Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Pengadaan Pemerintah di Persimpangan Hukum dan Akuntabilitas

Pengadaan Pemerintah di Persimpangan Hukum dan Akuntabilitas

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pengadaan barang dan jasa pemerintah merupakan salah satu titik paling menentukan dalam penyelenggaraan negara. Melalui mekanisme inilah anggaran publik dialihkan menjadi infrastruktur, layanan sosial, dan program strategis yang menyentuh kehidupan masyarakat. Karena itu, pengadaan tidak boleh dipahami semata sebagai urusan teknis, melainkan sebagai amanah kekuasaan yang mengandung tanggung jawab hukum dan moral.

Negara telah menyediakan kerangka regulasi yang cukup jelas melalui Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 sebagaimana diubah dengan Perpres Nomor 12 Tahun 2021. Regulasi ini menegaskan prinsip efisiensi, transparansi, persaingan sehat, serta akuntabilitas. Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa aturan sering kali diuji oleh kepentingan, tekanan, dan kelemahan pemahaman hukum.

Di sinilah pengadaan menjadi ruang ujian integritas.

Aturan sebagai Pedoman, Bukan Sekadar Formalitas

Perpres Nomor 12 Tahun 2021 menempatkan pengadaan sebagai instrumen strategis pembangunan nasional. Arah kebijakan yang mendorong penggunaan produk dalam negeri, pemberdayaan UMKM, serta digitalisasi sistem pengadaan menunjukkan bahwa negara ingin menghadirkan keadilan ekonomi melalui belanja publik.

Baca juga: Pertemuan Niat Jahat dan Bahaya Korupsi di Peradilan

Namun, dalam praktiknya, regulasi kerap diperlakukan sebagai formalitas administratif. Selama dokumen lengkap dan tahapan dilalui, substansi sering diabaikan. Padahal, hukum administrasi negara menegaskan bahwa setiap keputusan pejabat publik harus dilandasi asas kepatutan, kecermatan, dan larangan penyalahgunaan kewenangan.

Ketika aturan hanya dipatuhi secara tekstual tanpa ruh keadilan, pengadaan berpotensi menjauh dari tujuan awalnya sebagai alat pelayanan publik.

Kontrak Negara dan Prinsip Amanah

Pengadaan barang dan jasa melahirkan hubungan kontraktual yang tunduk pada hukum perdata. Namun, kontrak pemerintah memiliki dimensi yang lebih luas karena melibatkan uang negara dan kepentingan masyarakat. Oleh sebab itu, prinsip itikad baik menjadi fondasi utama yang tidak dapat ditawar.

Baik pemerintah maupun penyedia wajib menjaga amanah tersebut. Klausul kontrak tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan kewajiban substansial. Dalam konteks ini, kegagalan proyek bukan hanya soal kerugian materiil, tetapi juga soal kepercayaan publik.

Menjaga Batas antara Kesalahan dan Penyimpangan

Pengadaan barang dan jasa sering disebut sebagai sektor rawan penyimpangan. Meski demikian, tidak setiap kesalahan dapat langsung dimaknai sebagai kejahatan. Prinsip kehati-hatian perlu dikedepankan agar hukum pidana tetap menjadi upaya terakhir.

Kesalahan administratif dan wanprestasi kontraktual seharusnya diselesaikan melalui mekanisme yang proporsional. Namun, ketika ditemukan penyalahgunaan kewenangan, persekongkolan, atau niat memperkaya diri sendiri, negara wajib hadir melalui penegakan hukum yang tegas dan adil.

Pendekatan ini penting agar hukum tidak menjadi alat ketakutan, tetapi tetap berfungsi sebagai penjaga keadilan.

Baca juga: Surat Pembaca: Ruang Aman untuk Keluhan Warga. Gratis!

Pengadaan sebagai Ukuran Moral Pemerintahan

Pada akhirnya, pengadaan barang dan jasa mencerminkan kualitas moral pemerintahan. Proses yang jujur dan akuntabel akan memperkuat legitimasi negara. Sebaliknya, praktik yang menyimpang akan merusak kepercayaan publik, betapapun megahnya hasil pembangunan.

Masyarakat hari ini tidak hanya menilai hasil, tetapi juga proses. Dalam konteks tersebut, pengadaan seharusnya dipahami sebagai ujian amanah. Ketika hukum dijalankan dengan penuh tanggung jawab, pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan keadilan dan keberkahan bagi rakyat. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden bersama para menteri menunaikan zakat melalui Baznas di Istana Negara pada bulan Ramadan

    Momen Tak Biasa di Istana: Zakat Presiden Jadi Sorotan Publik

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 58
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Ada suasana berbeda di Istana Negara pada bulan Ramadan kali ini. Bukan hanya agenda kenegaraan yang berlangsung di dalamnya. Di tempat yang biasanya identik dengan keputusan politik, para pemimpin negara justru berkumpul untuk menunaikan ibadah. Momen zakat Presiden di Istana bersama para menteri langsung menarik perhatian publik. Banyak orang melihat peristiwa […]

  • Ilustrasi wanita memakai skincare dan lip balm saat puasa dengan ekspresi ragu di depan cermin.

    Jangan Salah! Sunscreen dan Lip Balm saat Puasa Ternyata…

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Skincare saat puasa sering menimbulkan kebingungan. Banyak yang mengira perawatan wajah saat puasa dapat membatalkan ibadah. Bahkan, isu tentang sunscreen saat puasa dan lip balm saat puasa kerap memicu perdebatan di media sosial. Lalu, mana yang benar menurut fikih? Agar tidak terjebak informasi keliru, mari kita kupas mitos dan fakta secara […]

  • Petugas Dishub Ciamis memasang dan memperbaiki lampu PJU di jalur menuju Astana Gede Kawali menjelang Hari Jadi Ciamis.

    Jalur Astana Gede Kini Lebih Terang, Dishub Ciamis Kebut Perbaikan PJU

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – PJU Ciamis mulai menjadi perhatian serius menjelang Hari Jadi Kabupaten Ciamis 2026. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ciamis bergerak cepat mempercepat pemasangan dan perawatan Penerangan Jalan Umum di sejumlah jalur strategis menuju kawasan Astana Gede Kawali dan Islamic Center Ciamis. Langkah itu dilakukan untuk memastikan akses masyarakat dan rombongan tamu daerah lebih […]

  • Ilustrasi futuristik sufistik tentang manusia terbuai kemewahan dunia sebagai gambaran istidraj dalam Islam berdasarkan QS Al-A’raf 182.

    Istidraj dalam Islam: Nikmat yang Menipu Jiwa

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A’raf: 182: وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَWallażīna każżabụ bi`āyātinā sanastadrijuhum min ḥaiṡu lā ya’lamụn “Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.” Pada suatu masa yang terasa semakin dekat, manusia memuja dunia […]

  • pengerukan pasir sungai

    Larangan Keras Tak Mampu Hentikan Tambang Pasir, Apa yang Salah?

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pengerukan pasir sungai kembali menjadi sorotan karena aktivitas ini terus berlangsung meski larangan sudah ditegakkan. Fenomena pengerukan pasir sungai, tambang ilegal, dan eksploitasi sungai menunjukkan masalah yang belum terselesaikan. Di satu sisi, penindakan terlihat tegas. Namun di sisi lain, solusi nyata justru hampir tidak terdengar. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah pendekatan […]

  • pemalsuan produk

    Polres Tasikmalaya Bongkar Pemalsuan Produk Pangan di Dua Gudang

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya mengungkap pemalsuan produk tepung dan penyedap yang merugikan konsumen. albadarpost.com, LENSA – Polres Tasikmalaya Kota mengungkap praktik pemalsuan produk yang menempatkan konsumen pada risiko dan merusak pasar. Kepolisian menangkap seorang warga Kota Tasikmalaya yang diduga mengemas ulang tepung terigu dan penyedap rasa murah ke dalam kemasan premium. Kasus ini penting karena menyangkut keamanan […]

expand_less