Kick Off Porprov, Mimpi Besar Atlet Tasik Dimulai
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

KONI Kabupaten Tasikmalaya menggelar Kick Off di kantor KONI, Sabtu (13/6/2026)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Porprov 2026 resmi memasuki fase yang lebih serius bagi Kabupaten Tasikmalaya. Sebanyak 269 atlet Porprov Tasikmalaya bersama ratusan pelatih dan ofisial memulai langkah awal menuju pesta olahraga terbesar di Jawa Barat melalui tes fisik perdana yang digelar di Universitas Siliwangi, Sabtu (13/6/2026).
Kick Off Porprov 2026 yang digelar KONI Kabupaten Tasikmalaya bukan sekadar seremoni pembukaan. Forum itu menjadi titik awal perjuangan ratusan atlet yang selama berbulan-bulan akan menjalani latihan intensif demi membawa nama daerah di arena olahraga Jawa Barat.
Sejak pagi, suasana di kantor KONI Kabupaten Tasikmalaya terlihat lebih ramai dibanding hari biasa. Atlet dari berbagai cabang olahraga berdatangan dengan seragam masing-masing. Sebagian tampak bercengkerama dengan rekan satu tim. Sebagian lainnya memilih duduk tenang sambil menunggu arahan sebelum berangkat menuju lokasi tes fisik.
Di antara mereka ada wajah-wajah muda yang baru pertama kali lolos seleksi. Ada pula atlet senior yang sudah beberapa kali merasakan atmosfer Porprov.
Namun pagi itu mereka memiliki tujuan yang sama.
Membawa Tasikmalaya berbicara lebih jauh di tingkat Jawa Barat.
269 Atlet dan 39 Cabang Olahraga Siap Tempur
Hasil seleksi akhir menempatkan Kabupaten Tasikmalaya mengirimkan 269 atlet dari 39 cabang olahraga.
Selain itu, KONI juga menyiapkan 184 pelatih dan manajer yang telah melalui proses verifikasi.
Total terdapat 156 nomor pertandingan yang menjadi target kontingen Laskar Singa Galuh pada Porprov Jawa Barat 2026.
Ketua KONI Kabupaten Tasikmalaya, R. Erry Purwanto, menegaskan bahwa Kick Off menjadi langkah awal untuk memetakan kondisi atlet sebelum memasuki fase latihan yang lebih berat.
Menurutnya, seluruh atlet harus mengetahui kondisi fisik masing-masing agar program pembinaan berjalan lebih terukur.
“Hari ini atlet dan ofisial mulai menjalani pengukuran kondisi awal. Setelah itu mereka masuk ke tahapan latihan yang lebih intensif,” ujarnya.
Sepak Bola Kembali, Penantian Tiga Dekade Berakhir
Salah satu kabar yang paling menyita perhatian datang dari cabang sepak bola.
Setelah absen selama sekitar tiga dekade, sepak bola Kabupaten Tasikmalaya akhirnya kembali lolos ke ajang Porprov Jawa Barat.
Momentum itu menjadi catatan tersendiri bagi dunia olahraga Tasikmalaya.
Selain sepak bola, cabang futsal juga berhasil mengamankan tiket ke Porprov dan menambah kekuatan kontingen daerah.
Erry menyebut peningkatan jumlah atlet tahun ini sebagian besar berasal dari hasil pembinaan lokal.
Karena itu, ia menegaskan bahwa kontingen Tasikmalaya tidak bergantung pada atlet dari luar daerah.
“Kami tidak menggunakan atlet impor. Anak-anak Tasikmalaya memiliki kemampuan untuk bersaing jika mendapatkan pembinaan yang baik,” tegasnya.
Dukungan Mulai Mengalir, Atlet Dapat Perlindungan dan Bonus
Selain fokus pada latihan, KONI juga menyiapkan aspek perlindungan atlet.
Seluruh atlet dan manajemen yang masuk kontingen telah didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan.
Selain itu, para atlet juga menerima dukungan bonus khusus untuk menunjang pemusatan latihan.
Langkah tersebut mendapat perhatian positif dari banyak pelatih karena memberikan rasa aman selama proses persiapan berlangsung.
Di sisi lain, dana pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah masuk ke KONI sehingga program latihan dapat berjalan tanpa hambatan administratif.
Stadion Internasional dan Harapan Baru Olahraga Tasikmalaya
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, yang hadir dalam kegiatan tersebut turut memberikan motivasi kepada atlet dan pengurus olahraga.
Ia mengapresiasi upaya KONI yang tetap bergerak melakukan pembenahan sarana olahraga meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.
Menurut Cecep, pembangunan olahraga menjadi bagian dari 13 program prioritas pemerintah daerah.
Karena itu, Pemkab Tasikmalaya menyiapkan pembangunan stadion sepak bola berstandar internasional di wilayah Cipatujah.
Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan kolam renang berstandar internasional melalui skema pendanaan yang sedang dipersiapkan.
Meski demikian, Cecep mengingatkan bahwa fasilitas hanyalah alat pendukung.
Menurutnya, latihan yang konsisten tetap menjadi faktor utama dalam mencetak prestasi.
“Potensi anak-anak Tasikmalaya sangat baik. Namun tanpa latihan yang serius, potensi itu tidak akan berkembang maksimal,” katanya.
Dari Tes Fisik Menuju Mimpi Besar
Bagi sebagian orang, tes fisik mungkin hanya bagian kecil dari proses panjang menuju Porprov.
Namun bagi para atlet, hari itu menjadi awal dari perjalanan yang tidak mudah.
Mereka akan menghadapi latihan berbulan-bulan, persaingan ketat, tekanan pertandingan, hingga harapan masyarakat yang ingin melihat daerahnya berprestasi.
Porprov 2026 memang masih menunggu di depan.
Namun langkah pertama sudah dimulai.
Di lintasan lari, di lapangan latihan, di ruang kebugaran, dan di setiap tetes keringat yang jatuh sejak hari ini.
Medali memang belum dibagikan hari ini. Tetapi sejarah prestasi selalu lahir dari satu momen sederhana: ketika ratusan atlet memilih datang, berlatih, dan percaya bahwa mimpi besar Tasikmalaya layak diperjuangkan sampai garis akhir. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar