Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Ini Prinsip Pengadaan Barang dan Jasa untuk Cegah Korupsi

Ini Prinsip Pengadaan Barang dan Jasa untuk Cegah Korupsi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 194
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIFPrinsip Pengadaan Barang dan Jasa menjadi fondasi utama dalam setiap belanja pemerintah. Aturan ini tidak hanya mengatur proses pembelian barang dan layanan, tetapi juga memastikan tata kelola anggaran negara berjalan transparan dan bebas penyimpangan. Dalam regulasi nasional, prinsip pengadaan pemerintah atau asas pengadaan publik tersebut telah ditegaskan melalui Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya, termasuk Perpres Nomor 12 Tahun 2021.

Sejak regulasi itu berlaku, seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah wajib mematuhi tujuh prinsip dasar. Ketentuan ini dirancang untuk menghadirkan value for money sekaligus mencegah praktik korupsi dalam setiap tahapan pengadaan.

Landasan Hukum yang Mengikat

Perpres 16 Tahun 2018 secara tegas mengatur bahwa pengadaan barang dan jasa harus menerapkan prinsip efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil atau tidak diskriminatif, serta akuntabel. Selain itu, pelaksanaannya juga berkaitan erat dengan:

  • Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
  • Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
  • Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan
  • Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 junto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Baca juga: Shalat Tarawih Ramadan: Ampunan di Setiap Malam

Karena itu, setiap pelanggaran terhadap prinsip pengadaan dapat berimplikasi hukum, baik secara administratif maupun pidana.

Tujuh Prinsip yang Wajib Diterapkan

1. Efisien

Pertama, pemerintah harus menggunakan dana dan sumber daya secara hemat tanpa mengurangi kualitas hasil. Artinya, setiap rupiah anggaran harus memberi manfaat optimal dalam waktu yang tepat. Dengan demikian, pemborosan dapat ditekan sejak tahap perencanaan.

2. Efektif

Selanjutnya, pengadaan harus sesuai kebutuhan riil dan target kinerja. Program yang dirancang tidak boleh sekadar menghabiskan anggaran, melainkan harus memberi dampak nyata bagi masyarakat. Oleh sebab itu, perencanaan menjadi tahap krusial.

3. Transparan

Kemudian, seluruh informasi terkait proses pengadaan wajib terbuka. Spesifikasi teknis, syarat administrasi, hingga hasil evaluasi harus dapat diakses publik. Transparansi ini mendorong pengawasan sosial sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

4. Terbuka

Selain transparan, prosesnya juga harus terbuka bagi semua penyedia yang memenuhi syarat. Tidak boleh ada pembatasan yang mengarah pada praktik monopoli terselubung. Dengan sistem yang terbuka, peluang usaha menjadi lebih merata.

5. Bersaing

Persaingan sehat menjadi kunci berikutnya. Setiap penyedia harus memiliki kesempatan yang sama tanpa intervensi pihak tertentu. Karena itu, panitia pengadaan wajib menjaga independensi selama proses berlangsung.

6. Adil atau Tidak Diskriminatif

Pemerintah harus memberikan perlakuan setara kepada seluruh peserta. Tidak boleh ada keberpihakan yang menguntungkan satu pihak. Prinsip ini menjaga integritas sekaligus menciptakan iklim usaha yang sehat.

7. Akuntabel

Terakhir, seluruh tahapan pengadaan harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan administratif. Dokumen perencanaan, proses evaluasi, hingga serah terima pekerjaan wajib terdokumentasi dengan baik. Jika terjadi sengketa, seluruh data dapat ditelusuri secara jelas.

Mengapa Prinsip Ini Penting?

Pada praktiknya, pengadaan barang dan jasa pemerintah melibatkan anggaran besar. Oleh karena itu, celah penyimpangan sering muncul apabila sistem pengawasan lemah. Namun, dengan menerapkan prinsip pengadaan barang dan jasa secara konsisten, potensi korupsi dapat ditekan.

Selain itu, penerapan asas ini memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Publik dapat memantau prosesnya, sementara aparat pengawas internal maupun eksternal memiliki dasar evaluasi yang kuat.

Di sisi lain, pelaku usaha juga mendapat kepastian hukum. Mereka dapat bersaing secara profesional tanpa khawatir adanya praktik tidak sehat.

Pengawasan dan Tanggung Jawab

Agar implementasi berjalan optimal, pemerintah membentuk Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sebagai regulator teknis. LKPP menyusun pedoman, standar dokumen, serta sistem elektronik pengadaan (e-procurement). Dengan sistem digital, proses menjadi lebih cepat sekaligus terdokumentasi rapi.

Namun demikian, regulasi yang kuat harus dibarengi komitmen moral dari seluruh pihak. Integritas pejabat pembuat komitmen, kelompok kerja pemilihan, hingga penyedia jasa menentukan kualitas akhir pengadaan.

Pada akhirnya, prinsip pengadaan barang dan jasa bukan sekadar aturan administratif. Prinsip ini merupakan instrumen penting untuk menjaga uang negara tetap berada di jalur yang benar. Jika seluruh pihak konsisten menerapkannya, maka pembangunan nasional akan berjalan lebih efektif, efisien, dan terpercaya. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pancasila Garut

    Pesan Menyentuh Bupati Garut: Pancasila Jangan Hanya Jadi Tulisan di Dinding

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kabupaten Garut menghadirkan pesan yang lebih dalam dari sekadar upacara tahunan. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengingatkan bahwa Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup dalam keseharian, bukan sekadar tulisan yang dibaca saat upacara atau pajangan di dinding kantor. Pesan tersebut disampaikan saat Upacara Peringatan Hari […]

  • penembakan Sydney

    Polisi Australia Tindak Penembakan Sydney Saat Perayaan Hanukkah

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Penembakan Sydney saat perayaan Hanukkah memicu korban jiwa dan sorotan serius pada keamanan publik Australia. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Aparat keamanan Australia menembak mati dua pelaku dalam insiden penembakan massal yang terjadi saat perayaan Hanukkah di Sydney, Minggu (14/12/2025). Peristiwa ini menimbulkan korban jiwa dan langsung memicu perhatian luas karena menyasar kegiatan keagamaan, ruang yang […]

  • Thomas Tuchel

    Tuchel Tetap Yakin Meski Inggris Gagal ke Final

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Dilansir dari AFP, pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel tetap mempertahankan keputusan taktiknya setelah Inggris kalah 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026, Rabu waktu setempat. Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri langkah Three Lions menuju final dan memperpanjang penantian mereka untuk kembali tampil di partai puncak sejak menjadi juara dunia pada 1966. […]

  • Pasokan Tembaga Tersendat, Operasional Smelter Freeport Gresik Terancam Berhenti Akhir Oktober 2025

    Pasokan Tembaga Tersendat, Operasional Smelter Freeport Gresik Terancam Berhenti Akhir Oktober 2025

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Operasional Smelter Freeport Gresik terancam berhenti akhir Oktober 2025 akibat pasokan tembaga tersendat. albadarpost.com, LENSA – Kegiatan operasional Smelter Freeport Gresik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Jawa Timur, terancam berhenti total pada akhir Oktober 2025. Penghentian ini terjadi karena pasokan konsentrat tembaga dari tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia (PTFI) di Tembagapura, Papua Tengah, […]

  • Honor Pendamping Tasikmalaya

    Dua hingga Tiga Bulan Tak Dibayar, Nasib Pendamping Tasikmalaya Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Keterlambatan pencairan honor pendamping di Kota Tasikmalaya mulai menjadi perhatian publik. Belum cairnya honor pendamping selama dua hingga tiga bulan memicu kekhawatiran terhadap keberlangsungan sejumlah program pelayanan masyarakat di Kota Tasikmalaya. Hingga kini, pendamping Dana Kelurahan dan pendamping Ohan Hafidz masih menunggu kepastian pembayaran hak mereka. Di lapangan, aktivitas para pendamping […]

  • Perlindungan Guru

    Guru Takut Murid? Aturan Baru Perkuat Perlindungan

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena perlindungan guru kembali menjadi perhatian publik. Dalam beberapa waktu terakhir, pembahasan mengenai guru takut murid, tekanan dari sebagian orang tua, hingga tantangan yang dihadapi tenaga pendidik semakin ramai diperbincangkan. Kondisi tersebut mendorong lahirnya berbagai upaya untuk memperkuat perlindungan pendidik, salah satunya melalui Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perlindungan Bagi Pendidik […]

expand_less