Gerak Cepat Bupati Cecep: MBG Tasikmalaya Dikawal Ketat, UMKM Ikut Terdorong
- account_circle redaktur
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin., S.Pd.,M.AP.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program MBG Tasikmalaya atau Makan Bergizi Gratis di Tasikmalaya kini memasuki fase percepatan yang lebih serius. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya langsung tancap gas, bukan hanya pada distribusi, tetapi juga pengawasan dan dampak ekonomi yang ditargetkan terasa cepat di masyarakat.
Langkah ini dipimpin langsung oleh Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, dalam rapat koordinasi lintas sektor di Pendopo Baru, Kamis (16/04/2026). Sejumlah pemangku kepentingan hadir, mulai dari koordinator kecamatan, mitra yayasan, hingga unsur Forkopimda.
“Program ini harus memberi manfaat nyata. Bukan sekadar berjalan, tapi benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Bupati Cecep dalam forum tersebut.
Pengawasan Diperketat, Semua Dapur Terhubung Langsung
Pemerintah tidak ingin program ini berjalan tanpa kontrol. Karena itu, tujuh satuan tugas (satgas) langsung dibentuk untuk memperkuat pengawasan di lapangan.
Namun, langkah paling mencolok justru datang dari sisi teknologi.
Setiap dapur MBG akan dipantau melalui CCTV yang terhubung langsung ke Command Center. Sistem ini memungkinkan pemantauan secara real-time, mulai dari proses memasak hingga distribusi makanan.
Artinya, pengawasan tidak lagi bergantung pada laporan manual. Semua bisa dilihat langsung, cepat, dan transparan.
Langkah ini sekaligus menjawab kekhawatiran soal kualitas makanan dan distribusi yang kerap menjadi sorotan dalam program bantuan sosial.
Berbasis Regulasi, Tapi Fokus pada Dampak Nyata
Bupati menegaskan, pelaksanaan MBG Tasikmalaya mengacu pada Peraturan Presiden No 115 Tahun 2025. Regulasi ini memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk bergerak aktif dan adaptif.
Namun, yang lebih ditekankan adalah hasil akhirnya.
Pemkab Tasikmalaya menargetkan program ini mampu:
- meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah
- membuka peluang usaha baru
- sekaligus menekan angka kemiskinan
“Kalau dikelola dengan benar, ini bisa jadi penggerak ekonomi baru,” ujar Cecep.
UMKM Lokal Didorong Masuk Rantai Pasok
Selain fokus pada penerima manfaat, pemerintah juga membidik dampak ekonomi melalui pelibatan UMKM lokal.
Bahan pangan untuk program MBG akan diprioritaskan dari produk lokal. Dengan begitu, perputaran uang tetap terjadi di daerah.
Di sisi lain, pemerintah mempercepat proses perizinan bagi pelaku usaha. Mulai dari NIB, PBG, hingga persetujuan lingkungan akan dipermudah agar pelaku UMKM bisa segera terlibat.
Langkah ini dinilai penting karena program MBG tidak hanya soal bantuan sosial, tetapi juga strategi ekonomi berbasis kerakyatan.
Keamanan Pangan dan Jaminan Pekerja Jadi Perhatian
Pemkab Tasikmalaya juga menaruh perhatian besar pada aspek keamanan pangan. Pendampingan dan pengawasan akan dilakukan secara intensif untuk memastikan makanan yang disalurkan tetap aman dan layak konsumsi.
Selain itu, perlindungan tenaga kerja tidak diabaikan. Semua pihak yang terlibat didorong untuk terdaftar dalam BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Dengan pendekatan ini, program tidak hanya cepat berjalan, tetapi juga berkelanjutan dan aman.
Saluran Aduan Dibuka, Publik Bisa Ikut Mengawasi
Sebagai bagian dari transparansi, pemerintah menyiapkan saluran pengaduan terbuka. Masyarakat dapat menyampaikan laporan jika menemukan kendala atau pelanggaran di lapangan.
Langkah ini memberi ruang partisipasi publik sekaligus memperkuat pengawasan dari bawah.
Di saat yang sama, pemerintah juga membangun komunikasi publik yang lebih terbuka agar informasi program tidak simpang siur.
Kolaborasi Jadi Kunci, Target Besar Sudah Menanti
Rapat koordinasi ini melibatkan banyak pihak, termasuk TNI, Polri, Kejaksaan, hingga perangkat daerah. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci agar program berjalan cepat dan tepat sasaran.
Bupati Cecep menutup rapat dengan pesan tegas: semua pihak harus bergerak bersama dan menjaga kualitas program.
Program MBG Tasikmalaya, kata dia, bukan sekadar agenda pemerintah. Lebih dari itu, program ini menjadi peluang besar untuk mendorong perubahan nyata di daerah.
Dan kali ini, langkahnya terlihat lebih serius. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar