Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Viral Konflik Mantan Pasangan, Islam Tegas Soal Ucapan Kasar dan Cacian

Viral Konflik Mantan Pasangan, Islam Tegas Soal Ucapan Kasar dan Cacian

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Ucapan kasar Islam kembali menjadi perbincangan setelah publik ramai membahas konflik yang melibatkan mantan pasangan. Perdebatan di media sosial pun bermunculan. Sebagian membela, sebagian menyalahkan. Namun di tengah hiruk-pikuk komentar itu, muncul pertanyaan yang lebih penting: bagaimana sebenarnya Islam memandang ucapan kasar, makian, atau kata-kata yang menyakitkan saat hubungan suami istri telah berakhir?

Topik ini bukan hanya relevan bagi figur publik. Faktanya, konflik mantan pasangan terjadi setiap hari di sekitar kita. Di grup keluarga. Di ruang mediasi. Bahkan di kolom komentar media sosial.

Islam memiliki pandangan yang sangat jelas mengenai hal ini.

Lisan yang Lepas Saat Marah Sering Menimbulkan Penyesalan

Konflik hampir selalu melibatkan emosi. Ketika rasa kecewa, marah, atau sakit hati menumpuk, banyak orang merasa terdorong untuk melontarkan kata-kata yang tidak pantas.

Padahal, dalam Islam, menjaga lisan tidak hanya berlaku saat suasana baik-baik saja. Justru ukuran kematangan akhlak terlihat ketika seseorang mampu mengendalikan ucapannya saat marah.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik atau diam.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini tampak sederhana. Namun maknanya sangat dalam. Sebab banyak kerusakan hubungan berawal dari satu kalimat yang keluar tanpa pertimbangan.

Di beberapa rumah, pertengkaran besar bahkan bermula dari satu kata yang dianggap sepele. Setelah itu suasana berubah. Hubungan memburuk. Kepercayaan runtuh.

Kadang begitu.

Mantan Pasangan Tetap Memiliki Hak untuk Dihormati

Banyak orang mengira bahwa setelah perceraian selesai, maka seluruh adab juga selesai. Islam justru mengajarkan hal yang berbeda.

Al-Qur’an memerintahkan agar perpisahan dilakukan dengan cara yang baik.

Allah SWT berfirman:

“Tahanlah mereka dengan cara yang patut atau lepaskanlah mereka dengan cara yang baik.”

(QS. Al-Baqarah: 231)

Ayat ini menunjukkan bahwa sekalipun hubungan suami istri berakhir, kehormatan tetap harus dijaga.

Karena itu, mencaci, menghina, mempermalukan, atau membuka aib mantan pasangan tidak sejalan dengan semangat ajaran Islam.

Di banyak kasus, luka akibat kata-kata justru bertahan lebih lama dibanding luka karena perpisahan itu sendiri.

Seseorang mungkin mampu menerima status baru sebagai mantan suami atau mantan istri. Namun tidak mudah melupakan penghinaan yang diucapkan di depan banyak orang.

Media Sosial Membuat Ucapan Kasar Menyebar Lebih Cepat

Dulu pertengkaran hanya terdengar oleh beberapa orang. Kini satu unggahan dapat dilihat ribuan bahkan jutaan pengguna internet dalam hitungan jam.

Karena itu, tanggung jawab menjaga lisan menjadi semakin besar.

Di media sosial, tidak sedikit orang yang menulis sesuatu ketika emosi memuncak. Beberapa menit kemudian unggahan itu viral. Lalu disesali.

Namun jejak digital sering kali tetap ada.

Kadang sebuah kalimat pendek yang diketik dalam hitungan detik dapat menimbulkan perdebatan selama berhari-hari.

Ironisnya, banyak orang merasa menang setelah melontarkan sindiran keras. Padahal yang rusak bukan hanya hubungan dengan mantan pasangan, melainkan juga citra diri di hadapan publik.

Islam Mendorong Pengendalian Diri, Bukan Pelampiasan Emosi

Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Orang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini relevan dengan kehidupan modern.

Saat konflik muncul, masyarakat sering menganggap pelampiasan emosi sebagai bentuk keberanian. Padahal Islam mengajarkan sebaliknya. Menahan diri justru merupakan tanda kekuatan.

Di ruang tunggu pengadilan agama, misalnya, tidak jarang terlihat pasangan yang sudah sepakat berpisah tetapi tetap berbicara dengan tenang. Tidak ada bentakan. Tidak ada caci maki.

Mungkin hati mereka sama-sama terluka.

Namun mereka memilih menjaga martabat masing-masing.

Pilihan seperti itulah yang lebih dekat dengan nilai-nilai Islam.

Pelajaran yang Bisa Diambil Publik

Peristiwa yang ramai diperbincangkan publik seharusnya tidak berhenti sebagai tontonan. Ada pelajaran yang bisa dipetik oleh siapa pun.

Pertama, jangan biarkan emosi mengendalikan lisan.

Kedua, hormati mantan pasangan meskipun hubungan telah berakhir.

Ketiga, hindari membuka aib dan mempermalukan orang lain di ruang publik.

Keempat, ingat bahwa setiap ucapan akan dimintai pertanggungjawaban.

Allah SWT berfirman:

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”

(QS. Qaf: 18)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa lisan bukan sekadar alat berbicara. Ia juga menjadi bagian dari amal yang akan diperhitungkan.

Perceraian mungkin mengakhiri status sebagai suami dan istri. Namun perceraian tidak pernah menghapus kewajiban untuk berakhlak. Sebab dalam Islam, kemuliaan seseorang tidak terlihat saat ia dicintai, melainkan saat ia tetap menjaga lisannya kepada orang yang pernah ia cintai. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Audit PDAM Subang

    Dedi Mulyadi Minta BPK Audit PDAM Subang Terkait Penerimaan Rp 600 Juta dari Aqua

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi minta BPK audit PDAM Subang soal penerimaan Rp 600 juta per bulan dari Aqua. albadarpost.com, LENSA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit terhadap PDAM Subang. Langkah itu diambil setelah muncul temuan adanya penerimaan dana sebesar Rp 600 juta per bulan dari […]

  • Smelter Freeport Gresik

    Pasokan Tembaga Tersendat, Operasional Smelter Freeport Gresik Terancam Berhenti Akhir Oktober 2025

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Operasional Smelter Freeport Gresik terancam berhenti akhir Oktober 2025 akibat pasokan tembaga tersendat. albadarpost.com, LENSA – Kegiatan operasional Smelter Freeport Gresik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Jawa Timur, terancam berhenti total pada akhir Oktober 2025. Penghentian ini terjadi karena pasokan konsentrat tembaga dari tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia (PTFI) di Tembagapura, Papua Tengah, […]

  • kasus korupsi Abdul Wahid

    Gubernur Riau Abdul Wahid Tersandung Kasus Korupsi Jatah Preman di Awal Masa Jabatan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    KPK menetapkan Abdul Wahid sebagai tersangka dalam kasus korupsi jatah preman sejak awal masa jabatannya. Sumpah Jabatan Berujung Ironi: Kasus Korupsi Abdul Wahid Terungkap albadarpost.com, LENSA – Baru beberapa bulan setelah dilantik, kasus korupsi Abdul Wahid menyeret Gubernur Riau itu ke meja penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal pada 20 Februari 2025, ia mengucapkan sumpah […]

  • Theodore Kwan, kuliah di NTU, IQ 154

    Kisah Theodore Kwan, Bocah 7 Tahun Kuliah Kimia di NTU dengan IQ 154

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Bocah jenius berusia 7 tahun, Theodore Kwan, kuliah di NTU Singapura dengan IQ 154 dan semangat tinggi belajar kimia. albadarpost.com, PELITA – Di tengah aula kuliah Nanyang Technological University (NTU) Singapura, seorang bocah berusia tujuh tahun duduk di antara mahasiswa dewasa, mencatat dengan serius setiap rumus kimia yang terpampang di layar. Namanya Theodore Kwan, anak […]

  • gempa Manado 2026

    Terungkap! 5 Fakta Tersembunyi di Balik Gempa Manado 2026

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Gempa Manado kembali menjadi perhatian publik setelah getaran kuat terasa pada Kamis, 2 Maret 2026, dengan magnitudo 7,6. Peristiwa gempa bumi Manado ini memicu kekhawatiran warga, terutama karena wilayah Sulawesi Utara dikenal rawan aktivitas tektonik. Selain data resmi yang beredar, terdapat sejumlah fakta lain dari gempa Manado yang jarang dibahas, namun penting […]

  • Ilustrasi keluarga menonton film box office bersama dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan

    Bukan Cuma Seru, 7 Film Box Office Ini Diam-Diam Bikin Keluarga Makin Dekat

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Film keluarga kini bukan hanya soal hiburan atau pengisi waktu luang. Di tengah kesibukan dan rutinitas yang makin padat, banyak keluarga mulai mencari cara sederhana untuk kembali dekat, salah satunya lewat film box office yang hangat dan penuh makna. Menariknya, beberapa film populer ternyata mampu menghadirkan obrolan kecil, tawa bersama, bahkan momen […]

expand_less