Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Istri Korban Tower Banjar Tunggu Tanggung Jawab Proyek

Istri Korban Tower Banjar Tunggu Tanggung Jawab Proyek

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
  • visibility 53
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORAKorban Tower Banjar kembali menjadi sorotan setelah keluarga salah satu pekerja yang meninggal dunia mengungkap kisah di balik tragedi robohnya tower di kawasan Purwaharja, Kota Banjar. Selain kehilangan tulang punggung keluarga, mereka mengaku masih menunggu kejelasan mengenai hak pekerja, proses penyelidikan, serta tanggung jawab dari pihak-pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.

Tragedi yang menewaskan AK (31) dan EK (46) pada Sabtu (4/7/2026) tidak hanya menyisakan duka mendalam. Di balik peristiwa itu, keluarga korban berharap seluruh proses penyelidikan berjalan secara transparan sehingga penyebab kecelakaan, aspek keselamatan kerja, serta status pelaksanaan proyek dapat terungkap sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Suasana haru masih terasa di rumah duka AK di Desa Cibeureum, Kecamatan Banjar, Kota Banjar. Sang istri, Robiyanti (30), berusaha tegar menghadapi kenyataan bahwa suaminya tidak lagi pulang setelah berangkat bekerja pada Sabtu pagi.

Pesan Terakhir Sebelum Naik Tower

Robiyanti mengaku tidak merasakan firasat apa pun sebelum suaminya berpamitan bekerja.

Menurut penuturannya, AK berangkat sekitar pukul 05.30 WIB agar dapat menyelesaikan pekerjaan sebelum cuaca menjadi terlalu panas.

Sebelum berangkat, almarhum sempat menyampaikan rencana bekerja hingga sekitar pukul 10.00 WIB, kemudian melanjutkan pekerjaan pada sore hari.

Bahkan, setelah turun dari tower, AK berencana menyusul keluarganya untuk menghadiri acara makan bersama (botram) di kawasan Karang Pucung.

Sekitar pukul 07.00 WIB, Robiyanti masih menerima pesan singkat dari suaminya yang mengabarkan bahwa dirinya bersiap naik ke tower untuk menyelesaikan pekerjaan yang tersisa.

Namun, sekitar pukul 08.30 WIB, suasana berubah drastis. Robiyanti menerima telepon dari adiknya yang mengabarkan bahwa suaminya mengalami kecelakaan saat bekerja.

Peristiwa itu menjadi awal dari duka yang kini masih dirasakan keluarga.

Keluarga Mengaku Masih Menunggu Kejelasan Hak Pekerja

Selain kehilangan anggota keluarga, Robiyanti juga mengungkapkan bahwa hingga kini keluarganya masih menunggu kejelasan mengenai hak-hak almarhum.

Menurut keterangan Robiyanti, pekerjaan pembongkaran tower tersebut menggunakan sistem borongan. Ia menyebut almarhum pernah bercerita bahwa setiap pekerja dijanjikan upah sebesar Rp1 juta untuk menyelesaikan pekerjaan selama tiga hari, sedangkan pekerja di bagian bawah memperoleh upah harian sebesar Rp150 ribu.

Robiyanti mengaku hingga suaminya meninggal dunia, keluarga belum menerima pembayaran sebagaimana yang diceritakan almarhum.

Selain itu, ia juga menyampaikan harapan agar pihak yang menurut keterangannya memberikan pekerjaan dapat berkomunikasi dengan keluarga untuk memberikan penjelasan mengenai kelanjutan persoalan tersebut.

Hingga artikel ini diterbitkan, redaksi belum memperoleh keterangan atau klarifikasi dari pihak yang disebut keluarga sebagai pemberi pekerjaan. Redaksi membuka ruang hak jawab apabila pihak terkait ingin memberikan penjelasan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Pengalaman Kerja dan Harapan Keluarga

Semasa hidup, AK dikenal sebagai pekerja yang telah memiliki pengalaman memanjat tower, termasuk saat bekerja di Jakarta.

Menurut cerita yang disampaikan kepada istrinya, ia sempat menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan pada proyek terakhir tersebut. Namun, informasi itu merupakan penuturan keluarga dan menjadi bagian dari keterangan yang diharapkan dapat ditelusuri lebih lanjut dalam proses penyelidikan.

Karena itu, keluarga berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap penyebab pasti robohnya tower, menelusuri penerapan standar keselamatan kerja, serta memastikan seluruh proses berjalan secara objektif sesuai kewenangan yang dimiliki.

Barang Bukti Masih Berada di Kepolisian

Robiyanti menjelaskan bahwa sebagian barang milik almarhum telah dikembalikan oleh penyidik.

Dompet milik korban sudah diterima keluarga. Sementara itu, telepon genggam dan sepeda motor masih berada dalam penguasaan kepolisian sebagai barang bukti untuk mendukung proses penyelidikan.

Selain itu, keluarga mengaku masih mencari kartu ATM milik almarhum yang hingga kini belum ditemukan.

Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai hasil akhir penyelidikan penyebab robohnya tower. Proses penanganan perkara masih berlangsung sehingga keluarga memilih menunggu perkembangan lebih lanjut dari aparat penegak hukum.

Di sisi lain, keluarga berharap seluruh pihak yang berkaitan dengan proyek dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar persoalan yang muncul setelah kecelakaan memperoleh kepastian sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Artikel ini memuat keterangan keluarga korban sebagai narasumber utama. Informasi mengenai dugaan sistem kerja, pembayaran upah, dan pihak pemberi pekerjaan merupakan pernyataan narasumber yang belum dapat dikonfirmasi kepada seluruh pihak terkait hingga artikel ini diterbitkan.

Setiap kecelakaan kerja bukan hanya meninggalkan puing bangunan, tetapi juga menyisakan keluarga yang kehilangan harapan. Karena itu, transparansi penyelidikan, perlindungan pekerja, dan kejelasan tanggung jawab menjadi bagian penting untuk menghadirkan keadilan bagi semua pihak. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pemangkasan pohon

    BPBD Tasikmalaya Percepat Pemangkasan Pohon di Jalan Nasional

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    BPBD Kabupaten Tasikmalaya percepat pemangkasan pohon di jalan nasional untuk mengurangi ancaman saat cuaca ekstrem. albadarpost.com, LENSA – Hujan yang kian sering turun dalam beberapa pekan terakhir mendorong BPBD Kabupaten Tasikmalaya mempercepat pemangkasan pohon di sepanjang ruas jalan nasional. Langkah ini diputuskan setelah keluhan warga semakin banyak, terutama mengenai pohon-pohon besar yang dinilai rawan tumbang […]

  • Harmoni Sastra dan Resiliensi: Kisah Penyair Perempuan Palestina yang Tak Terungkap

    Harmoni Sastra dan Resiliensi: Kisah Penyair Perempuan Palestina yang Tak Terungkap (Fadwa Tuqan)

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Harmoni Sastra dan Resiliensi: Kisah Fadwa Tuqan, penyair perempuan Palestina yang dari keheningan bangkit dengan puisi, harapan, dan identitas. albadarpost.com, PELITA. Di tengah berita konflik dan penderitaan yang sering terdengar dari Palestina, muncul kisah seorang perempuan penyair yang suaranya lembut namun tidak pernah padam. Harmoni Sastra dan Resiliensi: Kisah Penyair Perempuan Palestina yang Tak Terungkap […]

  • makna iman dalam kehidupan

    Iman yang Dihidupkan Dalam Keluarga

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Makna iman dalam kehidupan melalui keteladanan Nabi Yahya AS yang menunjukkan iman lewat tindakan nyata sehari-hari. albadarpost.com, LIFESTYLE – Di banyak rumah Muslim, iman sering diperkenalkan lewat kata-kata. Orang tua menasihati anak agar rajin beribadah, berkata jujur, dan berperilaku baik. Namun, dalam kehidupan keluarga sehari-hari, anak-anak justru lebih cepat belajar dari apa yang mereka lihat […]

  • Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin memimpin rapat MBG dengan pembentukan 7 satgas dan pengawasan dapur via CCTV real-time

    Gerak Cepat Bupati Cecep: MBG Tasikmalaya Dikawal Ketat, UMKM Ikut Terdorong

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program MBG Tasikmalaya atau Makan Bergizi Gratis di Tasikmalaya kini memasuki fase percepatan yang lebih serius. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya langsung tancap gas, bukan hanya pada distribusi, tetapi juga pengawasan dan dampak ekonomi yang ditargetkan terasa cepat di masyarakat. Langkah ini dipimpin langsung oleh Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, dalam rapat koordinasi […]

  • anggaran Rutilahu APBD

    Anggaran Rutilahu APBD Bandung Dijaga, Program Tetap Berjalan

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menjalankan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) kembali ditegaskan. Di tengah tantangan geografis dan dinamika fiskal daerah, pemerintah daerah memastikan anggaran Rutilahu APBD tetap terjaga agar program tersebut terus menyentuh warga yang membutuhkan. Penegasan itu disampaikan Bupati Bandung Dadang Supriatna saat meninjau sekaligus meresmikan 10 unit […]

  • voucher CDC Singapura

    Voucher CDC, Dukung Warga dan Pedagang Lokal Singapura

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Singapura mulai mencairkan voucher CDC SGD 300 untuk rumah tangga guna menekan beban biaya hidup 2026. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pemerintah Singapura kembali menyalurkan bantuan langsung kepada warganya. Mulai Jumat (2/1/2026), setiap rumah tangga di negara tersebut dapat mengklaim voucher Community Development Council (CDC) senilai SGD 300 atau sekitar Rp 3,8 juta. Kebijakan ini penting […]

expand_less