Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pemerintah Perkuat Pemberantasan Judi Online di Jawa Barat

Pemerintah Perkuat Pemberantasan Judi Online di Jawa Barat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
  • visibility 178
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemerintah pusat dan Jawa Barat memperkuat koordinasi pemberantasan judi online setelah data PPATK mencatat 2,6 juta pemain.

albadarpost.com, LENSA – Pemerintah pusat menegaskan langkah pemberantasan judi online di Jawa Barat setelah laporan terbaru menunjukkan 2,6 juta warga terlibat sepanjang 2025. Tekanan meningkat karena sebagian pelaku berasal dari keluarga penerima bantuan sosial, menandakan perluasan masalah hingga kelompok rentan.


Koordinasi Pusat–Daerah Perkuat Langkah Pemberantasan Judi Online

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Kominfo Kemenko Polhukam, Ariefin Sjarief, dalam rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kamis. Agenda tersebut membahas sinkronisasi kebijakan perlindungan data, transaksi elektronik, serta literasi digital untuk menghambat laju konten negatif.

Ariefin menilai pemberantasan judi online tak mungkin hanya mengandalkan aparat dan regulasi. Ia meminta peran keluarga, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan komunitas lokal sebagai pelindung terdekat warga. “Setiap keluarga, tokoh agama, lembaga pendidikan, hingga komunitas lokal perlu menjadi benteng pencegahan dengan saling mengingatkan, berani melapor, dan bersama menolak segala bentuk perjudian daring,” ucapnya.

Faktanya, pemerataan akses internet turut membuka peluang penyalahgunaan teknologi. Judi online merambah berbagai kelompok sosial, dari kelas pekerja hingga rumah tangga berpenghasilan rendah. Di Jawa Barat, fenomena itu tampak jelas dalam laporan PPATK yang mencatat 2,6 juta pemain judi daring selama 2025.

Ariefin menyebut Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Karawang sebagai daerah dengan jumlah pemain tertinggi. Sebagian pemain tercatat sebagai penerima bantuan sosial. Kondisi itu menunjukkan tekanan ekonomi kerap dimanfaatkan situs judi untuk menarik masyarakat yang sedang dalam situasi terjepit.

Ia menegaskan digitalisasi seharusnya mendorong kewirausahaan, bukan menjadi pintu masuk praktik ilegal yang merusak struktur sosial. “Kita ingin memastikan bahwa pembangunan ekonomi digital tidak malah dimanfaatkan pihak-pihak yang merusak tatanan sosial masyarakat,” ujarnya.


Analisis Dampak Judi Online dan Tantangan Penanganannya

Masifnya jumlah pemain judi online di Jawa Barat memberi gambaran serius tentang tantangan literasi digital. Beragam kanal transaksi dan penyamaran situs membuat penindakan membutuhkan kerja lintas lembaga. Kemenko Polhukam melihat pola perputaran dana dalam judi online kian kompleks dan melibatkan jaringan di luar daerah.

Baca juga: Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat 2025 Dibuka, Kuota 3.003 Formasi

Penetrasi permainan daring juga mengubah pola kerentanan. Jika sebelumnya judi konvensional identik dengan tempat khusus, kini praktik itu menyusup ke ruang pribadi warga. Kelompok muda dan masyarakat berpenghasilan rendah menjadi segmen yang paling cepat terpapar akibat promosi dan kemudahan akses.

Pemerintah pusat berharap koordinasi dengan daerah dapat melahirkan pola penanganan baru. Selama ini, upaya pemblokiran situs dan pelacakan alur dana masih menghadapi kendala teknis. Selain itu, penanganan tidak boleh berhenti pada penindakan; dibutuhkan literasi digital yang konsisten dan terukur.

Dalam rapat tersebut, Ariefin menyampaikan harapan agar pemerintah pusat dan daerah memiliki strategi yang sejalan. “Agenda ini sejalan dengan visi kita membangun ruang digital Indonesia yang beretika, berkeadilan, dan terpercaya bagi semua lapisan masyarakat,” katanya. Pemerintah menargetkan Jawa Barat menjadi model penanganan judi online di tingkat daerah mengingat skala masalahnya yang besar.


Kebutuhan Kebijakan dan Sinergi Data

Masalah ini menunjukkan pentingnya integrasi data antarinstansi. Temuan PPATK menjadi dasar bagi pemerintah menentukan arah kebijakan perlindungan digital. Jawa Barat, sebagai provinsi dengan populasi terbesar, menghadapi tantangan yang lebih besar dalam hal literasi dan pengawasan digital.

Karena itu, rapat koordinasi ini dianggap penting sebagai landasan kebijakan lanjutan. Pemerintah menilai perlu ada sistem pelaporan masyarakat yang lebih mudah, kerja sama pendidikan digital di sekolah, serta peningkatan kapasitas aparat daerah dalam memantau aktivitas daring berisiko tinggi.

Dengan sinergi itu, pemerintah berharap langkah pemberantasan judi online tidak bersifat reaktif, tetapi dapat mencegah penyebarannya sejak awal.

Pemerintah memperkuat langkah pemberantasan judi online di Jawa Barat dengan koordinasi pusat–daerah dan perluasan literasi digital untuk kelompok rentan. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kesabaran Nabi Nuh

    Nabi Nuh dan Kesabaran Berdakwah: Saat Dakwah Tak Lagi Soal Hasil

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarapost.com, LIFESTYLE – Kesabaran Nabi Nuh, keteguhan Nabi Nuh dalam berdakwah, serta perjuangan dakwah Nabi Nuh menjadi kisah yang sering didengar, namun jarang dipahami secara mendalam. Banyak orang mengenalnya hanya sebagai kisah banjir besar, padahal di balik itu tersimpan pelajaran penting tentang konsistensi, tekanan sosial, dan ketahanan mental yang luar biasa. Namun demikian, ada sisi […]

  • Siswa SD Tewas

    Tragis, Siswa SD di Tasikmalaya Meninggal Saat Perjalanan Pulang Sekolah

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peristiwa siswa Sekolah Dasar (SD) tewas dalam kecelakaan lalu lintas kembali mengguncang Kota Tasikmalaya. Kabar duka itu datang dari Jalan Noenoeng Tisnasaputra, Kampung Pasawahan Cilolohan, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Selasa (9/6/2026). Korban, seorang pelajar sekolah dasar berinisial MKA, meninggal dunia dalam insiden yang kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Peristiwa tragis […]

  • KA Parahyangan gratis

    KAI Gratiskan KA Parahyangan, Perjalanan Bandung–Gambir Ditanggung Penuh

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    KAI membuka program KA Parahyangan gratis Bandung–Gambir pp selama 18–20 November 2025 melalui seleksi peserta. albadarpost.com, HUMANIORA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan akses KA Parahyangan gratis untuk rute Bandung–Gambir pulang pergi selama tiga hari pada 18–20 November 2025. Program ini dibuka untuk masyarakat umum dan seluruh biaya perjalanan akan ditanggung oleh KAI. Kebijakan […]

  • Zuyyina Linnasi Hobbusyahawat

    Mengapa Manusia Sulit Lepas dari Dunia? Jawabannya Ada di Ali Imran 14

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mencari arti Zuyyina Linnasi Hobbusyahawat setelah potongan ayat ini viral di media sosial. Frasa Zuyyina Linnasi Hobbusyahawat atau “dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan terhadap hal-hal yang diinginkan” berasal dari Surah Ali Imran ayat 14. Ayat ini menjelaskan mengapa manusia sangat mencintai dunia, mulai dari wanita, anak, harta, kendaraan, hingga […]

  • Pencak Silat Militer

    Pangdam Siliwangi Kukuhkan PSM, Bentuk Generasi Berkarakter

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pencak Silat Militer tidak lagi dipandang sekadar seni bela diri atau aktivitas olahraga. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, Pencak Silat Militer (PSM) justru didorong menjadi wadah pembinaan karakter, disiplin, dan semangat kebangsaan. Pesan itulah yang mengemuka saat Panglima Kodam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., mengukuhkan […]

  • Makna Kurban

    Idul Adha Kini Makin Ramai, Tapi Makna Kurban Justru Mulai Sepi

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Menjelang Idul Adha, pembicaraan tentang makna kurban, ibadah kurban, dan hewan kurban kembali ramai di tengah masyarakat. Namun di balik semarak itu, ada sesuatu yang perlahan berubah. Banyak orang kini lebih fokus pada harga sapi, ukuran hewan, hingga unggahan media sosial dibanding memahami pesan keikhlasan dan pengorbanan yang menjadi inti kurban dalam […]

expand_less