Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pembunuhan Lansia di Cirebon: Pelaku Lampung Beraksi Lintas Daerah

Pembunuhan Lansia di Cirebon: Pelaku Lampung Beraksi Lintas Daerah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
  • visibility 240
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pembunuhan lansia di Cirebon ungkap modus kejahatan lintas daerah, polisi buru satu pelaku lagi.

albadarpost.com, LENSA – Polisi kembali membuka tabir kejahatan jalanan yang menarget warga rentan. Dua pria asal Lampung ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan lansia setelah mayat seorang perempuan ditemukan di jalur Pantura Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang pola migrasi kriminal antardaerah dan kerentanan sosial warga usia lanjut. Pembunuhan lansia kembali menjadi tanda bahaya.

Jasad korban pertama kali ditemukan pada Kamis, 7 November 2025, sekitar pukul 09.00 WIB. Korban diidentifikasi bernama Edah, 63 tahun, warga Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis. Polisi menyebut karakteristik luka dan kondisi tubuh menunjukkan korban mengalami tekanan fisik sebelum meninggal. “Tindak pidana ini jelas direncanakan,” kata Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni. Barang bukti berupa mobil Toyota Avanza, ponsel korban, serta tas yang ikut disita menguatkan dugaan pencurian dengan kekerasan.

Modus yang Sistematis

Penyidikan menemukan bahwa perjalanan pelaku dimulai sejak 27 Oktober. Tersangka berinisial E (40) dan DP (26) bersama seorang rekan yang kini buron berangkat dari Lampung menuju Jawa. Mereka bukan pelaku spontan; pencarian target dilakukan secara mobile. Pada 6 November pukul 17.00 WIB, mereka berhenti di wilayah Ciamis. Saat melihat korban berdiri di pinggir jalan, pelaku menawarkan tumpangan menggunakan Avanza.

Aksi berikutnya berlangsung cepat. Korban dipaksa meminum alkohol tradisional di lokasi yang sepi. Korban mengalami kejang, kehilangan kesadaran, dan tidak merespons saat tubuhnya digoyang. Perhiasan korban diambil, lalu jasadnya dibawa ke Cirebon untuk dibuang. Para pelaku memilih jalur Pantura—kawasan sibuk, tetapi memiliki ruang-ruang sunyi yang kerap luput dari pengawasan warga.

Polisi menyebut faktor psikologis menjadi salah satu penentu keberhasilan modus ini. Pelaku memilih korban yang terlihat tidak waspada dan tidak didampingi keluarga. Motifnya sederhana: barang milik korban. Namun, pola mobilitas, pemilihan target, dan cara menghilangkan barang bukti menunjukkan kejahatan terstruktur. Kombes Sumarni memastikan satu pelaku lain masih diburu.

Jejak Kejahatan dan Risiko Publik

Data penyidikan mengarah pada pendalaman lintas daerah. Salah satu pelaku disebut pernah terlibat kasus serupa di Magelang. Artinya, pembunuhan lansia tidak berdiri tunggal, tetapi bagian dari jejak perburuan korban rentan yang dapat berpindah kota. Jika pola ini dibiarkan, wilayah nonkota menjadi semakin rentan karena minim CCTV, patroli, dan jaringan saksi.

Kasus ini juga menyentuh dinamika keluarga. Di banyak daerah, lansia kerap beraktivitas sendiri tanpa pendampingan. Keterbatasan transportasi publik mendorong lansia menerima tumpangan dari orang asing. Di Ciamis, pola sosial demikian masih normal, dan menjadi celah bagi kejahatan oportunistik. Polisi menilai pencegahan harus berbasis komunitas, mulai dari edukasi hingga pendataan penduduk rentan.

Penegakan Hukum

Kedua tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang menimbulkan kematian. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun. Meski pasal ini tegas, mencegah kejahatan serupa perlu pendekatan yang lebih luas: penguatan patroli wilayah semi-rural, integrasi data kriminal antar-polres, hingga peningkatan literasi keamanan bagi warga lanjut usia.

Baca juga: Putusnya Jalan Padang–Bukittinggi Hambat Distribusi Bantuan ke Daerah Bencana

Penangkapan dua pelaku Lampung bukan akhir. Kasus ini menyisakan pekerjaan penting bagi kepolisian dan pemerintah daerah. Mobilitas kriminal bukan hanya soal keberanian pelaku, tetapi soal celah sistem sosial yang belum siap menutup ruang bagi kejahatan lintas kota. Situasi itu harus dihadapi bersama, bukan sekadar menunggu korban berikutnya.

Mobilitas Pelaku dan Kerapuhan Keamanan Daerah

Kasus ini menunjukkan pergerakan pelaku dari Lampung ke Jawa, mencari target di wilayah semi-rural. Minim pengawasan publik dan transportasi legal membuat lansia menjadi kelompok paling rentan.

Strategi perlindungan sebaiknya dimulai dari tingkat RW: informasi rute rawan, pendampingan lansia saat keluar rumah, hingga penggunaan sistem aduan cepat berbasis komunitas.

Kasus pembunuhan lansia di Cirebon ini menunjukkan celah keamanan daerah. Penegakan hukum harus sejalan dengan perlindungan warga rentan. (Red/Asep Chandra)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • penyerahan 6 triliun

    Penyerahan Rp6,6 Triliun dan Masa Depan Penindakan Korupsi SDA

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menilai penyerahan Rp6,6 triliun harus diikuti penegakan hukum konsisten dan pemulihan ekologi nyata. Uang Negara Kembali, Kepercayaan Publik Dipertaruhkan albadarpost.com, EDITORIAL – Kejaksaan Agung menyerahkan Rp6,6 triliun kepada pemerintah. Angka ini bukan kecil. Ia mencerminkan hasil penagihan denda kehutanan dan penyelamatan keuangan negara dari perkara korupsi. Peristiwa ini disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto, […]

  • Pembinaan Guru Madrasah

    KKDT Sukaratu Gelar Pembinaan Guru Madrasah Diniyah

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 217
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Pembinaan guru Madrasah Diniyah menjadi perhatian Kelompok Kerja Diniyah Takmiliyah (KKDT)  Sukaratu. Sebanyak 100 guru dari 16 Madrasah Diniyah mengikuti pembinaan di Aula GDI Sukaratu, Desa Sinagar, Ahad, 24 Mei 2026, untuk memperkuat kualitas pendidikan Islam dan koordinasi antar lembaga diniyah. Sejak pagi, suasana aula sudah terlihat ramai. Beberapa guru datang sambil […]

  • Pembakaran Masjid Al-Aqsa

    Mengapa Pembakaran Masjid Al-Aqsa Masih Diperingati?

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Sudah lebih dari setengah abad berlalu sejak pembakaran Masjid Al-Aqsa mengguncang dunia Islam. Namun hingga kini, Masjid Al-Aqsa masih menjadi pusat perhatian setiap kali tanggal 21 Agustus mendekat. Mengapa sebuah peristiwa yang terjadi pada 1969 terus diperingati dan dianggap tetap relevan di tengah perubahan zaman? Bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI), jawabannya bukan sekadar […]

  • Ilustrasi Muslim bersedekah pada pagi hari sebagai gambaran keutamaan sedekah pagi dalam ajaran Islam.

    Sedekah Pagi Ternyata Punya Keutamaan Besar, Ini Penjelasan Hadisnya

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pagi hari biasanya dimulai dengan kesibukan. Ada yang buru-buru berangkat kerja, membuka toko, mengecek pesan pelanggan, atau memikirkan target yang harus dicapai hari itu. Namun di tengah rutinitas tersebut, Islam justru mengajarkan satu kebiasaan sederhana yang sering luput dilakukan banyak orang: sedekah pagi. Amalan ini terlihat ringan. Nilainya kadang tidak besar. Akan […]

  • mafia dapur MBG Ciamis

    Warga Ciamis Rugi Rp135 Juta, Modus Jual Beli Dapur MBG Terbongkar

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 265
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus mafia dapur MBG Ciamis mulai menyita perhatian publik setelah seorang warga mengaku kehilangan uang hingga Rp135 juta. Korban mengaku tergiur janji mendapatkan titik koordinat dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun hingga kini, lokasi dapur yang dijanjikan tidak pernah muncul dalam sistem resmi. Dugaan sindikat penipuan dapur MBG pun mulai […]

  • Pohon Tumbang Tasikmalaya

    Pohon Lapuk Tumbang, Jalur Salawu–Puspahiang Sempat Tersendat

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pohon tumbang Tasikmalaya kembali mengganggu arus kendaraan. Kali ini, sebuah pohon roboh di Jalan Cicurug, Kampung Cikoranji, Desa Sukaluyu, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat, 21 Agustus 2026, sekitar pukul 20.40 WIB. Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, pohon tersebut menutup sebagian badan jalan. Akibatnya, arus kendaraan di jalur penghubung Salawu–Puspahiang mengalami kemacetan […]

expand_less