Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Kebakaran Rumah Sakit PMC Disikapi Damkar dengan Evakuasi Besar Pasien

Kebakaran Rumah Sakit PMC Disikapi Damkar dengan Evakuasi Besar Pasien

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
  • visibility 57
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Damkar Subang menangani kebakaran rumah sakit PMC Subang yang memicu evakuasi besar pasien dan tenaga medis.

albadarpost.com, HUMANIORA – Kebakaran rumah sakit kembali terjadi dan mengganggu layanan publik. Peristiwa kebakaran rumah sakit Pamanukan Medical Center (PMC) di Kabupaten Subang, Kamis, 20 November 2025, memaksa penghuni gedung dievakuasi dalam waktu cepat. Api yang muncul dari lantai dua langsung menghasilkan asap hitam pekat yang membatasi jarak pandang dan menimbulkan risiko serius bagi pasien maupun tenaga kesehatan. Insiden ini penting karena menyangkut keamanan fasilitas kesehatan dan kesiapsiagaan penanganan darurat.

Kepala Seksi Operasi Damkar Kabupaten Subang, Doni Suparman, mengatakan bahwa timnya bergerak tidak lama setelah laporan diterima. Ia menyebut penyelamatan pasien menjadi fokus utama, sementara upaya pemadaman dilakukan secara paralel. “Tim sudah berada di PMC. Para pasien dan tenaga medis tengah dievakuasi dari dalam gedung, sementara petugas terus berupaya memadamkan kobaran api,” kata Doni saat dihubungi pada Kamis sore.

Menurut Doni, kondisi di lapangan sulit dikendalikan. Asap tebal dari lantai dua membuat beberapa bagian gedung gelap, sehingga tim pemadam harus berhati-hati membuka jalur evakuasi. Diduga material medis yang terbakar menambah intensitas bau menyengat. Situasi ini memperlambat mobilitas petugas di dalam gedung dan menuntut koordinasi ketat antara tim Damkar dan petugas keamanan rumah sakit.

Hingga petang, penyebab kebakaran belum diketahui. Doni menegaskan bahwa prioritas utama masih sama: memastikan seluruh penghuni gedung aman dan api tidak meluas. “Belum bisa disimpulkan penyebabnya. Yang terpenting saat ini adalah memastikan evakuasi berlangsung aman dan kobaran api segera dipadamkan,” ujarnya.

Evakuasi Besar di Tengah Kebakaran Rumah Sakit

Evakuasi dilakukan berlapis untuk menghindari desakan pasien dan keluarga. Petugas memindahkan pasien yang bergantung pada alat bantu pernapasan lebih dulu, sementara tim lain membuka jalur untuk tenaga kesehatan. Lantai dua menjadi titik paling berbahaya karena menjadi sumber asap terpekat.

Saksi mata menyebut banyak pasien terlihat lemah dan harus ditopang oleh petugas maupun keluarga. Beberapa ruangan sementara dialihkan untuk menampung pasien sehingga tidak berada terlalu dekat dengan lokasi api. Keputusan cepat ini dilakukan untuk meminimalkan interaksi pasien dengan asap, terutama mereka yang memiliki gangguan pernapasan.

Tim pemadam menggunakan alat bantu ventilasi untuk masuk ke ruang penuh asap. Dalam situasi seperti ini, risiko bagi petugas tidak kecil. Selain panas dari sumber api, material medis yang terbakar dapat mengeluarkan zat yang membuat iritasi pernapasan. Faktor inilah yang membuat proses pemadaman berlangsung lebih lama dari perkiraan awal.

Baca juga: Pemprov Jabar Kebut Penataan Bangunan Pesantren untuk Tingkatkan Keamanan

Menurut sumber internal rumah sakit, satu orang dilaporkan terluka akibat paparan asap saat proses evakuasi. Korban langsung mendapatkan perawatan. Petugas memastikan tidak ada pasien tertinggal di ruang perawatan yang terdampak.

Penanganan Darurat dan Risiko Sistemik

Kebakaran fasilitas kesehatan termasuk kategori insiden berisiko tinggi karena melibatkan bangunan dengan peralatan medis, bahan kimia, serta pasien dengan kondisi rentan. Dalam kasus kebakaran rumah sakit PMC, sistem keamanan gedung diuji pada jam sibuk dengan aktivitas tenaga kesehatan yang padat.

PMC merupakan rumah sakit rujukan bagi wilayah pesisir Subang. Gangguan layanan akibat insiden ini dapat berimbas pada pasien dari kecamatan sekitar yang membutuhkan layanan cepat. Pemerintah daerah diminta melakukan evaluasi terhadap standar keselamatan gedung rumah sakit di Subang untuk mencegah kejadian serupa.

Baca juga: Pemkab Tasikmalaya Perkuat Literasi Informasi untuk Bendung Hoaks

Kebakaran rumah sakit juga menyoroti kualitas sistem ventilasi, kesiapan alat pemadam, dan pelatihan mitigasi risiko bagi tenaga kesehatan. Jika salah satu komponen tidak berjalan baik, proses evakuasi bisa terhambat. Dalam insiden PMC, Damkar bekerja cepat, tetapi kabut asap tebal dan dugaan overheat pada instalasi cerobong membuat area lantai dua sulit diakses.

Informasi awal yang diterima petugas menyebutkan adanya dugaan kerusakan pada cerobong ventilasi yang mengalami overheat. Dugaan ini masih perlu diuji melalui investigasi lebih lanjut. Tim penyelidik kebakaran akan memeriksa instalasi listrik, sistem pembuangan, dan titik api untuk menentukan penyebab pasti insiden.

Analisis dari sejumlah peristiwa serupa di rumah sakit lain menunjukkan bahwa kebakaran paling sering dipicu oleh hubungan arus pendek atau peralatan panas yang tidak diinspeksi. Jika pola yang sama ditemukan di PMC, perbaikan sistemik harus dilakukan untuk mencegah ancaman kebakaran ulang.

Kebakaran rumah sakit PMC Subang memperlihatkan pentingnya kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menghadapi insiden darurat. (Red/Asep Chandra)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perjuangan buruh

    Perjuangan Buruh Uji Kebijakan Upah Pemerintah

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Perjuangan buruh menyoroti kebijakan upah pemerintah. Ribuan pekerja tuntut revisi UMP dan UMSK dinilai tak adil. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Perjuangan buruh kembali menguji arah kebijakan pemerintah di awal 2026. Ribuan pekerja dari DKI Jakarta dan Jawa Barat menggelar aksi di kawasan Istana Negara, Kamis (8/1/2026), menuntut revisi kebijakan upah minimum yang dinilai belum adil […]

  • tanggap darurat Garut.

    Pemkab Garut Perpanjang Tanggap Darurat demi Pulihkan Akses Warga

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Pemkab memperpanjang tanggap darurat Garut 14 hari untuk percepatan penanganan longsor, banjir, dan pergeseran tanah. albadarpost.com, LENSA – Pemkab Garut kembali memperpanjang status tanggap darurat Garut selama 14 hari setelah rangkaian bencana hidrometeorologi masih terjadi dan penanganan infrastruktur rusak belum sepenuhnya selesai. Perpanjangan ini menjadi langkah penting untuk memastikan akses warga tidak kembali terputus dan […]

  • mafia dapur MBG Ciamis

    Warga Ciamis Rugi Rp135 Juta, Modus Jual Beli Dapur MBG Terbongkar

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus mafia dapur MBG Ciamis mulai menyita perhatian publik setelah seorang warga mengaku kehilangan uang hingga Rp135 juta. Korban mengaku tergiur janji mendapatkan titik koordinat dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun hingga kini, lokasi dapur yang dijanjikan tidak pernah muncul dalam sistem resmi. Dugaan sindikat penipuan dapur MBG pun mulai […]

  • Resep Bubur Syuro

    Rahasia Bubur Syuro Kampung yang Sulit Ditiru

    • calendar_month 4 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE — Resep Bubur Syuro selalu menjadi perbincangan ketika Muharram atau Tahun Baru Islam tiba. Bubur Syuro, yang juga dikenal sebagai Bubur Suro di sebagian wilayah Sunda, bukan hanya makanan tradisional. Di banyak kampung Tasikmalaya, kuliner ini menjadi bagian dari tradisi yang menyatukan warga dari berbagai usia dalam satu suasana penuh kebersamaan. Menjelang malam […]

  • siswi MTs Sukabumi

    Tragedi Siswi MTs Sukabumi: Dugaan Bullying di Balik Surat Wasiat Sebelum Gantung Diri

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Kasus siswi MTs di Sukabumi diduga tewas karena bullying, tinggalkan surat wasiat penuh luka dan penyesalan. albadarpost.com, LENSA – Warga Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikejutkan oleh peristiwa tragis pada Selasa malam (28/10/2025). Seorang siswi madrasah tsanawiyah (MTs) berinisial AK (14) ditemukan tewas tergantung di pintu kamar rumahnya dengan sehelai kain sarung. […]

  • Feradi WPI

    2 Tahun Feradi WPI: Ketika Hukum Masih Jauh, Mereka Justru Mendekat

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Organisasi Advokat dan Paralegal, Forum Era Adil Warung Paralegal Indonesia (Feradi WPI) genap berusia dua tahun. Namun di balik milad Feradi WPI ini, ada pertanyaan yang lebih besar: mengapa di negeri dengan ribuan advokat, akses keadilan masyarakat masih terasa jauh? Di titik inilah Feradi WPI mengambil posisi yang tidak nyaman: turun langsung […]

expand_less