Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Ini Prinsip Pengadaan Barang dan Jasa untuk Cegah Korupsi

Ini Prinsip Pengadaan Barang dan Jasa untuk Cegah Korupsi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 206
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIFPrinsip Pengadaan Barang dan Jasa menjadi fondasi utama dalam setiap belanja pemerintah. Aturan ini tidak hanya mengatur proses pembelian barang dan layanan, tetapi juga memastikan tata kelola anggaran negara berjalan transparan dan bebas penyimpangan. Dalam regulasi nasional, prinsip pengadaan pemerintah atau asas pengadaan publik tersebut telah ditegaskan melalui Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya, termasuk Perpres Nomor 12 Tahun 2021.

Sejak regulasi itu berlaku, seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah wajib mematuhi tujuh prinsip dasar. Ketentuan ini dirancang untuk menghadirkan value for money sekaligus mencegah praktik korupsi dalam setiap tahapan pengadaan.

Landasan Hukum yang Mengikat

Perpres 16 Tahun 2018 secara tegas mengatur bahwa pengadaan barang dan jasa harus menerapkan prinsip efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil atau tidak diskriminatif, serta akuntabel. Selain itu, pelaksanaannya juga berkaitan erat dengan:

  • Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
  • Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
  • Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan
  • Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 junto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Baca juga: Shalat Tarawih Ramadan: Ampunan di Setiap Malam

Karena itu, setiap pelanggaran terhadap prinsip pengadaan dapat berimplikasi hukum, baik secara administratif maupun pidana.

Tujuh Prinsip yang Wajib Diterapkan

1. Efisien

Pertama, pemerintah harus menggunakan dana dan sumber daya secara hemat tanpa mengurangi kualitas hasil. Artinya, setiap rupiah anggaran harus memberi manfaat optimal dalam waktu yang tepat. Dengan demikian, pemborosan dapat ditekan sejak tahap perencanaan.

2. Efektif

Selanjutnya, pengadaan harus sesuai kebutuhan riil dan target kinerja. Program yang dirancang tidak boleh sekadar menghabiskan anggaran, melainkan harus memberi dampak nyata bagi masyarakat. Oleh sebab itu, perencanaan menjadi tahap krusial.

3. Transparan

Kemudian, seluruh informasi terkait proses pengadaan wajib terbuka. Spesifikasi teknis, syarat administrasi, hingga hasil evaluasi harus dapat diakses publik. Transparansi ini mendorong pengawasan sosial sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

4. Terbuka

Selain transparan, prosesnya juga harus terbuka bagi semua penyedia yang memenuhi syarat. Tidak boleh ada pembatasan yang mengarah pada praktik monopoli terselubung. Dengan sistem yang terbuka, peluang usaha menjadi lebih merata.

5. Bersaing

Persaingan sehat menjadi kunci berikutnya. Setiap penyedia harus memiliki kesempatan yang sama tanpa intervensi pihak tertentu. Karena itu, panitia pengadaan wajib menjaga independensi selama proses berlangsung.

6. Adil atau Tidak Diskriminatif

Pemerintah harus memberikan perlakuan setara kepada seluruh peserta. Tidak boleh ada keberpihakan yang menguntungkan satu pihak. Prinsip ini menjaga integritas sekaligus menciptakan iklim usaha yang sehat.

7. Akuntabel

Terakhir, seluruh tahapan pengadaan harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan administratif. Dokumen perencanaan, proses evaluasi, hingga serah terima pekerjaan wajib terdokumentasi dengan baik. Jika terjadi sengketa, seluruh data dapat ditelusuri secara jelas.

Mengapa Prinsip Ini Penting?

Pada praktiknya, pengadaan barang dan jasa pemerintah melibatkan anggaran besar. Oleh karena itu, celah penyimpangan sering muncul apabila sistem pengawasan lemah. Namun, dengan menerapkan prinsip pengadaan barang dan jasa secara konsisten, potensi korupsi dapat ditekan.

Selain itu, penerapan asas ini memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Publik dapat memantau prosesnya, sementara aparat pengawas internal maupun eksternal memiliki dasar evaluasi yang kuat.

Di sisi lain, pelaku usaha juga mendapat kepastian hukum. Mereka dapat bersaing secara profesional tanpa khawatir adanya praktik tidak sehat.

Pengawasan dan Tanggung Jawab

Agar implementasi berjalan optimal, pemerintah membentuk Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) sebagai regulator teknis. LKPP menyusun pedoman, standar dokumen, serta sistem elektronik pengadaan (e-procurement). Dengan sistem digital, proses menjadi lebih cepat sekaligus terdokumentasi rapi.

Namun demikian, regulasi yang kuat harus dibarengi komitmen moral dari seluruh pihak. Integritas pejabat pembuat komitmen, kelompok kerja pemilihan, hingga penyedia jasa menentukan kualitas akhir pengadaan.

Pada akhirnya, prinsip pengadaan barang dan jasa bukan sekadar aturan administratif. Prinsip ini merupakan instrumen penting untuk menjaga uang negara tetap berada di jalur yang benar. Jika seluruh pihak konsisten menerapkannya, maka pembangunan nasional akan berjalan lebih efektif, efisien, dan terpercaya. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kontes bonsai Tasikmalaya

    Kontes Bonsai Tasik Meledak, Harga Tanaman Tembus Fantastis

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kontes bonsai Tasikmalaya berubah jadi magnet nasional ketika 548 bonsai memenuhi area parkir Asia Plaza, Sabtu (25/4/2026). Ajang pameran bonsai nasional ini tidak hanya menghadirkan ratusan peserta, tetapi juga menegaskan posisi Tasikmalaya dalam peta event bonsai nasional dan geliat bonsai Indonesia. Area parkir yang biasanya dipadati kendaraan kini berubah seperti galeri […]

  • Jembatan Leuwidinding

    Jembatan Leuwidinding Disiapkan, Warga Dapat Sembako dan Cek Kesehatan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 26
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Persiapan Jembatan Leuwidinding mulai dilakukan di Kampung Leuwidinding, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jumat, 4 September 2026. Selain menyiapkan lokasi menuju peletakan batu pertama pembangunan jembatan, kegiatan tersebut juga menghadirkan pemeriksaan kesehatan dan pembagian sembako bagi masyarakat sekitar. Rangkaian kegiatan tersebut dipublikasikan oleh BPBD Kabupaten Sukabumi yang diawali dengan apel […]

  • nilai kehidupan santri

    Jarang Disadari, Ini 9 Pelajaran Hidup Santri di Pesantren

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 221
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Nilai kehidupan santri menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda. Di pesantren, santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga menyerap nilai kehidupan santri, pendidikan karakter, dan pembentukan akhlak mulia secara menyeluruh. Oleh karena itu, pengalaman di pesantren sering kali melahirkan pribadi yang tangguh, mandiri, dan berintegritas tinggi di tengah tantangan […]

  • sertifikat tanah

    Saat Sertifikat Tanah Menentukan Sengketa Warga

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Sengketa tanah menunjukkan sertifikat tanah belum sepenuhnya melindungi warga dalam kebijakan agraria. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kasus yang menimpa Nenek Elina Widjajati di Surabaya bukan sekadar perkara sengketa rumah. Ia adalah potret kebijakan agraria yang belum sepenuhnya bekerja melindungi warga paling rentan. Ketika konflik tanah berujung pada pengusiran dan perobohan rumah, pertanyaannya bukan hanya siapa yang […]

  • Bobotoh Sunda

    Bukan Sekadar Bola, Persib Sudah Menjadi Identitas Urang Sunda

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Bagi banyak Bobotoh Sunda, Persib Bandung hari ini terasa bukan lagi sekadar klub sepak bola. Di Jawa Barat, Persib perlahan berubah menjadi identitas sosial, ruang emosi, bahkan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Sunda modern. Karena itu, ketika Persib bermain, suasananya sering terasa berbeda. Warung kopi mendadak penuh. Status WhatsApp berubah biru. Anak-anak […]

  • Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadan menjelaskan pencairan TPP ASN Tasikmalaya yang disebut sudah dibayarkan namun masih terkendala administrasi dinas.

    Bikin Tenang! Ini Penjelasan Wali Kota Soal TPP ASN Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 203
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Isu TPP ASN Tasikmalaya atau tunjangan penghasilan pegawai kembali menjadi sorotan setelah sejumlah aparatur sipil negara (ASN) mengeluhkan keterlambatan pencairan. Di tengah ramai pertanyaan soal TPP pegawai Pemkot Tasikmalaya, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadan akhirnya memberikan penjelasan langsung yang cukup menenangkan sekaligus membuka fakta baru terkait alur pencairan insentif tersebut. […]

expand_less