Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Polres Pangandaran Angkat Anak Yatim Berprestasi

Polres Pangandaran Angkat Anak Yatim Berprestasi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepolisian Resor Pangandaran mengambil langkah konkret dengan mengangkat seorang anak yatim berprestasi sebagai anak angkat institusi. Keputusan ini tidak hanya menjawab persoalan sosial, tetapi juga memberi jaminan pendidikan bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Anak tersebut adalah Siti Aulia Marlina (16), siswi SMK Pasundan Cijulang yang kini resmi menjadi anak angkat Polres Pangandaran. Pendidikan Siti akan dibiayai hingga lulus sekolah. Kebijakan ini menunjukkan peran Polri tidak sebatas penegakan hukum, tetapi juga perlindungan sosial bagi warga rentan.

Langkah tersebut bermula dari peristiwa sederhana yang terjadi Kamis, 15 Januari 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. BRIPKA Zera Janwara, Kanit Reskrim Polsek Cijulang, melihat seorang remaja perempuan berjalan kaki bersama pengasuhnya melintas di depan kantor Polsek Cijulang. Remaja itu diketahui hanya ingin melihat Jembatan Sodongkopo yang baru selesai dibangun.

Baca juga: Bantuan Kang Dedi Jadi Harapan Warga Pakenjeng

Temuan Lapangan Mengubah Keputusan Institusi

BRIPKA Zera menghentikan langkahnya dan menyapa keduanya. Percakapan singkat itu membuka fakta yang lebih dalam. Remaja tersebut adalah Siti Aulia Marlina, anak yatim yang kehilangan ayah sejak bayi dan tidak berada dalam pengasuhan ibu kandungnya. Sejak usia satu bulan, Siti dirawat oleh keluarga sederhana di Dusun Haurseah, Desa Cijulang.

Kondisi hidup Siti tergolong memprihatinkan. Ia tinggal di rumah kontrakan dengan keterbatasan ekonomi. Setiap hari, Siti berjalan kaki sekitar satu kilometer untuk berangkat sekolah. Uang jajan bukan hal yang rutin ia miliki. Meski begitu, prestasi akademiknya menonjol. Siti tercatat sebagai peringkat pertama kelas X di sekolahnya.

Fakta tersebut mendorong BRIPKA Zera bersama anggota Reskrim Polsek Cijulang melakukan kunjungan langsung ke tempat tinggal Siti pada hari yang sama. Dari hasil pengecekan lapangan, aparat menemukan kondisi keluarga yang membutuhkan dukungan serius, terutama untuk keberlanjutan pendidikan.

Kapolres Ambil Langkah Perlindungan Pendidikan

Laporan hasil kunjungan segera disampaikan kepada pimpinan. Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari, S.H.,S.I.K., M.S,i., M.I.K️. turun langsung pada keesokan harinya untuk mendalami kondisi Siti. Pendalaman dilakukan dengan pendekatan kemanusiaan dan berbasis data lapangan.

Berdasarkan hasil tersebut, Kapolres Pangandaran memutuskan mengangkat Siti sebagai anak angkat Polres Pangandaran. Keputusan itu mencakup jaminan pembiayaan pendidikan hingga Siti menyelesaikan sekolahnya. Langkah ini dipandang sebagai bentuk tanggung jawab institusi terhadap anak-anak berprestasi yang berisiko kehilangan akses pendidikan.

Kebijakan ini juga menegaskan bahwa keberpihakan negara dapat hadir melalui institusi terdekat dengan masyarakat. Perlindungan terhadap anak yatim berprestasi tidak berhenti pada empati, tetapi diwujudkan dalam kebijakan nyata.

Dampak Sosial dan Pesan Kebijakan

Kasus Siti Aulia Marlina mencerminkan persoalan struktural yang masih dihadapi banyak keluarga kurang mampu di daerah. Akses pendidikan seringkali bergantung pada ketahanan ekonomi keluarga. Tanpa intervensi, potensi akademik anak berprestasi berisiko terhenti.

Baca juga: Masuk PTN Jalur SNBP dan SNBT Jadi Andalan

Langkah Polres Pangandaran memberi pesan bahwa prestasi dan ketekunan tetap mendapat ruang, meski dalam keterbatasan. Kebijakan ini juga dapat menjadi model kolaborasi sosial antara aparat negara dan masyarakat untuk mencegah putus sekolah.

Di sisi lain, keputusan tersebut memperkuat peran Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. Pendekatan humanis yang berbasis temuan lapangan menunjukkan bahwa kebijakan sosial dapat lahir dari kepekaan aparat terhadap realitas sehari-hari warga.

Pengangkatan Siti sebagai anak angkat Polres Pangandaran bukan sekadar kisah kepedulian, tetapi langkah kebijakan yang berdampak langsung. Pendidikan tetap berjalan, potensi anak terjaga, dan peran negara hadir secara nyata di tingkat lokal. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi tradisi mudik Indonesia saat Lebaran dengan kendaraan memenuhi jalan raya menuju kampung halaman

    Asal Usul Mudik yang Jarang Dibahas, Ternyata Bukan Hanya Tradisi Lebaran

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Mudik Indonesia, tradisi pulang kampung saat Lebaran, sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Setiap tahun jutaan orang melakukan perjalanan jauh untuk mudik ke kampung halaman. Namun, asal usul mudik Indonesia ternyata tidak hanya berkaitan dengan Idulfitri. Tradisi ini memiliki akar sejarah panjang yang jarang dibahas media, mulai dari budaya desa Nusantara […]

  • 7 Tradisi Unik di Pondok Pesantren, Nomor 5 Bikin Kaget Orang Luar

    7 Tradisi Unik di Pondok Pesantren, Nomor 5 Bikin Kaget Orang Luar

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Tradisi unik di pondok pesantren sering membuat banyak orang penasaran. Kehidupan santri ternyata tidak hanya diisi dengan belajar agama, tetapi juga dipenuhi kebiasaan khas pesantren yang memiliki makna mendalam. Selain membentuk kedisiplinan, tradisi pesantren juga melatih kebersamaan, kesederhanaan, serta rasa hormat kepada guru. Karena itu, banyak kebiasaan santri tetap bertahan meskipun zaman […]

  • efisiensi anggaran DPRD

    Efisiensi Anggaran DPRD, Akankah Tasikmalaya Ambil Langkah Berani?

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Tasikmalaya di Persimpangan Keputusan albadapost.com, EDITORIAL – Efisiensi anggaran DPRD kembali menjadi isu publik di Tasikmalaya. Saat Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis memangkas tunjangan legislatif sebagai respon tekanan fiskal, DPRD Tasikmalaya belum menunjukkan sikap tegas. Keraguan ini bukan sekadar soal kebijakan anggaran, tetapi menyentuh dimensi moral dan kepercayaan rakyat. Publik bertanya dengan wajar. Ketika beban […]

  • Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menyampaikan LKPJ Tasikmalaya 2025 di DPRD dengan data pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan

    Angka Bicara! LKPJ Tasikmalaya 2025 Ungkap Ekonomi Naik dan Kemiskinan Turun

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Laporan Kinerja Pertanggungjawaban (LKPJ) Tasikmalaya 2025 kembali menjadi perhatian publik. Laporan kinerja Bupati Tasikmalaya ini, yang juga dikenal sebagai laporan pembangunan daerah Tasikmalaya 2025, menghadirkan kabar yang cukup menggembirakan. Di tengah berbagai tantangan ekonomi, Kabupaten Tasikmalaya justru menunjukkan tren pertumbuhan yang semakin kuat dan stabil. Senin (30/03/2026), Bupati Tasikmalaya H. Cecep […]

  • lagu Rukun Sama Teman

    Lagu “Rukun Sama Teman” dan Ujian Implementasi Pendidikan Karakter

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kebijakan pendidikan sering kali lahir dengan niat baik, tetapi diuji justru di ruang paling sederhana: halaman sekolah setiap Senin pagi. Mulai 2026, lagu Rukun Sama Teman resmi menjadi bagian dari upacara bendera nasional. Negara menempatkan pesan kerukunan sebagai ritual bersama pelajar. Pertanyaannya bukan lagi soal setuju atau tidak, melainkan sejauh mana kebijakan […]

  • bayi dalam tas Karawang

    Tragedi Bayi dalam Tas di Karawang: Sepasang Kekasih Diduga Habisi Buah Hati Hasil Hubungan Gelap

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Polisi Karawang tangkap pasangan muda diduga bunuh bayi hasil hubungan gelap, jasad ditemukan dalam tas. albadarpost.com, HUMANIORA – Tragedi memilukan mengguncang warga Karawang, Jawa Barat. Sepasang kekasih muda ditangkap polisi setelah diduga membunuh bayi hasil hubungan gelap mereka sendiri. Jasad bayi malang itu ditemukan di dalam tas yang dibuang di tepi jalan kawasan persawahan Desa […]

expand_less