Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Gerak Cepat Bupati Cecep: MBG Tasikmalaya Dikawal Ketat, UMKM Ikut Terdorong

Gerak Cepat Bupati Cecep: MBG Tasikmalaya Dikawal Ketat, UMKM Ikut Terdorong

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program MBG Tasikmalaya atau Makan Bergizi Gratis di Tasikmalaya kini memasuki fase percepatan yang lebih serius. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya langsung tancap gas, bukan hanya pada distribusi, tetapi juga pengawasan dan dampak ekonomi yang ditargetkan terasa cepat di masyarakat.

Langkah ini dipimpin langsung oleh Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, dalam rapat koordinasi lintas sektor di Pendopo Baru, Kamis (16/04/2026). Sejumlah pemangku kepentingan hadir, mulai dari koordinator kecamatan, mitra yayasan, hingga unsur Forkopimda.

“Program ini harus memberi manfaat nyata. Bukan sekadar berjalan, tapi benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Bupati Cecep dalam forum tersebut.

Pengawasan Diperketat, Semua Dapur Terhubung Langsung

Pemerintah tidak ingin program ini berjalan tanpa kontrol. Karena itu, tujuh satuan tugas (satgas) langsung dibentuk untuk memperkuat pengawasan di lapangan.

Namun, langkah paling mencolok justru datang dari sisi teknologi.

Setiap dapur MBG akan dipantau melalui CCTV yang terhubung langsung ke Command Center. Sistem ini memungkinkan pemantauan secara real-time, mulai dari proses memasak hingga distribusi makanan.

Artinya, pengawasan tidak lagi bergantung pada laporan manual. Semua bisa dilihat langsung, cepat, dan transparan.

Langkah ini sekaligus menjawab kekhawatiran soal kualitas makanan dan distribusi yang kerap menjadi sorotan dalam program bantuan sosial.

Berbasis Regulasi, Tapi Fokus pada Dampak Nyata

Bupati menegaskan, pelaksanaan MBG Tasikmalaya mengacu pada Peraturan Presiden No 115 Tahun 2025. Regulasi ini memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk bergerak aktif dan adaptif.

Namun, yang lebih ditekankan adalah hasil akhirnya.

Pemkab Tasikmalaya menargetkan program ini mampu:

  • meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah
  • membuka peluang usaha baru
  • sekaligus menekan angka kemiskinan

“Kalau dikelola dengan benar, ini bisa jadi penggerak ekonomi baru,” ujar Cecep.

UMKM Lokal Didorong Masuk Rantai Pasok

Selain fokus pada penerima manfaat, pemerintah juga membidik dampak ekonomi melalui pelibatan UMKM lokal.

Bahan pangan untuk program MBG akan diprioritaskan dari produk lokal. Dengan begitu, perputaran uang tetap terjadi di daerah.

Di sisi lain, pemerintah mempercepat proses perizinan bagi pelaku usaha. Mulai dari NIB, PBG, hingga persetujuan lingkungan akan dipermudah agar pelaku UMKM bisa segera terlibat.

Langkah ini dinilai penting karena program MBG tidak hanya soal bantuan sosial, tetapi juga strategi ekonomi berbasis kerakyatan.

Keamanan Pangan dan Jaminan Pekerja Jadi Perhatian

Pemkab Tasikmalaya juga menaruh perhatian besar pada aspek keamanan pangan. Pendampingan dan pengawasan akan dilakukan secara intensif untuk memastikan makanan yang disalurkan tetap aman dan layak konsumsi.

Selain itu, perlindungan tenaga kerja tidak diabaikan. Semua pihak yang terlibat didorong untuk terdaftar dalam BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Dengan pendekatan ini, program tidak hanya cepat berjalan, tetapi juga berkelanjutan dan aman.

Saluran Aduan Dibuka, Publik Bisa Ikut Mengawasi

Sebagai bagian dari transparansi, pemerintah menyiapkan saluran pengaduan terbuka. Masyarakat dapat menyampaikan laporan jika menemukan kendala atau pelanggaran di lapangan.

Langkah ini memberi ruang partisipasi publik sekaligus memperkuat pengawasan dari bawah.

Di saat yang sama, pemerintah juga membangun komunikasi publik yang lebih terbuka agar informasi program tidak simpang siur.

Kolaborasi Jadi Kunci, Target Besar Sudah Menanti

Rapat koordinasi ini melibatkan banyak pihak, termasuk TNI, Polri, Kejaksaan, hingga perangkat daerah. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci agar program berjalan cepat dan tepat sasaran.

Bupati Cecep menutup rapat dengan pesan tegas: semua pihak harus bergerak bersama dan menjaga kualitas program.

Program MBG Tasikmalaya, kata dia, bukan sekadar agenda pemerintah. Lebih dari itu, program ini menjadi peluang besar untuk mendorong perubahan nyata di daerah.

Dan kali ini, langkahnya terlihat lebih serius. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • At-Takatsur

    At-Takatsur: Saat Dunia Membuat Manusia Lupa Segalanya

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – At-Takatsur bukan sekadar surat pendek dalam Al-Qur’an. At-Takatsur, atau peringatan tentang berlomba dalam kemewahan dan penumpukan harta, justru menjadi cermin telanjang bagi manusia modern. Di era ketika orang sibuk mengejar angka, status, dan pengakuan, pesan At-Takatsur terasa semakin menohok: manusia terlena oleh dunia, sampai lupa bahwa hidup ini akan dimintai pertanggungjawaban. Ketika […]

  • wajah mulus tanpa jenggot

    Tren Wajah Mulus Tanpa Jenggot Jadi Standar Baru Maskulinitas di Korea Selatan

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Tren wajah mulus tanpa jenggot kini menjadi standar maskulinitas baru di Korea Selatan, dipengaruhi budaya K-pop dan modernitas. albadarpost.com, LENSA HUMANIORA – Standar kecantikan bagi pria di Korea Selatan mengalami perubahan besar dalam beberapa dekade terakhir. Wajah mulus tanpa jenggot kini dianggap sebagai penampilan ideal, menggantikan simbol maskulinitas tradisional yang lekat dengan jenggot tebal sebagai […]

  • libur sekolah

    Libur Sekolah Dimulai Berbeda Tiap Provinsi, Jawa Barat Paling Panjang

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Jadwal libur sekolah akhir 2025 berbeda antarprovinsi, durasinya memengaruhi rencana keluarga dan aktivitas publik. albadarpost.com, LENSA – Libur sekolah akhir tahun ditetapkan lebih awal oleh sejumlah pemerintah daerah. Kebijakan ini berdampak langsung pada rencana keluarga, aktivitas perjalanan, hingga kesiapan fasilitas publik. Selama Desember 2025, jutaan siswa SD hingga SMA dihentikan sementara kegiatan belajar mengajar. Fakta […]

  • pedagang pasar cikurubuk

    Pasar Rakyat Tertekan, Pedagang Pasar Cikurubuk Desak Tindakan Cepat

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pedagang Pasar Cikurubuk akan melakukan aksi turun ke jalan sebagai bentuk protes terhadap berbagai persoalan yang mereka hadapi di pasar tradisional tersebut. Para pedagang pasar cikurubuk menilai pemerintah daerah belum menunjukkan langkah cepat untuk merespons keluhan yang selama ini mereka sampaikan. Aksi pedagang pasar tradisional terbesar di Kota Tasikmalaya itu akan […]

  • gelondongan kayu

    Gelondongan Kayu Pascabanjir: Regulasi Hutan Dipertanyakan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Pemerintah wajib transparan mengungkap gelondongan kayu banjir bandang demi keadilan ekologis. Risiko Publik yang Tak Boleh Dianggap Remeh albadarpost.com, EDITORIAL – Gelondongan kayu berukuran masif terbawa arus banjir bandang di Sumatera Utara. Video yang viral memicu pertanyaan sederhana namun berbahaya: dari mana kayu-kayu itu berasal? Publik menduga praktik ilegal logging sebagai biang utamanya. […]

  • Paket C DPR

    Paket C DPR Jadi Sorotan

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 75
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pendidikan kesetaraan kembali mencuri perhatian publik setelah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkap fakta penting di hadapan DPR RI. Ia menyebut sejumlah anggota DPR merupakan lulusan Paket C, sebuah jalur pendidikan nonformal yang setara dengan SMA. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks […]

expand_less