Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Ayat Mutasyabih Adalah Apa? Ini Penjelasan Ulama yang Jarang Dibahas

Ayat Mutasyabih Adalah Apa? Ini Penjelasan Ulama yang Jarang Dibahas

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • visibility 107
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAHPernahkah Anda membaca Al-Qur’an lalu berhenti beberapa detik karena menemukan ayat yang terasa sulit dipahami?

Mungkin itu terjadi saat melihat rangkaian huruf seperti Alif Lam Mim. Atau ketika membaca ayat tentang Arsy, surga, neraka, dan berbagai perkara gaib lainnya.

Sebagian orang melanjutkan bacaan begitu saja. Sebagian lagi membuka kitab tafsir. Ada juga yang bertanya kepada guru ngaji setelah pengajian selesai.

Pertanyaan itu sebenarnya bukan hal baru.

Ratusan tahun lalu, para ulama juga membahas persoalan yang sama. Mengapa dalam Al-Qur’an terdapat ayat yang maknanya tidak langsung mudah dipahami?

Jawabannya berkaitan dengan apa yang dikenal sebagai ayat mutasyabih.

Di sebuah musala kampung selepas Magrib, misalnya, suasana sering terlihat sederhana. Lampu LED putih menggantung di langit-langit. Beberapa mushaf terbuka di atas karpet hijau yang mulai memudar warnanya. Suara kipas angin berputar pelan di sudut ruangan. Di tengah suasana itu, tidak jarang seorang santri muda mengangkat tangan dan bertanya, “Ustaz, Alif Lam Mim itu artinya apa?”

Pertanyaan sederhana. Tetapi jawabannya ternyata sangat panjang.

Apa Itu Ayat Mutasyabih?

Secara bahasa, mutasyabih berarti sesuatu yang memiliki kemiripan atau belum tampak jelas perbedaannya.

Dalam ilmu tafsir, ayat mutasyabih adalah ayat Al-Qur’an yang maknanya tidak langsung dapat dipahami secara pasti oleh semua orang. Karena itu, pemahamannya membutuhkan penjelasan dari ayat lain, hadis Nabi, maupun keterangan para ulama.

Allah SWT berfirman:

“Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu. Di antara isinya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok isi Al-Qur’an, dan yang lain mutasyabihat…”
(QS Ali Imran: 7)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Al-Qur’an memang terdiri dari ayat muhkamat dan ayat mutasyabihat.

Keduanya bukan untuk dipertentangkan.

Sebaliknya, keduanya saling melengkapi.

Ayat yang Membuat Banyak Orang Penasaran

Ketika seseorang pertama kali belajar tafsir, biasanya ia akan menemukan beberapa contoh ayat mutasyabih yang cukup terkenal.

Di antaranya huruf-huruf pembuka surah:

  • Alif Lam Mim (الم)
  • Ha Mim (حم)
  • Qaf (ق)

Hingga hari ini, para ulama memiliki berbagai penjelasan mengenai huruf-huruf tersebut. Namun banyak ulama berpendapat bahwa hakikat makna sebenarnya hanya diketahui oleh Allah SWT.

Selain itu terdapat ayat tentang sifat-sifat Allah.

Misalnya firman Allah:

“Ar-Rahman beristiwa di atas Arsy.”
(QS Taha: 5)

Ayat seperti ini menjadi pembahasan penting dalam ilmu aqidah. Para ulama sepakat mengimaninya, tetapi mereka juga berhati-hati agar tidak menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya.

Di sinilah letak pentingnya ilmu.

Sebab tidak semua ayat bisa dipahami hanya dengan membaca terjemahan.

Mengapa Allah Menurunkan Ayat Mutasyabih?

Pertanyaan ini sering muncul.

Bahkan terkadang muncul di grup WhatsApp keluarga setelah ada potongan ceramah atau video kajian yang beredar. Seseorang bertanya. Yang lain mencoba menjawab. Lalu diskusi kecil pun berlangsung.

Menariknya, para ulama telah menjelaskan beberapa hikmah besar di balik keberadaan ayat mutasyabih.

Pertama, sebagai ujian keimanan.

Apakah manusia mau mencari ilmu dengan rendah hati atau justru memaksakan tafsir sesuai hawa nafsunya.

Kedua, untuk mendorong manusia berpikir dan belajar.

Karena itulah lahir berbagai disiplin ilmu Islam, mulai dari tafsir, ushul fikih, hingga ilmu bahasa Arab.

Ketiga, untuk mengingatkan bahwa ilmu manusia memiliki batas.

Allah SWT berfirman:

“Dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.”
(QS Al-Isra: 85)

Ayat ini terasa sederhana. Namun maknanya sangat dalam.

Semakin banyak seseorang belajar, sering kali ia justru semakin sadar betapa luas ilmu Allah.

Aneh memang.

Tetapi begitulah kenyataannya.

Bagaimana Sikap Seorang Muslim?

Para ulama Ahlus Sunnah memberikan pedoman yang cukup jelas.

Pertama, mengimani seluruh ayat Al-Qur’an.

Kedua, memahami ayat mutasyabih dengan merujuk kepada ayat-ayat yang muhkam.

Ketiga, tidak terburu-buru menyimpulkan sesuatu tanpa dasar ilmu yang kuat.

Imam Malik rahimahullah pernah memberikan jawaban terkenal ketika ditanya mengenai makna istiwa.

Beliau menjelaskan bahwa makna istiwa diketahui secara bahasa, tetapi hakikatnya tidak diketahui. Mengimaninya wajib, sedangkan memperdebatkan hakikat yang tidak dijelaskan wahyu bukanlah jalan yang bermanfaat.

Sikap seperti ini menunjukkan keseimbangan antara akal dan keimanan.

Tidak berlebihan.

Tidak pula meremehkan ilmu.

Pelajaran yang Relevan untuk Kehidupan Sehari-hari

Ayat mutasyabih ternyata tidak hanya mengajarkan ilmu tafsir.

Ada pelajaran hidup di dalamnya.

Di ruang pengajian yang sederhana, di antara suara sandal yang bergesekan saat jamaah pulang, atau ketika seorang ayah membaca mushaf selepas Subuh sambil menyeruput kopi hangat yang mulai dingin, ada satu pelajaran yang sering muncul: manusia tidak harus mengetahui segalanya.

Tidak semua pertanyaan memiliki jawaban instan.

Tidak semua misteri langsung terbuka.

Kadang seseorang perlu belajar lebih lama. Membaca lebih banyak. Bertanya kepada ahlinya.

Lalu menerima bahwa ada batas yang tidak bisa dilampaui oleh akal manusia.

Justru di situlah letak keindahannya.

Karena ayat mutasyabih mengingatkan bahwa Al-Qur’an bukan hanya kitab untuk dibaca, tetapi juga untuk direnungi sepanjang hidup.

Semakin dalam seseorang menyelami ayat mutasyabih, semakin ia menyadari satu kenyataan yang menenangkan: tidak semua yang belum dipahami harus ditolak. Sebab terkadang, kebesaran Allah justru tampak paling jelas pada hal-hal yang belum sepenuhnya mampu dijangkau oleh akal manusia. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • evakuasi kunci rumah

    Damkar Indramayu Evakuasi Kunci Rumah Satpam yang Jatuh ke Selokan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Petugas Damkar Indramayu mengevakuasi kunci rumah satpam yang jatuh ke selokan di Jatibarang dalam 50 menit. albadarpost.com, LENSA – Evakuasi kunci rumah menjadi tugas darurat petugas pemadam kebakaran di Indramayu. Minggu malam, 30 November 2025, tim Damkar Pos Jatibarang dikerahkan ke Desa Bulak Lor setelah seorang satpam melaporkan kunci rumahnya tercebur ke selokan. Laporan Insiden […]

  • Guru madrasah swasta

    Guru Madrasah Swasta Tuntut Kesetaraan Pengangkatan PPPK di Monas

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Ribuan guru madrasah swasta demo di Monas menuntut kesetaraan pengangkatan PPPK tanpa diskriminasi. albadarpost.com, HUMANIORA – Ribuan guru madrasah swasta dari berbagai daerah di Indonesia menggelar aksi damai di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Oktober 2025. Mereka menuntut pemerintah memberikan kesetaraan hak dalam proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Para pendidik ini […]

  • Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin saat membuka training center MTQH Jawa Barat 2026 di Pendopo Baru Tasikmalaya.

    Bupati Cecep Yakin Tasikmalaya Bisa Jadi Kabupaten Qur’an

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (8/5/2026), terlihat lebih ramai dari biasanya. Sejumlah peserta khafilah tampak datang sejak pagi dengan membawa map dan mushaf Al-Qur’an di tangan mereka. Di beberapa sudut ruangan, peserta terlihat berbincang pelan sambil menunggu kegiatan dimulai. Di tempat itulah Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, membuka Training Center […]

  • Timnas Indonesia vs Italia

    Timnas Indonesia vs Italia? FIFA Matchday 2026 Jadi Laga Terbesar Garuda!

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 518
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Timnas Indonesia vs Italia menjadi topik panas yang mulai ramai dibicarakan jelang FIFA Matchday Juni 2026. Isu ini tidak muncul tanpa alasan. Selain Italia, sejumlah lawan Timnas Indonesia dari kategori elite dunia juga berpotensi hadir. Bahkan, peluang ini membuka jalan bagi Garuda untuk kembali menghadapi tim besar seperti saat melawan Argentina. […]

  • Kemarau 2026

    Ancaman Kemarau Panjang 2026, Ini Strategi Pemkab Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kemarau 2026 mulai diantisipasi serius oleh pemerintah. Melalui rapat koordinasi nasional, strategi menghadapi kemarau panjang 2026 dibahas dengan fokus utama pada ketersediaan air dan keberlanjutan produksi pangan. Pertemuan yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026), mempertemukan berbagai kepala daerah dari seluruh Indonesia. Agenda utamanya jelas: memastikan […]

  • Peresmian Gedung Gus Dur RSU Muslimat Ponorogo oleh Gus Ipul, Khofifah, dan Rais Aam PBNU dengan peninjauan fasilitas kesehatan modern

    Fakta Penting Gedung Gus Dur Ponorogo: Dari Sejarah Hingga Layanan Unggulan

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Gedung Gus Dur Ponorogo resmi beroperasi dan langsung mencuri perhatian publik. Peresmian gedung ini menjadi tonggak penting penguatan layanan kesehatan, khususnya untuk ibu dan anak di Ponorogo. Selain itu, kehadiran fasilitas baru ini juga memperluas layanan fertilitas atau kesuburan yang semakin dibutuhkan masyarakat. Peresmian Gedung Gus Dur Ponorogo ini melibatkan sejumlah tokoh […]

expand_less