Henry Bikin Heboh, Pemain Kunci Prancis Bukan Mbappé
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

Thierry Henry saat masih berseragam Arsenal (Foto: IG Thierry Henry).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DUNIA – Dua gol Kylian Mbappé membawa Timnas Prancis menang meyakinkan 3-0 atas Swedia dan memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Namun, di tengah pujian untuk sang kapten, legenda Prancis Thierry Henry justru melontarkan pendapat yang memicu perdebatan. Menurutnya, pemain paling penting bagi Les Bleus saat ini bukan Mbappé, melainkan Michael Olise.
Pernyataan itu langsung menarik perhatian publik sepak bola. Bagi banyak penggemar, Mbappé tetap menjadi ikon sekaligus penentu kemenangan Prancis. Akan tetapi, Henry melihat pertandingan dari sudut pandang berbeda. Baginya, pemain yang paling menentukan tidak selalu menjadi pencetak gol terbanyak.
Beda Pemain Terbaik dan Pemain Terpenting
Henry menegaskan bahwa dirinya tidak meragukan kualitas Mbappé. Sebaliknya, ia tetap menilai penyerang Real Madrid tersebut sebagai salah satu pemain terbaik dunia dan sosok yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap.
Meski demikian, Henry membedakan dua istilah yang sering dianggap sama, yaitu pemain terbaik dan pemain terpenting.
Menurutnya, pemain terbaik mampu menyelesaikan peluang menjadi gol. Sementara itu, pemain terpenting ialah sosok yang membuat seluruh sistem permainan berjalan efektif. Dalam pandangan Henry, peran itulah yang saat ini dijalankan Michael Olise.

Michael Olise (Foto: FIFA).
Olise Menghidupkan Permainan Prancis
Saat menghadapi Swedia, Olise memang tidak mencetak gol. Namun, kontribusinya terlihat hampir di setiap serangan berbahaya Prancis. Ia mencatat dua assist, membuka ruang bagi rekan setim, dan berkali-kali mengirim umpan yang memecah organisasi pertahanan lawan.
Kemampuan membaca permainan menjadi salah satu keunggulan Olise. Ia tidak terburu-buru menguasai bola, tetapi mampu menentukan kapan harus mengalirkan umpan pendek, mengubah arah serangan, atau mengirim bola terobosan ke lini depan.
Berkat perannya tersebut, Mbappé memperoleh ruang yang lebih luas untuk bergerak. Bradley Barcola dan Ousmane Dembélé juga lebih leluasa mengeksploitasi sisi lapangan.
Dalam sepak bola modern, pemain dengan karakter seperti Olise sering disebut sebagai playmaker dinamis. Kontribusinya tidak selalu terlihat di papan skor, tetapi sangat terasa dalam ritme permainan tim.
Mengapa Pendapat Henry Layak Diperhatikan?
Sebagai mantan striker kelas dunia, Henry memahami bahwa sebuah tim juara tidak hanya bergantung pada pencetak gol. Tim yang konsisten biasanya memiliki pemain yang mampu menghubungkan lini belakang, lini tengah, dan lini depan secara harmonis.
Pendapat Henry juga menunjukkan bahwa sepak bola tidak selalu bisa diukur hanya melalui jumlah gol atau assist. Penguasaan ruang, visi bermain, keputusan dalam hitungan detik, hingga kemampuan membuka peluang bagi rekan setim menjadi bagian penting yang sering luput dari perhatian penonton.
Karena itu, pernyataannya bukan berarti mengecilkan peran Mbappé. Justru sebaliknya, Henry menilai performa luar biasa Mbappé turut dipengaruhi oleh pemain yang bekerja di belakang layar, salah satunya Olise.
Prancis Kini Punya Banyak Senjata
Keberhasilan Prancis mengalahkan Swedia memperlihatkan bahwa Les Bleus tidak lagi bergantung pada satu pemain. Mbappé tetap menjadi ujung tombak yang mematikan. Namun, Olise menghadirkan kreativitas, Dembélé menawarkan kecepatan, sementara Barcola memberi variasi serangan dari sisi sayap.
Keseimbangan itulah yang membuat Prancis kembali masuk daftar favorit juara Piala Dunia 2026. Lawan tidak cukup hanya mematikan Mbappé, karena masih ada pemain lain yang mampu mengubah jalannya pertandingan.
Jika kombinasi tersebut terus terjaga hingga fase gugur, peluang Les Bleus melangkah lebih jauh akan semakin terbuka.
Gol memang membuat nama seorang pemain masuk halaman depan. Namun, pemain yang menggerakkan seluruh permainan sering kali menjadi alasan mengapa sebuah tim mampu mengangkat trofi. Di mata Thierry Henry, sosok itu hari ini bernama Michael Olise. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar