Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Terungkap! Puluhan Dapur SPPG di Tasikmalaya Diduga Ilegal

Terungkap! Puluhan Dapur SPPG di Tasikmalaya Diduga Ilegal

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • visibility 225
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHKasus Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tasikmalaya tak lagi sekadar data di atas kertas. Saat Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya turun langsung ke dapur layanan gizi di Singkup, Purbaratu, fakta di lapangan berbicara lebih keras. Aktivitas memasak tetap berjalan, sementara izin belum terlihat. Dapur yang memasok makanan untuk balita, ibu hamil, dan lansia itu sudah beroperasi berbulan-bulan tanpa legalitas.

Di sekitar lokasi, aktivitas terlihat normal. Namun di balik itu, temuan di lapangan mengungkap celah serius yang selama ini tersembunyi.

Data Dibuka, Sidak Langsung Digelar

Informasi awal datang dari LSM Sajalur dalam forum resmi di DPRD. Angkanya mencolok: dari 112 dapur SPPG di Kota Tasikmalaya, hanya tiga yang memiliki izin.

Data itu langsung ditindaklanjuti. Komisi III bergerak cepat.

Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Anang Sapa’at, memimpin sidak ke salah satu titik yang dilaporkan, yakni SPPG Singkup.

“Informasi itu yang kami dalami. Hari ini kami lihat langsung,” ujarnya di lokasi.

Begitu tim masuk ke area dapur, pemeriksaan langsung menyasar titik-titik krusial. Tidak butuh waktu lama untuk menemukan masalah utama.

Temuan di Lapangan: Dapur Jalan, Izin Nihil

Hasil peninjauan menunjukkan tim tidak menemukan dokumen perizinan yang lengkap. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) terlihat belum tertata. Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) juga belum ada.

Sementara itu, aktivitas produksi makanan tetap berjalan.

“Sudah lima bulan beroperasi, tapi izinnya belum ada,” kata Anang.

Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar: bagaimana fasilitas layanan publik bisa berjalan tanpa pengawasan ketat sejak awal?

SPPG Tasikmalaya

Sidak DPRD Kota Tasikmalaya di dapur SPPG Singkup.

Risiko Nyata: Limbah dan Keamanan Bangunan

Di area sekitar dapur, tim menemukan aliran limbah cair yang belum dikelola secara optimal. Dalam kondisi tertentu, limbah seperti ini berpotensi mencemari lingkungan.

Ini bukan persoalan kecil.

Tanpa IPAL yang layak, risiko pencemaran meningkat. Tanpa PBG, pihak terkait tidak dapat memastikan keamanan bangunan.

Padahal, dapur SPPG memproduksi makanan dalam jumlah besar untuk kelompok rentan. Balita, ibu hamil, dan lansia menjadi penerima langsung.

Risikonya nyata. Dan itu dekat.

Pengelola Akui Kekurangan, Proses Masih Berjalan

Kepala dapur SPPG Singkup, Bayu, tidak membantah temuan tersebut. Ia mengakui bahwa perizinan belum lengkap.

“Kami sedang proses. Beberapa dokumen masih berjalan,” ujarnya.

Namun pernyataan itu belum cukup meredakan kekhawatiran. DPRD menuntut langkah konkret dan cepat dalam proses tersebut.

Karena itu, toleransi waktu menjadi batas yang ditegaskan.

Ultimatum DPRD: Enam Bulan atau Ditutup

Komisi III memberikan peringatan tegas. Komisi III DPRD menetapkan batas waktu maksimal enam bulan bagi setiap dapur SPPG untuk melengkapi izin sejak mulai beroperasi.

Jika tidak ada progres, DPRD akan merekomendasikan penutupan sementara.

“Aturannya jelas. Ini bukan sekadar administrasi, ini soal keselamatan,” tegas Anang.

Melalui pernyataan itu, DPRD memastikan mereka akan memperketat pengawasan.

Angka Kepatuhan Rendah, Sidak Akan Diperluas

Data dari LSM Sajalur menunjukkan tingkat kepatuhan hanya sekitar 2,9 persen. Artinya, mayoritas dapur SPPG di Kota Tasikmalaya berpotensi mengalami masalah serupa.

Komisi III memastikan sidak tidak berhenti di satu lokasi.

Komisi III telah menyiapkan langkah lanjutan dan akan memeriksa dapur-dapur lain secara bertahap.

“Ini baru awal. Kami akan petakan semua,” kata Anang.

DPRD juga meminta dinas terkait untuk lebih aktif turun ke lapangan, bukan sekadar menunggu laporan.

Kasus SPPG Tasikmalaya membuka sisi lain dari layanan publik yang selama ini luput dari perhatian. Program yang bertujuan membantu kelompok rentan justru menghadapi risiko jika pengawasan tidak berjalan.

Kini, perhatian mulai tertuju ke dapur-dapur tersebut.

Pertanyaannya tinggal satu: apakah perbaikan akan berjalan cepat, atau masalah ini kembali mengendap? (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjauhi Dajjal

    Bukan Karena Lemah, Ini Alasan Nabi Melarang Umat Mendekati Dajjal

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Suasana masjid mulai lengang selepas salat Magrib. Sebagian jamaah sudah pulang. Beberapa anak masih duduk di serambi sambil mengaji. Di sudut ruangan, seorang pemuda mengangkat tangan ketika pengajian membahas tentang Dajjal. Pertanyaannya sederhana. “Kalau iman kita kuat, kenapa Rasulullah tidak menyuruh umat Islam menghadapi Dajjal? Mengapa justru disuruh menjauh?” Pertanyaan itu membuat […]

  • kabut asap Malaysia

    Kabut Asap Malaysia Bertahan 3–5 Hari, 10 Kawasan Terdampak

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kabut asap Malaysia diperkirakan masih bertahan selama tiga hingga lima hari ke depan. Kondisi kualitas udara Malaysia juga menjadi perhatian setelah 10 kawasan tercatat mengalami kualitas udara tidak sehat pada Kamis, 13 Agustus 2026. Di Malaysia, kondisi kabut asap ini dikenal dengan istilah jerebu. BMKG-nya Malaysia, MetMalaysia memperkirakan belum ada perubahan […]

  • gelombang tinggi BMKG

    BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Indonesia, Nelayan Diminta Waspada

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 267
    • 0Komentar

    BMKG peringatkan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia. Nelayan dan pelayaran diminta waspada. Gelombang Tinggi BMKG: Waspada di Perairan Indonesia albadarpost.com, LENSA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi gelombang tinggi di berbagai wilayah perairan Indonesia pada Senin (3/11/2025). Lembaga ini memperkirakan ketinggian gelombang laut […]

  • Akses pendidikan

    Bangunan Berdiri, Hak Belajar Tertunda

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 217
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bangunan sekolah telah berdiri, lahan tersedia, dan kebutuhan masyarakat nyata. Namun hingga kini, Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 1 Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, belum dapat menjalankan fungsi pendidikan. Sekolah tersebut belum memiliki kepala sekolah, tenaga pendidik, maupun anggaran operasional. Situasi ini memantik kritik keras dari DPRD Jawa Barat yang menilai negara gagal […]

  • Ilustrasi keluarga menonton film box office terbaru 2026 bersama dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan

    7 Film Box Office 2026 yang Bikin Suasana Rumah Lebih Hangat

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah rumah yang semakin ramai oleh suara notifikasi dan layar gadget, banyak keluarga mulai kehilangan satu hal sederhana: waktu untuk benar-benar hadir satu sama lain. Karena itu, pencarian tentang film keluarga 2026, tontonan keluarga terbaru, dan film box office hangat terus meningkat menjelang pertengahan tahun ini. Menariknya, film kini bukan cuma […]

  • Dunia Adalah Ujian

    Ibnu Athaillah: Dunia Tak Pernah Berjanji Membahagiakan

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Dunia adalah ujian. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi banyak orang baru benar-benar memahaminya setelah kehilangan pekerjaan, gagal membangun usaha, ditinggal orang tercinta, atau menghadapi penyakit yang tak pernah mereka bayangkan. Saat musibah datang, sebagian orang bertanya, “Kenapa hidup saya begini?” Padahal, menurut Ibnu Athaillah dalam kitab Al-Hikam, hakikat dunia memang bukan tempat […]

expand_less