Dari Tasikmalaya ke Amerika, UMKM Lokal Mulai Dilirik Pasar Global
- account_circle redaktur
- calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sandiaga Uno berbicara di hadapan pelaku UMKM Tasikmalaya dalam KADIN Growth Trip 2026 tentang investasi dan ekspor, Selasa (9/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — UMKM Tasikmalaya kembali mendapat dorongan besar untuk naik kelas. Melalui KADIN Tasikmalaya Growth Trip 2026, para pelaku usaha daerah tidak hanya belajar membangun bisnis yang sehat, tetapi juga mendapat gambaran nyata bagaimana usaha lokal bisa menarik investor dan menembus pasar internasional.
Tema yang diusung kali ini cukup menantang: Making Your Business Investable. Sederhananya, bagaimana sebuah usaha tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga memiliki sistem, tata kelola, dan potensi pertumbuhan yang membuat investor tertarik menanamkan modal.
Kehadiran mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menjadi salah satu magnet utama kegiatan tersebut. Namun lebih dari itu, acara ini menghadirkan pesan yang jauh lebih besar: masa depan UMKM Tasikmalaya tidak berhenti di pasar lokal.
Dari Bisnis Kecil Menjadi Usaha yang Dilirik Investor
Suasana kegiatan berlangsung dinamis. Sejak pagi, para peserta berdiskusi mengenai tantangan bisnis modern yang semakin kompetitif. Di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat, banyak pelaku usaha mulai menyadari bahwa produk bagus saja tidak lagi cukup.
Ketua KADIN Kota Tasikmalaya, Apt. Asep Saepulloh, S.Farm., M.PH, menjelaskan bahwa Sandiaga Uno membagikan berbagai pengalaman mengenai pengembangan UMKM, transformasi usaha, hingga strategi membangun perusahaan yang memiliki nilai investasi tinggi.
Menurutnya, materi yang dibahas tidak berhenti pada teori. Peserta mendapatkan gambaran mengenai cara berpikir investor, pentingnya disiplin keuangan, penguatan tata kelola usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan.
Selain itu, peserta diajak memahami bahwa investor tidak hanya melihat angka penjualan. Mereka juga memperhatikan sistem kerja, keberlanjutan usaha, kualitas manajemen, dan dampak sosial yang dihasilkan sebuah bisnis.
Karena itu, banyak pelaku UMKM mulai menyadari perlunya membangun fondasi usaha yang lebih kuat sejak sekarang.
Lari Pagi Bersama Sandiaga, Simbol Disiplin Pengusaha Modern
Menariknya, kegiatan tidak hanya berlangsung di ruang diskusi.
Peserta juga mengikuti sesi lari pagi bersama Sandiaga Uno. Aktivitas tersebut menjadi simbol penting mengenai disiplin, konsistensi, dan daya tahan yang dibutuhkan dalam membangun usaha.
Di beberapa titik, peserta tampak memanfaatkan kesempatan itu untuk berdialog santai. Ada yang bertanya mengenai pemasaran digital. Ada pula yang ingin mengetahui cara mendapatkan akses pendanaan untuk mempercepat ekspansi usaha.
Interaksi seperti itu sering kali menjadi bagian yang paling berkesan dalam sebuah forum bisnis. Bukan hanya karena materi yang diperoleh, melainkan karena munculnya jaringan dan peluang kolaborasi baru.
Konsul Jenderal RI di New York Ungkap Peluang Pasar Amerika
Jika sesi bersama Sandiaga Uno membuka wawasan nasional, maka diskusi bersama Konsul Jenderal Republik Indonesia di New York, Winanto Adi, membawa peserta melihat peluang yang jauh lebih luas.
Dalam pemaparannya, Winanto menjelaskan berbagai peluang ekspor yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia, khususnya dari daerah.
Ia menyoroti pentingnya diplomasi ekonomi, penguatan jejaring bisnis internasional, serta kesiapan produk untuk memenuhi standar pasar global.
Bagi Tasikmalaya, peluang tersebut cukup relevan. Daerah ini memiliki berbagai produk unggulan, mulai dari kerajinan tangan, fesyen muslim, makanan olahan, hingga industri kreatif yang terus berkembang.
Tidak sedikit peserta yang terlihat antusias ketika pembahasan mulai menyentuh peluang ekspor ke Amerika Serikat. Sebagian langsung mencatat poin-poin penting. Sebagian lainnya aktif mengajukan pertanyaan mengenai akses buyer dan pameran internasional.
KADIN Siapkan Langkah Lanjutan untuk UMKM Tasikmalaya
KADIN Kota Tasikmalaya tidak ingin kegiatan ini berhenti sebagai seminar semata.
Asep mengungkapkan bahwa ke depan pihaknya berencana menghadirkan KJRI New York serta konsultan dari Meksiko untuk melakukan kurasi dan pembinaan UMKM secara lebih intensif.
Langkah tersebut bertujuan menyiapkan produk-produk unggulan Tasikmalaya agar mampu mengikuti pameran internasional serta diterima oleh buyer luar negeri.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, strategi semacam ini menjadi semakin penting. Sebab, pelaku usaha yang mampu beradaptasi dan memperluas pasar biasanya memiliki peluang bertahan sekaligus tumbuh lebih besar.
Tasikmalaya selama ini dikenal sebagai kota kreatif dengan ribuan pelaku usaha. Kini tantangannya bukan lagi sekadar bertahan di pasar lokal, melainkan bagaimana menciptakan bisnis yang dipercaya investor dan diterima pasar dunia.
Jika dulu mimpi UMKM Tasikmalaya hanya sebatas menjual produk ke kota tetangga, kini panggungnya mulai bergeser. Dari Tasikmalaya menuju New York, peluang itu bukan lagi sekadar mimpi, melainkan target yang mulai disiapkan dari hari ini. GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar