Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pemkab Tasikmalaya Perkuat Literasi Informasi untuk Bendung Hoaks

Pemkab Tasikmalaya Perkuat Literasi Informasi untuk Bendung Hoaks

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
  • visibility 196
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KIM Tasikmalaya memperkuat literasi digital untuk menekan laju hoaks yang menyebar lebih cepat dari informasi benar.

albadarpost.com, LENSA – Arus informasi yang bergerak tanpa jeda kembali menjadi sorotan pada Bimbingan Teknis Pengelolaan Informasi bagi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) di Kecamatan Cisayong, Kamis, 20 November 2025. Agenda ini digelar untuk memperkuat literasi digital warga, terutama di wilayah Utara Kabupaten Tasikmalaya, yang kian terpapar banjir informasi dari ruang daring. Pemerintah daerah menilai penguatan ini mendesak mengingat hoaks terus beredar dengan kecepatan yang melampaui kemampuan publik untuk memverifikasi.

Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya, H. Roni Imroni, S.Sos., M.M., membuka kegiatan sekaligus menegaskan posisi KIM sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Ia menyebut kelompok ini bukan sekadar corong informasi publik, tetapi benteng pertama masyarakat dalam memilah kabar yang valid. Menurutnya, ruang digital yang makin padat informasi menuntut KIM bekerja lebih presisi dan lebih peka terhadap dampak penyebaran kabar yang keliru.

“Kami berharap KIM membantu pemerintah daerah menyaring informasi sebelum sampai ke publik,” ujar Roni di hadapan peserta dari berbagai desa di wilayah Utara Tasikmalaya.

Materi yang diberikan meliputi teknik verifikasi sederhana, cara membaca ulang sumber informasi, hingga pengenalan pola umum kabar palsu yang marak beredar melalui grup percakapan. Diskusi berlangsung intens terutama ketika peserta membahas variasi hoaks yang kian sulit dibedakan dari kabar resmi. Narasumber dari FK KIM, praktisi komunikasi visual, dan pengelola media komunitas memberikan perspektif praktis mengenai bagaimana komunitas dapat mengelola arus informasi secara bertanggung jawab.


Hoaks yang Menyebar Enam Kali Lebih Cepat

Seusai kegiatan, Roni memberikan penjelasan lebih rinci mengenai karakter penyebaran hoaks yang dinilainya semakin agresif. Ia merujuk pada berbagai penelitian internasional yang menunjukkan hoaks menyebar hingga enam kali lebih cepat dibandingkan informasi yang benar. Temuan tersebut, kata Roni, bukan dugaan, melainkan hasil riset yang dikaji dengan metodologi ketat.

Salah satu rujukan utama berasal dari penelitian Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang dipublikasikan dalam jurnal Science. Studi tersebut menelaah lebih dari 126 ribu informasi di internet dan memverifikasinya melalui enam lembaga pengecek fakta internasional, mulai Snopes hingga FactCheck. Hasilnya memperlihatkan dua pertiga informasi yang beredar terbukti palsu, sementara hanya sebagian kecil yang benar-benar faktual.

Penelitian itu juga memperlihatkan perbedaan drastis dalam kecepatan penyebaran. Hoaks hanya memerlukan sekitar 10 jam untuk mencapai 1.500 orang. Informasi benar butuh waktu enam kali lebih lama, sekitar 60 jam, untuk menjangkau audiens yang sama. Temuan lain lebih mengkhawatirkan: satu persen hoaks bisa dibagikan hingga 100 ribu kali, capaian yang jarang ditembus berita faktual.

“Perbandingannya sangat jauh. Informasi benar bergerak seperti lari jarak jauh, sementara hoaks menempuh lintasan sprint,” kata Roni.

Derasnya arus penyebaran hoaks membuat literasi digital menjadi kemampuan dasar yang harus dimiliki warga. Roni menekankan pentingnya jeda sebelum membagikan informasi. Menurutnya, tiga langkah sederhana—memeriksa sumber, tanggal, dan konteks—bisa menahan laju kabar palsu yang seringkali tersebar lebih karena kelalaian daripada niat buruk.


Tanggung Jawab Komunitas di Tengah Ledakan Informasi

Penguatan literasi digital di tingkat komunitas, kata Roni, bukan sekadar program pelatihan, tetapi strategi jangka panjang pemerintah daerah untuk menjaga ruang informasi tetap sehat. KIM disebutnya memiliki posisi unik karena bekerja di wilayah yang dekat dengan warga sekaligus cukup peka terhadap dinamika sosial di lingkungannya.

Baca juga: Pemprov Jabar Kebut Penataan Bangunan Pesantren untuk Tingkatkan Keamanan

Melalui Bimtek ini, Dishubkominfo berharap KIM dapat membangun sistem internal yang mampu mengidentifikasi dan memfilter konten yang berpotensi menyesatkan. Dengan dukungan pelatihan berkala, pemerintah daerah menilai komunitas memiliki peluang besar untuk menjadi penyeimbang arus informasi yang kerap tak terkendali.

Kegiatan di Cisayong ini menjadi bagian dari rangkaian penguatan KIM yang digelar di beberapa kecamatan lainnya. Konteksnya tetap sama: ruang digital yang makin padat membuat peran warga sebagai penjaga mutu informasi kian penting. Jika kapasitas KIM tidak ditingkatkan, masyarakat akan lebih mudah terseret arus kabar yang tidak terverifikasi.

Penguatan literasi digital KIM menjadi langkah penting untuk menekan laju hoaks dan menjaga ruang informasi Kabupaten Tasikmalaya tetap sehat. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • https://albadarpost.com/category/berita-daerah/

    Nyaris Jadi Tragedi, Sekolah Tasikmalaya Berpacu dengan Waktu

    • calendar_month 7 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sekolah rusak Tasikmalaya kembali menjadi sorotan setelah kondisi bangunan di sejumlah sekolah dilaporkan mengalami kerusakan berat. Misalnya di SMPN 1 Bantarkalong dan SDN 2 Bojonggambir. Informasi yang telah dipublikasikan berbagai media menunjukkan adanya ruang kelas dengan atap lapuk, bagian bangunan yang ambruk, hingga konstruksi yang dinilai tidak lagi layak digunakan. Beruntung, […]

  • baterai EV

    Biaya Baterai EV Ubah Minat Pasar Otomotif Singapura

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Minat konsumen terhadap kendaraan listrik di Singapura menunjukkan tanda-tanda melambat. Sejumlah pembeli mobil mulai kembali mempertimbangkan kendaraan berbahan bakar bensin atau internal combustion engine (ICE). Perubahan ini dipicu oleh pengaruh biaya baterai EV yang tinggi serta kekhawatiran atas kesiapan infrastruktur pengisian daya. Fenomena tersebut terungkap dalam laporan survei konsumen otomotif terbaru […]

  • Anak Tenggelam Ciamis

    Anak Tenggelam Ciamis, Bocah 7 Tahun Meninggal

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – Anak tenggelam Ciamis kembali menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap anak saat beraktivitas di kawasan perairan. Seorang bocah tenggelam di Sungai Citanduy di Dusun Manganti, Desa Sidarahayu, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Minggu pagi (26/7/2026). Korban yang berusia 7 tahun akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim gabungan melakukan pencarian. Berdasarkan informasi […]

  • Bom bunker-buster dijatuhkan dari pesawat stealth untuk menghancurkan bunker dan fasilitas militer strategis di Iran.

    Pesawat Stealth dan Bom Bunker-Buster Tembus Pertahanan Iran

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Serangan udara yang menghantam target strategis di Iran diduga menggunakan bom bunker-buster, pesawat stealth, dan rudal jelajah presisi tinggi. Penggunaan bom penembus bunker memungkinkan serangan mencapai fasilitas yang dilindungi beton tebal dan struktur bawah tanah. Selain itu, kombinasi teknologi modern membantu operasi militer menembus sistem pertahanan udara berlapis. Ledakan yang terjadi […]

  • Ilustrasi siswa melawan guru di kelas sebagai simbol bullying siswa ke guru Purwakarta dan krisis etika pendidikan

    Ketika Murid Tak Lagi Hormati Guru: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Sekolah?

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL — Kasus bullying siswa ke guru di Purwakarta bukan sekadar video viral yang lewat di timeline. Ini lebih dari itu. Ini cermin. Dan yang terlihat di dalamnya tidak nyaman. Fenomena siswa lawan guru, krisis etika di sekolah, hingga sorotan pada lingkungan pendidikan seperti SMAN 1 Purwakarta—semuanya seperti potongan puzzle yang akhirnya membentuk satu […]

  • Ilustrasi kaligrafi Lakum Dinukum Waliyadin dengan latar cahaya senja yang melambangkan toleransi dan keteguhan iman.

    Lakum Dinukum Waliyadin: Toleransi Tanpa Kompromi

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Di tengah riuh perdebatan tentang toleransi, kita sering mengutip Lakum Dinukum Waliyadin —atau dalam ejaan Arabnya, لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ— tanpa benar-benar menundukkan ego di hadapannya. Frasa Lakum Dinukum Waliyadin dari QS. Al-Kafirun ayat 6 itu terdengar lembut, namun sesungguhnya tegas. Ia bukan slogan basa-basi, bukan pula jembatan untuk mencampuradukkan akidah. Ia adalah garis batas […]

expand_less