak anak justru menyimpan kenangan tentang jajanan yang mereka nikmati selama masa liburan.
Tahun ini, kuliner anak, jajanan favorit anak, dan makanan ringan khas pinggir jalan kembali ramai diburu. Menariknya, bukan makanan mahal atau restoran mewah yang menjadi pilihan utama. Sebaliknya, jajanan sederhana seperti cilok kuah, seblak, es krim rumahan, sosis bakar, hingga telur gulung justru kembali menjadi primadona.
Menjelang sore hari di sejumlah kawasan Kabupaten Tasikmalaya, pemandangan anak-anak berkumpul sambil membawa uang receh di tangan masih mudah ditemukan. Mereka bercanda, memilih jajanan favorit, lalu menikmatinya bersama-sama di pinggir jalan atau halaman rumah.
Cilok Kuah, Jajanan Hangat yang Selalu Dicari
Aroma bawang goreng dan kuah gurih yang mengepul dari gerobak cilok masih menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak.
Tidak sedikit pedagang yang mengaku jumlah pembeli meningkat selama masa libur sekolah. Selain harganya yang murah, cilok kuah juga menawarkan berbagai pilihan tambahan, mulai dari telur puyuh, ceker, hingga sosis.
Asep (43), seorang pedagang cilok di wilayah Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, mengaku dagangannya lebih cepat habis dibanding hari-hari biasa.
“Kalau libur sekolah, anak-anak mulai datang sejak pagi. Sore biasanya paling ramai,” katanya.
Bagi banyak anak, semangkuk cilok hangat bukan sekadar makanan. Ada rasa kebersamaan yang ikut tersaji di dalamnya.
Seblak Pedas Tetap Menjadi Favorit
Meski tren kuliner terus berubah, seblak tampaknya masih sulit tergeser dari daftar makanan favorit anak-anak dan remaja.
Aroma kencur yang khas, kuah pedas, serta beragam pilihan topping membuat makanan ini tetap diminati. Kini, penjual seblak tidak hanya menawarkan kerupuk rebus, tetapi juga bakso, makaroni, seafood, ceker, hingga aneka dumpling.
Menariknya, bagi sebagian anak sekolah, menikmati seblak bersama teman ternyata bukan hanya soal rasa. Aktivitas itu juga menjadi bagian dari pengalaman sosial selama liburan.
Es Krim Rumahan Kembali Jadi Rebutan
Ketika matahari mulai condong ke barat dan udara terasa lebih hangat, suara bel penjual es krim rumahan sering kali menjadi pertanda bahwa sore telah tiba.
Tidak sedikit anak yang langsung berlari keluar rumah sambil membawa uang yang sudah mereka siapkan sejak siang hari.
Di antara berbagai kuliner anak, es krim rumahan kembali menjadi salah satu yang paling banyak dicari. Rasanya memang sederhana, tetapi justru kesederhanaan itulah yang menghadirkan nostalgia.
Varian cokelat, vanila, stroberi, alpukat, hingga durian masih menjadi pilihan favorit. Selain itu, harga yang terjangkau membuat jajanan ini tetap ramah bagi kantong keluarga.
Tidak mengherankan jika beberapa anak rela mengantre lebih lama demi mendapatkan rasa favorit mereka.
Sosis Bakar Masih Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Viral
Di tengah maraknya makanan viral yang silih berganti, sosis bakar ternyata tetap memiliki tempat tersendiri.
Aroma asap yang mengepul, suara bara yang berdesis, serta aneka saus yang berjejer di meja dagangan menjadi kombinasi yang sulit diabaikan.
Kini, pilihan rasa semakin beragam. Ada saus barbeque, blackpepper, keju, hingga saus pedas manis yang banyak disukai anak-anak.
Selain rasa, proses pembakaran yang dilakukan langsung di depan pembeli juga menghadirkan pengalaman tersendiri yang membuat anak-anak betah menunggu.
Telur Gulung, Jajanan Masa Kecil yang Tetap Bertahan
Di sebuah sudut jalan, suara sendok yang membentur wajan kecil masih terdengar menjelang petang. Bagi banyak orang, suara itu langsung mengingatkan pada satu hal: telur gulung.
Jajanan yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu ini ternyata masih mampu menarik perhatian anak-anak masa kini.
Teksturnya yang renyah, rasa gurih yang sederhana, dan harga yang murah menjadi alasan utama mengapa telur gulung tetap bertahan di tengah banyaknya pilihan makanan modern.
Tidak sedikit orang tua yang sengaja membeli telur gulung sambil menceritakan pengalaman masa kecil mereka kepada anak-anak.
Lebih dari Sekadar Makanan
Pengamat perilaku konsumen menilai bahwa anak-anak sebenarnya tidak hanya mencari rasa. Mereka juga mencari pengalaman, kebersamaan, dan kenangan.
Karena itu, jajanan sederhana seperti cilok kuah, seblak, es krim rumahan, sosis bakar, dan telur gulung tetap mampu bertahan di tengah perubahan tren kuliner yang berlangsung sangat cepat.
Ketika libur sekolah berakhir nanti, mungkin anak-anak tidak akan mengingat semua tempat yang mereka kunjungi. Namun, aroma cilok yang mengepul, suara bel es krim sore hari, atau sensasi pedas seblak bersama teman-teman mereka, bisa jadi akan tetap tinggal dalam ingatan selama bertahun-tahun.
Sebab pada akhirnya, masa kecil sering kali dikenang bukan dari seberapa jauh seseorang pergi, melainkan dari hal-hal sederhana yang membuatnya merasa bahagia. (ARR)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar